LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM

LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM
Li Quan


Setelah memperhatikan cukup lama, Tian Lei akhirnya dapat mengetahui siapa yang memasuki Puncak Guntur Ungu walau sedang dalam fase pelarangan.


Orang itu adalah murid Sekte Naga Biru, ia memiliki wajah yang tampan, gadis-gadis pasti akan terpukau dengan pesona yang ia pancarkan. Rambutnya berwarna silver tapi lebih cantik daripada perhiasan perak, dan matanya merah terang sangat mendominasi, hampir menyamai aura mendominasi dari mata Tian Lei.


Kisaran umurnya mungkin 24 sampai 25 tahun, tapi kekuatan yang ia miliki sama atau bahkan lebih kuat para pemimpin Pilar Kekaisaran di kekaisaran Yan.


Pemuda itu dengan sikap acuh tak acuh melihat ke arah Tian Lei, ia memperhatikan Tian Lei dari ujung rambut hingga ujung kakinya.


Setelah cukup lama menatap Tian Lei dengan mata dinginnya, pemuda itu akhirnya berjalan ke arah Tian Lei.


Di sela-sela langkah kakinya, ia membuka mulutnya. "Kau Tian Lei?..."


Kata-kata lembut keluar dari mulutnya, tapi Tian Lei bisa tahu bahwa ada aura permusuhan dibalik aura lembut yang di keluarkan.


"Ya, aku Tian Lei. Jika aku boleh tahu, siapakah Senior? Apakah anda juga ingin melakukan pelatihan disini?..."


Tian Lei berbicara dengan sopan karena belum mengetahui maksud dan tujuan dari kedatangan pemuda yang mendekatinya.


Pemuda itu tersenyum samar. "Ya, aku ingin melakukan pelatihan..." Ucapnya.


"Oh, kalau begitu, saya tidak akan menggangu anda. Saya telah menyelesaikan pelatihan saya, dan saya harus pamit..." Tian Lei berkata dengan sopan untuk yang kedua kalinya dan berjalan melewati pemuda itu.


Pemuda itu menghentikan langkahnya dan berbalik melihat ke arah Tian Lei, ia kemudian memainkan kakinya yang ramping dan menendang ke arah Tian Lei.


Tian Lei yang merasakan adanya serangan langsung berbalik dan menggunakan kedua telapak tangannya untuk menangkap tendangan dari pemuda yang menyerangnya.


Pemuda itu dengan cantik menggerakkan kakinya yang panjang dan melepaskan cengkraman tangan dari Tian Lei.


Tian Lei mengeraskan rahangnya dan menatap pemuda yang ada di depannya dengan tajam. "Senior, jika anda memiliki masalah dengan saya maka katakan apa masalahnya, tapi jika tidak memiliki masalah dengan saya, maka katakan alasan penyerangan terhadap saya!..." Tian Lei berbicara dengan adanya penekanan di dalamnya.


"Aku tidak memiliki masalah denganmu, tapi aku membencimu..." Pemuda berambut silver masih berbicara dengan lembut.


"Kenapa?..." Tian Lei masih memendam amarahnya.


"Entahlah, aku juga tidak tahu. Aku tidak memerlukan alasan apapun untuk melakukan sesuatu..." pemuda berambut silver berkata dengan santai.


Tian Lei mengeluarkan aura kultivasinya, "Baiklah! Kalau itu yang anda katakan. Maka aku juga tidak memerlukan alasan untuk mematahkan kaki tanganmu!..." Ucap Tian Lei.


Pemuda berambut silver tersenyum. "Heh, banyak bicara..."


Pemuda berambut silver mengeluarkan sebuah tombak berwarna silver dengan tiga mata tombak yang sangat tajam dan lancip.


Ia menancapkan tembak itu ke lantai pelatihan Puncak Guntur Ungu. "Ini adalah Tombak Tiga Mata Pembunuh, selalu aku gunakan dalam setiap pertarungan yang menarik bagiku. Tapi, sepertinya kau tidak layak untuk membuat aku menggunakannya..."


"Heh, begitukah? Jika aku tidak layak menjadi lawanmu, maka kau benar-benar tidak layak untuk di lihat oleh mataku..." Tian Lei menahan dirinya agar tidak terpancing oleh emosinya.


"Kalau begitu, ayo kita buktikan. Kau atau aku yang benar-benar tidak layak untuk dilihat!..." Pemuda berambut silver masih berbicara dengan raut wajah yang tenang.


Tian Lei menyipitkan matanya, seperti sebuah kilatan cahaya, Tian Lei menghilang dari tempatnya saat ini dan hanya menyisakan hembusan angin.


Tian Lei kemudian muncul di belakang pemuda yang sedang ia lawan dengan pedang Langit Naga Lava yang sedang ia ayunkan.


Tian Lei menebas ke bawah tepat pada tubuh pemuda berambut silver, tapi itu tidak mengenai musuhnya karena pemuda itu memiliki kecepatan yang luar biasa untuk menghindar.


Tian Lei melirik ke sebelah kirinya dan melihat pemuda tadi telah berdiri belasan meter dari tempatnya berdiri saat ini.


Tian Lei dapat melihat aliran petir hijau yang ada di sekitar tubuh pemuda di depannya.


"Petir Langit Permata Hijau? Kau memiliki petir langit bawaan?..."


Tian Lei menyipit saat mengatakan kata-katanya barusan.


Pemuda itu mengangkat alisnya. "Kau tahu petir langit? Bukankah kau hanya bocah dari keluarga kecil di kekaisaran yang jauh? Bagaimana kau mengetahui petir langit?..."


"Dunia ini terlalu luas untuk kau ketahui segalanya..." Ucap Tian Lei.


Tian Lei melirik Tombak Tiga Mata Pembunuh yang menancap di lantai tak jauh dari tempatnya sekarang.


"Karena kau tidak ingin menggunakan senjatamu, maka aku juga tidak akan menggunakan senjataku. Sebagai gantinya, aku akan mencoba kekuatan baruku..." Ucap Tian Lei, ia menancapkan pedangnya di lantai hingga membuat lantai sekitarnya hancur dan akhirnya Pedang Langit Naga Lava yang tidak memiliki permukaan lancip bisa tertancap.


"Kau benar-benar berani. Aku bahkan tidak akan mau menghancurkan lantai disini, karena akan merepotkan berurusan dengan tetua di luar sana. Dan kau? Hanya murid baru, berani membuat kehancuran? Layak menjadi sainganku..."


Tian Lei mengangkat alisnya setelah mendengar kata-kata dari pemuda di depannya, setelah berpikir sejenak ia akhirnya mengetahui siapa orang yang melawannya saat ini. "Saingan? Jadi kau adalah Li Quan? Orang yang dikabarkan menyukai Ning'er sekaligus juga merupakan jenius nomor 2 di sekte ini?..."


"Hm, jenius nomor 2? Itu hanya menunggu waktu sampai aku berlatih beberapa bulan lagi dan aku akan menjadi nomor satu di sekte ini..."


"Baiklah. Kembali pada inti permasalahan yang aku tanyakan sebelumnya. Kenapa kau menyerangku?..." Tian Lei kembali menajamkan tatapan matanya.


"Aku hanya penasaran, bagaimana kemampuan dari kekasihnya Ning'er. Ternyata kau lumayan, dalam beberapa bulan, kau mungkin akan mencapai puncak tingkat Mahayana..." Ucap Li Quan.


"Oh? Jangan meremehkan aku. Dalam beberapa bulan, aku akan mencapai tingkat Immortal. Dan beberapa tahun lagi, aku akan mencapai puncak dunia ini..." Tian Lei mengeratkan kepalan tangannya karena bersemangat dengan kata-katanya sendiri.


Li Quan menghembuskan nafas berat sebelum ia menggeleng perlahan. "Kau memang gila, bahkan jenius di benua tengah harus berjuang selama belasan tahun untuk meningkat ke Xiantian..."


"Bagaimana dengan satu serangan?..." Li Quan kembali melanjutkan perkataannya.


Tian Lei mengangkat alisnya karena bingung. "Apa maksudmu?.."


"Ya, aku sepertinya tidak bisa membencimu, bagaimana kalau kita beradu satu serangan terkuat? Jika kau bisa membuat aku mengakuimu, maka kita akan bersaing secara sehat untuk menarik hati Ning'er. Tapi jika kau terlalu lemah, maka aku akan langsung membunuhmu jika ada kesempatan..."


Tian Lei tersenyum. "Ide yang bagus. Semoga kau tidak kecewa karena telah menantangku..."


Setelah kata-kata itu terucap, kedua tangan Tian Lei kini dihiasi oleh energi spiritual berwarna merah gelap.


Tian Lei kemudian mengangkat tangan kanannya dan akhirnya membentuk sebuah lingkaran segel yang sangat besar sama seperti sebelumnya.


Dari lingkaran segel itu, terbentuk sebuah teratai berwarna merah gelap yang sama besarnya dengan lingkaran segel yang membentuknya.


Sementara Li Quan, ia mengumpulkan energi petir permata hijau di telapak tangan kanannya hingga itu sangat kuat.


"Kau siap?..." Li Quan bertanya setelah energi petir hijau di telapak tangan kanannya menjadi sangat kuat.


Tian Lei tersenyum. "Kapanpun..." Ucapnya dengan pelan tapi bisa di dengar oleh Li Quan.


"Tapak Petir Permata Hijau!..."


"Tiga Segel Larangan! : Segel Teratai Penghancur!..."


Kedua serangan kuat itu mereka lepaskan secara bersamaan dan akhirnya bertabrakan dengan kuat.


Bom!


Ledakan akhirnya terjadi setelah kekuatan dari kedua serangan itu saling beradu di udara. Tapi sepertinya kekuatan Tian Lei lebih baik dari milik Li Quan.


Setelah efek dari ledakan itu menghilang, Tian Lei dan Li Quan kembali bertatapan.


"Bagaimana? Apakah kau masih ingin melanjutkan?..." Tian Lei yang pertama membuka mulutnya.


Li Quan menatap Tian Lei dengan dingin sebelum akhirnya dia tersenyum. "Tian Lei! Aku Li Quan, mengakuimu. Kau adalah satu-satunya orang yang bisa melukaiku bahkan saat diriku diselimuti oleh petir permata hijau..."


Li Quan berbicara sambil mengangkat tangan kanannya yang sedikit mengeluarkan darah dan memperlihatkannya pada Tian Lei.


Bersamaan dengan itu, pintu perunggu kembali mengeluarkan sinar yang terang dan akhirnya Tian Lei dan Li Quan bisa melihat Jie longhuo keluar dari sana.


Li Quan melihat ke arah Tian Lei. "Tian Lei. Karena aku telah selesai menyapamu, maka aku akan pergi..."


Setelah mengatakannya Li Quan kemudian berjalan kearah tombaknya lalu memasukkan tombaknya ke dalam cincin penyimpanannya dan dengan acuh tak acuh melewati Jie longhuo yang berjalan dengan arah berlawanan dengannya tanpa sepatah katapun.


Jie longhuo melihat ke arah Li Quan yang telah pergi sebelum ia melihat ke arah Tian Lei lagi. "Apakah kau tidak apa-apa?..."


Suara Jie longhuo barusan seperti seorang ayah yang mengkhawatirkan anaknya.


Tian Lei menggeleng sebelum membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu. "Memangnya apa yang bisa dilakukan oleh murid-murid sekte ini padaku? Lagipula, dia hanya menyapa saja..." Ucap Tian Lei.


Jie longhuo melihat kerusakan pada lapangan pelatihan Puncak Guntur Ungu. "Oh, hanya menyapa ya..." Kepala Jie longhuo secara samar terlihat menggeleng.


( maaf tadi ga megang hp)