
Ledakan yang sangat dahsyat ini sangatlah mengerikan bahkan beberapa retakan tampak muncul di udara akibat ledakan ini. Dalam hal ini, tampaknya dampak dari ledakan teratai empat kehancuran bahkan dapat mengguncang ruang dan waktu.
Hembusan angin tersebar ke segala arah dengan bersumber dari titik ledakan teratai empat kehancuran di udara.
Daratan di bawah ledakan teratai empat kehancuran juga mulai menghadapi kehancuran yang dahsyat bahkan beberapa bukit besar tersapu menjadi bongkahan-bongkahan besar.
Pertarungan antara Sun Tian dengan salah satu jenderal iblis juga tampak terganggu dengan keduanya sama-sama terpental akibat dari dampak ledakan yang tersebar ke segala area.
Lubang besar yang sebelumnya di datangi oleh Sun Tian juga telah bersatu dengan reruntuhan tanah dan perbukitan di sekitarnya dan hanya menyisakan tongkat besar yang masih berdiri dengan tegak.
Beberapa menit setelah dampak ledakan telah menghilang, situasi agak menjadi lebih tenang.
Di kejauhan, Sun Tian berdiri dengan tubuhnya yang di isi beberapa luka akibat pertarungan juga akibat terkena ledakan tersebut.
Ia melihat ke segala arah dan dalam berkilo-kilo meter di seluruh area, ia hanya dapat menatap kehancuran yang dahsyat, seperti diciptakan oleh bencana yang mengerikan.
Sementara itu di kejauhan, Tian Lei berdiri diatas reruntuhan dengan tubuhnya yang penuh dengan luka dan darah yang terus mengucur dari tubuhnya.
Kali ini, ia tidak kehilangan kesadaran nya tapi mendapatkan luka dalam ataupun luka luar yang sangatlah parah. Tapi, api hitam kini membara di tubuhnya dan secara perlahan mulai menyembuhkan lukanya meskipun akan memakan waktu yang lama.
Jauh di depannya, kedua jenderal iblis tampak masih berdiri dengan luka yang lebih parah darinya saat ini dengan salah satu jenderal iblis kehilangan kedua tangannya dan yang satunya lagi kehilangan tangan kanannya. Sementara zirah energi iblis di tubuh mereka secara keseluruhan telah hancur.
"Gila, anak ini memiliki teknik yang gila..." Ucap salah satu jenderal iblis dan rekan di sebelahnya mengangguk.
Jenderal iblis ini kemudian mengangkat pandangannya dan melihat ke arah Tian Lei dengan tatapan tajam. "Nak, kau cukup hebat sampai bisa melukai kami sejauh ini. Tapi kau membuat kesalahan besar dengan mengeluarkan teknik ini. Jangan berpikir bahwa kami telah mencapai akhir..." Ucap sang jenderal iblis dan ia mengeluarkan senyuman dingin.
Tian Lei yang melihat senyuman dari jenderal iblis ini tampak cukup cemas dan ia menelan ludahnya dengan tegang saat nafasnya kini masih terengah-engah.
Kemudian, tubuh kedua jenderal iblis ini mulai melebur dan berubah menjadi gumpalan energi iblis, begitu juga dengan jenderal iblis yang sebelumnya melawan Sun Tian, ia ikut berubah menjadi gumpalan energi iblis dan bergerak ke langit tepat di atas kedua jenderal iblis sebelumnya.
Tiga gumpalan energi iblis ini kemudian bergerak ke langit dan mulai menyatukan diri sampai membuat Tian Lei menggertakkan giginya dengan tegang.
"Jangan bilang mereka dapat memulihkan diri dengan itu?..." Ucap Tian Lei pelan dengan suara terbata-bata karena nafasnya masih belum teratur.
Ketika ketiga gumpalan energi iblis di langit masih dalam tahap menyatu, Tian Lei sama sekali tidak dapat melakukan apapun. Bukan hanya karena tubuhnya yang terluka parah, tapi juga karena tampaknya proses penggabungan di langit tampak tak dapat di ganggu atau di batalkan.
Pada momen ini, Sun Tian segera menggerakkan tubuhnya yang terluka dan menghampiri Tian Lei di depan sana.
"Kau benar-benar gila..." Ucap Sun Tian ketika ia hanya berjarak beberapa meter dari Tian Lei.
Tian Lei menoleh perlahan ke arah Sun Tian dan tersenyum. "Yah, setidaknya aku menghajar bukan di hajar seperti seseorang..." Ucap Tian Lei dengan senyuman meledek.
Sun Tian menatap Tian Lei dan menghela nafasnya. "Disaat seperti ini pun kau masih bisa bercanda ya..." Ucap Sun Tian.
Tian Lei terdiam sejenak lalu mengangkat kepalanya untuk menatap ketiga gumpalan energi iblis di langit. "Yah, lagi pula kita mungkin akan mati. Laripun aku tak bisa lagi. Dan sepertinya, proses itu tak bisa di hentikan..." Ucap Tian Lei.
Sun Tian menatap tubuh Tian Lei yang masih dipenuhi luka mengenaskan kemudian mengangkat pandangannya ke langit untuk melihat proses penggabungan di langit.
"Yah, bukankah kita hanya perlu mengacau?!..." Ucap Sun Tian dan ia mengeluarkan energi spiritual emas di kedua tangannya.
Tian Lei kemudian mendengus dan tersenyum tipis sebelum dirinya mengangguk. "Yah, cobalah. Tapi saran dariku, lebih baik kau gunakan itu untuk lari..." Ucap Tian Lei.
Sun Tian tidak mengindahkan kata-kata Tian Lei dan hanya menatap ketiga gumpalan energi iblis di langit yang telah bersatu menjadi satu energi.
Kemudian, Sun Tian mengangkat tangannya dan menembakkan energi spiritual emas di kedua tangannya untuk menyerang energi iblis di langit.
Tapi, energi spiritual yang di tembakkan oleh Sun Tian segera terserap masuk ke dalam energi iblis di langit tanpa memberikan dampak apapun.
Hal ini membuat Sun Tian tercengang, sementara Tian Lei tampak semakin yakin dengan apa yang ia pikirkan tentang energi iblis yang ada di langit.
"Aku dulu pernah melawan jenderal iblis, mereka memiliki sebuah energi iblis khusus yang membentuk tubuh mereka. Energi iblis ini memiliki kemampuan untuk menyerap kehidupan yang terkena energi iblis ini dan energi spiritual merupakan salah satu jenis energi kehidupan. Jadi, menyerang energi iblis yang ada di langit itu dengan energi spiritual adalah hal yang bodoh, kecuali kau menyerangnya dengan kekuatan dahsyat yang melebihi kekuatan si jenderal iblis. Hanya saja, aku tak menyangka bahwa mereka bisa menyatukan tubuh mereka untuk mendapatkan kekuatan yang lebih besar!..." Ucap Tian Lei dengan serius dan Sun Tian hanya dapat mengepalkan tangannya dengan marah juga kesal.
Ketika saat ini kedua rival sedang melihat energi iblis di langit, energi iblis yang mereka lihat kini mulai membentuk suatu tubuh di langit.
Tubuh baru ini memiliki bentuk yang tinggi dan kekar, zirah merah darah yang terbentuk dari energi iblis mulai muncul dan menyelimuti seluruh tubuhnya.
Sosok jenderal iblis yang baru ini kemudian memancarkan kekuatan yang melampaui kekuatan dari Wang Dongwu dan ia mulai menatap kedua pemuda di daratan dengan tajam.
"Haha, aku ingin melihat, apa kau masih memiliki kemampuan seperti yang kau gunakan tadi, wahai anggota istana kehancuran surgawi?..." Ucap sang jenderal iblis ketika ia tersenyum ke arah Tian Lei dan Tian Lei hanya membalasnya dengan tatapan yang dingin.
"Apa-apaan itu? Mereka bergabung dan membentuk satu tubuh yang lebih kuat? Dan lagi, luka mereka juga pulih? Apakah mereka bertiga mengendalikan satu tubuh ini dengan ketiga jiwa mereka?..." Tanya Sun Tian dengan heran. Dalam hal ini, dirinya sangat cerewet.
Tian Lei menggeleng untuk menanggapi pertanyaan Sun Tian. "Tidak, bukan mereka bertiga yang mengendalikan tubuh ini. Melainkan jenderal iblis terkuat diantara mereka bertiga!..." Ucap Tian Lei serius dengan tatapan matanya yang masih menatap sosok jenderal iblis yang baru di langit.
Sun Tian menggertakkan giginya dengan tegang saat ia ikut menatap jenderal iblis di langit. "Wah, ini gila. Tapi, meskipun aku harus mati sekarang, aku harus mengatakan ini padamu..." Ucap Sun Tian dan Tian Lei sedikit melirik nya.
"Sebenarnya mengenalmu tidak begitu buruk..." Ucap Sun Tian dengan senyuman hangat dan Tian Lei mulai tersenyum, mungkin ia cukup senang dengan perkataan Sun Tian ini.
Tian Lei mendengus pelan dengan senyuman dan kembali mengangkat kepalanya untuk menatap jenderal iblis. "Yah, itu kata-kata yang bagus..." Ucap Tian Lei dan keduanya mulai terdiam sejenak.
Tian Lei lalu melirik ke arah Sun Tian. "Hei, apakah kau masih memiliki energi spiritual yang cukup?..." Tanya Tian Lei dengan serius.
Sun Tian menurunkan pandangannya dan menoleh ke arah Tian Lei. "Aku masih memiliki sedikit energi spiritual..." Ucapnya.
Tian Lei kemudian tersenyum samar. "Baiklah. Aku sudah tak dapat pergi jauh dengan kondisi ku yang sekarang. Lebih baik kau pergi dari sini dan biarkan akun mati sendirian. Tidak perlu untuk kita berdua mati bersama disini..." Ucap Tian Lei.
Sun Tian kemudian mengangkat alisnya. "Oh? Maksudnya kau ingin aku kabur? Maaf saja tapi itu bukan gayaku..." Ucap Sun Tian.
Tian Lei kemudian tersenyum. "Kalau bagitu ayo mati bersama..." Ucapnya.
"Hahahaha!..." Saat kedua rival di daratan tampak sedang menyampaikan kata-kata terakhir masing-masing, tawa serak terdengar dari sang jenderal iblis.
"Sungguh pemandangan yang menggelikan. Baiklah, aku telah memberi kalian waktu untuk berkata-kata. Sekarang, biarkan aku mengambil nyawa kalian dengan mudah..." Ucap sang jenderal iblis dan ia mulai mengangkat kedua tangannya.
Energi iblis yang sangat mengerikan kemudian keluar dan berkumpul untuk menjadi bola besar yang terbentuk dari energi iblis.
Ketika melihat sang jenderal iblis telah bersiap untuk menyerang, Sun Tian melirik ke arah Tian Lei. "Kau tak dapat bertarung lagi bukan?..." Tanya nya dan Tian Lei mengangguk untuk mengiyakan.
"Aku setidaknya memerlukan beberapa jam lagi agar api hitam bisa menyembuhkan luka luar ku..." Ucap Tian Lei.
Sun Tian kemudian tersenyum dan memegang pundak Tian Lei. "Hehe, kalau begitu biarkan kakakmu ini yang menjagamu sekarang..." Ucapnya dengan nada bicara yang menjengkelkan.
Sun Tian kemudian mendongakkan kepala untuk melihat jenderal iblis.
Wuzz!!!
Sun Tian kemudian meluapkan auranya dan mengeluarkan tongkat emasnya. "Saat ini aku akan bertarung habis-habisan!..." Ucap Sun Tian dengan keseriusan yang tinggi.
"Haha, itu sudah tidak perlu nak. Maafkan aku karena terlalu menikmati untuk melihat pertarungan kalian tadi..." Suara yang bersahabat tampak terdengar ke seluruh area dan itu berasal dari langit.
Setelah suara tadi terdengar, bola raksasa energi iblis milik jenderal iblis langsung memudar dan menyatu dengan udara.
Sementara Tian Lei dan Sun Tian, seluruh luka yang ada pada tubuh mereka baik itu luka luar ataupun luka dalam mulai sembuh dalam sekejap. Begitu juga dengan energi spiritual mereka yang telah habis, itu mulai pulih secara perlahan.
"Siapa itu?..." Tanya Sun Tian yang menoleh ke arah Tian Lei setelah dirinya mendapatkan pemulihan dan Tian Lei hanya menggeleng pelan sambil melihat ke arah langit.