LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM

LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM
Akhir pertarungan


Tubuh Tian Lei sekarang seperti sebuah kilat yang sedang menghantam bumi, dia melesat dengan cepat dan muncul di tempat yang berbeda dengan cepat.


Pada momen yang pas, Tian Lei melancarkan pukulan-pukulannya terhadap ketiga murid laki-laki yang menjadi lawannya, sementara untuk kedua murid perempuan yang ia lawan hanya ia berikan sedikit dorongan hingga mereka keluar dari panggung dan tereliminasi.


Wuzz! Wuzz! Wuzz!


Tian Lei terus berpindah-pindah tempat dengan cepat dan sesekali memberikan pukulan-pukulan pada ketiga seniornya.


Mungkin bagi penglihatan murid-murid yang menonton, ketiga murid yang menjadi lawan Tian Lei hanya terkena pukulan demi pukulan.


Tapi, untuk ketiga orang itu, itu seperti penghinaan yang terus diarahkan pada mereka, seolah mereka sedang diremehkan oleh seorang junior.


Mereka bahkan akan lebih memilih untuk menahan satu serangan mematikan dari Tian Lei daripada harus mendapatkan serangan-serangan kecil yang terus mengenai mereka saat ini tanpa bisa memberikan perlawanan sedikitpun.


Pada saat yang pas, Tian Lei melambatkan gerakannya dan memukul ketiga seniornya dengan keras.


Buk! Buk! Buk!


Ketiga orang itu terkena pukulan Tian Lei yang keras hingga terpental tapi tidak sampai mengeluarkan mereka dari arena karena Tian Lei mengendalikan dampak serangannya.


Tian Lei sengaja memberikan pertunjukan itu pada semua murid yang akan menjadi murid dalam agar mereka menceritakan hal ini di wilayah murid dalam sehingga Tian Lei tidak akan diremehkan saat masuk ke dalam jajaran murid dalam.


"Sialan!..."


Dai Xian yang pertama kali berteriak saat itu, ia awalnya menahan dirinya agar tidak marah, tapi ini benar-benar sudah melampaui batasnya.


Dai Xian mengambil pedangnya yang terjatuh tidak jauh dari tempatnya saat ini dan langsung melesat ke arah Tian Lei.


Di udara, Dai Xian mengeluarkan cahaya emas yang begitu pekat dari dalam tubuhnya. Mata semua orang berbinar-binar melihat pemandangan itu, seolah mereka sedang melihat Kaisar Agung yang telah turun dari langit untuk memberi hukuman.


"Pedang Langit Agung!..."


Dai Xian berteriak dan menggerakkan pedangnya untuk menurunkan sebuah kondensasi energi spiritual berbentuk pedang dengan ukuran yang luar biasa besar.


Tian Lei tersenyum percaya diri. "Heh, jika kau ingin melihat teknik pedang yang sebenarnya. Maka perhatikanlah bagaimana tuan muda ini mengeluarkan salah satu teknik pedang terhebat di alam semesta ini!..."


Tian Lei memusatkan energi spiritualnya diantara kedua telapak tangannya dan memunculkan energi spiritual ungu yang begitu kuat dan mendominasi.


Dari energi ungu itu, terkondensasi lah sebuah pedang panjang berwarna ungu yang telah penuh dengan energi.


Ya, itu adalah Pedang Penghancur Langit.


Pedang terkuat di seluruh dunia ini...


Tian Lei memegang gagang pedangnya dan mulai mengeluarkan energi dari dalam pedang tersebut.


Samar-samar, tampak burung Phoenix Ungu yang agung sedang bersiap untuk membakar segala sesuatu yang menghalangi tuannya.


"Tebasan Phoenix Ungu!..."


Tian Lei berteriak, dan seperti telah menerima aba-aba untuk berlari, Phoenix Ungu yang ada di belakang dengan cepat melesat ke arah kondensasi pedang emas raksasa yang ada di atas kepala Tian Lei.


DUAR!


Dampak dari ledakan kedua serangan ini sangatlah besar, hingga membuat gelombang angin menyerang para penonton tapi akhirnya ditahan oleh para tetua.


Sedangkan Dai Xian yang tadinya melayang di atas udara kini terhempas ke tanah dan langsung mengeluarkan aura pertahanan untuk melindungi dirinya dari dampak serangan.


Sementara Dong Dao dan Zhongli yang tidak memiliki kesiapan apapun sebelumnya akhirnya terpental hingga keluar dari arena.


Semua orang kini mengarahkan pandangannya ke arah Tian Lei yang masih berdiri kokoh tanpa selapis energi pertahanan sedikitpun.


"Tian Lei ternyata sekuat ini!"


"Pantas menjadi kekasih dari nona Saint! Bahkan setelah menekan kekuatannya hingga puncak Yin dan Yang, kekuatannya masih begitu hebat!..."


"Benar! Kurasa, dia bisa bersaing dengan senior-senior yang berada dalam jajaran murid peringkat langit!..."


..


"Tetua Jie. Apakah Tian Lei itu benar-benar telah menekan kultivasinya hingga puncak Yin dan Yang? Bagaimana kekuatannya bisa begitu kuat?..." Salah satu tetua tidak tahan dengan rasa penasarannya.


"Hm? Tentu saja dia telah menekan kultivasinya. Apakah anda tidak bisa melihatnya?..." Jie longhuo berbicara dengan santai.


"Kultivasinya memang telah ditekan. Tapi, kekuatannya yang kita lihat sekarang ini sangat luar biasa. Aku takut, murid-murid langit dibawah 10 teratas tidak akan bisa bersaing dengannya..." Tetua yang lain ikut dalam diskusi setelah mengeluarkan kekuatan matanya untuk melihat Tian Lei.


"Jangan meremehkannya. Saat aku menerima misi dari nona Saint untuk membantu masalah Tian Lei, aku melihat Tian Lei telah mengalahkan seorang kultivator Immortal. Walaupun itu menggunakan sebuah trik, tapi itu sudah sangat luar biasa. Mengingat, kultivasinya saat itu hanyalah Mahayana bintang 1. Bahkan dia hampir bertarung satu lawan satu dengan Xue Li..." Jie longhuo membantah perkataan tetua sebelumnya dengan lembut.


"Hah?!.."


Glup!


Semua tetua yang mendengar itu meneguk air ludah mereka.


"Bukankah dia bisa bersaing dengan Chen Tian? Dalam beberapa tahun, jika dia mendapatkan bimbingan dan sumber daya yang tepat, aku yakin dia akan sama jeniusnya dengan anda tetua Jie..."


"Heh, aku tidak tahu. Kita akan melihatnya nanti, bagaimana cara anak ini mengguncang wilayah reruntuhan kuno setelah sekian lama terdiam karena perdamaian..."


Semua tetua mengangguk setuju lalu kembali memfokuskan pandangan mereka ke arah panggung pertarungan.


..


...Di panggung pertarungan...


Tian Lei berjalan perlahan menuju tempat Dai Xian berdiri dengan lemas.


Tian Lei mengarahkan pedangnya ke leher Dai Xian. "Senior, apakah anda masih ingin melihat kekuatanku yang sebenarnya?..." Tian Lei berkata dengan lembut dan senyuman terbentuk diwajahnya.


Dai Xian melihat ke arah Tian Lei lalu mendengus disertai senyuman. "Huh... Sepertinya aku harus menyerah, walau pada akhirnya aku harus menanggung malu karena kalah dengan seorang junior..."


Setelah Dai Xian mengatakan kata-katanya barusan, Tian Lei menghela nafas lalu menghilangkan Pedang Penghancur Langit.


Setelah Dai Xian menyatakan bahwa dirinya menyerah, tetua yang menjadi juri langsung mengatakan pengumumannya.


"Baiklah! Pertandingan ini dimenangkan oleh Tian Lei! Karena memenangkan pertandingan ini, Tian Lei secara resmi menjadi murid dalam sekte naga biru dan kalian akan berangkat esok pagi!..."


Setelah pertandingan berakhir, hiruk-pikuk dan sorak-sorai murid-murid yang menonton terdengar dengan keras.


"Tian Lei! Kau akan menjadi idolaku mulai sekarang! Aku yakin kau akan mencapai puncak sekte ini!..."


"Kakak Tian Lei! Aku ingin melahirkan anak untukmu!..."


..


"Junior Tian Lei. Senang sekali telah menjadi lawan tarung anda kali ini. Kami mungkin akan membutuhkan bantuan anda saat di wilayah murid dalam. Kami pamit dulu..."


Kelima murid teratas memberi hormat dan berpamitan pada Tian Lei setelah pertandingan mereka telah selesai.


Salah satu tetua kemudian memerintahkan salah satu murid luar untuk mengantarkan Tian Lei ke kediaman sementaranya untuk menginap malam ini.


Setelah sampai di dalam kediaman, Tian Lei pergi ke kamarnya dan menemukan sebuah pakaian resmi sekte naga biru.


Pakaian ini terbuat dari kain terbaik dengan warna putih seperti susu dan corak-corak garis berwarna biru tua.


Itu adalah ciri khas dari murid dalam sekte naga biru.


Setelah membersihkan dirinya, Tian Lei kemudian mengenakan pakaian yang telah disediakan untuknya itu.


Dan ia tampak sangat gagah dan lebih tampan setelah mengenakan pakaian berbau bangsawan tersebut.


Tian Lei melihat ke arah cincin penyimpanannya dan mengeluarkan sebuah botol pil yang berisi pil permata dewi.


Tian Lei melihat botol pil itu. "Aku akan memberikan dua pil pada Ning'er, dan untuk sisanya, akan aku pikirkan nanti..." Ucapnya dan memasukkan botol pil itu lagi ke dalam cincin penyimpanannya.


Tian Lei kemudian duduk bersila diatas tempat tidurnya yang nyaman dan mulai bermeditasi untuk menstabilkan kekuatannya setelah pertarungan tadi.