
Beberapa menit setelah Tian Lei telah membunuh Tianzun ketujuh, situasi perperangan telah berbalik. Semua murid pengkhianat telah di basmi dengan bantuan Xiao Hong, Ni Xien dan Yu'er. Sementara tetua pertama juga telah di bunuh oleh keempat tetua.
Di atas reruntuhan yang cukup tinggi, Tian Lei berdiri dengan tegak, nampak sekali bahwa kesadaran asli dari Tian Lei masih belum kembali.
Tian Lei kini tampak melihat ke arah puncak sebuah bukit besar, ketika ia menatap kesana, segel ungu yang ada di dahinya mulai mengeluarkan cahaya terang.
Kemudian, dari arah puncak bukit di kejauhan, seberkas sinar ungu gelap mulai memancar dan tampak sebuah benda menembak ke arah Tian Lei.
Para tetua dan rekan-rekan Tian Lei melihat itu dengan serius, khususnya tetua kedua, ia sangat serius saat menatap benda yang sedang menuju ke arah Tian Lei.
Ketika benda yang melesat ke arah Tian Lei telah berada di depan mata Tian Lei, Tian Lei segera mengulurkan kedua tangannya untuk menangkap benda tersebut.
Benda ini adalah sebuah permata ungu gelap, ini adalah benda yang di incar oleh tetua pertama juga yang dicari oleh Tianzun ketujuh saat berada di puncak menara.
Saat baru beberapa detik permata tersebut berada di atas kedua telapak tangan Tian Lei, tetua kedua telah melesat dengan sangat cepat ke arah Tian Lei.
"Nak! Berani sekali kau mengambil harta kami?! Jadi inilah tujuan kalian membantu kami?!..." Ucap tetua kedua di udara.
"Hei pak tua! Apa yang kau lakukan?!..." Xiao Hong segera bereaksi ketika tetua kedua tampak akan berbuat sesuatu pada kakaknya.
Xiao Hong kini ikut melesat jauh di belakang tetua kedua dan Ni Xien juga Yu'er mengikutinya dari belakang.
Saat tetua kedua hanya berjarak puluhan meter saja dari tempat Tian Lei berdiri, Xiao Hong segera melompat dari arah belakang dan melayangkan tinjunya ke arah tetua kedua.
Bang!
Ketika tinju Xiao Hong hampir mencapai tetua kedua, ketiga tetua segera menahan tinjuan Xiao Hong tersebut.
Kini, ketiga tetua dan ketiga rekan Tian Lei saling berhadapan di udara.
"Nak, terimakasih atas bantuan kalian. Tapi tindakan teman kalian sama seperti pencuri. Dan lagi, alasan kami berperang dengan tetua pertama juga untuk mempertahankan benda tersebut. Dan sekarang? Kalian datang untuk mengambilnya juga?..." Ucap tetua ketiga saat dirinya menatap Xiao Hong.
Xiao Hong yang ingin segera membantu kakaknya pun mengeraskan rahangnya dan mulai melayangkan tinju ke arah tetua kedua. Dan akhirnya pertarungan antar tiga orang ini pun dimulai.
Sementara itu, tetua kedua yang melesat ke arah Tian Lei kini hanya berjarak beberapa meter saja dari tempat Tian Lei.
Tetua kedua segera mengepalkan tangannya ketika ia telah ada di dekat Tian Lei dan ia langsung melayangkan tinjunya tersebut.
"Nak, lepaskan permata itu!..." Ucap tetua kedua dengan keras.
Tap!
Dengan sangat mudah, Tian Lei menangkap tinju dari tetua kedua dengan tangan kanannya tanpa menoleh sedikitpun.
Tian Lei kemudian mencengkram kepalan tangan tetua kedua yang ia tangkap dengan kuat untuk mengunci pergerakan tetua kedua.
Tian Lei mengangkat kaki kanannya dan langsung menendang perut tetua kedua bersamaan dengan ia melepaskan cengkeraman tangannya.
Alhasil, tetua kedua memuntahkan darah dari mulutnya dan terpental jauh ke belakang.
Pada saat ini, Tian Lei sama sekali tak menghiraukan keberadaan orang lain yang mungkin akan menyerangnya dan kembali memegang permata ungu gelap dengan kedua tangannya.
Segel ungu gelap di dahi Tian Lei kemudian memancarkan cahaya ungu gelap dan membuat permata ungu di atas kedua telapak tangan Tian Lei mengeluarkan getaran kuat.
Permata ungu gelap ini kemudian bergerak naik ke langit dan mulai menunjukkan retakan di permukaannya.
Bang! Bang! Bang!
Langit tiba-tiba menjadi gelap, awan hitam tersebar dan menutupi langit yang menjadi atap dunia Xuanwu bahkan saat ini dunia mengeluarkan suara mengerikan.
Pada saat ini seluruh daratan bergetar. Benua tengah, Benua Barat, Benua Timur, Benua Selatan, bahkan Benua Utara pun secara keseluruhan berguncang.
Aliran ruang dan waktu dalam jarak ribuan kilometer dari tempat permata ungu di langit pun mengalami kekacauan yang dahsyat.
Semua orang yang ada di sekte Es Agung menatap fenomena yang sedang terjadi di sana dengan wajah bingung dan mulut menganga. Tidak! Bukan hanya mereka, seluruh penghuni di dunia Xuanwu juga larut dalam kebingungan dan kekhawatiran.
Para tetua dan ketiga teman Tian Lei yang awalnya saling bertarung di udara kini secara tak sadar menghentikan pertarungan mereka dan menatap kesegala arah untuk menyaksikan hal mengerikan yang sedang terjadi.
"Apa yang terjadi?..." Ucap Xiao Hong dengan pelan saat dirinya menelan ludahnya dengan tegang, namun semua orang menggeleng dalam diam.
Tetua kedua yang tak jauh dari tempat mereka mengabaikan seluruh fenomena yang terjadi disekitarnya, fokusnya saat ini hanya ada pada permata ungu yang menjadi asal mula seluruh fenomena.
"Sebenarnya apa yang di bawa pulang adik dari Dewi Teratai Putih puluhan tahun yang lalu?..." Ucap tetua kedua dengan pelan dan yang ia sebut sebagai adik Dewi Teratai Putih adalah mantan tetua ketiga yang sebelumnya.
Sementara dunia tampak akan mencapai akhir, permata ungu gelap di langit kini mulai retak dan hancur sepenuhnya.
Cahaya ungu gelap kini memenuhi seluruh sekte Es Agung lalu bersatu dan memadat di tempat awal permata ungu gelap.
Cahaya ungu gelap terus memadat hingga akhirnya sosok pria ungu gelap pun tercipta dari cahaya ungu gelap tersebut.
Semua orang menatap tegang ke arah sosok cahaya ungu gelap dan tanpa mereka sadari mereka mulai merendahkan tubuhnya sampai akhirnya seluruh orang yang ada di sekte Es Agung yang melihat sosok ini bersujud ke arahnya.
Sosok cahaya ungu gelap kemudian mulai membuka matanya perlahan, lalu ia tampak mengeluarkan senyumannya saat ia menatap ke arah Tian Lei di bawahnya meskipun tidak terlihat jelas.
Sosok cahaya ungu gelap ini kemudian mengangkat tangannya dan mulai menjentikkan jarinya.
Ctek!
Suara jentikan jari dari sosok ini sangatlah besar dan tersebar ke segala penjuru dunia Xuanwu.
Lalu, setelah jentikan jari terdengar ke seluruh dunia, ruang dan waktu di dunia Xuanwu jadi berhenti.
Akibatnya, seluruh penghuni dunia Xuanwu tak bergerak, bahkan angin sekalipun tak memiliki pergerakan.
Setelah menghentikan ruang dan waktu di dunia ini, sosok cahaya ungu gelap kembali menatap Tian Lei dan segel ungu gelap yang ada di dahi Tian Lei mulai memudar hingga menghilang, begitu juga dengan mata ungu gelapnya.
Tubuh Tian Lei lalu jatuh dengan keadaan berlutut hingga beberapa detik kemudian Tian Lei kembali membuka matanya dan memperlihatkan sepasang mata merah nya yang normal. Dalam hal ini, Tian Lei telah memunculkan kesadaran nya yang asli!
Dalam tatapannya, setelah Tian Lei membuka matanya, Tian Lei dapat melihat sosok cahaya ungu gelap yang berdiri di langit dengan senyuman yang mengarah ke arahnya.
Tian Lei tampak tak dapat berkata apapun saat melihat sosok cahaya ungu gelap di langit, ia benar-benar kagum juga agak takut dengan sosok tersebut, karena kekuatan yang dipancarkan oleh sosok ini bahkan melampaui apa yang dapat di tampung oleh dunia Xuanwu. Yang artinya, hanya satu tempat yang dapat menjadi asal sosok cahaya ungu gelap tersebut.
Dunia atas!
Sosok ini pasti berasal dari sana!
Tapi, ketika Tian Lei masih menatap sosok ungu gelap tersebut dengan kekaguman, ia kemudian segera tersadar dalam lamunan dan menatap ke segala arah saat ia merasakan hal aneh terjadi pada ruang dan waktu.
"Apa yang terjadi pada ruang dan waktu?..." Tian Lei bergumam pelan dalam kebingungan.
"Tenang saja, aku hanya menghentikan ruang dan waktu di dunia bawah ini. Takkan terjadi hal yang serius..." Ucap sosok cahaya ungu dengan nada bicara yang santai.
Tian Lei kemudian kembali menatap ke arah sosok cahaya ungu gelap dan mengangkat alisnya. "Menghentikan waktu? Apakah itu mungkin?..." Tanya Tian Lei, dalam hal ini, tampaknya rasa takutnya pada sosok tersebut telah menghilang.
"Hoam..." Sosok cahaya ungu di langit tampak menguap seperti orang ngantuk, sikapnya ini tentu saja sangatlah mirip dengan Tian Lei yang selalu bersikap santai.
Lalu sosok cahaya ungu gelap mulai berbicara dengan nada malas. "Jika itu di dunia atas, maka mustahil menghentikan waktu. Tapi, bahkan seorang Penguasa Dunia dapat menghentikan waktu di dunia bawah..."
Tian Lei kemudian mengangguk paham, entah mengapa ia bisa paham padahal itu bukan pemahaman yang dapat di mengerti oleh orang-orang dunia bawah.
Tian Lei kemudian tersadar akan sesuatu dan menggeleng sebelum ia menatap sosok di langit dengan tatapan serius.
"Tidak, yang terpenting saat ini adalah... Siapa kau?..." Ucap Tian Lei dengan serius dan tatapan yang tajam.