LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM

LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM
Sinar jiwa Kaisar Jiulong (Segel Teratai Penghancur)


Secara tidak sadar, energi spiritual berwarna merah gelap menyelimuti tubuhnya dan Tian Lei tidak bisa mengendalikan tubuhnya.


Tian Lei kemudian masuk ke dalam lautan spiritualnya dan di hadapkan pada seseorang di dalam lautan spiritualnya sendiri.


Orang itu memiliki umur jauh di atas Tian Lei, dia telah hidup lebih dari 600 tahun, dia adalah kaisar pertama di kekaisaran Jiulong, Tian Jiulong!


Tian Lei membelalakkan matanya setelah melihat orang yang begitu ia hormati pada kehidupannya yang sebelumnya berada di depannya. Walau itu hanyalah sinar jiwa.


Sinar jiwa dari Kaisar Jiulong berbalik dan melihat ke arah Tian Lei dengan senyuman samar lalu mulai membuka matanya.


"Rekaman sinar jiwa ini, aku buat sebelum kematianku. Aku tidak tahu siapa diantara keturunan ku yang beruntung bisa mempelajari teknik ini bahkan setelah aku menyegelnya. Bagaimanapun aku hanyalah rekaman sinar jiwa..."


"... Segel Kematian Asura, aku menamainya sebagai Tiga Segel Larangan karena nama Segel Kematian Asura hanya berlaku untuk fase pertama. Masih ada dua fase diatasnya, yakni Segel Teratai Penghancur dan Segel Sembilan Naga Pembantai..."


"... Setelah rekaman sinar jiwaku ini muncul di sini, aku anggap bahwa kau sebagai keturunan ku telah layak untuk menggunakan fase kedua dari Tiga Segel Larangan. Perhatikan aku baik-baik..."


"...Untuk menggunakan kekuatan dari Segel Teratai Penghancur, kau tidak memerlukan pembentukan segel tangan seperti saat mengeluarkan segel kematian Asura. Tapi kau harus memunculkan lingkaran segel dan mengubahnya menjadi bentuk teratai dengan energi peledak yang dahsyat..."


"... Kekuatan penuhnya dapat menghasilkan 9 teratai, tapi aku hanya bisa membentuk 8 teratai sampai akhirnya aku lanjut melatih fase ketiga. Aku yakin, kau akan mencapai hasil yang lebih baik..."


"...."


Kaisar Jiulong terus memberikan arahan pada Tian Lei dan sesekali mempraktekkan gerakan yang harus dilakukan.


Tian Lei terus memperhatikan dengan baik semua penjelasan dan praktik yang diberikan oleh Kaisar Jiulong di depannya.


Tian Lei tanpa henti melakukan pelatihan di dalam lautan spiritualnya hingga ia tidak sadar bahwa ia telah melewati beberapa hari lagi di Puncak Guntur Ungu.


..


Di sebuah atap kediaman murid-murid lama yang dikhususkan untuk murid-murid yang berada di peringkat Langit, tampak seorang pemuda sekitar 25 tahun dengan pakaian yang rapi, ia memiliki rambut berwarna silver dan matanya yang merah sedang melihat pertandingan pertemanan dari murid-murid peringkat langit. Pemuda ini adalah Li Quan, peringkat kedua daftar langit dengan kultivasi puncak Mahayana.


Ia ditemani oleh salah seorang temannya yang juga termasuk ke dalam jajaran murid peringkat langit, tepatnya peringkat 5 daftar langit, Mu Qinlong, yang merupakan bawahan paling setia dan paling dekat milik Li Quan.


"Li Quan. Aku tidak menyangka bahwa kau akan mengajakku untuk menonton pertandingan seperti ini. Bukankah kau selalu bilang bahwa pertandingan seperti ini hanya menghabiskan waktumu?..." Mu Qinlong akhirnya bicara setelah lama mereka saling diam.


"Aku hanya sedang bosan dalam pelatihan. Aku baru saja selesai menyerap esensi Pil Jiwa Suci, aku harus mendapatkan liburan..." Li Quan berbicara dengan suara yang pelan.


"Hm? Bosan? Jadi kau juga bisa bosan berlatih? Kenapa kau tidak mengambil misi saja? Bukankah kau sudah hampir setara dengan Chen Tian? Bagaimana mungkin pencapaianmu dalam menyelesaikan misi tingkat tinggi kalah darinya?..."


"Oh? Apakah maniak itu belum kembali juga? Aku penasaran, apakah dia telah menerobos Immortal bintang 2 atau belum..." Li Quan sedikit tertarik dengan arah pembicaraan ini.


"Entahlah. Tapi dengar-dengar, dia mengambil misi untuk memburu Kaisar Yin, yang memiliki kekuatan setingkat Immortal bintang 3. Entah dia gila atau memang bunuh diri..."


"Jangan meremehkannya, latar belakang Chen Tian ini sama denganku, bahkan keluarganya memiliki dua orang Sovereign..." Li Quan berbicara dengan serius.


"Oh, ya? Kau sepertinya lebih takut padanya dari para tetua ya. Ngomong-ngomong, kekasih dari nona Saint telah resmi menjadi murid dalam. Dia memiliki kekuatan yang setara dengan murid Langit. Mungkin jika dia mau, dia bisa mencapai peringkat 30 besar..."


Kata-kata Mu Qinlong barusan berhasil membuat sorot mata Li Quan menjadi tajam.


"Kekasih Ning'er? Maksudmu bocah bernama Tian Lei? Dia sudah datang? Dimana dia? Aku memiliki waktu luang, lebih baik mencoba kemampuan dari anak ini..." Li Quan bertanya dengan cepat.


"Hm, kudengar dari Hong Feng bahwa anak itu ada di Puncak Guntur Ungu sejak beberapa hari yang lalu, tapi sampai sekarang masih belum keluar. Mungkin dia mati karena tersambar petir dengan kekuatan yang dahsyat..."


Wuzz


Tanpa sepatah katapun, Li Quan mengepakan sayapnya dan terbang dengan cepat ke arah Puncak Guntur Ungu.


Jie longhuo menaruh cangkir tehnya lagi dan menghela nafasnya setelah Li Quan tak lagi terlihat oleh matanya.


"Anak ini akan membuat masalah lagi..." Ucapnya.


..


...Di Puncak Guntur Ungu...


Tian Lei masih sibuk dengan pelatihan fase kedua dari Tiga Segel Larangan, ia masih terus melatih teknik itu dengan gigih di dalam lautan spiritualnya.


Setelah beberapa hari ini memperhatikan setiap penjelasan dan gerakan yang diberikan oleh Kaisar Jiulong dengan baik, Tian Lei akhirnya dapat membentuk lima lingkaran segel karena ia memang telah mempelajari lingkaran segel pada kehidupannya yang sebelumnya. Terbukti saat ia menyegel pergerakan dari Mo Zhi Dao dahulu, walaupun itu hanya lingkaran segel biasa, tapi itu tetaplah lingkaran segel.


Tian Lei membuka matanya ia membuka telapak tangannya sebelum melihat ke arahnya, Tian Lei membentuk sebuah lingkaran segel di atas telapak tangannya tepatnya di udara, hingga akhirnya terbentuklah sebuah teratai berwarna merah gelap.


Tian Lei melemparkan teratai merah gelap itu ke atas udara, dan teratai merah gelap akhirnya bergerak dengan cepat ke arah yang di tentukan.


Tian Lei seperti remot kontrol mengendalikan teratai merah gelap dan akhirnya membuat teratai merah gelap meledak dengan kuat di udara.


DUAR!


Teratai merah gelap meledak di udara seperti rudal yang saling bertabrakan.


Tian Lei melihat ke arah ledakan itu dengan senyuman manis. "Satu teratai saja sudah sekuat ini, bagaimana dengan lima teratai? Itu mungkin bisa membuat aku mengalahkan seorang Immortal bintang 3..."


Tian Lei kembali menutup matanya dan melanjutkan meditasi untuk menstabilkan kekuatannya setelah ia mendapatkan kekuatan baru.


Tian Lei kemudian membuka matanya dengan cepat yang menggambarkan sorotan kilat. "Ah! Benar juga! Bagaimana jika aku melakukannya seperti ini!..."


Tian Lei terpikir oleh suatu metode yang mungkin bisa membuat daya serang dari Segel Teratai Penghancur menjadi lebih kuat.


Tian Lei berdiri dan merentangkan kedua tangannya dengan santai, di belakangnya kini telah terbentuk 5 lingkaran segel berdiameter masing-masing setengah meter.


Tian Lei kemudian menggerakkan kedua tangannya dan saling mendekatkan kedua telapak tangannya.


Tian Lei menyimpulkan energi yang besar di antara kedua telapak tangannya, energi itu terus berputar dan bersamaan dengan itu, kelima lingkaran segel akhirnya bergerak secara perlahan.


Kelima lingkaran segel itu terus bergerak saling mendekati hingga akhirnya bergabung dan membuat sebuah lingkaran yang lebih besar, itu memiliki ukuran yang cukup besar dengan diameter 2 meter.


Tian Lei membuka matanya dengan kuat dan akhirnya membuat kedua tangannya yang tegang menjadi sedikit lebih rileks.


Lingkaran segel yang ada di belakang tubuhnya akhirnya berubah secara perlahan dan menjadi sebuah teratai yang lebih besar dari yang sebelumnya.


Tian Lei mengangkat tangannya ke atas dan membuka telapak tangannya ke arah langit, teratai raksasa itu kemudian bergerak ke atas telapak tangan Tian Lei yang terbuka.


Tian Lei dengan senyuman penuh arti akhirnya melemparkan Teratai Penghancur itu jauh ke depan dan akhirnya menciptakan ledakan yang sangat dahsyat.


Bom!


Tian Lei melihat ledakan yang dahsyat itu dengan senyum bahagia. "Hehe, dengan ini, kekuatan tempurku menjadi lebih kuat. Dengan Peningkatan Tubuh Kaisar Langit, aku akan menembus puncak Immortal dan jika aku menambahkan serangan ini juga, mungkin Immortal bintang 5 bukanlah masalah..."


Setelah kata-kata itu terucap, Tian Lei melihat ke arah pintu perunggu tempat ia memasuki Puncak Guntur Ungu tadi yang kini sedang bercahaya terang.


Tian Lei terus memandangi pintu perunggu yang masih bercahaya ini dengan tatapan mata yang tajam dan sikap yang waspada karena instingnya mengatakan bahwa yang akan datang bukanlah teman.


[ SAYA MASIH ADA SATU CHAPTER LAGI DALAM CATATAN SAYA. JIKA LIKE CHAPTER INI TEMBUS LAGI 500, MAKA SAYA AKAN UP LAGI. SEMOGA TEMBUS... AMIN😁✌️ ]