LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM

LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM
Situs Peninggalan Kaisar Shenwu (4)


Sementara itu, kegelapan menyelimuti pandangan Shen Jian dan Ning'er, lagi-lagi mereka yang memasuki pusaran kembali tak bisa menggerakkan tubuhnya.


Cahaya seperti yang sebelumnya kembali menyinari seluruh ruang dan membuat Shen Jian dan Ning'er menutup matanya.


Ketika cahaya telah hilang, Shen Jian dan Ning'er segera membuka matanya dan melihat bahwa mereka telah berakhir di tempat yang berbeda lagi.


Kali ini, sepasang guru dan murid ini telah berakhir di sebuah aula batu yang cukup luas dengan adanya sepuluh patung batu yang masing-masing memegang pedang dan perisai.


Shen Jian kemudian menyipitkan matanya dan melihat lurus ke depan untuk fokus menatap sebuah patung batu teratai yang sangat besar.


Di tengah-tengah puncak teratai itu, ada sebuah benda yang memunculkan sinar biru yang sangat terang, tapi benda yang memunculkan sinar biru tersebut tak dapat di lihat dengan jelas karena di halangi oleh kelopak teratai besar yang mengurung puncak teratai tersebut.


"Tujuan kita ada di depan..." Ucap Shen Jian dan Ning'er mengangguk pelan.


Kemudian, Shen Jian segera melangkahkan kakinya untuk menuju ke patung teratai di depan sana.


Tapi, ketika ia dan Ning'er masih berjalan di tengah aula, khususnya saat mereka berada di tengah-tengah patung yang ada di pinggir aula, kesepuluh patung ini mulai mengeluarkan cahaya merah di bagian mata mereka.


Bang!


Ke sepuluh batu ini bergerak dengan kecepatan yang luar biasa dan menghantam Shen Jian dan Ning'er di tengah aula.


Tapi, Shen Jian bergerak sangat cepat dan menarik Ning'er untuk menghindari serangan ke sepuluh patung tersebut.


Shen Jian kini menatap kesepuluh patung batu yang telah berdiri tegak kembali dengan tatapan yang dingin.


"Ning'er, kau tetap disini. Kesemua patung ini adalah Penguasa Agung. Sepertinya Kaisar Shenwu menganggap setiap zaman akan memiliki banyak penguasa agung ya..." Ucap Shen Jian dan Ning'er dengan berat menganggukkan kepalanya perlahan.


Shen Jian menatap kesemua patung batu dengan tajam dan energi pedang mulai memadat di tangan kanannya untuk menciptakan sebuah pedang.


Ketika pedang aura telah terbentuk dan di pegang erat oleh tangan Shen Jian, Shen Jian segera melesat dengan cepat ke arah sepuluh patung batu di depan sana.


Slash!


Bang!


Ketika masih di udara, Shen Jian tampak menebaskan pedang auranya dan berhasil menghancurkan salah satu patung batu dengan energi tebasan pedang tersebut.


Dengan mudahnya Shen Jian menghancurkan patung batu ini, ini berarti bahwa kekuatan patung batu ini mungkin masing-masing adalah Penguasa Agung bintang 3 atau bahkan di bawahnya.


Bang!


Sekali lagi, Shen Jian yang telah mencapai ke sembilan patung batu lainnya akhirnya menebaskan pedangnya lagi dan berhasil menghancurkan satu patung batu lagi.


Setelah Shen Jian berada di dekat mereka, kedelapan patung batu yang tersisa bergerak dengan cepat tapi tanpa akal yang mengontrol kekuatan mereka.


Bang!


Patung patung batu ini menyerang Shen Jian dengan brutal dan menghancurkan lantai batu di bawah mereka dengan pedangnya.


Shen Jian terus di serang oleh delapan patung batu ini secara bertubi-tubi tanpa berhenti, tapi ia terus menghindari semua serangan dengan sangat mudah.


Bang!


Duar!!


Shen Jian yang sebelumnya melakukan gerakan yang sangat cepat akhirnya menendang salah satu patung batu sampai akhirnya patung batu yang ia tendang terpental dan menabrak patung batu lain sampai sama-sama hancur.


Dengan ini, akhirnya hanya tersisa enam patung batu lagi yang menghalanginya dan Ning'er untuk mencapai patung teratai.


Shen Jian kemudian mengeratkan genggaman tangannya pada pedang auranya dan mengalirkan energi pedang yang sangat dahsyat di sana.


Saat ini juga, tatapan mata Shen Jian menajam dan memunculkan jejak cahaya biru muda.


"Aura Naga Dingin!..."


Sebuah gelombang aura pedang yang sangat melimpah di pedang aura milik Shen Jian mulai berputar ketika ia naik ke udara yang lebih tinggi.


Ketika gelombang aura pedang ini berputar dengan cepat, secara perlahan tubuh naga biru muda akhirnya terbentuk di udara.


"Groarr!..."


Naga aura ini kemudian meraung dengan keras ketika ia telah mengunci targetnya dan ia mulai menggerakkan tubuhnya dengan cepat untuk menyapu semua patung batu di depan sana.


Bang!!!


Naga aura menyapu patung-patung batu yang tersisa dan berhasil menghancurkan lima patung batu sekaligus, sementara patung batu terakhir telah mendapatkan banyak retakan di permukaannya dan tangan kanannya dengan hancur lebur.


Kemudian, Shen Jian dengan kecepatan yang luar biasa telah berada di depan patung batu rusak ini.


Bang!!


Patung batu ini segera hancur ketika Shen Jian menebaskan pedangnya, bahkan jika barusan itu adalah tebasan yang terbilang ringan.


Jauh di belakang, Ning'er tampak tercengang juga kagum dengan kekuatan yang di tunjukkan oleh Shen Jian.


Dalam benaknya saat ini, ia belum pernah melihat kekuatan yang semacam dengan yang dikeluarkan oleh Shen Jian.


Bahkan ia berpikir bahwa kekasihnya Tian Lei pun tampak nya masih belum memiliki kekuatan semacam ini.


"Ning'er, sudah aman. Kemarilah..." Ucap Shen Jian pelan ketika ia berbalik dan melihat Ning'er yang masih menatapnya dengan kagum.


Ning'er mengangguk pelan dan mulai berjalan untuk menyusul gurunya yang juga mulai berjalan ke arah patung teratai besar.


Ketika sosok guru dan murid ini telah berada di depan patung teratai, keduanya mendongakkan kepalanya untuk melihat cahaya biru di puncak.


"Ayo naik..." Ajak Shen Jian dan Ning'er mengangguk.


Keduanya kemudian melompat tinggi dan naik ke puncak tetatai mekar tersebut.


Ketika keduanya telah berada di ruang yang di pagari kelopak teratai, Shen Jian dan Ning'er dapat melihat sebuah teratai berwarna biru muda yang bersinar terang dengan indah.


Energi yang dipancarkan oleh teratai ini pun cukup unik, karena yang terpancar dari teratai biru muda ini adalah sebuah energi pedang dingin. Sama seperti jenis energi pedang milik Shen Jian juga milik Ning'er.


"Guru, apakah ini adalah tujuan kita datang kemari?..." Tanya Ning'er yang masih menatap teratai di depannya dengan kagum.


Shen Jian tersenyum dan mengangguk ketika dirinya juga masih menatap teratai tersebut dengan kagum. "Yah, ini adalah sesuatu yang membuat pelatihan Kaisar Shenwu menjadi sangat cepat. Teratai Energi Pedang Dingin!..." Ucap Shen Jian.


"Teratai Energi Pedang Dingin?..." Ning'er bergumam pelan dengan kagum.


Shen Jian kemudian dengan senyuman menoleh ke arah Ning'er. "Kita sudah ada disini, segera mulai ber kultivasi untuk menyerap energi dari teratai ini dan masukkan teratai ini ke dalam lautan spiritual mu..." Ucap Shen Jian dan Ning'er mengangguk dengan serius.


Ning'er kemudian duduk bersila di depan teratai biru muda tersebut dan mulai ber kultivasi untuk menyerap semua energi pada teratai.


Setelah melihat muridnya telah memulai kultivasi, Shen Jian tampak menatap teratai biru muda dengan serius. "Guru, aku tidak tahu mengapa engkau rela melepaskan harta berharga ini darimu. Tapi, jika gadis ini benar-benar dapat menyerap semuanya dengan baik, maka ia akan menjadi pewarismu yang hebat..." Ucap Shen Jian.


Sementara itu, di tempat Ni Xien dan Yu'er, tampak ribuan mayat serigala hitam telah berserakan di padang rumput kering.


Yu'er juga tampak berdiri di tengah-tengah mayat serigala yang berserakan ini. Tampaknya dia sendirilah yang menangani semua serigala hitam tersebut tanpa bantuan kakaknya.


Tak begitu jauh dari tempat Yu'er, tampak Ni Xien yang telah menyelesaikan urusannya dengan Tang Yin. Ia juga telah kembali ke wujud manusia normalnya, tapi ada beberapa luka di tubuhnya.


Tak lama setelah kakak beradik ini telah membereskan semua musuh di tempat tersebut, semua mayat musuh mereka mulai berubah menjadi gumpalan energi.


Gumpalan energi ini saling menyatu satu sama lain kemudian membelah dirinya menjadi dua energi dengan cahaya yang berbeda.


Yang pertama adalah energi dengan cahaya putih yang sangat harmonis dengan energi harimau putih milik Ni Xien.


Kemudian yang kedua adalah energi hitam yang mengandung energi racun yang sangat dahsyat dan tentunya ini di tujukan pada Yu'er.


Masing-masing energi ini kemudian bergerak sendiri menuju tuannya, cahaya putih bergetak ke arah Ni Xien dan cahaya hitam bergerak ke arah Yu'er.


Masing-masing cahaya ini kemudian memasuki tubuh kakak beradik tersebut tanpa memberi kesempatan untuk terkejut dan kedua kakak beradik ini langsung memasang sikap ber kultivasi.


Sementara itu, di dunia penuh lava, Xiao Hong tampak berhasil mengurus dua ahli puncak Sovereign, sementara satu ahli puncak Sovereign yang lain di urus oleh gurunya, begitu juga dengan ahli Penguasa Agung.


Kemudian, sama seperti yang terjadi di tempat Ni Xien dan Yu'er, mayat dari keempat musuh mereka ini kemudian berubah menjadi gumpalan energi dan bersatu untuk menciptakan sebuah energi ungu yang serasi dengan energi petir ungu milik Xiao Hong dan gurunya.


Jiang Mu Chen tampak mengerti dengan arti dari cahaya ungu tersebut dan ketika cahaya ungu ini akan membelah dirinya, Jiang Mu Chen bergerak maju dan mengambil paksa cahaya ungu tersebut secara utuh.


Tap!


Jiang Mu Chen menempelkan telapak tangannya ke dada Xiao Hong dan cahaya ungu tersebut masuk secara keseluruhan ke dalam tubuh Xiao Hong.


"Muridku, segera ber kultivasi dan serap semua yang di berikan cahaya ungu tersebut. Melihat dari energinya, sepertinya kau akan mencapai Penguasa Agung dari sini..." Ucap Jiang Mu Chen dan Xiao Hong mulai duduk bersila untuk menyerap khasiat dari cahaya ungu yang masuk ke dalam tubuhnya tersebut.