
Tian Lei dan yang lainnya terus berjalan di belakang penjaga dan menyusuri jalanan layaknya sebuah kota.
Istana Petir Utara ini sangatlah luas dan setara dengan sebuah kota besar, hanya saja tidak ada penduduk dan kediaman-kediaman yang ada di dalamnya hanya diperuntukkan untuk para murid dan anggota Istana Petir Utara.
Setelah lama berjalan, Tian Lei dan yang lainnya akhirnya sampai. Tapi, mereka bukan diantar ke dalam Istana ataupun kediaman yang besar, melainkan ke sebuah hutan kecil dengan pohon kayu petir tingkat tinggi yang mengisi pepohonan nya.
Tian Lei tampak mengerutkan keningnya ketika dirinya menatap tempat yang seharusnya familiar untuk dirinya.
Ini adalah titik dimana dia membangun sebuah taman pelatihan kecil dengan gubuk sederhana sebagai tempat tinggalnya.
Tapi, tempatnya kini jauh lebih luas dan ada pohon-pohon kayu Petir yang tumbuh disana padahal dirinya tak pernah menanam semua itu.
Penjaga memberi hormat ke arah hutan kecil. "Patriak, saya telah membawa Putra Suci dan teman-temannya..."
"Biarkan mereka masuk..." Suara tegas juga berwibawa terdengar dari dalam pepohonan.
Tian Lei menoleh ke arah Ning'er dan Xiao Bai.
"Ning'er, Xiao Bai. Petir di dalam cukup kuat dan atribut es kalian sangat berlawanan dengan petir. Lebih baik kalian tunggu disini dulu..." Ucapnya dan kedua sosok di sampingnya mengangguk.
Penjaga menoleh ke belakang ketika Tian Lei selesai berucap.
"Atau, bagaimana jika saya membawa nona dan tuan muda ini ke kediaman Putra Suci? Mungkin patriak ingin membahas suatu hal dengan Putra Suci dan memakan waktu yang lama..."
Xiao Hong dan Tian Lei saling menatap dan mengangguk.
Xiao Hong menatap penjaga. "Kalau begitu, tolong antarkan mereka ke tempatku. Kami akan menyusul ketika urusan sudah selesai..."
Penjaga mengangguk dan mulai mengantar Ning'er dan Xiao Bai ke kediaman khusus Putra Suci.
Setelah ketiga orang itu telah menghilang dari pandangan mata, Tian Lei dan Xiao Hong segera melangkah masuk ke dalam pepohonan kayu Petir.
Ketika mereka telah berada di dalam, mereka merasakan adanya keberadaan formasi yang membuat tempat tersebut terasa meluas sehingga mampu menampung pepohonan kayu Petir tak terhitung jumlahnya.
Bukan hanya itu, kekuatan Petir yang terdapat di dalam hutan itu juga sangat kuat, untung saja tubuh keduanya bersahabat dengan Petir sehingga tak terlalu berdampak pada mereka.
Jika Ning'er dan Xiao Bai sebelumnya dibiarkan untuk ikut masuk, pastinya mereka akan menerima suatu dampak, yakni dilemahkan tubuhnya hingga beberapa kali.
Setelah keduanya berjalan selama beberapa menit, mereka berdua akhirnya sampai di tempat terbuka yang memiliki ruang seperti lingkaran dan tampaknya memiliki lebih dari 50 meter sebagai diameternya.
Di tempat terbuka yang mendapatkan asupan sinar matahari ini, terdapat sebuah gubuk kecil dan sederhana.
Dan ya, itu adalah tempat tinggal Tian Lei di kehidupan yang sebelumnya. Tapi, jangan menilai sesuatu dari luarnya, di dalam bangunan kecil itu sebenarnya terdapat sesuatu yang bahkan dapat membuat para ahli Zhongjian menggila.
Selain hamparan rumput hijau yang memenuhi area terbuka dan gubuk itu, ada juga sebuah batu datar yang sangat cocok dijadikan tempat latihan.
Di atas permukaan batu yang datar ini, sesosok pria yang telah berumur hampir seratus tahun dengan wajah dan tubuh yang terlihat bahkan hanya hampir mencapai umur empat puluh sedang duduk bersila dengan tenang.
Rambut panjang berwarna hitam tampak dengan tenang dimainkan angin dan pakaian layaknya bangsawan hebat juga diterpa angin dengan tenang.
Sosok ini adalah salah satu ahli terkuat di Zhongjian, Kaisar Petir Ungu Jiang Feng!
Xiao Hong berjalan di depan Tian Lei dengan senang untuk menghampiri gurunya tersebut dan Tian Lei hanya tersenyum hangat dengan lembut saat menatap penampilan saudaranya yang tak begitu banyak yang berubah darinya.
"Guru! Muridmu yang tak berbakti ini memberi salam kepadamu! ..." Xiao Hong berkata dengan berlutut saat dirinya hanya berjarak beberapa meter saja dari keberadaan Jiang Feng.
Mendengar suara familiar ini, mata Jiang Feng perlahan mulai terbuka dan dapat melihat muridnya satu-satunya berlutut di depannya.
Jiang Feng menunjukkan senyum samar, ia berdiri dan mulai berjalan perlahan untuk melihat muridnya dari dekat.
Jiang Feng meletakkan tangan kanannya ke kepala Xiao Hong dan mengacak-acak rambutnya.
"Kau melakukannya dengan sangat baik, hingga dalam waktu singkat bisa mencapai Sovereign bintang 3 diusia muda..." Ucap Jiang Feng dengan lembut.
Setelah Xiao Hong mendengar kata-kata ini, dirinya segera berdiri dan dengan senang melihat ke arah gurunya.
Jiang Feng menyipitkan matanya dan menatap ke arah sosok beberapa meter di belakang Xiao Hong.
Jiang Feng menatap sosok Tian Lei dengan dingin dan mulai berjalan perlahan ke arah Tian Lei.
Tian Lei mulai tersenyum lembut ketika saudaranya berjalan mendekatinya.
"Salam Patr..."
Buak!!!
Tian Lei yang ingin menyapa dengan hormat dan akan memberi kejutan dengan mengungkapkan jati dirinya di akhir segera terkena pukulan ringan dari Jiang Feng.
Tapi, bahkan jika ini adalah pukulan ringan, sosok yang memberikannya adalah seorang Penguasa Agung, entah seberapa hebat Tian Lei, dirinya saat ini masih belum sanggup menghadapi Penguasa Agung.
Akibat pukulan ini, Tian Lei jatuh tersungkur di tanah, dirinya mengesampingkan rasa sakit dan hanya memegang pipinya yang terkena pukulan.
Ia saat ini sangatlah terkejut dengan hal yang menimpanya, Jiang Feng meninju nya bahkan sebelum dirinya membuat suatu masalah?
Tian Lei segera mendongakkan kepalanya ke atas dan menatap Jiang Feng.
"Apa yang... Eh?..."
Tian Lei ingin memastikan apa tujuan dari pukulan tadi, tapi yang ia dapatkan malah hal yang lebih mengejutkannya lagi.
Ia dapat melihat wajah tenang Jiang Feng yang sebelumnya kini sudah berlinang air mata dan gigi yang menggertak untuk menahan suara isak tangisnya.
"Bukankah..."
Ketika Jiang Feng berkata pelan, kedua tangannya bergetar.
"Bukankah aku sudah bilang untuk tidak pergi?! Mengapa kau masih pergi?! Kau tahu bukan? Kau tak bisa menghadapi mereka semua sendirian! Tapi mengapa terus bersikeras untuk menanggung beban sendirian, dasar sialan!!!...."
Jiang Feng berkata dengan sangat keras, ini seperti dirinya telah meluapkan semua emosi yang ia tahan dalam waktu yang lama.
Sementara Tian Lei, dirinya sedikit tercengang dan rasa terkejutnya meningkat, bahkan tubuhnya juga bergetar setelah mendengar perkataan Jiang Feng barusan.
"Ka, kau... Mengenaliku?..." Ucap Tian Lei dengan pelan.
Meskipun dirinya dan Jiang Feng ada ikatan saudara lebih lama dari dirinya dengan Xiao Hong, tapi seharusnya Jiang Feng juga masih tidak bisa mengenalinya.
Tubuh dan umurnya sangat berbeda jauh dari dirinya yang dikenal Jiang Feng, selain itu juga auranya agak berbeda dari yang dulu meskipun aura Tubuh Kaisar Langit telah lebih baik dari dulu.
Bahkan, jika Tian Lei saat itu tidak mengeluarkan aura tubuh Kaisar Langit, Xiao Hong juga takkan bisa mengenali dirinya.
Lalu bagaimana Jiang Feng dapat langsung mengenalinya?
Mendengar Kata-kata pertama yang diucapkan Tian Lei ini, tampaknya emosi Jiang Feng mulai menjadi-jadi, rahangnya semakin mengeras dan urat muncul di pelipisnya.
"Itukah yang pertama kali kau katakan setelah sekian lama?! Apa kau tahu bagaimana perasaan ku saat mendengar kabar kematianmu, dasar sialan?! Aku... Aku... Aku tidak tahu harus berkata apalagi. Bajingan kau, huhu..."
Saat Jiang Feng terus mengeluarkan keluh kesahnya, Tian Lei tampak tersenyum hangat, tapi matanya seperti ingin mengeluarkan air mata.
Tian Lei mulai berdiri dan langsung memeluk tubuh saudara.
"Maaf, maafkan aku..." Ucap Tian Lei.
Dalam pelukan Tian Lei, Jiang Feng hanya terus menangis.
"Tian Lei... Hiks hiks. Kau... Akhirnya kau kembali..." Ucapnya.
Tian Lei tersenyum dan mengangguk pelan. "Ya, aku telah kembali..."
Sementara itu, Xiao Hong yang menyaksikan pertemuan dua saudara di depannya hanya bisa tersenyum hangat. Meskipun dirinya awalnya juga tak percaya bahwa seorang Penguasa Agung masih bisa menangis layaknya manusia biasa.