
Di sebuah bangunan yang tinggi di dalam tembok batu, ada sebuah ruangan yang terbuka tepat di puncak bangunan tinggi ini, bahkan meja kursi yang ada di sana bisa terlihat jika seseorang terbang di ketinggian yang sama.
Empat sosok tampak berdiri di pinggir ruangan untuk menatap cahaya merah di Sembilan Pilar Bakat yang di hasilkan oleh Tian Lei.
"Seperti yang di harapkan dari seseorang yang terpilih, bakatnya dapat mengaktifkan sembilan pilar dalam sekali percobaan..." Ucap salah seorang pria paruh baya agak kurus dengan rambut putih yang umurnya hampir seribu tahun.
Melihat dari auranya, dia tampaknya adalah seorang ahli Penguasa Agung bintang 7 dan dia adalah tetua pertama dari klan siluman kera langit di generasi ini.
Sosok pria besar berambut hitam yang tak lain adalah Sun Huo kemudian menganggukkan kepalanya. Dapat diketahui bahwa Sun Huo sebenarnya adalah tetua kedua dari klan siluman kera langit.
"Yah itu benar. Aku dapat mengetahui bahwa anak ini memiliki potensi yang sangat besar sejak pertama kali kami beradu kekuatan..." Ucapnya dengan yakin ketika matanya kini juga tertuju pada cahaya merah yang menembus langit.
Kemudian, di tempat Tian Lei berada, sepasang mata ungu besar segera muncul di belakang Tian Lei.
Ketika tatapan mata ungu ini muncul, cahaya merah di sembilan pilar bakat kemudian berubah menjadi cahaya ungu gelap.
Sembilan pilar berubah menjadi sembilan pilar ungu dan mengeluarkan cahaya yang menembus langit sampai akhirnya kesembilan cahaya ungu menembus langit ini bersatu dengan cahaya ungu di tengah.
Ketika kesepuluh cahaya ungu ini bersatu, sepuluh cahaya ungu yang menembus langit ini segera berputar dengan cepat dan menciptakan wujud seorang Kaisar.
Ketika wujud Kaisar raksasa yang menyelimuti Tian Lei ini akhirnya membuka mata, semua anggota klan siluman kera langit segera bergetar dengan hebat, termasuk empat tetua di puncak menara bahkan sang putra suci juga bergetar dengan rasa takut pada sosok Kaisar tersebut. Tapi ini bukan seperti rasa takut, ini lebih seperti rasa hormat pada sang Kaisar.
Sosok Kaisar mengangkat tangannya dan membuka telapak tangannya ke arah bawah, seketika semua anggota klan siluman kera langit segera mendapatkan tekanan pada tubuh mereka dan semuanya berlutut tanpa perintah menghadap ke arah sang Kaisar.
Dari arah dahi sang Kaisar, cahaya ungu kemudian tertembak ke arah utara daratan kecil ini dan masuk ke dalam sebuah danau.
Danau jernih ini kemudian berubah menjadi danau ungu dan sebuah benda bercahaya ungu mulai mengambang dari dasar danau.
Sebuah plakat ungu kemudian keluar dari permukaan danau dan melayang di atas permukaan danau sebelum akhirnya plakat ungu ini melesat ke arah sang Kaisar.
Plakat ungu ini kemudian berhenti di depan dahi sang Kaisar dan memunculkan sinar yang sangat terang.
Sinar terang ini kemudian memancar ke arah sebuah bukit besar di belakang kediaman klan siluman kera langit dan mengenai sebuah gua yang tertutup rapat dengan pintu batu yang takkan terbuka bahwa jika dipaksa dengan kekuatan yang besar.
Pintu batu yang menutup gua ini kemudian bersinar dan mengeluarkan gelombang sinar ungu yang menyebar ke segala arah di daratan kecil tersebut.
Sosok Kaisar kemudian berubah menjadi sebuah sinar besar dan menembak dengan cepat ke arah tempat yang sebelumnya di tuju oleh sinar dari plakat.
Setelah cahaya ungu dari Kaisar ini telah menyatu dengan pintu batu, pintu batu tersebut kemudian mulai berubah menjadi pintu ungu dengan ukuran yang terus bertambah.
Dari pintu batu yang hanya setinggi sepuluh meter, kini pintu ungu tersebut terus membesar hingga menciptakan sebuah gerbang ungu raksasa sebesar gunung.
Pintu gerbang kemudian terbuka dan menunjukkan kegelapan tanpa batas yang begitu mengagumkan.
Dan setelah sebelumnya sosok Kaisar telah menghilang, semua orang dapat mengendalikan tubuhnya lagi dan menatap ke arah gerbang besar yang telah terbuka.
"Itu adalah aula langit gelap..." Ucap tetua tertinggi yang tiba-tiba muncul di dekat Tian Lei bersama dengan tiga tetua lainnya.
"Aku tidak tahu bagaimana kau melakukannya. Tapi sepertinya plakat dari danau tadi adalah kunci untuk membuka aula langit gelap. Sekarang kita tidak perlu bersusah payah lagi dalam hal membuka aula langit gelap ini..." Ucap tetua tertinggi dan tiga tetua lainnya mengangguk.
Kemudian, dari dalam kegelapan tak terhingga di dalam gerbang ungu besar, cahaya ungu emas kemudian menembak ke arah Tian Lei dan juga Sun Tian.
Ketika kedua rival ini telah terkena sinar tersebut, keduanya tampak menunjukkan cahaya yang memancar dari tubuh mereka dan keduanya di tarik paksa untuk masuk ke dalam kegelapan tanpa batas.
Setelah kedua sosok muda ini tertelan oleh kegelapan tanpa batas, gerbang ungu besar secara paksa menutup kedua pintu dan perlahan mulai memudar menjadi debu ungu yang kemudian menghilang di telan udara.
Semua orang yang melihat kejadian tersebut hanya dapat terdiam dan tercengang. Terutama keempat tetua, keempat orang ini bahkan tidak bisa bereaksi saat cahaya tadi menelan Tian Lei dan putra suci mereka.
"Apa-apaan itu?..." Tanya Sun Huo dengan bingung.
Tetua tertinggi kemudian menggeleng pelan sebelum ia menatap bukit di depan sana dengan tatapan yang tajam. "Entahlah aku pun tidak tahu. Tapi, karena ini berasal dari aula langit gelap, maka seharusnya ini bukan sesuatu yang perlu kita khawatirkan..." Ucap tetua tertinggi dan ketiga tetua lainnya mengangguk paham.
"Baiklah, sudahi kebingungan ini dan kembali melanjutkan aktivitas masing-masing!..." Ucap tetua tertinggi dan semua orang yang mendengarnya mengangguk.
Setelah semua orang terlihat membubarkan diri, tetua pertama segera menoleh ke arah tetua tertinggi. "Lalu, apa yang harus kita lakukan sekarang?..." Tanya tetua pertama.
Tetua tertinggi kemudian menggeleng pelan. "Menunggu... Kita hanya bisa menunggu..." Ucapnya.
.
Sementara itu, setelah tertelan ke dalam kegelapan tanpa batas di dalam gerbang ungu besar yang sebelumnya, Tian Lei dan Sun Tian segera keluar dari dalam sebuah pusaran besar di langit dan jatuh entah dimana tempatnya.
Setelah keluar dari pusaran di langit yang gelap, Tian Lei dan Sun Tian mendarat di sebuah gurun gersang dengan pepohonan mati di sekitarnya.
Dunia tempat mereka berada saat ini kemungkinan adalah dunia gelap yang takkan pernah di jangkau oleh sinar matahari.
Setelah mendarat di tempat tersebut, Tian Lei dan Sun Tian dengan bingung menatap ke sekeliling mereka dan tak bisa menemukan apapun selain hal yang tak penting seperti beberapa pohon mati di sekitar.
"Apa-apaan ini? Kenapa kita di bawa masuk ke sini?..." Ucap Sun Tian yang melihat ke arah lain yang berlawanan dengan arah yang di lihat Tian Lei.
"Hei..." Ucap Tian Lei pelan.
"Sudahi pertanyaan mu itu dan lihatlah kesini. Kita kedatangan tamu..." Ucap Tian Lei dengan senyuman tipis di wajahnya ketika ia masih melihat jauh di depan.
Sun Tian mengangkat alisnya dengan penasaran dan berbalik untuk melihat tamu yang di maksud oleh rivalnya tersebut.
"Hah?!..." Ketika berbalik dan melihat ke depan, Sun Tian hanya dapat melebarkan tatapan matanya karena sedikit kaget dengan apa yang ia lihat.