
Saat mereka beradu pukulan, Wei Kaishang dan Tian Lei tidak merasa bahwa mereka sedang beradu pukulan, malah seperti pukulan mereka telah di tangkap.
Saat semua orang kembali mengarahkan pandangannya ke arah pertarungan murid dan tetua, semua mata dapat melihat kedua pukulan mereka benar-benar ditangkap oleh satu sosok. Dan sosok itu adalah Jie Longhuo!
Tian Lei tersenyum melihat Jie Longhuo benar-benar datang untuk menghentikan pertarungan seperti yang ia perkirakan.
Sementara Wei Kaishang, ia tampak marah dengan langkah yang diambil oleh Jie Longhuo, karena pada dasarnya ia tidak suka dengan Jie Longhuo.
Jie Longhuo melepaskan genggamannya atas kepalan tangan Tian Lei dan Wei Kaishang.
"Jie Longhuo! Kenapa kau menghentikan ku?! Aku dari Aula Hukuman akan memberikan hukuman pada murid yang melanggar!..." Ucapnya dengan amarah.
Jie Longhuo melihat ke arah Wei Kaishang dengan dingin. "Tetua Wei, apakah anda memiliki bukti dan saksi bahwa yang melanggar adalah Tian Lei, bukan murid anda sendiri?..." Ucapnya.
Wei Kaishang menggertakkan giginya karena merasa kata-kata Jie Longhuo sama sekali tidak bisa ia bantah.
Tapi ia tetap membantahnya juga, bagaimanapun ia adalah orang yang menjunjung harga dirinya sendiri.
"Muridku adalah murid dari ketua Aula Hukuman! Dia yang paling mengerti apa itu hukum daripada murid yang lain! Dan yang dikatakannya pastilah benar!..." Ucapnya dengan bantahan yang tidak masuk akal.
Jie Longhuo mengangkat alisnya. "Oh? Kalau begitu, biarkan aku mencari kebenarannya sendiri..." Ucapnya.
Jie Longhuo mengarahkan pandangannya ke arah semua murid yang melihat pertarungan dari awal.
"Apakah kalian bisa memberikan kesaksian tentang masalah ini?..." Tanya Jie Longhuo tapi semua orang hanya tertunduk diam.
"Kalian semua adalah murid sekte Naga Biru. Dalam sekte, kita menekankan untuk menjunjung tinggi nilai kebenaran! Jika kalian benar-benar murid dari sekte naga biru, maka tunjukkanlah kebenaran yang kalian lihat!...." Jie Longhuo berkata dengan nada tegas, ia yang sekarang sangat layak untuk menjadi seorang pemimpin.
Semua orang benar-benar merenungkan apa yang dikatakan oleh Jie Longhuo.
Dalam tertunduk, mereka saling bertatapan dengan mengangguk.
Salah satu murid memberanikan diri untuk berbicara yang pertama, dia adalah Dai Xiang.
Dai Xiang berlutut memberi hormat pada Jie Longhuo. "Tetua Jie, saya bisa memberikan kesaksian yang lengkap, karena saya adalah korban yang di tolong oleh saudara Tian..." Ucapnya.
Jie Longhuo mengangguk. "Katakanlah..." Ucapnya.
Dai Xiang mulai menjelaskan. "Tetua, pada awalnya saya membantu Qing'er yang hendak dilecehkan oleh Jiang Huang. Tapi, karena saya tidak cukup kuat, pada akhirnya saudara Tian datang membantu. Dia bertarung tanpa energi spiritual sedikitpun dan meraih kemenangan. Lalu Jiang Xuan datang menolong adiknya dan menggunakan energi spiritual untuk melawan Tian Lei. Tapi, pada akhirnya dia kalah juga dan mengadu yang tidak-tidak pada gurunya. Saya bisa memberikan jaminan kepala saya atas kesaksian yang saya katakan..." Ucapnya dengan serius.
Chu Qing'er yang melihat kekasihnya telah selesai memberikan kesaksian pada akhirnya ikut berlutut.
"Tetua! Sebagai murid dari sekte naga biru, saya juga menjamin kebenaran ini dengan nyawa saya!..." Ucapnya.
Semua murid yang lain melihat ini akhirnya tersadar, mereka berlutut serentak.
"Tetua! Kami semua menjamin kebenaran ini dengan nyawa kami!..." Ucap mereka dengan serentak.
Mendengar semua murid yang memberikan kesaksian yang sebenar-benarnya, membuat Wei Kaishang marah.
Wei Kaishang mengeluarkan aura kultivasinya yang menekan dan menekan semua orang yang ada.
"Dasar murid-murid bodoh! Berani sekali berbohong pada tetua!..." Ucapnya yang masih menyangkal kebenaran yang ada.
Semua murid mendapatkan tekanan dari aura kultivasi Wei Kaishang.
"Wei Kaishang! Kau sungguh berani! Aku selalu sabar dalam menyikapi murid mu yang semena-mena! Hari ini, aku akan memberikan keadilan untuk semua murid!..." Ucap Jie Longhuo, ia mengeluarkan aura kultivasinya juga yang sangat kuat, lebih kuat dari milik Wei Kaishang.
Aura kultivasi Jie Longhuo yang kuat menghilangkan aura menekan milik Wei Kaishang.
Wei Kaishang terkejut dengan aura kultivasi yang dikeluarkan oleh Jie Longhuo.
"Kau... Kau telah mencapai Xiantian!" Ucap Wei Kaishang, ia masih tidak percaya bahwa Jie Longhuo saingannya telah mencapai ranah Xiantian lebih dulu.
Jie Longhuo memberikan tatapan tajam pada Wei Kaishang. "Tetua Wei, apakah anda masih ingin melanjutkan hukuman untuk Tian Lei?..." Ucapnya.
Wei Kaishang tampak kesal sekarang ini, di satu sisi ia ingin membalaskan dendam muridnya tapi disisi lain ia harus berhadapan dengan orang yang paling sulit dihadapinya.
Wei Kaishang mengepalkan tangannya dan menggertakkan giginya, tapi setelah ia berpikir lebih jauh ia akhirnya melepaskan amarahnya.
Tapi, saat mereka baru berjalan beberapa langkah, Jie Longhuo dengan tatapan dingin menghentikan langkah mereka.
"Berhenti!..." Ucap Jie Longhuo dengan keras dan ketiganya berhenti.
Ketiganya berbalik dan Wei Kaishang terlihat sangat marah karena merasa dipermainkan.
"Ada apa lagi?!..." Ucapnya dengan membentak.
"Ya, aku setuju kau tidak menghukum Tian Lei karena ia memang tidak bersalah. Tapi, muridmu telah melakukan kesalahan dan harus dihukum!..." Ucap Jie Longhuo dengan tegas.
"Jie Longhuo! Aku tahu kau tidak menyukaiku! Tapi jangan membawa-bawa masalah kita pada murid kita! Murid ku telah mendapatkan luka, kenapa ia yang harus mendapatkan hukuman?!..." Amarah Wei Kaishang tak bisa ia pendam lagi.
"Sebagai ketua dari Aula Hukuman, kau memberikan perlakuan yang tidak adil pada murid-murid! Kau tidak layak menjadi seorang pemimpin aula!..." Ucap Jie Longhuo.
"Hmph! Urusan Aula Hukuman kami tidak perlu engkau ikut campur..." Ucap Wei Kaishang yang tidak mau kalah, ia lalu pergi bersama dengan kedua kakak beradik Jiang.
Jie Longhuo mulai kesal dengan sikap Wei Kaishang, ia mengeluarkan sebuah plakat dari cincin penyimpanannya.
Ia mengarahkan plakat itu kedepan dan menunjukkannya pada Wei Kaishang.
"Wei Kaishang! Apa kau tahu plakat apa ini?!..." Ucapnya dengan tegas.
Wei Kaishang yang awalnya berjalan kembali membalikkan badannya, ia lalu di kejutkan dengan sebuah benda yang sangat ditakuti oleh Aula Hukuman.
"Itu... Itu adalah... Plakat Naga?..." Ucapnya ketakutan.
Jie Longhuo tersenyum. "Baguslah, jika kau masih mengingat asal dari pangkatmu saat ini. Wei Kaishang! Tetua senior kedua, Xi Liang, memberikan plakat ini padaku! Kau tahukan artinya? Artinya aku yang akan mengambil alih kepemimpinan di Aula Hukuman! Dengan plakat ini ditanganku, apakah kau masih ingin melawan?!..."
Wei Kaishang langsung berlutut walau sebenarnya dia tak ingin. "Saya Wei Kaishang, telah dibesarkan oleh Aula Hukuman sejak memasuki sekte, saya akan mengikuti perintah pemegang plakat Naga!..." Ucapnya dengan patuh.
"Bagus! Dengan plakat ini, aku memberi murid bernama Jiang Xuan hukuman! Dia tidak boleh memasuki tempat pelatihan manapun di dalam sekte dan dilarang menyelesaikan misi selama tiga bulan! Selain itu, ia akan mendapatkan hukum cambuk sebanyak seratus cambuk dalam sehari untuk satu Minggu ini!..." Titah Jie Longhuo.
Jiang Xuan tampak panik dengan hukuman yang diberikan oleh tetua Jie, karena jika ia tidak boleh memasuki tempat pelatihan, maka ia bisa saja tersingkir dari peringkat sepuluh besar.
"Guru..." Ucap Jiang Xuan yang mencoba meminta tolong gurunya.
Tapi, Wei Kaishang di depan plakat naga sama sekali tidak berguna, karena Plakat naga adalah keberadaan tertinggi di Aula Hukuman.
Sama seperti Plakat Harimau yang dipegang oleh Jie Xuan Long, itu adalah keberadaan tertinggi di Aula Pertarungan yang di pimpin oleh Jie Longhuo.
Jie Longhuo melirik ke arah pengawal yang di bawa oleh Wei Kaishang. "Pengawal! Bawa Jiang Xuan ke Aula Hukuman dan berikan hukuman yang seadil-adilnya!..." Ucap Jie Longhuo.
Semua pengawal memberi hormat. "Baik!..." Ucap mereka serentak dan pergi membawa Jiang Xuan untuk di adili.
Jie Longhuo melihat ke arah Wei Kaishang. "Wei Kaishang, kau boleh kembali. Dan kau dilarang untuk memberikan perlakuan tidak adil lagi pada semua murid..." Ucapnya.
"Baik!" Wei Kaishang berdiri dan melesat ke udara dan terbang menuju Aula Hukuman.
Jiang Huang yang melihat bahwa kakak dan ketua Aula Hukuman tidak berdaya, segara menggigil ketakutan dan berlari pergi menuju Balai Alkimia.
Jie Longhuo berbalik dan melihat semua murid. "Kalian adalah murid-murid yang baik. Aku akan pergi..." Ucapnya.
Semua murid memberi hormat. "Terimakasih tetua..." Ucap mereka serentak.
Setelah tetua Jie pergi, semua murid juga pergi meninggalkan tempat tersebut.
Dai Xiang dan Chu Qing'er berjalan mendekati Tian Lei, mereka membungkuk ke arah Tian Lei.
"Saudara Tian, terimakasih atas bantuan anda..." Ucap Dai Xiang dengan ramah.
"Senior Tian Lei, terimakasih karena telah membantu kami, jika anda tidak membantu, mungkin saya akan dibawa oleh Jiang Huang..." Ucap Chu Qing'er.
Tian Lei mengangguk. "Kalau begitu, aku pergi dulu..." Ucapnya dan melesat pergi melewati udara.
Sementara itu, di puncak sebuah bangunan, Li Quan dan Mu Qinlong bersiap untuk pergi karena pertunjukan telah selesai.