LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM

LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM
Alam reruntuhan dunia kuno


Jangan lupa untuk memberikan hadiah koinπŸ˜‚βœŒοΈ. (canda)


Like, komen, favorit dan dukungannya jangan lupa ya. Agar author bisa semangat dan up tiap hari.πŸ™πŸ–•


.


.


.


Setelah memasuki portal, Tian Lei lalu di teleportasikan ke sebuah gurun pasir yang sama luasnya dengan gurun iblis terpencil.


Semua orang yang masuk ke dalam portal penghubung akan diteleportasikan ke tempat yang berbeda dengan beberapa orang lainnya.


Letak jalan keluar dari portal adalah di atas udara, hal ini membuat semua orang yang keluar dari tempat tersebut jatuh ke bawah.


Sementara Tian Lei, ia mengepakan sayap Phoenix Ungu miliknya dan kemudian terbang menjauh dari tempat tersebut karena Padang pasir dibawahnya telah dipenuhi oleh beast kalajengking logam beracun, beast tingkat 4.


Tian Lei terus terbang menyusuri wilayah gurun pasir tersebut untuk mencari keberadaan harta yang cukup bagus ditempat tersebut.


Karena cukup lelah terbang, Tian Lei mendarat di puncak sebuah bukit pasir yang cukup tinggi dan melihat luasnya gurun pasir yang ia datangi itu.


"Entah siapa yang bisa membuat dimensi seperti ini. Setidaknya orang itu berada ditingkat Penguasa Tertinggi. Orang-orang dari zaman kuno benar-benar mengerikan..." Ucap Tian Lei.


Tian Lei kemudian memutuskan untuk berjalan kaki menuju ke pusat alam reruntuhan kuno, dimana itu adalah tempat ruang bintang yang merupakan tempat milyaran teknik dan artefak yang beterbangan seperti bintang.


Ditengah perjalanan, Tian Lei tampak melihat puluhan orang sedang berkumpul dibawah sebuah bukit yang menjulang tinggi seperti sebuah tongkat yang berdiri dipermukaan bumi.


Tian Lei bergegas berjalan menuju kerumunan tersebut dan bertanya pada orang yang ada di sebelahnya.


"Kenapa semua orang berkumpul? Apakah ada harta berharga diatas sana?..." Tanya Tian Lei.


Orang yang ada di sebelah Tian Lei pun menoleh ke arah Tian Lei, ia tampaknya tidak mengenali Tian Lei dan hanya bersikap santai.


"Diatas sana adalah sarang elang perak. Semua orang mencoba untuk mengambil telurnya karena memiliki manfaat untuk peningkatan ranah jika sudah dimurnikan menjadi pil..." Ucap pria disebelah Tian Lei.


Mendengar itu, Tian Lei kemudian melihat ke atas bukit dan tampak seekor elang dengan bulu perak sedang berdiri tegak untuk menjaga sarangnya.


"Telur elang perak memang bisa dimurnikan menjadi pil tingkat 4, itu mungkin akan berguna untuk perkembangan kakak ipar..." Ucap Tian Lei, ia kemudian melangkahkan kakinya selangkah, tapi kemudian berhenti.


Tian Lei kembali melihat ke arah orang yang ada disebelahnya. "Lalu kenapa semua orang hanya diam? Kenapa tidak mencoba melawan elang perak itu?..." Tanya Tian Lei.


"Elang perak yang ada diatas sana berada ditingkat 4 puncak. Itu setara dengan seorang kultivator tingkat puncak Yin dan Yang atau di atasnya..." Ucap orang itu.


Tian Lei mengalihkan pandangannya ke arah elang perak. "Dengan kekuatanku yang sekarang, tanpa adanya Xiao Bai disini, Aku hanya setara dengan tingkat Yin dan Yang bintang 4, jika aku menggunakan kekuatan pedang penghancur langit, maka akan setara dengan bintang 7. Elang perak ini diluar kemampuanku..." Pikir Tian Lei.


Tian Lei kemudian hanya memperhatikan orang-orang disana dengan seksama, siapa tahu ia akan memiliki kesempatan untuk mengambil telur dengan aman.


Benar saja, ditengah kerumunan orang-orang tersebut, ada seseorang yang membuat keributan yang kemungkinan bisa memberikan Tian Lei kesempatan tadi.


"Teman-teman! Kita semua kebanyakan adalah kultivator tingkat Yin dan Yang bintang 5 ke atas. Bagaimana kalau kita bekerjasama dan membagi hasilnya nanti!..."


"Benar! Lebih baik bekerjasama daripada tidak mendapatkan apapun!..." Ucap yang lainnya.


"Kalau begitu, aku akan berkerjasama!..."


"Aku juga!..."


"Kalau begitu, aku juga ikut!..." Ucap yang lainnya.


Kemudian, mereka yang berada ditingkat Yin dan Yang bintang 5 dan di atasnya sepakat untuk bekerjasama melawan Elang Perak dan membagi hasilnya.


Mereka semua berjumlah sekitar 20-an orang, mereka kemudian menggunakan serangan energi spiritual ke arah Elang Perak.


Mereka menembakkan serangan spiritual yang kuat ke arah Elang Perak dan elang perak dapat menahan serangan itu dengan mudah.


"Kuat sekali!..." Ucap salah satu dari mereka.


"Jangan menyerah! Ayo kita gabungkan kekuatan kita dan serang dia!..."


"Ya!.."


Semua orang yang bekerjasama untuk mengalahkan elang perak kemudian mengeluarkan energi spiritual yang besar di telapak tangan mereka.


Setelah energi spiritual masing-masing dari mereka telah menjadi sangat kuat, mereka kemudian menyatukan energi spiritual mereka menjadi satu serangan.


Semua orang mentransfer energi spiritual ke atas udara dan membentuk sebuah bola dengan cahaya jingga yang sangat terang.


Serangan gabungan mereka kini telah mencapai ukuran yang cukup besar dengan diameter 10 meter.


Setelah serangan energi spiritual gabungan mereka telah sangat kuat, mereka kemudian bersama-sama menggerakkan bola jingga tersebut untuk menyerang Elang Perak.


Serangan bola jingga dari para kultivator itu melesat dengan sangat cepat ke arah Elang Perak, elang perak tidak hanya diam, ia mengepakkan sayapnya dan membungkus bagian depan tubuhnya dengan sayap peraknya yang lebar.


DUAR!


Serangan para kultivator itu kemudian mengenai elang perak dan membuat asap yang tebal di sekitar sana.


Semua orang memperhatikan ke arah asap tebal itu untuk mencoba melihat apakah serangan tadi berhasil atau tidak.


Beberapa detik kemudian, asap tebal itu menghilang dan tampak elang perak masih berdiri dengan kokoh di puncak bukit, walaupun sayapnya telah mendapatkan luka yang lumayan parah.


"Sial! Dia terlalu kuat!..."


"Entahlah, mungkin sarangnya terlalu berharga untuk ditinggalkan..."


Melihat serangan orang-orang tadi yang gagal total dan melihat sayap elang perak telah terluka yang mengakibatkan pertahanan elang perak melemah, Tian Lei lalu berjalan mendekati orang-orang yang menyerang Elang Perak tadi.


"Tuan-tuan, apakah junior ini bisa bergabung dengan anda-anda sekalian?..." Ucap Tian Lei.


Semua orang yang tadinya memfokuskan pandangan mereka ke arah Elang Perak, sekarang langsung berbalik setelah mendengar ada yang bertanya pada mereka dengan sombongnya.


Setelah melihat orang yang bertanya, alangkah terkejutnya mereka karena orang yang bertanya pada mereka itu adalah orang yang akhir-akhir ini terkenal di kota Shamo.


"Tian Lei?!!..." Ucap semua orang dengan terkejutnya.


"Apakah Tian Lei ingin mengganggu kita?..." Bisik salah seorang dalam kerumunan.


"Entahlah, tapi jangan sampai menyinggungnya kalau tidak mau babak belur..." Balas teman di sebelahnya.


Seseorang diantara kerumunan itu berjalan ke depan, dan memberi hormat pada Tian Lei. "Tuan muda Tian Lei begitu sopan. Tentu saja kami semua akan mempersilahkan tuan muda untuk bergabung. Asalkan ada pembagian untuk kami juga..." Ucapnya.


Tian Lei tersenyum dan mendengus kecil. "Tentu saja ada untuk kalian. Aku akan mengambil satu telur dan sisa telurnya akan menjadi milik kalian, bagaimana? Apakah penawaranku ini cukup bagus?..." Ucap Tian Lei.


"Tentu, tentu saja bagus. Tuan muda Tian Lei benar-benar orang yang baik..." Ucap orang tadi.


"Baiklah. Kalau begitu keluarkan jurus andalan kalian. Dan serang Elang Perak secara bersamaan!..." Ucap Tian Lei.


"Baik!..."


Semua orang mulai mengeluarkan energi spiritual mereka untuk melancarkan serangan andalan mereka masing-masing.


"Jari Spiritual Penghancur!...".


"Tusukan panah angin!..."


"Ledakan petir!..."


"....."


Semua orang mulai melancarkan semua serangan andalannya masing-masing, serangan yang mereka lancarkan bersama-sama ini sudah dikatakan bisa membunuh satu kultivator tingkat Yin dan Yang bintang 9.


Bukan hanya mereka, Tian Lei juga ikut melancarkan serangannya, ia mulai mengumpulkan energi spiritual berwarna merah gelap di kedua tangannya dan mulai membentuk segel tangan.


Tian Lei kemudian memajukan segel tangannya ke arah Elang Perak. "Segel Kematian Asura!..." Teriak Tian Lei lalu lingkaran segel kematian Ashura mulai bergerak ke arah Elang Perak.


DUAR! DUAR!


Semua serangan kultivator yang tadi mengenai Elang Perak, tapi Elang Perak masih menggunakan pertahanan sayapnya yang kuat untuk menghalau serangan-serangan mereka.


Kini pertahanan Elang Perak telah melemah dan itulah tujuan Tian Lei mengapa ia memerintahkan kultivator lain untuk menyerangnya sekuat tenaga, agar elang perak melemah.


Lingkaran segel kematian Asura mulai mendekati tubuh Elang Perak yang telah melemah dan akhirnya menembus tubuhnya dan membuat organ dalam tubuh Elang Perak meledak sampai membuat banyak darah keluar dari pori-pori sebagian tubuh elang perak.


Semua orang merasa takjub setelah melihat serangan yang begitu dahsyat dari Tian Lei.


"Wow! Tuan muda Tian Lei memang hebat!..."


"Benar-benar orang yang telah menaklukkan keluarga Tang!..."


Sementara itu, Elang Perak yang dalam keadaan sekarat memaksa dirinya untuk membawa sarangnya terbang jauh.


Elang perak mencengkram kedua sisi dari sarangnya dan mencoba mengepakan sayapnya yang telah terluka parah oleh serangan-serangan kultivator tadi.


Tian Lei yang melihat itu kemudian mengeluarkan sepasang sayap Phoenix Ungu di punggungnya dan terbang dengan sangat cepat ke arah Elang Perak.


"Maaf..." Ucap Tian Lei dengan suara yang pelan. Ia kemudian menebas leher Elang Perak dengan telapak tangannya yang telah dilapisi energi spiritual.


Slash!


Kepala Elang Perak telah terpisah dari tubuh Elang Perak setelah dipotong oleh Tian Lei menggunakan tangannya dan sarang Elang Perak tidak jadi dibawa pergi.


Tian Lei kemudian melihat ke arah sarang Elang Perak setelah samar-samar melihat kilauan pada sarang tersebut.


Tian Lei mendekati benda-benda yang berkilauan. "Ini?... Bukankah ini adalah krikil cahaya bintang?..." Ucap Tian Lei.


Krikil cahaya bintang adalah salah satu dari banyaknya sumberdaya kultivasi didunia ini, ia digolongkan sebagai ramuan tingkat 5, itu setara dengan pil kultivasi Mahayana atau bahkan lebih tinggi lagi.


Bentuknya sama seperti krikil pada umumnya, dengan ukuran kecil dan berwarna hitam, serta mengeluarkan cahaya yang berkilauan seperti bintang-bintang terlebih lagi jika dimalam hari.


Tian Lei kemudian menggeledah sarang Elang Perak itu untuk mencari Krikil cahaya bintang yang lainnya.


Setelah mencari beberapa menit, Tian Lei akhirnya telah menemukan sekitar 20 Krikil cahaya bintang dari sarang tersebut.


Tian Lei mengeluarkan sebuah tas kantong kain kecil berwarna cokelat dan memasukkan semua Krikil cahaya bintang ke dalamnya.


Kemudian, Tian Lei memasukkan tas kecil itu dan sebutir telur Elang Perak ke dalam cincin penyimpanannya. Setelah itu, Tian Lei membawa turun sarang Elang Perak tersebut dan menyerahkannya pada kultivator yang lainnya.


"Itu adalah bagian kalian..." Ucap Tian Lei.


"Baik, terimakasih tuan muda..." Ucap mereka semua.


"Ya, sama-sama. Kalau begitu, aku akan pergi ke pusat alam reruntuhan kuno dulu. Sampai jumpa lagi..." Ucap Tian Lei, ia melambaikan tangannya dan melesat terbang dengan sangat jauh menuju pusat dari gurun tersebut.