
" Mending kita ke Cafe aja gue jadi merinding ini kalau malem-malem ke sini kayak maling aja, " Leo mengusap lengannya sambil memperhatikan markas the Clam yang sudah terkunci. ketujuh lelaki itu masih berdiri di depan gerbang. Mereka kemari untuk membuktikan berita Penangkapan Dirga dan teman-temannya di markas the Clam itu benar
" Mau maling apa kita ke sini kan gak ada apa-apa dodol, " jackie berseru kepada Leo
" Angkasa, ayo Enggak seharusnya kita diem di sini lama-lama, " Sagara mengajak Angkasa agar Angkasa mau pergi
" iya, Ntar dikira ngapa-ngapain lagi di sini, " Kata Dylan
" Gue bakal kangen sama The Calm, " Bima tiba-tiba membuat temen-temennya menoleh. ia tersenyum miring
" Bim, gue lebih kangen sama Tiger, Ayo kita ke Cafe, Nyong udah laper ini dari tadi, " Kata Roni
Angkasa Tertawa mendengarnya, " Ayo kita makan ke Cafe gue traktir, "
" Bener nih, "
" iya, "
Terima kasih karena Tiger, Angkasa menemukan Teman-teman yang bisa menerima segala kekurangannya
karena kekurangan Teman-temannya adalah kesempurnaan di mata Angkasa
...••••...
Angkasa yang baru masuk ke rumah melihat Bara sudah menghampirinya dengan Ponsel di tangan kanan. Bara sudah memutuskan untuk tinggal di sini dengan Angkasa Bi Arsi yang baru saja datang dari belakang Pun sama Terkejutnya karena Angkasa terlihat begitu bahagia
" kenapa Bang, " Angkasa bertanya-tanya, " Gue dateng-dateng lo udah teriak-teriak aja, "
" Angkasa, Tante Mona udah dapet Pendonor mata Dia udah mau di Operasi lagi Tante Mona bakalan bisa ngelihat kita lagi, "
Angkasa mematung. Tarikan senyum di bibirnya langsung hadir ia sangat senang dengan berita yang di bawah Bara untuknya
...•••••...
Bu Maya menoleh saat seseorang memanggilnya, Angkasa melambaikan tangannya Pada guru itu. Mereka sedang berada di depan kelas. Bu Maya tampak baru saja datang ke sekolah sepagi ini. keningnya berkerut dalam melihat ketujuh perusuh sekolah sudah datang sepagi ini. Biasanya ada saja dari mereka yang terlambat atau bermasalah saat Upacara
" Tumben kalian sudah datang, " Bu Maya melewati mereka
" Oh iya dong Bu kami kan kompak, " Jawab Leo
" Wihhh Pagi-pagi cantik banget, Bu, " Kata Roni, " Terpesona saya, Bu, " Lantas Roni tertawa karena ucapannya sendiri, Teman-temannya juga ikut tertawa
" Ayo kita foto Bu ! Buat kenang-kenangan, " Dylan mengajak Bu. Maya
" iya Bu kapan lagi foto-foto sama artis sekolahan, Bu " Ucap Roni membuat Bu Maya memelotot kepadanya
" Kamu itu Roni Gak teman sekelas kamu, Nggak adik kelas kamu, Nggak ibu semuanya kamu godain, "
" ibu jangan Cepet terbawa Perasaan dong Bu Nanti saya susah Bu, "
" ibu di sebelah Sagara aja ! Ibu enggak mau di sebelah Roni, " Seketika mereka tertawa mendengar apa yang diucapkan Bu Maya
" Yaaah Roni ! Masa Lo di tolak Bu Maya nolak Lo " Ucap jackie sambil berdiri di samping Angkasa, " Jangan sedih Ntar gue cariin cewek-Cewek cantik, "
Angkasa memanggil Loli yang mau menuju lapangan sekolah, " Loli Sini bentar Fotoin gue sama yang lainnya mau enggak, "
Loli menggaguk
" Aduh ada yang gagal Move nih, " Bima melirik Dylan
" Bisa Diem enggak Lo," Dylan menyahut ketus
ketujuh lelaki itu beserta Bu Maya di depan kelas XII IPA 5. setelah menyatakan tidak keberatan. Loli mengambil foto mereka menggunakan Ponsel Angkasa Foto ini adalah gambar yang akan selalu mengingatkan mereka dengan sekolahnya
" ibu enggak Pernah benci kalian. ibu suka marah-marah itu karena ibu saya kalian. ibu mau yang terbaik buat Kalian, biar kalian enggak salah jalan, "
...••••...
Upacara bendera berjalan sangat baik. setelah amanat kepala sekolah dan guru-guru boleh meninggalkan lapangan upacara. Angkasa menghampiri Bulan yang sedang berdiri di tiang bendera sendirian setelah di tinggal Teman-temannya
" Capek, ya ,"
Bulan merasa seperti tersengat kecil begitu satu tangan merangkulnya Angkasa sudah berdiri di sebelahnya
" Kaget, banget, "
Bukan menghela nafas, " Habisnya hobi banget sih ngagetin orang, "
Angkasa tersenyum kepadanya, " Capek, "
" Lumayan, Haus Juga, "
Bulan mengibas-ngipas wajahnya dengan tangan. ia juga diam karena merasa suaranya terdengar sangat manja di telinga. Bulan sendiri Kaget. ia akhirnya mengalihkan ekspresinya dengan melepas Peci hitam khusus Paskibra di kepalanya
Angkasa Tersenyum memperhatikannya. kalau saja mereka bukan di sekolah. Angkasa sudah mengajak perempuan ini Pergi ke tempat sepi hanya berdua. Tidak ada yang lain Angkasa meneguk ludah hingga jakunnya naik turun. ia memejamkan matanya sebentar, menghilangkan pikiran gilanya
" Gombal, " Bulan melipat kemeja lengan Panjangnya
" ini hari terakhir Lo jadi Perangkat Upacara sekolah ya, Bulan, "
" iya nih bakalan kangen Pastinya, "
Angkasa melihat teman-temannya yang sedang berjalan di lorong Pasti sedang mencarinya. Dengan gerakan tiba-tiba, Angkasa menarik tangan Bulan hingga Bulan Tersentak
" Kenapa Angkasa,"
" Kamu sayang aku, kan," Tanya Angkasa, Pada Bulan " kayaknya kita harus pergi dari sini sebelum mereka nangkep aku karena aku kabur dari mereka, "
Rona merah muda di wajah Bulan membuat perempuan itu salah tingkah karena ucapan Angkasa. Bulan menoleh dan menemukan teman-teman Angkasa jauh di seberang sana. Angkasa menarik tangannya mengajak Bulan berlari. Bulan refleks mengikutinya dengan tertatih saat Bulan naik ke Punggungnya, Angkasa mengangkat tubuhnya dengan kedua tangan ke belakang. sepasang tangan Bulan mengapit lehernya. Wajahnya begitu dekat dengan Pipi Angkasa
" WOi ANGKASA KATANYA LO MAU TRAKTIR KITA LAGI, " Teriakan Bima membuat Angkasa Tertawa
" Besok-besok aja Gue mau Pacaran dulu,"
" Pacaran aja Lo, " Dylan mencibir, " Sini Lo Angkasa, "
Angkasa sama sekali tidak Peduli dan terus berlari melintasi lapangan sambil menggendong Bulan . ia sama sekali tidak peduli dengan Teriakan Protes teman-temannya. ia malah tertawa Tawa yang selama ini terkurung langsung terlepas begitu saja.
...••••...
Gerombolan berkendaran milik teman-teman Angkasa baru saja keluar dari belakang sekolah. Menimbulkan kemacetan yang tak berkesudahan. Meskipun Tiger sudah tidak ada lagi, mereka masih berkumpul bersama kebersamaan mereka akan terus ada
Bulan melambaikan tangannya kepada Angkasa yang akan menyeberang menghampirinya. Cowok berjaket hitam itu sampai pada Bulan
" Aku mau ajak kamu ke suatu tempat dulu sebelum Pulang, " Tanya Angkasa
" Ke mana, "
" Kita kan mau ketemu Tante Mona, Tante Mona udah sembuh kayaknya dia mau ketemu sama kamu Bulan, Dia kan Penasaran setelah aku bilang kamu. itu cantik banget Mama aku aja kalah sama kamu, "
" Gombal lagi kan ! Oh iya Angkasa, aku mau ngomong sama kamu " Bulan memberi jeda setelah berhasil duduk di sepeda motor Angkasa, " Padahal banyak cewek yang mau jadi Pacar aku kenapa aku milih aku aku kan enggak kaya cewek-cewek yang Deketin kamu, Kirana misalnya, "
" Karena Tuhan ngerti kamu itu takdir aku Bulan, " Angkasa melirik Bulan. Bulan Pun tersenyum
" Setelah dari Panti asuhan baru kita ke rumah sakit jenguk Tante Mona, "
" Siap, Bos "
Angkasa Terkekeh senang karena Bulan mengikuti gaya bicaranya
...••••...
Hari berikutnya terasa begitu damai, Angkasa tengah Melihat seseorang Perempuan yang sedang berjalan di lorong. Pensil menempel di kening Bulan sambil memperhatikan dengan serius lembar soal di tangannya
Angkasa menghampirinya, Menyamakan langkah kakinya dengan Bulan lalu merangkul perempuan itu membuat Bulan menoleh kaget padanya
" Angkasa kamu seneng banget sih bikin kaget, "
" Serius banget sih belajarnya sampe aku dilupain, "
" iyalah kan udah mau Ujian, Terus kenapa di dahi kamu ada dasi ? Dasi itu diPake di kerah seragam sekolah, Bukannya di kepala Angkasa, "
" Makanya Pakein dong, " Perkataan Angkasa membuat Bulan bersemu, Perempuan itu pura-pura kesal lalu mengambil dasi Angkasa yang ada di dahi cowok itu. Memakainya pada kerah seragam sekolahnya
" WOI ANGKASA PACARAN MULU MAU IKUT NGGAK, " Teriakan Teman-temannya
" ke mana ? balas Angkasa
" Ke kantin dong mau nyari cewek, "
" kamu mau ikut Bulan, " Angkasa menoleh pada Bulan
" Tapi kan bukan anak Tiger, "
" Kamu lupa ya Tiger udah enggak ada,"
Belum sempat Bulan Protes Angkasa sudah menggenggam erat tangan Bulan. membuat Bulan terkejut Cowok itu mengajaknya lari bersama. Mengejar Teman-temannya yang sudah berlari jauh
" Angkasa, "
" Apa, "
" Aku sayang kamu Angkasa Awan Aldinata, "
Angkasa tersenyum. Tidak akan melepaskan Perempuan lagi nanti
Bulan Natasha Cinta Pertamanya. Bersama dengan Bulan, Angkasa Pastikan masa depan yang lebih cerah berada di genggamannya