Kisah Untuk Sagara & Angkasa

Kisah Untuk Sagara & Angkasa
BAB 37 Tak lagi sama


Aluna mengerdikkan bahunya " Nggak tahu Dan nggak Peduli, "


Aluna membalikkan badannya untuk menjauh setelah melihat Sagara dan Sierra yang sedang memandangnya bersama Dylan Baik Sagara dan Sierra yang mendekat Dylan mengomporinya


" Mampus Lo Sagara Nggak di Maafin Sama Aluna Pasti Aluna marah banget Sama Lo mendingan Lo minta maaf sana ? Ujar Dylan


Namun yang dilakukan Sagara Hanya diam tidak mengejar Aluna malah sebaliknya Cowok itu memasukkan kedua tangannya ke dalam saku Celananya lalu menuju LAB IPA dikuti Sierra yang habis Pamit dengan Dylan. Hal yang membuat Dylan kebingungan


" lagi berantem kali ya ? gumam Dylan namun tidak ada yang menyahut


Sagara yang sedang duduk sendirian di lab IPA sambil mengerjakan banyak soal pun mengambil map di sampingnya kening Cowok itu mengerut melihat ada amplop yang mana Sagara saat mengenal kertas tersebut kertas dan hiasan ini hanya milik Aluna Sagara pernah melihatnya sewaktu mengajari Aluna sewaktu Sagara mengungkapkan perasaannya ke Aluna lewat soal


Sagara membalik amplop berwarna merah muda tersebut Pandangannya tertuju pada tulisan yang ada di depannya


"For Sagara "


Sagara lalu membukanya Cowok itu mengambil kertas di dalamnya Sagara sangat hafal dengan kertas ini. ini benar-benar kertas yang dimiliki oleh Aluna Sagara memperhatikannya ini dari pasti Aluna kenapa perempuan itu mengirimkannya surat kalua bisa langsung menghubungi atau datang kepadanya ?


...aku belajar hidup sederhana dari kamu meskipun hidup di lingkungan yang berada kamu enggak pernah di Jemawa, meskipun kamu nggak pernah menunjukkannya, kamu itu Cowok Panutan yang paling aku suka Rasanya kamu selalu bisa banyak hal. kamu pintar, selalu menang lomba, atlet basket dan anak karate kamu kebanggaan sekolah, murid laki-laki yang genius, kebanggaan teman-teman kamu juga, semuanya kamu bisa kamu itu kelihatan nggak ada kurangnya semua Cewek-cewek sini pun aku yakin masih suka sama kamu Malah banyak banget malah ? aku jadi merasa nggak pantas jadi pantas sama kamu aku sepintar kamu apalagi Cewek-cewek yang lainya nggak ada yang bisa kamu banggain dari aku Sagara...


...kamu ingat nggak waktu aku pernah kasih kamu gantungan kunci matahari dulu ? waktu itu aku berdoa sama Tuhan supaya kita bisa dekat waktu itu aku juga berharap kalau suatu saat kamu bakal lihat aku sebagai aku bukan sebagai Cewek yang menyebalkan yang suka ganggu kamu...


...aku juga taruh makanan di laci meja kamu makan ya Sagara Jangan lupa minum yang banyak biar sehat aku nggak mau lihat kamu sakit lagi aku juga nggak berani ganggu kamu, kamu kelihatannya sibuk banget...


...aku minta maaf kalau ada salah sama kamu aku nggak tau salahku di mana sampai kamu nggak mau ngomong sama aku beberapa hari ini sikap kamu kelihatan beda buat aku semakin kebingungan kalau kamu Bosan sama aku bilang aja apa pun keputusan kamu itu hak kamu kalau kamu suka dan lebih nyaman sama Cewek lain lebih baik kamu jujur aja sama aku Semangat ya Sagara aku sayang kamu...


...MATAHARI ALUNA AURORA...


Dengan tergesa-gesa Sagara membuka jas putih di lab sekolah lalu menuju keluar sekolah sudah sepi Sagara mengambil Ponselnya untuk menghubungi Aluna dengan wajah panik ,lalu Cowok itu berjalan dengan cepat menyusuri lorong depan Sagara melihat Aluna perempuan itu baru saja keluar dari kelasnya yang sudah sejak tadi kosong sejak tadi


" Aluna ? Panggil Sagara, namun Aluna tetap tidak mendengarnya perempuan itu tetap berjalan seolah tidak mau berbalik Padanya " Aluna "


Dengan Cepat Sagara menarik lengan perempuan itu Aluna menatap Sagara matanya mengerjap-ngerjap karena melihat Sagara seperti sangat marah


" Kamu Putusin aku ? tanya Sagara basa-basi


Aluna Terkejut Perempuan itu benar-benar melihat wajah merah Sagara karena menahan diri untuk tidak menumpahkan segala amarahnya di depan Aluna


" Enggak Siapa yang mutusin kamu "


" ini apa ? Ujar Sagara menunjukkan amplop dan surat tersebut


" Siapa yang bilang aku Bosan sama kamu ? sergah Sagara " kapan ? kapan aku pernah bilang bosan Sama Kamu ? tanya Sagara kali ini Sagara benar-benar kesal laki-laki itu butuh sesuatu yang bisa ia jadikan pelampisan dia benar-benar tidak bisa menjadikan Aluna sebagai kemarahannya


" aku Pikir kamu udah nggak suka sama aku makanya aku takut aku bingung Soalnya kita nggak Kamu udah kayak gitu aku jadi nggak tau harus kayak gimana ? Ujar Aluna


" Bukan berarti aku nggak suka sama kamu lagi ? Ujar Sagara


Aluna merundukkan kepalanya


perempuan itu mengeratkan tangannya pada Rok abu-abunya " aku Pikir kamu lebih dekat Cewek lain ketimbang aku sekarang kamu nggak pernah balas chat aku kita jadi jarang ngobrol aku ngerti kamu sibuk lomba tapi.. aku ? Aluna semakin bingung harus mengatakan apa


" Dengar Aluna ? Sagara memegang kedua Pundak Aluna agar perempuan itu menatapnya Sagara menatapnya dengan serius kedua tangannya mencengkram erat pundak Aluna yang ada di depannya ," Hidup aku bukan Cuma tentang ? katanya tepat di depan wajah Aluna


" kamu Pikir hidup aku isinya kamu doang ? tanya Sagara membuat Aluna jadi semakin lemah di tempatnya


" kamu Pikir aku enggak Pikirin Kamu juga ? tanya Sagara berhasil membuat Aluna menundukkan kepalanya di depan Sagara


" kamu Pikir hidup aku selalu ada buat kamu ? tanya Sagara pada Aluna membuat gadis itu kaget


" Maaf Sagara ? ujar Aluna " aku janji aku nggak bakal kayak gini lagi aku nggak bakal nganggu kamu lagi ? ujar Aluna


Sagara menggeleng kepalanya Cowok itu menjauh berusaha menghalau rasa amarahnya. Sagara sangat marah karena di surat tersebut Aluna membandingkan bandingakan dirinya dengan perempuan lain yang jauh lebih pintar darinya Sagara sangat marah karena Aluna seperti menyuruhnya laki-laki itu untuk memutuskan hubungan mereka


Sagara Berusaha keras tidak mengatakan hal-hal yang nantinya ia akan sesali " Pergi ? ujar Sagara " Pulang nggak usah kasih apa-apa aku lagi "


" kenapa ? kamu marah banget Sama aku, aku minta maaf Sagara aku nggak mau bikin kamu tambah marah sama aku,aku Cuma tanya sama kamu aku juga Bingung kamu gituin ke aku Sagara aku nggak tahu harus gimana lagi "


" Cukup Pulang jangan ganggu aku lagi ? ujar Sagara " jangan chat-chat aku lagi jangan Kasih makanan atau minuman Nggak usah ingatkan aku soal makan aku bukan anak kecil yang harus dikasih tau kamu Aluna ? ujar Sagara terdengar marah pada Aluna " kamu dengar ,kan Pulang ? aku nggak butuh kamu ada sini ? ujar Sagara pada Aluna dengan kasar


" kamu bilang nggak ada yang bisa aku banggain dari kamu kan ? Memang nggak ada bisa dibanggain dari kamu apa yang bisa aku banggain dari kamu nggak ada kamu nggak pintar, kamu itu bego, Ceroboh nggak biasa kayak Cewek yang lain Super-manja selalu memaksa ini-itu Semaunya selalu memaksakan kehendak nggak pernah pikirin perasaan Orang lain Cantik doang tapi Otaknya kosong itu,kan yang Pengin kamu dengar dari aku ? ujar Sagara


Aluna melihat Sagara membalikkan badannya Cowok itu berjalan menuju ke arah depan lalu menghilang di tikungan depan lorong sekolah Aluna menundukkan kepalanya perempuan itu membalikkan badannya namun ia Pulang dengan hati tak tenang Juga dengan tangan yang kosong


Aluna menghela nafas " apa yang salah kenapa Sagara sangat kasar Padanya, "


ketika di rasa sudah sore Sagara membuka laci lab IPA ia melihat ada bekal makanan di sana Sagara mengambilnya ia lalu melihat post it note besar dan panjang berwana merah muda ada tulisan di sana membuat Sagara mengambilnya dan membacanya kata-kata Aluna


...Bungan mawar merah itu adalah tanda, tanda bahwa aku pernah ada untuk kamu juga pernah Memperjuangkan kamu Bungan mawar merah laksana kamu yang bisa kamu sukai oleh banyak Orang tanpa harus bersaing dengan yang lainnya karena kamu adalah kamu bukan Orang lain Jangan marah ya Sagara...


" jangan marah lagi ya, " Sagara Entah kenapa kata-kata tersebut membuat Sagara frustasi Cowok itu sedang mengalami pergulatan batin sejak beberapa hari yang lalu Dia tidak mau Aluna terkenak imbasnya namun Perempuan itu memancing Emosinya, " kamu apain, aku Aluna sampai bisa suka Kamu kayak gini ? tanya Sagara