
Kok tanya kenapa ? Bukannya Lo Bilang nggak suka s Itu dulu sekarang berbeda ? jawab Sagara membuat NauMG MAKSUDNYA ? Sekarang Lo suka sama Aluna ? teket bukan berarti gue suka sama Aluna Gue belum kepikiran untuk hubungan serius sekarang gue masih harus banyao itu Pintar Sagara Ngapain pake erasa Puas memang salah satu sifat Manusia yang Paling jelek ? Ujar Sagara membuat Naura langsung terdiam merenggut " jangan pernah menyepelekan ses
" Gimana kabar mu ? Naura mengubah cara berbicara seperti saat mereka baik ? balas Sagara
..." itu bahkan sedang Peluk-Peluk Cewek lain di depan kat bukan berarti gue suka sama Aluna...
Aluna mendengus kata-kata mod-nya Rus" kan gue bilang juga apa Jangan kebanyakan mimpi tinggi-tinggi entar jatuhnya sakit ? Ucap Sierra membuat Aluna menoleh " Gue yang sekelas aja susah dekati Sagara apalagi elo
Aluna sempat lewat kelas Sagara kelas Cowok itu sudah bubaran maka Aluna pikir SagaLmpai detik ini Sagara belum datang enemuinya di perpustakaan sudah terhitung satu jam Aluna menunggu Sagara tidak datang juga Aluna sudah mengirimnya banyak Pesan dan menelepon Ponselnya berulang kali namun nihil Sagara tidak bisa di hubungi bahkan Pesanya pun tidak di baca
buku gue yang ketinggalan di Perpus ? ucap Ken Cowok itu lantas mengambil buku yang ada di laci meja " Lo Ngapain nungguin Sagara sampai jam segini
" Belajar bareng ? jawab Aluna " Tapi dari
tapi jangan terlalu jangan menyiksa diri Lo sendiri kalua dia nggak kasih balasan jangan di tunggu terlalu buang-buang Waktu you deserve better ? ucap Ken namun karena itu Aluna jadi kepikiran
Malam ini Aluna Pulang dengan keadaan rumah kosong dan tidak ada satu pun pesan barangkali rasa bersalah Sagara Cowok itu tetap sibuk Entah sibuk dengan kegiatan apa atau dengan siapa Yang jelas untuk malam ini Aluna tidak ingin di ganggu kalau di pikir-pikir ada benarnya juga apa yang di katakan Ken mengingat Sagara membuat Aluna sedih
...MATAHARI ALUNA AURORA...
...Sagara kamu di mana...
...MATAHARI ALUNA AURORA...
...Sagara lupa ya...
...MATAHARI ALUNA AURORA...
...Sagara ada urusan ya...
...MATAHARI ALUNA AURORA...
...Sagara ini Udah malam...
Sagara yang baru saja sampai rumah langsung mengambil power Bank dan mengisi daya 🔋 Ponselnya Cowok itu melihat banyak notifikasi Aluna menelepon ia langsung keluar kamar lagi dan Pergi
Perasaan bersalah itu berhasil mendobrak Sagara sesadar-sadarnya Cowok itu langsung merasa marah kepada dirinya sendiri Sagara tidak lupa Dia sangat ingat janjinya dengan Aluna Tadi dia sempat ke sekolah untuk mencari Aluna di Jam setengah Lima namu Aluna sudah tidak ada di perpustakaan sekolah Sagara tahu Aluna pasti sudah tidak ada di sekolah di jam itu seperti tidak mungkin tapi ada setitik harapan dalam hatinya bahwa Aluna masih ada di sana menunggunya
" WOI SINYO Mau ke mana Lo ? tanya Arsen yang baru saja tiba di rumah Sagara namun Sagara tidak menghiraukannya
Perasaan bersalah tidak tepat waktu, dan jujur Sagara tidak tenang dari tadi Sagara mengira Aluna Sudah Pulang namun ternyata perempuan itu menunggunya di sana selama tiga jam perbuatan yang akan membuat Sagara semakin marah pada dirinya sendiri karena bisa saja Aluna kenapa-kenapa Karenanya
" Gue mau nginap di rumah Lo ya Sagara ? Numpang makan sekalian ? tanya Arsen ketika Sagara masuk ke dalam mobil
" Terserah eloh ? ucap Sagara membuat Arsen mengerutkan keningnya
Mungkin kalau Dylan akan sangat senang dan Suka rela menghabiskan semuanya tapi Arsen tidak. Cowok itu melihat kegusaran di mata Temannya lalu mobil berwarna biru yang mahal itu melintas pergi ketika seorang satpam membuka kembali Pintu gerbangnya
" kenapa tuh bocah ? ucap Arsen lalu di sapu angin " Woi sini Lo semua kita party di rumah Sagara ? Ucap Arsen menelepon temen-temennya
...••••...
Aluna membuka pintu kamarnya ketika ada yang mengetuk Begitu melihat wajah Sagara Aluna pun terkejut dan ingin menutup kembali Tapi terlambat salah satu kaki Sagara mencegah Pintu dari bahwa membuat Aluna dan Sagara saling tatap. Tapi hari ini Aluna melihat wajah Sagara sangat lelah butuh banyak istirahat Hal itu membuat Aluna tidak tega untuk marah pada Cowok ini
" mau ngapain di sini ? tanya Aluna
" mau minta maaf ? ucap Sagara pelan terdengar penuh penyesalan
Namun Aluna memalingkan wajahnya masih kesal dan merasa di permainkan oleh Sagara
" kok bisa masuk ? tanya Aluna
" jawab dulu yang tadi di maafin nggak ? tanya Sagara
" Enggak ? jawab Aluna menatap Sagara menantang kedua mata lelaki itu
" Aku Paling nggak suka sama Orang yang ingkar janji tau ? ujar Aluna suaranya terdengar sangat marah ia lalu mendahului Sagara untuk turun ke bawah setelah menutup pintu kamar Aluna melihat sosok papa dan mamanya sedang duduk di sofa yang sama dan saling berhadapan sambil membahas sesuatu
...Aluna papa sama Mama mau Cerai...
...••••...
" Ngapain di sini ? tanya Aluna Cowok itu menoleh dan melihat Aluna datang padanya Rumah Aluna di bagian atas ada sebuah lorong di mana kalian akan diantar ke sebuah tempat sedikit terpojok dan lebih kecil dari kamar-kamarnya lainnya
" ada nama Aluna ini semua buatan Lo ? Sagara mengusap kavas
Aluna mengganguk " Maaf aku nggak izin dulu buat gambar muka kamu, "
Hal pertama yang Sagara rasakan begitu masuk ke ruangan ini adalah kagum Cowok itu sangat terpukau beberapa saat bahkan sangat tertegun begitu melihatnya lukisan Wajahnya Untuk Cewek seukuran Aluna Orang-orang akan melihat menilai mustahil bisa ia bisa membuat mahakarya seperti yang ada di depan ini
" Mungkin Lo memang nggak Pintar di Pelajaran tapi Lo punya Bakat yang keren banget ? Puji Sagara Duduk di ruangan Penuh lukisan itu
Di puji dan di tatap seperti itu membuat Aluna tersipu. Perempuan itu memilih duduk di samping Sagara.
" Udah lama Lo suka elukis " tanya Sagara
" Udah lama dari waktu umur tujuh tahun ? jawab Aluna
" Piala Lo banyak juga ? Puji Sagara tulus ada garis senyum dari Sagara yang membuat Aluna membalasnya kedua mata itu saling bertatapan
" Orangtua ku mau Cerai Sagara ? kata Aluna membuat Sagara terdiam
Sebenarnya tadi Sagara mendengarnya namun ia lebih memilih diam di atas tidak mau ikut Campur karena itu bukan haknya
" Gimana Perasaan Lo ? tanya Sagara Cowok itu tahu harus beraksi apa karena sejak dia lahir ia tidak pernah tahu bagaimana rasanya mempunyai orang tua
" Sedih tapi mau nggak mau harus tetap lanjutkan hidup aku bukan remaja yang Baperan yang bakal marah-marah sama orangtua ku kalau mereka mau bakal Pisah ? Broken home Enggak juga selama mereka memenuhi kebutuhan hidup ku aku pasti bakal baik-baik aja ? jawab Aluna
Sagara tidak tahu harus bagaimana memujinya " kenapa mereka Pisah "
" Enggak Cocok kedua Mama lebih Pilih Sama papanya Kevin ketiga mereka Pikir aku Udah besar jadi bisa terima semuanya Tapi mereka bahkan nggak Peduli sama aku mereka nggak tau gimana sedihnya makan sendiri, nonton sendiri bahkan di rumah sendiri mereka nggak Pernah tau buktinya mereka langsung pergi habis omongin itu tadi ? ucap Aluna " Mereka pergi gitu aja seolah-olah mereka nggak Punya anak, "
Sagara bisa melihat Bagaimana Aluna bercerita ada kesamaan dari Pancaran kedua matanya Sagara juga pernah merasa seperti itu kesepian.
" jadi gara-gara itu Kevin nggak suka sama Lo, " Benang merah itu akhirnya terhubung Aluna mengganguk pada Sagara
" Tadi kamu ke mana " tanya Aluna
" Ada Urusan ? Hanya itu yang di jawab oleh Sagara
" Sama siapa "
" Sama Sierra " jawab Sagara dengan jujur
Aluna langsung terdiam Tidak ada lagi suara yang keluar dari mulutnya keduanya memandang gelap malam dari ruangan tersebut
Sementara Aluna meratapi nasibnya jadi tadi Sagara bersama Sierra Pantas aja lupa ada yang lebih asyik
" Yaudah aku maafin kamu yang tadi tapi besok-besok Jangan di ulangi lagi udah malam kamu nggak Pulang, " ucap Aluna terdengar mengusir Sagara Perempuan itu menutup Jendela
" Iya Gue Pulang, " jawab Sagara
" Sagara ? Panggil Aluna
Sagara yang baru saja keluar menoleh " apa ? tanya
" Nggak jadi deh " jawab Aluna
" Dasar aneh ? batin Sagara