Kisah Untuk Sagara & Angkasa

Kisah Untuk Sagara & Angkasa
BAB 142 Balikan


dan duduk di sebelahnya, " Anginnya lumayan kenceng kamu gak kenapa ia sangat gara" Angkasa," tanya Bulan membungkasa berguma Boleh enggak aku Peluk kamu," tanulan membuat Angkasa terkejut lalu menoleh padanya dengan Pandangan yang sama-seolah Pertanyaan Bulan adalah suatu hal yang sangat mengagetkKenapa Pake nanya segala Buat kamu selalu boleh," kata Angkasa padanya


n lalu mendekatkan diri Pada Angkasa yang duduk di sebelahnya lalu kedua tangannya memeluk Angkasa kali ini Pelukan kedua tangan Bulan berada Pada bagian atas bahu Angkasa Membuat darah keduanya berdesir he


" Tumben kamu manja kayak gini," Ujar Angkasa Pada Bulan


ku itu Kangen sama kamu Angkasa,"


Aku juga Bulan kangen sama kamu,Bulan mengangguk tahu. Perempuan itu tersenyum Pada Angk" Bulan aku mau nanya sesuatu sama kamu," tanya Angkasa dengan wajah seriu


" Apa Angkasa,"


Soal kita," Soal kita,"ngkasa mengenggam tangan Bulan dengan lembut," Aku mau balikan sama kamu kamu kan balikan sama aku lagi,Mendengar itu membuat degup jantung Bulan jadi kian cepat" Gimana ? Aku Pengen kita balikan sama kamu Bulan kita Balikan lagi ya," tanya Angkasa Pada Bulan


" Ke mana,"


" Ke mana aja sebentar aja nggak lama kok," Angkasa menatap Bulan membuat Bulan tak enak hati untuk menolaknya akhirnya Gadis itu menganggukkan kepalanya dan masuk ke dalam mengambil jaket lalu mencari Angkasa yang ternyata masih menunggunya


" Udah siap,"


Bulan mengangguk padanya saat Angkasa dan Bulan menaiki motornya. ia membantu Bulan agar naik dengan benar lalu kedua Pijakan kakinya Angkasa buka lebar agar kaki Bulan aman.


" Kita mau ke mana, " tanya Bulan Pada Angkasa


" ikut aja," Kata Angkasa," kamu gak mau Peluk aku," di tanya seperti itu membuat Bulan kebingungan namun karena sebentar lagi Motor Angkasa sepertinya akan melaju. Kejora lalu membawa kedua tangannya untuk memeluk Angkasa


" jangan ngebut-ngebut Angkasa," Pesan Bulan


" Gak ngebut kan bawa cewek cantik," Ujar Angkasa Pada Bulan membuat wajah Bulan jadi memerah


Motor besar Angkasa lalu melaju cepat Membawa Keduanya Pada belahan jalan ibukota yang masih Padat meski sudah jam segini. Biasanya Angkasa merasa sepi karena selalu sendirian Namun sekarang ada Bulan yang mau menemaninya. Angkasa senang karena Perlahan Kejora bisa menerimanya


" Angkasa," Panggil Bulan membuat Angkasa langsung menoleh," Beneran ke sini," tanya Bulan saat sudah di tempat


" Beneran ayo turun, " ajak Angkasa membuat Bulan turun


Angkasa mengajaknya ke sebuah tempat di mana itu berupa jembatan. jembatan kayu yang terlihat sangat menarik di sertai dengan lampu-lampu berwarna remang. satu-satunya hal yang disukai Bulan dari Angkasa cowok ini tahu banyak tempat-tempat bagus yang tidak Pernah Kejora tahu sebelumnya


" Mau duduk," tawar Angkasa membuat Kejora mengangguk dan duduk di sebelahnya, " Anginnya lumayan kenceng kamu gak kenapa,"


" ia sangat garang


" Angkasa," tanya Bulan membuat Angkasa bergumam


" Boleh enggak aku Peluk kamu," tanya Bulan membuat Angkasa terkejut lalu menoleh padanya dengan Pandangan yang sama-seolah Pertanyaan Bulan adalah suatu hal yang sangat mengagetkannyaKenapa Pake nanya segala Buat kamu selalu boleh," kata Angkasa padanya


" Kenapa Pake nanya segala Buat kamu selalu boleh," kata Angkasa padanya