Kisah Untuk Sagara & Angkasa

Kisah Untuk Sagara & Angkasa
BAB 38 Egois


Aluna tidak bisa kalau Tidak menemui Sagara Perempuan itu Gelisah dan juga uring-uringan ini beberapa hari Sagara memilih mendiamkannya Tapi Aluna tidak bisa Sagara perlakukan seperti ini perempuan itu harus tau kenapa dan ia sedang memperhatikan Sagara dari jauh Cewek itu berdiri di dekat pembatas di lantai dua sekolahnya. saat ini Aluna melihat Sagara sedang menyendiri sambil membaca buku di dalam sebuah kelas kosong


begitu mengumpulkan semua Keberanian Aluna mendekati tempat itu dengan tergesa-gesa namun begitu melihat Sierra ia langsung mengurangkan niatnya


" Lama ya Sagara Sorry Tadi aku habis rapat dulu di bawah ? kata Sierra


" Nggak apa-apa ? jawab Sagara


" lagi baca buku apa ?


" Soalnya yang kemarin ? ujar Sagara membuat Sagara manggut-manggut


" Sagara ? Panggil Sierra agak Pelan Perempuan itu dengan menaruh Tangannya di atas meja sementara Sagara mendongak Padanya dengan terkejut " Gue nggak yakin Lo nggak Punya Perasaan sama gue Lo Suka kan gue giniiin ? tanya Sierra tersenyum


Namun Aluna tidak melihat Sagara tetap Dia tidak menjawab apalagi menegurnya Hal yang membuat jantung Aluna berdebar menggila perempuan itu baru membuka mata nya lebar-lebar


" Aluna juga nggak tau Nggak usah takut ? Ujar Sierra " Buat apa sama Cewek buat Lo tenang ? buat apa sama Cewek yang nggak bisa Lo senang ? adanya Cuma jadi beban aja Lo kayak gini karena dia kan, "


" Matahari Aluna apa,sih Cewek kayak gitu nggak level tau nggak Sagara Pintar juga enggak malas iya, berprestasi apalagi ? Lo itu Pintar Sagara anak kesayangan guru-guru Pasangan Lo juga harus Kayak gitu Bukannya Cewek kayak dia Cewek yang bikin Lo malu aja yang kerjaaan Cuma teriak-teriak doang dan bikin Lo pusing kayak gini ? ujar Sierra " kalua Lo Pusing kayak gini karena Cewek kan jadinya mengganggu konsentrasi Lo Belajar Lo ? ujar Sierra


" Aluna nggak Pernah ganggu gue belajar gue ? Ujar Sagara


" Oh iya " tanya Sierra " iya bisa aja gitu Lo kan memang Pintar banget Tapi hati Lo apa Lo Tenang sekarang ? tanya Sierra membuat Sagara terdiam lagi Lo itu berkelas, Sagara Aluna Bukan Orang yang cocok sama Lo, "


Bukan hanya Sierra kakeknya juga berkata dengan maksud yang sama Di susulnya Neneknya yang bilang kalua Aluna itu Cewek urakan


" Memangnya Lo mau jalin hubungan sama orang kayak Aluna ? keluarga Lo pasti kecewa banget sebenarnya tanpa gue kasih tau pun harusnya udah tau gue aja yang orang luar tau gimana Perasaan mereka karena Lo sama Aluna,"


" Lo lihatnya gitu ? tanya Sagara


" iya lah " balas Sierra " Sekarang gini Lo itu udah di kalangan yang Paling bagus di sekolah Lo jadi anak donatur di sekolah Lo itu Cowok Pintar di sini Lo juga jarang bermasalah lahir di keluarga terpandang apa Lo harus merusak itu dengan Aluna ? tanya Sierra " Rela Lo menukar apa yang Lo punya sekarang Cuma buat Cewek kayak Aluna ? Gue yakin Lo nggak rela kenapa Karena Lo hidup di dunia kayak gitu dari kecil waluapun Lo nggak Pamer tapi Lo nggak bakal bisa lepas Sagara karena Lo di Didik dengan Cara kayak gitu ? Ujar Sierra " Lagi Pula apa sih yang Lihat dari Aluna ? memang menarik Dia Cantik sih apa kata Lo Cantik aja nggak cukup kan ? dia juga childish kekanak-kanakan Lo tau juga kan ?


" iya dia memang Childish " Ujar Sagara


Aluna memutar balikkan tubuhnya ketika berbalik ia melihat Kevin ujung tangga yang sedang memperhatikannya


" Aluna ? kenapa ? Panggilan Kevin membuat Sagara dan Sierra menoleh


Aluna menggeleng turun dari tangga Hal yang membuat tubuh Sagara langsung bersentak dan bereaksi Cowok itu keluar dari kelas pergi meninggalkan Sierra tanpa kata-kata untuk mengejar Aluna lewat tangga lain namun Kevin sudah keburu menghampiri Sagara dan menarik kemeja sekolah Sagara


" Lo apain Aluna ? tanya Kevin dengan nada marah kedua tangannya mencengkram kerah kemeja Sagara " Lo apain Aluna " tanyanya kasar " Muka doang Lo polos tapi ternyata Lo berengsek juga Lo ? Ujar kevin


" Bisa lepasin Gue Nggak ? tanya Sagara baik-baik


" Lo apain Aluna gue tanya Budeg Lo ? tanya Kevin semakin kasar


" Urusan Pribadi Gue sama Aluna bukan urusan Lo ? ujar Sagara


" Urusan Gue lah karena Lo Udah nyakitin Cewek yang Gue suka ? Ujar Kevin yang langsung di hajar Sagara tepat di wajahnya. hal yang membuat Kevin jatuh tersungkur ke bawah Cowok itu menatap Sagara,lalu berdiri dan berderap memukul untuk Sagara Hingga aksi pukul-memukul di lorong atas Kevin membalas Sagara dengan keras Namun Sagara jauh membalasnya dengan Pukulan yang suaranya terdengar begitu sakit dan kasar Sagara tidak Terima karena ada seorang laki-laki berkata di depan wajahnya bahwa ia menyukai pacarnya Sagara Sangat tidak bisa ia terima


Sierra yang masih ada di dalam kelas ketakutan keluar ia pun takut untuk melerai keduanya Sementara Sagara gelap mata Cowok itu terus memukul kevin tanpa memberi jeda sedikit pun


" UDAH, UDAH JANGAN BERANTEM UDAH ? lerai Sierra begitu kevin terlentang di lantai dan Sagara ada di atasnya


" kalua masih Gue denger Lo suka sama Cewek gue nggak akan Pernah kasih ampun Lo ? ujar Sagara lalu berdiri


Sagara keluar dari ruangan guru setelah banyak mendengar Ceramah dia benar memang salah dia mengakuinya Sementara kevin yang sama juga keluar langsung mendorong paksa Sagara agar menyingkir dari jalanya membuat Sagara menoleh namun Cowok itu pergi begitu saja Sekarang kevin bukanlah hal terpenting baginya Cowok itu harus menemui Aluna memastikan perempuan itu sedang baik-baik saja


" Ngapain Lo ke sini ? udah puas Cuekin sahabat gue ? tanya Amanda pada Sagara Amanda adakah tempat Aluna bercerita Namun Amanda jadi tidak tega melihat Sagara yang tampak kusut dan juga babak belur


" Aluna ada ? tanya Sagara


" ada kali ? jawab Amanda tidak bersahabat


" Boleh gue masuk ke dalam ? tanya Sagara


" Masuk aja sana siapa yang juga yang Peduli ? Lo kan anak donatur sekolah ini anak kesayangan semua orang nggak mungkin ada yang Protes ? jawab Amanda sarkastis


" Gue Cuma di sini mau ketemu sama Aluna bukan mau berantem sama Lo Ngerti ? ujar Sagara


" Gerr Lo siapa juga yang mau berantem sama Lo ? jangan mentang-mentang ganteng, Pintar anak Orang kaya Lo merasa kalau gue mau berantem sama Lo Buang-buang waktu aja ? ujar Amanda


Sagara menerimanya Dari gelagat cara berbicara Amanda sudah tahu apa yang Sagara lakukan pada Aluna di Belakangan ini rasa bersalah itu langsung merayap di hati Sagara


" kalau ke sini Lo Cuma mau nyakitin Aluna mending nggak usah balik sana ke kelas Lo ? Ujar Amanda


" Sebentar aja Amanda ? pinta Sagara


Sagara masuk ke dalam kelas IPS XII 3 Aluna yang sedang duduk sendirian sambil melamun menatap jendela di sebelah kirinya


" Aluna di Cariin Pacar Lo ini ? ucap Doni


Aluna yang sibuk melamun Pun menoleh dengan Cepat yang benar saja Sagara menghampirinya ke bangku yang membuat satu kelas heboh Karenanya


Sagara yang duduk di bangku Aluna mengabaikan Perkataan teman-teman sekelas Aluna Hal yang pertama Aluna sekarang adalah Sagara sedang babak belur di wajahnya Di dahi bagian pelipis dan sudut bibirnya


Tapi berada sedekat ini saja Sagara, Aluna sudah merasa ada jarak yang terbentang di antara mereka sesuatu yang asing, Canggung dan juga terasa yang berbeda di antara keduanya


" aku mau ngomong di luar mau ? tanya Sagara Pada Aluna


" kenapa diam ? Nggak jadi ? Ya udah aku keluar ? Ujar Aluna namun Sagara menghentikan langkahnya Cowok itu menarik tangan Aluna membuat Aluna berani menatap kedua mata Sagara perlahan Aluna melepaskan tangan Sagara hal yang membuat Sagara tahu Aluna tidak mau ia sentuh lagi


" Aku sama Sierra ... "


" Belajar ? Potong Aluna " Belajar kan "


Sagara termenung merasa bersalah mendengar suara Aluna saat ini


" iya belajar ? ujar Sagara


Aluna tertawa mendengarnya tawa yang membuat Sagara sadar kalau Cewek itu sedang mengejeknya


" Belajar Tapi Pegang-pegangan gitu ya ? belajarnya sampai sayang-sayangnya Jangan-jangan di belakang aku selama ini kalian terus kayak gitu ya ? ujar Aluna


Sagara menatapnya datar " aku nggak Pernah kayak gitu Aluna, "


" aku nggak tau harus percaya yang mana ? ujar Aluna Sorot kecewa membayang di kedua matanya yang bening " jadi iri kamu mesra banget sama dia serasi ? sindir Aluna tepat di depan wajah Sagara


" Nggak gitu Aluna "


" Terus apa kalau nggak gitu ? Bukan sekali Sagara Tapi berkali-kali aku kan udah bilang di surat waktu itu kalau kamu nyamannya sama orang lain ya udah nggak usah sama aku lagi itu,kan hak kamu mau siapa bebas, "


" kenapa kamu ngomong kayak gitu " tanya Sagara


" Pikir sendirilah ? balas Aluna pada Sagara


" Aluna ? Sagara memanggilnya dan hendak kembali mengambil tangan perempuan itu namun Aluna menjauh menarik nafas meredam segala perasaannya dia tidak boleh mudah luluh begitu saja karena Sagara


" aku memang aku sebanding sama kamu aku nggak Pintar malas iya malu-maluin iya Nggak jelas, suka teriak-teriak bikin kamu malu aku memang Cantik doang terus masalahnya di mana ? Memang salah aku kayak gitu ? Memang aku minta sama Tuhan kalua aku dilahirin kayak gitu,"


" Aluna Tenang "


" Iya memang benar kata kamu kata Sierra kata orang-orang semuanya pojokin aku sementara aku sendiri nggak tau salah aku apa di mana aku paksa kamu buat ngomong kamu nggak mau Oke aku menghargai kamu aku nggak hubungi kamu, nggak kasih kamu kabar nggak tanya-tanya Apalagi cari-cari kamu senang ya kamu nggak hubungi aku ? tenang iya jelas tenang kan aku sama Sierra ? ujar Aluna


Sagara tetap diam Cowok itu menutup mulutnya namun berusaha mendekati Aluna yang semakin ingin jauh darinya


" ini uang ? Ujar Aluna " Buat bayar hadiah kamu waktu itu "


" Nggak usah ? tolak Sagara baik-baik


" iya nggak usah tapi kamu tau nggak kalua banyak anak-anak sini mengiranya aku pacaran sama kamu karena uang ? karena kamu punya sesuatu pernah nggak Kamu tempatkan diri ada di posisi aku ? kamu nggak mungkin di gituin orang karena kamu Cowok dan punya segalanya Sementara aku selalu kena aku hargai Orang yang mau menilai aku apa itu apa Tapi kamu juga sama aja Pernah aku Ceritain hal yang kayak gini sama aku kalau aku Cerita juga Paling kamu nggak mau tau ? ujar Aluna


" aku bukan Orang yang Kayak gitu Aluna ? ujar Aluna masih berdiri kaku


" jujur sama aku kamu Suka sama Sierra ? tanya Aluna


" aku sukanya kamu ? balas Sagara


Aluna memalingkan wajah Dia harus menekan segala keinginannya di setiap kata-kata yang keluar dari mulutnya sendiri pun menyakiti hatinya


" jangan kayak gini Aluna ? ujar Sagara


Namun Aluna tidak bisa Cewek itu menggeleng pelan " Udah selesaikan ngomongnya ? aku Pergi dulu ? ujar Aluna


Namun sekali lagi Sagara tidak memberinya kesempatan " mau ke mana ? tanya Sagara tatapannya masih menajam karena Aluna mau pergi begitu saja " Bicarain sampai selesai,"


" Gimana mau ngomong ? ujar Aluna tiba-tiba lepas kendali " kamu aja diam menutupi semuanya kamu ngerti Nggak sih kalua aku mau Cerita sama kamu ? ujar Aluna " Terus apa gunanya aku jadi pacar kamu kalau kayak gini ? berarti kamu doang kan ? aku nggak pernah bisa bantu kamu Gitu,kan ? aku itu nggak kayak kamu Sagara aku pernah bisa menebak apa yang lagi kamu pikirin kemarin, Sekarang apa lagi Nanti untuk berbagai sama aku aja kamu nggak bisa ? Ujar Aluna


" iya memang aku bisa Aluna ? Ujar Sagara Dari dulu aku hidup sendiri menampung semua masalah ku sendiri aku nggak bisa berbagai masalah sama kamu itu jelas bukan aku ? ujar Sagara


" iya terus buat apa kita Pacaran kalau kamu kayak gini ? Buat apa kita Pacaran kalua kamu Juga dekatnya sama Cewek lain ketimbang sama aku yang pacar kamu ? tanya Aluna


" aku sama dia belajar " Ujar Sagara tidak mau kalah


" aku terima alasannya Belajar aku nggak bakal larang Tapi tadi yang aku liat apa itu yang harus aku sebut Belajar ? Belajar apaan kayak gitu ? Belajar selingkuh ? Baru aku jauh sebentar, kamu sama dia berani Kayak gitu di belakang aku, itu kan maksud kamu arti belajar


" ALUNA " bentak Sagara hingga membuat Aluna Terkejut Karenanya Cowok itu terlihat sangat marah saat ini sorot matanya berubah Dingin Napasnya berubah Cepat dengan Dada naik-turun " Kamu nggak ngerti ? aku mau lomba aku butuh Sierra karena kami Partner. Bagaimana Pun Sierra dia Tetap partner lomba aku dari dulu sampai sekarang, jauh sebelum kita kayak sekarang selain kamu nggak Pintar kamu juga Egois Aluna ? ujar Sagara


Aluna mengerjapkan matanya pandangan berubah redup keduanya terdiam berusaha berpikir jernih namun tidak bisa pada dasarnya mereka tetaplah remaja yang masih berumur delapan belas tahun


" Iya aku memang Egois ? Ujar Aluna bernada keras " aku memang mengusahakan banyak cara biar kita bisa bareng-bareng Kayak sekarang,"


" Tapi aku nggak Pernah minta Aluna kamu tau sendiri aku nggak Pernah minta ? ujar Sagara


Aluna terdiam lama mendengarnya " iya benar ? balas Aluna " Bagi kamu pasti Gampang mendapatkan Cewek seperti aku ? tanya Aluna mendongak menatap Sagara Namun justru Sagara merasa sakit sekujur tubuhnya saat mata Aluna memandangnya


" iya ? balas Sagara Dingin " Nggak Cuma kamu ? balas Sagara


" Harusnya aku tau ? Aluna lalu tertawa tawa yang terdengar sedih dan lirih " Bego iya aku nggak sadar-sadar ? Udah di kasih kesempatan ini dan itu sama kamu tapi masih aja mau lebih nggak tahu diri ya namanya atau apa ? aku nggak ngerti aku kan nggak pintar ? Ujar Aluna kembali merendahkan dirinya sendiri


Sagara mengepalkan kedua tangannya menahan gejolak dalam dirinya saat mendengar kata-kata Aluna


" Iya memang kamu nggak tau diri ? ujar Sagara


" Tapi kamu harus tau Sagara aku nggak Pernah memanfaatkan kamu aku pernah incar kamu dari segi sana aku benar benar tulus sayang sama kamu apa kamu nggak bisa lihat itu dari aku ? tanya Aluna " aku memang nggak seperti apa yang kamu mau Tapi rasa sayang aku sama kamu itu tulus ? ujar Aluna


Sagara sangat kalut Cowok itu sudah kalah untuk urusan satu ini Aluna memang sangat unggul kalau tulus adalah kata yang ia dapatkan dari Matahari Aluna Sagara sudah menyakiti hati Aluna Tapi kenapa perempuan masih saja selalu ada untuknya ?