Kisah Untuk Sagara & Angkasa

Kisah Untuk Sagara & Angkasa
BAB 112 SURAT BULAN


"


..." Apa lagi, " tanya Angkasa tak sabar saat Bulan menyuruh laki-laki itu menemuinya di lorong atas sekolaKenapa Cuma diem, " Tanya Angkasa Pada Bulan " Gue Gak Punya banyak waktu buat nunggu Lo Lo ngomong sekarang, Bulan," Ujar Angkas Lagi sibuk banget ya, " Tanya Bulan Masih berusaha sabarlau gak ada yang Penting-penting banget lebih baik jangan sekarang gue harus Pergi sama temen-temen gue," Ujar Angkasa, Nadanya masih marah-marahama temen-temen kamu atau sama kinan, " Ujar Bulngan mulai Bulan aku gak mau berantem sama kamu lagi, " Ujar Angkasa terdengar kasar. Cowok itu membuang muka ke sampin Dia cuma ikut. Gak ada yang Perlu Lo Cemburuin sekarang, "amu ternyata egois banget ya saking egoisnya kamu sampai lupa sama aku. Aku gak boleh tanya kalau kamu deket sama Kinan. sementara kamu selalu marah kalau aku deket sama cowok lain Mau kamu apa sih Angkasa, " Tanya Bulan jengaue mau Pergi, " Ujar Angkasa mencapai tanggaiat sekarang ? Kamu Pergi Dasar Pengecut, " umpat Bulan berani membuat Angkasa terkejgkasa mengembuskan napas Panjang Mengejar Bulan yang berjalan Pergi menjauhinyaegitu aja marah, " Ujar Angkasa menghadang Bulan lalu memeluk Perempuan dak menjawab. perempuan itu hanya diam. Namun rasanya lebih sakit saat orang kamu sayang ada di dekatmu tapi hatinya memang bukan untukmo lagi di mana, " Tanya Angkasa Pada Bulan dari telpon Hari ini Angkasa menghubunginya karena tiba-tiba merasa gelisah. Cowok itu baru saja tiba di rumah keadaannya sangat gelap dan sangat sepi Rumah ini seperti tidak ada Penghuninya...


" Lagi di rumah, Emangnya kenapa Angkasa, " balas Bulan


Angkasa tidak membalas lagi. Cowok itu mematikan ponselnya. Angkasa bahkan baru sadar bahwa ia sedang dibohongi lagi. Cowok itu selalu menjemput atau menurunkan Bulan di depan jalan. jauh dari rumah Bulan itu adalah Permintaan Perempuan itu meski kadang Angkasa menolak. Angkasa memperhatikan papan yang ada di gerbang rumah Bulan


...RUMAH INI DI SITA BANK...


...••••...


" Cowok Lo tuh lagi sama Kinan, " Ucap Mika ketika keluar kelas. Mika sedang memperhatikan Angkasa dan Mika yang mendukung Sagara yang sedang bermain basket


" Duduk berdua-duaan gitu. Enggak malu apa si Kinan di katain ngerebut Cowok Lo, " Tanya Mika


" Bulan, Lo kenapa diem aja, "


" Kenapa Mika, "


" Udah biarin aja, " Bulan hendak masuk kelas lagi namun Mika menghadangnya


" Kenapa Lo cuma diem setiap Angkasa kayak gitu, "


" Lo gak mau samperin mereka, "Kenapa Lo gak langsung marah ke mereka ? Kenapa Lo cuma diem aja di saat-saat Kayak gini,Bulan terdiam lama lalu menatap kedua mata Mika Penuh luka, " Karena gue tau. Bukan Kinan yang ngerebut Angkasa tapi Angkasa yang nyari Kinan. Gue bisa apa mika ? Dia kayak gitu karena gue kesalahan gue jalan sama Dirga. Angkasa itu lebih nyaman Sama Kinan daripada sama gue itu semua kesalahan gue, mika" Tapi Bulan, "Tapi gue percaya sama Angkasa. Dia Pasti balik ke gue lagi, Nanti " Ujar Bulan. Namun entah kenapa kata-kata itu membuat Angkasa duduk di Tribune lapangan yang ada di dalam gedung. Paling atas sedikit gelap dan juga menyendiri Cowok itu menghela nafas berat karena tadi sempat melihat Bulan memperhatikannya dengan Kinan Perempuan itu Pasti sangat terluka sekarang. Sudah beberapa kali Angkasa menyakiti hatinya ? mengambil surat di saku celananya. surat ini belum sempat Angkasa baca ketika membukanya dan melihat ada nama Bulan. Angkasa semakin diam jantungnya jadi berdebar-debar. Nama Bulan selalu berhasil membuatnya lupa diri. karena Bulan adalah Perempuan yang Pertama yang mengenalkan Angkasa tentang jatuh cinta dan Patah hati


...••••...


...ingatlah selalu. jika kamu mencari orang Pernah menjadi orang sombong. sesuatu yang tampak kecil bagimu mungkin sangat berarti besar bagi orang lain...


...Kamu adalah kata yang sulit kuurai. Di matamu yang sangat teduh saat menatapku kamu adalah segenap asa yang ku miliku. Meski kamu telah berpaling dariku...


...jaga selalu hatimu. Dari orang yang masih menunggu maafmu...


Angkasa bergegas keluar dari lapangan untuk mencari Bulan namun yang Angkasa dapatkan justru Pemandangan ketika Cakra dan Bulan Tampak bersama laki-laki itu sedang tertawa berhasil membuat Bulan tersipu malu