
...•••...
Cewek ini memang harus digalakin kalau cara halus tidak bisa. berarti cara keras jalan lainngkasa kenapa sih Orang kan dia duluan Aku Cuma mau ketemu sama Amanda," ujar Kinan Padagkasa mengerutkan keningnya, " Lo Temenan sama Kinan ? Temennya Bulan bukan Lo, " Tanya Angkasa Pada Amsama Kinan satu SMP dulu Udah kenal dari lama, " Ujar Amanda membela dirinya sendiri, " Lagian emang Bulan duluan. Tadi Bulan nanya ke Kinan ngapain ke kelas ini. Terus Kinan marah karena dia Pikir Bulan enggak suka, "
" Bukannya gue enggak suka. Gue cuma nanya karena dia sengaja lewatin bangku gue sambil nendang, " Ucap Bulan, " Kalau di Pikir-pikir ngapain juga gue marah Gak ada untungnya sama sekali Gue bukan anak kecil," Kata Bulan
" Sekarang gue jadi Percaya ungkapan enggak tau balas budi. Bulan sering baik sama Lo tapi yang Lo lakuin malah jauhin dia. Gak nganggep dia temen setelah dia Jatuh. Dia saat dia butuh Lo, Lo gak ada Temenan sama dia biar bisa deket sama temen-temen gue ? Tanya Angkasa membuat Amanda diam, terkejut
" Gue tau Amanda. Lo sering manfaatin Bulan kan nanya-nanya kenapa Leo enggak balesin chat Lo ? Gue tau Mana mungkin gue gak tau tentang cewek gue,o juga Kinan. ini ribut terakhir Gue gak mau denger Lo ribut lagi Gue gak mau belain Lo lagi, " Ucap Angkasa Pada Kinan, " Dan jangan ganggu hubungan gue sama Bulan Lo gak apa-apa," Cowok itu mendadak datang dari Pintu menuju Bulan namun Angkasa menghalangi tubuh cowok itu agar tidak mendekat Pada Bulamine. And it's not your business," Ucap Angkasa
...Panggil Dylan Pada Angkasa dan Bulan baru saja datani berikutnya setelah kejadian itu semua orang berkumpul di lapangan sekolah Bazar itu diadakan di lapangan SMA Arwaau akur kayak gini kan adem liatnya," goda Bima Pada Angkasa dan Bulan ketika sampai membuat Bulan tersenyum malu Pada cowok itu...
" Kalau gak akur-akur juga yaudah Putus aja terus Bulan buat gue. Gue siap tampung cewek sebaik Bulan, " Ujar Dylan
" Enak aja, " sergah Angkasa, " Udah sana Lo cari cewek. Banyak cewek malem ini Dari sekolah lain tuh banyak yang bule Cari yang bule sana Lan. mengubah keturunan, " Kata Angkasa
" inget Lan Pake Parfum yang Lo simpen dikantong Lo, " Ucap Leo mengingatkan
" Parfum adalah jimat, " Kata Bima
" Parfum Pelet, " Cetus Leo asal-asalan
" Gak ah gue mau godain Loli. kayaknya dia gak ikut ya Bulan, " tanya Dylan Pada Bulan
" Enggak kayanya soal gue udah gak begitu deket sama Loli semenjak gue kayak gini, " Ucap Bulan
" Lo gimana sih Lan kan satu kelas kecuali si mika musuhin si Bulan, " Kata Bima
" Udah gak apa-apa Bulan kan masih ada kita-kita yang mau temenan sama Lo, " Ucap Bima menggebu-gebu
di saat Angkasa dan Bulan tiba di atas Panggung
tiba-tiba lampu taman semua mati, semua di sana kaget Mencari Teman-temannya dan menyalakan flash handphone. tapi kemudian ada suara meminta mereka untu,k tetap tenang. dan tetap berada di tempatnya, selain itu mereka meminta Semuanya mematikan flash handphone. karena ini adalah termasuk rangkaian acara
Setelah ada Pemberitahuan itu barulah semuanya tenang. tak lama dari sana munculah dua Angkasa yang berasal dari lampu sorot yang menerangi dua Orang di atas Panggung Dua Orang itu adalah Bulan dan Angkasa. Namun setelah beberapa lama lampu sorot itu digantikan dengan Cahaya lilin elektrik menerangi keduanyasebuah lagu terdengar halus Tapi Bulan tidak bisa fokus. Bulan merasa Angkasa sedang bergerak Cowok itu melingkarkan kedua tangannya dari belakang leher Bulan. Membuat Perempuan itu seketika meremang karena wajah cowok itu berada di bahu dekat wajahnya
...••••...
" Ajak Kinan Pulang. orangtuanya nyariin dia. Dia bilang Pergi sama kamu, " suara kakeknya terdengar di telepon. Angkasa Terdiam mencerna Semuanya lalu mengeram tapi cowok itu tetap pergi menjauh dari Bulan agar Perempuan itu tidak dengar Pembicaraannya. Hubungannya kali sudah membaik. Angkasa tidak mau merusaknya
" Kinan udah besar. Dia bisa Pulang sendiri, " kata Angkasa
" Angkasa kamu yang sopan,"
" iya kek, Angkasa anter Pulang," kata Angkasa menyerah tidak mau bertengkar Cowok itu dengan sebal menutup sambungannya. Lalu Dylan menepuk pundak Angkasa Dylan habis dari kamar mandi dan tidak sengaja mendengar apa yang dikatakan Angkasa dari telepon
" Bilang aja sama Bulan. Dia Pasti ngerti Nanti gue yang anter Bulan Pulang sama anak-anak, " Ucap Dylan Pada Angkasa
" Dia Pasti kecewa Kalau gue Pulang sama kinan, " Ucap Angkasa
" Buat Sekarang turutin dulu maunya tuh cewek, " ucap Dylan
" Tapi Lo bisa di Percaya kan, "
" Awas Lo macem-macemin Cewek gue," ucap Angkasa