Kisah Untuk Sagara & Angkasa

Kisah Untuk Sagara & Angkasa
BAB 113 JANJI


" Kalau gitu gue Pulang dulu kamu makan yang banyak ya Angkasa biar kamu Cepet sembuh Aku sayang kamu," Ujar Bulan


" Gue enggak bisa anterin Lo Pulang Gue udah naruh uang di atas Lo Nanti Lo Pake aja, " Ucap Angkasa


Bulan membuka tasnya dengan gusar mengeluarkan uang yang sudah ditaruh Angkasa Tapi yang Bulan lihat justru bukan hanya uang. Ada kotak jam di atasnya. kotak berwarna Putih bening itu membuat Bulan menatap Angkasa Dari mana Angkasa tahu Bulan ingin jam ini ? Padahal waktu di mall cowok itu sedang bersama Kinan


" Ambil dan Pulang, " Usir Angkasa, " Lo Pengin banget kan sama jam itu Udah gue beliin Cuma segitu Berapa pun Lo minta bisa gue beliin, "


Bulan meletakkan kotak jam dan yang diberikan Angkasa Padanya di atas meja. Perempuan itu berdiri kaku. di depan Angkasa. Perempuan itu mengambil tangan Angkasa lalu mengepalkannya. Memajukan kepalan itu Pada wajahnya


" Kenapa cuma mulut kamu aja yang berani Tangan kamu enggak, " Tanya Bulan Pada laki-laki itu


" Jangan nantangi gue, " Angkasa menarik tangannya dengan gusar


" Aku tau Angkasa kamu gak bakal melakukan sesuatu yang buruk sama aku. Cara kamu ngehukum aku itu bener-bener buat aku kehabisan cara supaya kamu bisa Maafin aku. aku harus gimana lagi, " Ujar Bulan. suaranya terdengar serak namun tak ada satu Pun tetes air mata


" Gue suruh Lo Pulang ya Pulang Lo denger gak, " Angkasa membentak membuat Bulan refleks


" Permisi, " suara itu membuat keduanya menoleh ke pintu. Melihat Kinan baru saja tiba di depan Pintu rumah Angkasa


" Angkasa Lo kenapa, " Tanya Kinan namun Angkasa tidak mengatakan apapun


Bulan mundur Perlahan. Perempuan itu mengambil tasnya kembali yang sempat ia lempar ke sofa lalu meninggalkan Keduanya tanpa mengucapkan apapun. Gerimis turun menyambutnya membuat seragam sekolahnya sedikit basah. Perempuan itu lantas berteduh di bawah Pos kosong dekat jalan lalu meneleponnya


" Halo Dylan ini Bulan. Bisa ke rumah Angkasa sekarang enggak Dia habis Berantem enggak tau sama siapa Pastiin dia makan sama istirahat Tolong jagain dia. jangan bilang tau dari gue Maaf udah repotin Lo Angkasa, "


...•••••...


" Gimana Bulan Masih mau bertahan sama Angkasa, " Ujar Kinan bersuara sumbang. Pagi ini Angkasa melihat Perempuan itu ada di depan kelasnya yang sedang sepi karena belum semua orang datang


" Masih dia kan Pacar gue, " Ujar Bulan


" Pacar yang gak Pernah dianggep Angkasa itu ya, " kata Kinan


" Mau dianggep atau enggak itu bukan Urusan Lo kan, " balas Bulan


" jamnya gue Pake. Di kasih Angkasa semalem, " Ujar Kinan memperlihatkan jam yang semalem di berikan Angkasa Pada Bulan, "Lebih cocok di gue daripada Lo, "


" Oh iya ? Kasian ya Lo. jadi yang kedua terus Pake barangnya Pun barang yang gue tolak, " Ujar Bulan membuat Kinan mendelik Padanya


" Lo emang cantik tapi sayang muka Lo gak secantik kelakuan Lo, " Ujar Bulan. Masih bersikap tenang namun Benar-benar menusuk


" Lo gak usah baru Lo itu Pacarnya Angkasa, Gue gak takut sama Lo, " hardik Kinan


" Sorry aja gue gak Pernah jadiin Angkasa itu tameng supaya orang-orang takut sama gue, " Kata Bulan, " Walau Angkasa ketua Geng sekali pun juga gue bakal terima dia apa adanya karena gue bukan lo. Gue gak Pernah liat Angkasa dari apa yang dia punya, " Skak mat. Kinan diam Perempuan dengan wajah oriental itu tampak marah dan tersinggung


" Angkasa lebih milih gue daripada Lo Relain aja dia buat gue, " Ujar Kinan


" Meskipun gue ngelepas Angkasa atau enggak. Lo gak akan pernah dapetin hatinya dia, " Ucap Bulan


" iya udah jangan nyesel nanti, " Ujar Kinan Pada Bulan. Perempuan dengan rambut cokelat itu meninggalkan Bulan yang sedang menatap kepergiannya jam itu benar-benar Angkasa berikan untuk Kinan. rasa kecewa langsung merangsek masuk ke dalam hati Bulan Entah kenapa kini Rasanya sangat sulit mempertahankan hubungan mereka


...Jadi selama apakah Angkasa benar-benar telah membencinya...


" Ada yang cari Lo tuh Angkasa, " ucap Dylan mengelap wajahnya dengan handuk kecil


" Siapa, " Angkasa masih lain-lain sambil minum air


" Tuh Pacar Lo, " Ujar Dylan membuat Angkasa langsung menoleh ke kanan Menemukan Bulan sedang berdiri jauh dari atas tribune sekolah, " Gak mau samperin ? Kalua enggak biar gue aja nih yang samperin, " goda Dylan


Ancaman bernada bercanda itu membuat Angkasa melirik Dylan dengan wajah datar Membuat cowok itu tertawa-tawa geli di tempatnya Dylan lalu melipat handuknya berniat mengambil baju Sekolahnya di loker sehabis latihan karate bersama Angkasa


" Kasihan tuh cewek Lo gituin terus maafinlah dia, " Ujar Dylan.


" jangan urus hidup Gue, Lan, " Ujar Angkasa. Dingin dan ketus


" Lo kalau dibilangin Ngeyel terus gue males ngasih taunya, " kata Dylan


" Entar kalau dia sama orang lain Lo sendiri yang marah. Lo dibaikin jangan ngelunjak Angkasa Nanti kalau dia kejam sama Lo. Lo yang tau rasa, " kata Dylan


" Udahlah gue mau samperin dia dulu, " Ujar Angkasa pada Dylan.


•••••


" Maaf ya Angkasa. Hari ini aku gak naruh apa-apa di laci meja kamu. aku cuma bawain kamu roti. kamu enggak marah kan, " Tanya Bulan Pada Angkasa ketika keduanya duduk di kursi Panjang yang memang ada di tribune atas


" Kenapa kamu diem aja Angkasa, "


" Lo bohong kan, " Pertanyaan itu membuat Bulan mengerjap matanya," setiap gue nganter Lo. Lo selalu minta turun di jalan atau Deket supermaket Rumah Lo Udah gak di sana kan, "


Pertanyaan Angkasa membuat Bulan seketika Panas dingin


" iya udah gue enggak tinggal di sana lagi, " Ucap Bulan


" Terus kenapa Lo bohongin gue lagi, Bulan " Tanya Angkasa, " Apa salahnya jujur sama gue, "


" aku minta maaf Angkasa, "


" minta maaf, terus ngelakuin kesalahan yang sama lagi apa untungnya, " kata Angkasa


" Sini buat gue kan, " Ujar Angkasa mengambil begitu saja roti yang di bawa Bulan membuat Perempuan itu mengangguk Pelan sama sekali tidak berani menatap kedua mata cowok itu


" Kenapa gak mau liatin gue apa lo Takut sama gue, " Ujar Angkasa membuat makin tidak mau menoleh kepadanya


Angkasa membuka Kemasannya membuat Bulan memperhatikan terus cowok itu


" Lo Udah makan ? Makan jangan Sampe gak makan, " Angkasa memberikannya Pada Bulan


" jangan bohong, " Ujar Angkasa


" Tapi kamu enggak marah kan sama aku, " Tanya Bulan


" Enggak, Bulan " ujar Angkasa


" Beneran kamu gak marah sama aku, " Tanya Bulan lagi


" Kalau gue marah. Udah dari tadi gue tinggalin lo, " Ujar Angkasa


" Tapi janji jangan marah lagi ya, " Pinta Bulan membuat Angkasa mengangguk


Perempuan itu mengambil alih tangan Angkasa. menatap wajah Angkasa sekali lagi Mematiskan bahwa laki-laki itu Benar-benar ada di sampingnya


" Gue sayang sama sama Lo Angkasa, " Kata Bulan


Angkasa hanya tersenyum


...••••...


Hari ini Angkasa mengajak Bulan Pulang bersama. Membuat Bulan senang bukan main Angkasa hari ini tidak seperti kemarin-kemarin. cowok itu lebih banyak diam menunggu Bulan berbicara. bahkan hanya menanggapi dengan biasa. Tidak ada lagi mengungkit-ungkit Cakra atau masalah yang sudah lewat. Cowok itu seperti melupakan kejadian yang telah terjadi di antara mereka


" Mana rumahnya, " Tanya Angkasa di balik helm


" itu di depan Angkasa. Gerbang warna hijau, " Ujar Bulan membuat Angkasa berhenti di depan rumah yang diberitahukan Bulan. kesan pertama Angkasa melihat rumahnya adalah sempit Lalu berikutnya menjadi cowok itu termenung Bagaimana bisa Bulan tinggal tempat seperti ini ?


" Gak mau masuk Angkasa, " Ujar Bulan


" Mau langsung Pulang aja, " Ujar Angkasa membuat wajah Bulan langsung berubah. Angkasa Pasti malu Perempuan itu mengerti dan tidak memaksa Angkasa untuk tinggal sebentar


" BULAN udah Pulang Lo, " suara bariton itu membuat Bulan menoleh ke belakang


" Itu siapa, " tanya Angkasa


" itu Pasti Bang Satya kamu jadi Pulang kan Pulang ya Angkasa, " sekarang jutsru Bulan mengusirnya, " Nanti kamu makin di hukum kalau gak Pulang tepat waktu, "


" WOI BULAN, "


" iya Bang tunggu sebentar, " balas Bulan dari sini


" Abang Lo kenapa kayak gitu, " Tanya Angkasa Penasaran


" Gak apa-apa kok Angkasa Biasa cuma manggil, " Ujar Bulan


" Manggil Lo kayak gitu suaranya lo Yakin, " Tanya Angkasa curiga


" Jangan Pernah Pengin tau atau kepo Udah sana Pulang, " suruh Bulan Angkasa benar-benar terkejut. Bulan jarang sekali bersikap seperti ini kepadanya. ketakutan itu tampak nyata di bola matanya


" Please Angkasa. jangan ketemu sama Bang Satya, " Ujar Bulan, " Kalau dia tidak tanya kita udah Putus atau gimana. Bilang aja kita udah Putus ya,"


" Lo bilang kita udah Putus sama dia," Angkasa benar-benar terkejut mendengarnya


" aku gak ada Pilihan lain. Aku gak mau Bang Satya Pinjem uang sama kamu itu satu-satunya cara biar dia gak ngontak kamu. aku minta tolong sama kamu langsung Pulang aja, " Ujar Bulan mendorong Angkasa agar mau Pergi dari rumahnya


" kenapa Lo gak bilang awal sama gue,"


" Gimana bisa aku bilang sama Kamu kalau kamu aja gak Percaya sama aku Gimana bisa aku bilang ke kamu kalua kamu aja ngejauhin aku persis sama apa yang dilakuin sama temen-temen aku Angkasa " Ujar Bulan, " Aku cuma punya kamu sebagai Pilihan terakhir aku. Tapi kamu juga justru ngejauhin aku. Pergi gitu aja tanpa pernah mau tau gimana keadaan aku. kamu Pikir mudah bilang semua ini sama kamu, "


" Lo tau Bulan, kadang-kadang gue ngerasa gak pernah kenal Lo, " Ujar Angkasa menatap Bulan tak percaya


" Masuk Bulan, " suara Satya membuat persiteruan keduanya terhenti


" Enggak Bang. Bulan bakalan ikut sama gue, " Ujar Angkasa membuat Perempuan itu refleks bersembunyi di belakang tubuh Angkasa. Cowok itu sudah berdiri di depan Satya


" Jangan sok jagoan Lo Angkasa. Gue ini Abangnya, " Ujar Satya. Angkasa mendorong tubuh Satya agar mundur lalu memakai helmnya dan menyuruh Bulan naik ke atas motornya


" Bulan masuk, " Ujar Satya


Bulan tidak mau turun dan membuat Angkasa pergi dari sana. mengajaknya ikut serta. Perempuan itu hanya diam kepalanya bersender di punggung Angkasa kedua tangannya melingkar di Pinggang cowok itu menikmati angin yang menerbangkan rambutnya


" Maaf Angkasa. kalau aku selalu Ngerepotin kamu terus, "gumam Bulan Pada Angkasa " Tapi aku janji untuk gak bergantung sama kamu terus kalua seandainya kita gak bakal sama-sama ke depannya janji ya jangan lupain aku ya, "


...••••...


Cast visual


...KINAN...



...MIKA...



...BULAN...



...CAKRA...



...ANGKASA...