Kisah Untuk Sagara & Angkasa

Kisah Untuk Sagara & Angkasa
BAB 88 Berita mengejutkan


sedang menggoda Bima yang memperhatikan wajah kesalnya. saat Bima memilih duduk menjauh, Pandangan Kirana Tertuju kepada Bulan dan Angkasa


" Cieee Angkasa makin lengket aja nih sama Bulan, " Tanya Roni di tempatnya setelah melihat Angkasa dan Bulan duduk di meja dekat Pintu kantin yang jauh dari meja anak-anak Tiger, " kayak lem sama perangko aja nihh, "


Bulan semakin merunduk, menutupi sebisa mungkin wajahnya dengan rambut agar tidak banyak yang menatapnya Penasaran. Bagaimana bisa tenang kalau satu sekolah sedang membicarakanya ?


" Berisik banget sih Lo Mending Lo Pesenin gue makan, "


" Tapi traktir gue nanti ya, Angkasa, "


" iya Gue traktir, " Angkasa menjawab Tanpa Pikir-pikir lebih dulu, " Dua air minum sama nasi, "


Roni terlihat berdiri. Memesan buat Angkasa dan Bulan Sementara Bulan. beruntung karena duduk berhadapan dengan Angkasa sehingga ia memungungi Teman-temannya


Pandangan Bulan Tertuju Pada Pintu dan melihat David kemudian laki-laki itu menghampirinya setelah melihat keadaan Perempuan itu


" Lo enggak apa-apa kan, Bulan, " Tanya David. ia tidak Peduli sama sekali dengan keberadaan Angkasa di sampingnya. Bulan menatap Angkasa lalu beralih kepada David lagi


" Gue enggak apa-apa kok, "


David menarik lengan jaket Angkasa agar cowok itu berdiri. Angkasa berdiri dengan tampang biasa saja, menunggu David yang siap memarahinya. Cowok itu terlihat sangat marah. Berita itu juga Pasti sampai ke telinganya


" Gue Peringatin Lo. Lo sama Geng Tiger Lo emang terkenal di sini. Tapi ini sekolah. Tempat buat belajar Bukan buat Tawuran Gue enggak bakalan ngasih izin Bulan sama Lo lagi, "


" Siapa Lo, ? Pacarnya Bulan, ? Enggak kan, " tanya Angkasa masih tenang. Bulan bimbang antara menahan David atau Angkasa Perempuan itu sudah berdiri, tetapi dia memilih menahan David karena ekspresi di wajah Cowok itu sudah menandakan tanda bahaya


" Udah David, " Bulan Berbisik kepadanya. ia semakin banyak berita yang tidak ingi ia dengar di sekolah ini. Gerakan impulsif Bulan menarik David membuat Angkasa terus memperhatikannya


Dylan dan Bima menghampiri mereka. Dylan mendorong David agar mundur dari Angkasa


" Udah Bro, Udah kejadian jangan Pernah Lo nyalahin Angkasa kami juga salah Gue sebagai Perwakilan Tiger minta maaf sama Bulan dan Lo Karena kejadian kemarin. Gue bakalan Pastiin Rio bakalan minta maaf sama Bulan juga, "


" Halah Lo Pikir maaf bisa ngembaliin nama Bulan jadi baik bagus lagi, " Tanya David semakin emosi. Cowok itu mengedarkan Pandangan, " Lo lihat semua murid-murid arwana Pada ngomongin Bulan "


" Oke bro Gue tahu Lo marah. Tenang aja kita Pasti nggak bakalan diem aja, "


" Bener David, Gue sama Dylan Pasti bakalan buat Rio minta maaf sama Bulan, segera mungkin " jackie mencoba berbicara agar David tidak salah paham


" Halah enggak guna Lo semua !" David tidak mau mendengarkan Cowok itu menarik tangan Bulan, tetapi Angkasa menghalanginya


" Bisa enggak Lo jangan kasar sama cewek kenapa Lo segininya sama Bulan," Tanya Angkasa


David menatapnya dengan wajah datar. Rahangnya mengeras Tekadnya untuk membawa Bulan Pergi dari sini Benar-benar besar


" Karena gue suka sama dia ngerti. dia bakalan lebih aman sama gue ketimbang sama Lo, "


David menghindarinya. ia membawa Bulan Pergi Jauh dari sana. Bulan mencoba melepaskan tangannya, tetapi David tidak mengizinkannya. Teman-teman Angkasa memperhatikan cowok itu lalu tertuju kepada Angkasa


Namun, Angkasa malah membiarkannya Pergi dan tidak mengejarnya sama sekali


...••••...


" Lo Diapain sama mereka kemarin, " Tanya David saat mereka duduk di dekat kelas Bulan


" Jangan Tanya lagi, David Please, " kata Bulan


" Tapi Lo nggak di apa-apain kan sama mereka, "


" Enggak gue nggak di apa-apain sama mereka gue Cuma disekap aja sama anak-anak buahnya Rio, "


" Lo sama Angkasa balikan, " Pertanyaan itu sontak membuat Bulan diam


" Enggak, "


" Bulan, Gue suka sama Lo. Apa enggak kesempatan buat gue jadi milik Lo, "


Bulan terus menatap David ia sama sekali tidak mengira cowok itu menyatakan perasaannya di saat seperti ini. Cowok itu memandangnya teduh, Seolah ingin membuat Bulan tahu perasaannya


" Gue suka sama Lo, tapi kenapa Lo enggak Pernah bales Perasaan gue Apa sih yang bedain gue sama Angkasa Padahal gue Jauh lebih baik daripada dia. Angkasa tuh bukan cowok baik-baik Bulan, Lo tahu kan dia anaknya Kayak apa. Gimana kalau nanti dia nyakitin Lo lagi ? Gimana kalau dia ngajak Lo masuk ke Pergaulan bebasnya, "


Bulan Terkejut mendengarnya. ia tidak pernah terbayang olehnya bahwa Angkasa berkata seperti itu kepadanya


" kenapa Lo ngomong kayak gitu, " Bulan terlihat marah, " Angkasa enggak pernah ngajak gue ke pergaulan bebasnya. Dia bahkan jagain gue, "


" Tapi Bulan bener kan apa kata gue bahwa Angkasa itu orang yang enggak bener, "


" Gue kecewa banget sama Lo David, "


...•••••...


Setelah bel istirahat semua murid keluar kelas dengan perasaan menggebu karena Perut sudah di minta diisi, seperti biasa Angkasa, Dylan, Bima, jackie, Leo Sagara dan Roni akan keluar kelas untuk pergi ke kantin. Mereka semua baru saja memasukkan buku-buku ke tas masing-masing


" jadi ntar Pulang sekolah Lo sama Rio bakalan ketemu Rio buat Bahas tentang Bulan, " tanya Dylan kepada Angkasa


" Gue mau dia minta maaf sama Bulan, " Angkasa mengusap wajah, " Dan enggak ganggu tuh cewek lagi, "


Firasat Dylan bahwa Angkasa akan melepas Bulan dan tidak mau dia terkena masalah lebih banyak lagi memang benar. Terbukti dengan kalimat yang baru saja diucapkan Angkasa tadi


" Gue bakal bantuin Lo, Angkasa, " Angkasa menggaguk mendengar perkataan Dylan


" Gue juga, Angkasa, " kata Bima


lalu diikuti Roni, " Gue Juga Angkasa, "


" Gue Juga kok, Angkasa, " Ucap Leo dan Bima


" Gue juga, " Ujar Sagara


" Thanks Lo semua dukung gue, "


Saat mereka keluar kelas bersama-sama terdengar suara dari Pengeras suara. semua murid jadi mendengarkan dengan baik-baik Pemberitahuan apa yang keluar


" Panggilan untuk Angkasa Awan Aldinata dan Dylan aksara Saputra Agar segera datang ke ruang Sekolah terima kasih, "


kening Angkasa berkerut diikuti Dylan dan yang lainnya Mereka saling melempar muka tanda tanya. hanya Sagara yang diam Matanya memandang Pengeras suara yang ada di Pojok lorong sekolah


" Angkasa, Kan kenapa Lo berdua di Panggil kepsek ? Tanya jackie namun tak ada yang menyahut


" Sudah saatnya ? Sagara bertanya dalam hati. Pagi ini, ia mengetahui kabar bahwa The Calm di bubarkan