Kisah Untuk Sagara & Angkasa

Kisah Untuk Sagara & Angkasa
BAB 114 Salah Paham


" Kenapa Lo joget-joget kayak orang kesurupan gitu Bima, " Tanya Dylan Pada Bima


" Mana ada sembarangan Lo Lan ayan-ayan. Gue ini Lagi menjalankan tugas rahasia untuk memperbaiki hubungan Pak ketua sama Bu ketua Lo diem aja, " Ujar Bima


" Eh, Siaga satu, siaga satu Lo di mana Leo, " Ujar Bima menempatkan Ponselnya di depan muka


Jackie mendengus, " Si goblok Loudspeaker Lo hidup. Rahasia-rahasia segala anak SMA Arwana mana yang gak denger Lo ngomong siaga-siaga dari tadi, " Ujar jackie ketus


" Yaah kan bekelas dikit. Tugas rahasia antara gue sama Leo, " kekehnya


" Mana Sagara ? Tanya Dylan


" sama Angkasa dia. Tuh di dalem kelas, Kayak orang sariawan diem Mulu, " Ujar Jackie ketus


" Bentar lagi Bulan Pasti lewat sini, Mau gue cegat terus gue Palakin, " Kata Bima sambil tertawa membuat Dylan menatapnya tajam


" Sebelum Lo Palakin Bulan. Lo remuk sama gue duluan, " ancam Dylan mengepalkan dan meremas kedua tangannya seolah cowok itu sedang meremukkan sesuatu


" Sebelum Angkasa bertindak Dylan Udah bertindak duluan, " Ujar Roni, " Hati-hati aku Bang Bima, "


" Tangan kanan Tiger mah bedah, " Ujar Bima, " jadi Atut deh, " ujarnya lagi


" Dasar alay Mending sana Lo main mermed-mermedan sama Kirana di kelas, " Ujar Dylan


" Masa tuh Cewek nyemprotin parfum ke bangku gue ? Bener-bener Penghinaan banget, " seru Dylan


" Makannya Lo jadi Cowok yang bersih yang wangi. Percuma punya badan raksasa muka capek tapi bauknya ampek, "


" Eh Jackie nanti ke rumah gue bantuin gue nyiapin Persiapan camping sekolah nanti Lo ikut kan, " Tanya Dylan


" ikut lah demi menjaga Calon Pacar gue si Amanda, " Ujar jackie Semangat


" Calon Pacar Emangnya Amanda mau sama Lo, " Kata Dylan


" Pasti maulah, "


" Eh Siaga-siaga Leo aman gak di sana," Ucap Bima sambil berteriak Cowok itu bersembunyi di balik Pilar sementara Leo dengan enggak berdosanya bersembunyi di Pilar dengan Bima


" LO GAK USAH TERIAK-TERIAK TURI GAK PERLU PAKE HP PUN LEO PASTI DENGER SUARA LO, " Bima protes padanya


" UHUUYY BULAN Lewat aja nih Kok lesu gitu sih, " goda Bima langsung keluar dari Persembunyiannya ketika Bulan hendak melewati mereka semua Bulan sudah tidak Peduli Perempuan itu hanya memandang Bima dengan tatapan seperti bukan Bulan


" Wah Parah ini si Angkasa. DiPacarin dibaperin tapi ditinggalin Benar-benar laknat jiwa raga, " Ujar Leo di samping Bulan


" Seperti hidup tapi mati Gitu ya, " Celetuk Bima membuat Dylan menoyor kepalanya


" Ngomong Lo diatur dulu, " ujar Dylan Cowok itu menjauhkan Bima dari Bulan


" Bulan Lo mau ke kelas kita, " tanya Leo


" iya kok tahu, "


" Taulah Bulan. Mau ke mana lagi emang kalau lewat sini ? Ayo Bulan. Gue anterin," Ujar Dylan


" JANGAN BULAN ! DIA BELUM MANDI," Ujar Roni, " BAU, BAU, BAU "


Dylan tertawa, " Gue mandilah enak aja Lo kalau ngomong, "


" idih, " Ujar Bulan sambil tertawa sambil memperhatikan tampang Bima. merasa sangat terhibur Karenanya, " Mau cari Angkasa ada kan di kelas Apa dia gak di kelas, "


" Ada dong Bulan. Lagi ada di kelas ngomong sama Sagara Paling dia doang yang ngomong tapi Sagara diem," Ujar Dylan, " Ayo deh gue anterin Biar Lo gak diapa-apain sama Angkasa,"


" Enggak kok, gak bakal diapa-apain Emangnya Angkasa kayak gitu kan enggak, " Ujar Bulan membuat Dylan mengangguk membenarkan


" Lo kok bisa sih tahan sama Angkasa," Tanya Angkasa


" iya-iya bisalah, " Ujar Bulan


" Gue ini temenya Angkasa, Bulan Tapi gue enggak setuju dia gituin Lo kenapa gak Lo tinggalin aja dia, " Ujar Jackie mencoba memberi saran


" Namanya juga orang sayang, Jackie coba sekarang balik. Lo suka sama Amanda selama tiga tahun tapi gak dibales kenapa gak Lo tinggalin aja dia, " Ujar Dylan


" iya sih tapi kan masalahnya gue sama Angkasa itu beda. Yang ngejar Amanda itu gue Gue itu cowok Udah seharusnya cowok ngejar cewek. kalau masalah ini kan Bulan Yang ngejar-ngejar. Bulan kan cewek bukan cowok. Daripada buang-buang waktu itu sama orang yang salah mending kan cari orang yang tepat Bulan, " Ujar Jackie


" Ah Lo semua kenapa ? Gue sama Angkasa cuma marahan biasa aja Bukan masalah yang besar banget kok," Ujar Bulan sambil tertawa memb, kelima Cowok itu menatap Bulan, terpane memang tidak salah Angkasa mencari Bulan


" Lo yakin cuman marahan biasa doang Gimana kalau emang hatinya Angkasa bukan itu Lo lagi, " Ujar jackie menoleh kepadanya


" Kalau emang kayak gitu. Dia Pasti minta berhenti lama. Tapi buktinya sampai dua tahun ini gue sama Angkasa baik-baik aja sampai sekarang, " Kata Bulan


" Lo baik apa bego, " Celetuk Leo


" Leo " Tegur Bima membuat Leo menjadi diam


" Banyak orang bilang gue bego karena masih bertahan sama Angkasa ini kan Pilihan gue. Gue bukannya bodoh. Gue cuma mau nunjukin sama Angkasa. kalau gue gak seburuk yang orang-orang bilang Gue enggak seperti yang dia liat Urusan gue itu Privasi. Privasi antara gue sama Angkasa, " Ujar Bulan


" mantap betul Lo Bulan makanya Angkasa bisa suka sama Lo, " kata Bima


" WOI ANGKASA DICARI SAMA PACAR LO NIH, " teriak Dylan namun justru yang didapati mereka adalah Angkasa sedang duduk di bangku Dylan dengan Kinan sementara Sagara duduk di bangku lain. keduanya menoleh ke pintu Angkasa melihat Bulan dengan teman-temannya. Namun saat itu juga Bulan berbalik badan tidak mau melihat lebih banyak lagi. lebih baik tidak tahu daripada sakit hati.


padanya semuanya jadi berubah. Lalu kabar Retaknya hubungan Bulan dimanfaatin semua orang apalagi saat ini keluarganya telah hancur membuat seluruh orang rasanya membenci dan menjauhi Bulan seperti Bulan adalah orang yang tidak Pantas dapat teman


sejujurnya Bulan selalu merasa rendah ketika banyak orang yang mendekati Angkasa. Ada yang cantik, Pintar sampai primadona Rasanya Bulan tidak ada apa-apanya dibandingkan mereka. Pemikiran-pemikiran itu selalu menyiksa dalam kepalanya saat Angkasa lebih nyaman kepada perempuan lain


Bisakah Bulan melepas Angkasa nanti ketika Cowok benar-benar itu ingin Pergi dari hidupnya ?


" Kenapa nangis, " suara itu membuat Bulan makin tidak tahan


" Diapain sama temen-temen tadi, " Tanya laki-laki itu lagi. Namun bukan Angkasa melainkan Cakra, " Gue denger dari mika Lo diejek-ejek Tadi bener, " Tanyanya namun Bulan tidak menjawab.


seperti anak kecil Bulan mengangguk seolah mengadu kepada ayahnya, " Kalau aja bisa. Gue enggak pernah mau dijauhi sampe segininya. Gue mau keadaan baik-baik aja kayak dulu. ternyata enggak ada yang pernah temanan yang tulus sama gue bahkan pacar gue sekalipun Pergi " Ujar Bulan


" Di dunia ini memang enggak akan Pernah ada yang baik-baik aja Bulan Waktu selalu tepat. ada saatnya Lo di atas dan ada saatnya Lo di bawah jalanin aja semampu Lo, " Ujar Cakra


" Kenapa enggak ada yang Peduli sama gue kenapa semuanya gak ada yang mau temenan tulus sama gue setelah gue Jatuh kenapa mereka justru Pergi ninggalin gue bahkan ngaku Kalau gue ini bukan Temannya, " Tanya Bulan namun Cakra tidak menjawab


sementara Angkasa hanya mengintip dari celah Jendela sebelah. Angkasa memang Pengecut kalau sudah urusan Perasaannya


Beginikan cara Angkasa membalas kebaikan Bulan ? Mengucilkannya ?


jadi siapa yang sebenarnya yang tidak tahu balas Budi Angkasa atau Bulan