Kisah Untuk Sagara & Angkasa

Kisah Untuk Sagara & Angkasa
BAB 71 Peduli


" Lo ngemeng apa sih Bim ! jangan Pake Bahasa Bali Napa Bulan mana mengerti Bahasa Lo " Roni menoyor kepala Bima


" Sorry-sorry Abisnya gue gedeg banget sama Angkasa, " Kata Bima Kepada Roni sambil terkekeh, " Udah sana Bulan Lo ke kelas gue aja Samperin Angkasa Udah kayak singa lepas dari kandang aja tuh Orang, " Bima menyuruh Bulan


" Ngapain ? Gue sama dia kan enggak apa-apa, ".


" Tapi Lo suka sama dia kan ? iyain aja Udah biar Fast, Lo berdua tuh ada apa-apanya Lo Pake bilang enggak ada apa-apa Kasihan Angkasa Bulan. Udah lama nungguin Cinta lo Tapi enggak Lo bales juga, " Bima mencerocos karena Bulan ingin memprotesnya


Bulan merenung mendengarnya


" Cuma karena Angkasa nakal, Lo enggak mau sama dia Cuma karena dia ketua geng, ya ? Roni memperhatikan Bulan, " Gini ya Bulan cinta tuh enggak mandang status orang Bulan, Cinta tuh tulus dari dalam hati mau dia tukang kebon atau anak geng, Bulan, kalau Lo sama Angkasa sama-sama suka kenapa saling jauh-jauhan, " Roni mendadak bijak


" Yang deketin Angkasa tuh ada banyak Bulan bukan Cuma Lo aja Gue sering lihat Cewek-cewek Nge-chat dia Lo mah enggak usah capek-capek malah Angkasa yang Nge-chat Lo duluan kan,"


" Lo tuh seharusnya Beruntung Bulan, Angkasa enggak pernah suka sama cewek sampe kayak gini, " Kata Roni


" Kalua gue jadi lo, gue terima aja sih Angkasa jadi Pacar gue, "


" Lo kan Udah jadi kekasih gelap Angkasa, Ron ! Bima Terkekeh. ia menahan tawanya Karena diberi tatapan serius oleh Roni


" Ya udah segitu aja gue Curhat nya sama Lo gue sama Bima mau ke kelas,"


Bulan bingung tidak tahu harus melakukan apa setelah Bima dan Roni meninggalkannya sendiri


...••••...


Bulan sedang berteduh di bawah Pohon. Panas matahari sangat menusuk kulitnya. Perempuan yang sedang memperhatikan David menurunkan bendera di Temani Ricky dan Amanda itu tampak kepanasan Bulan mengipasi wajahnya dengan tangan. Karena ia merasa itu tidak cukup menghilangkan rasa Panas yang menyengat di kulitnya, Bulan menggunakan dasinya untuk mengipasi wajahnya. selain itu ia lapar, ia sama sekali belum makan sejak tadi, tetapi sebentar lagi akan masuk kelas


Dylan datang dengan kantung plastik merah kecil di tangannya di sebelah kiri ada satu botol minuman yang masih tersegel, " Bulan Nih buat Lo Dari Bos gue Kata dia Lo Punya Penyakit maag jadi Lo harus makan. Habisin jangan lupa Dia juga bilang jangan sok enggak mau makan makanan yang dia beliin," Dylan masih mengulurkan plastik itu kepada Bulan


Untuk sekejap, Bulan diam Angkasa ? Mata Bulan mencari-cari keberadaan Angkasa. Ternyata Angkasa sedang berdiri di lorong sekolah dan bersandar di tiang dekat tong sampah.


" Kok dia tahu gue emmm ? Bulan mengubah Kata-katanya, " Angkasa tahu gue Punya Penyakit mag, "


" Apa yang enggak Angkasa tahu tentang Lo, Bulan Dia sampe rela nyari tentang Lo, Biarpun Angkasa galak enggak pernah enggak peduli sama cewek yang dia suka Bulan,"


setelah Bulan melihat ke tiang lagi. Angkasa sudah tidak ada di sana.


...•••••...


" Hai Makasih ya, " Bulan memulai Pembicaraannya. Angkasa hanya membalasnya dengan gumaman meski sebenarnya ia ingin mendekati Bulan, Namun Angkasa tidak mungkin melakukannya sekarang apalagi dalam keadaan seperti ini


" Itu surat apa ? Bulan basa-basi meski ia sudah tahu


" Surat Panggilan buat orang tua gue Dua hari yang lalu gue kan bolos,"


" Ohh, " Bulan meneguk ludah karena merasa jantungnya berdetak, " Oh ya gue balikin nih uang Lo, " Bulan merogoh saku kemeja sekolahnya tetapi Angkasa langsung menyingkir dari depan ruang guru dan diam di sampingnya.


" Enggak usah dibalikin,"


" Kenapa ? Tanya Bulan Polos. ia masih menunggu Angkasa berbicara. Angkasa tidak tahu kalau Bulan sedang memancingnya agar bisa berkata-kata lebih banyak seperti dulu


" Enggak usah aja, " Angkasa melirik ke kiri lalu Kepada Bulan lagi, " Lo Udah makan kan, "


" Udah tadi di kelas, "


" Bagus deh, "


Setelah itu hening kembali


" Makasih ya, "


" Enggak usah Makasih lagi, Lo mau ngapain di ruang guru, " Kata Angkasa


" Mau ngambil buku-buku tugas di meja Bu Maya, " Angkasa menggaguk sambil memasukkan kertas yang sudah lipat di saku celananya


" Lo mau ke kelas, " Tanya Bulan


" Enggak, "


" Terus Lo Mau ke mana, "


" Gue mau bolos ke Cafe mau nyari Cewek, " Angkasa menjawab santai Bulan memelotot padanya. Bulan bahkan shock beberapa detik karena apa yang Angkasa ucapkan Kepadanya. Angkasa terkekeh melihat wajah Bulan lalu menggerakkan tangannya di atas kepala Bulan, membuat gerakan ke kanan kiri dengan cepat hingga poni Panjang Bulan berantakan dan sedikit menutupi wajahnya, " Bercanda kok Gue " katanya membuat wajah bulan memerah karena malu


" Lucu ya Orang kayak Lo bisa naklukin gue Padahal Lo itu biasa aja Enggak terlalu menarik apalagi cantik. Tapi kenapa ya gue malah bisa Jatuh Cinta sama Lo, "