Kisah Untuk Sagara & Angkasa

Kisah Untuk Sagara & Angkasa
BAB 34 MASA LALU


Penarkah kalian merasa sendirian Di dalam hidup ? atau hidup monoton tanpa harus melakukan apapun ? kadang Sagara ingin menjadi Orang yang bebas lepas tanpa memikirkan apa yang Orang-orang inginkan darinya Hidup seperti Remaja pada umumnya Hanya saja keadaan yang harus mengharuskan dia untuk selalu tampil sempurna di depan Orang lain selalu di paksa untuk jadi yang terbaik di depan keluarga besarnya


Sagara yang habis keluar dengan Aluna pun terkejut melihat kehadiran Kakek beserta neneknya di rumah sesuai janji Sagara sudah membelikan Aluna tas sebagai Permintaan maaf atas tindakannya yang kemarin Sagara adalah laki-laki yang penuh tanggung jawab sejak kecil Neneknya selalu mengajarinya agar bisa bertanggung jawab atas perbuatannya


" ke mana aja ? tanya kakeknya datar


" Pergi ? balas Sagara sama dinginnya


" Tangan kamu kenapa Sagara ? tanya Neneknya


" Nggak apa-apa nek ? jawab Sagara dengan nada lembut sambil menatap tangannya yang di Perban


" Oh Gitu sekarang kerjaan kamu sekarang kalau tinggal sendiri ? keluyuran ? Ujar kakeknya memarahi Sagara " keluyuran terus pasti sama pacar kamu kan Di biarin tinggal sendiri malah enggak tau berterima kasih bukannya malah belajar kamu malah keluyuran nggak jelas kamu lihat Brandon mario dan Gio mereka sibuk belajar sebagai yang paling bisa di antara saudara-saudara kamu, harusnya kamu juga belajar kayak mereka Cari hal-hal baru yang bisa membuat kakek bangga sama kamu Bukannya enak-enakan jalan terus udah di kasih fasilitas bisa les sana-sini sampai kebutuhan kamu kakek Penuhi tapi masih aja kosong belum ada apa-apa yang bisa kakek lihat ?


Begitulah hidup Sagara Terkurung Tidak bisa melakukan apa pun yang ia suka


" Pergi ke mana aja kamu ? tanya kakeknya ingin tahu


" Beli tas buat Aluna " ujar Sagara jujur Tidak menutup-nutupi kelemahan Sagara selalu terletak pada kejujurannya Bagi Sagara ketika sekali berbohong akan muncul kebohongan yang lain untuk menutupi kebohongan sebelumnya


" Baru Pacaran udah minta di beliin tas apalagi nanti kalau kamu terus sama dia ? ujar kakeknya,namun Sagara hanya bisa diam mendengar kata-kata sarkastis tersebut. kakeknya lalu menutup buku yang baru saja ia baca


" kamu duduk dulu Sagara ? Ujar neneknya


" kenapa Nenek sama Kakek di sini ? tanya Sagara sekesalnya - kesalnya Sagara pada mereka ia tidak akan Pernah bisa membencinya menjadi Cowok patuh sopan dan pintar untuk Kakek dan neneknya Begitulah hidup Sagara selama ini serasa seperti peliharaan yang terus di peras kinerja Otaknya kakeknya tidak peduli Sagara melakukan apa asal ada timbal balik untuknya kadang Sagara berpikir sebelum ia tidur kapan ia akan hidup bebas tanpa harus takut melakukan apa pun ia suka


" Pantau kamu ? balas kakeknya " kamu itu satu-satunya Penerus kakek jangan kecewain Kakek dan nenek seharusnya kamu sekarang lagi bikin hal-hal baru kamu tunjukkan ke kakek bukannya malah sibuk Pacaran ? balas kakeknya Pria tua dengan jas hitam itu duduk di depan Sagara


" Maaf kek ? ujar Sagara lebih memilih mengalah daripada harus bertengkar


" kamu Pikir maaf aja Cukup ? kenapa kamu nggak datang kemarin pas rapat kamu pikir rapat itu main-main ? tanyanya kakeknya pada Sagara " Perusahaan kakek itu bakal jadi milik kamu Harusnya kamu kerja lebih keras lagi dari sekarang Sering datang ke sana Bukannya main-main terus


" kemarin Sagara... "


" Udah jangan Ribut lagi ? lerai Neneknya


" kamu lihat Gara-gara didikan kamu,dia jadi kayak gini kamu yang nggak becus urus dia ? Ujar kakeknya


Sagara meneguk ludahnya keringat dingin mulai keluar dari kening dan telapak tangan ia benci saat-saat seperti ini kalau sudah begini rasanya detak jantung Sagara bisa naik dua kali lipat berdebar-debar Di keadaan seperti ini Sagara kecil sering melihat Neneknya di pukuli oleh sang Kakek hal yang membuat trauma bertahun-tahun bahkan hanya mendengar suara mobil kakeknya ketika sampai ke rumah saja Sagara sudah lebih dulu jadi ketakutan


" jangan Salahin nenek semua salah Sagara ? ujar Sagara


" Iya memang salah kamu kamu punya Otak di Pakai kakek udah lebih mementingkan kamu dari saudara-saudara kamu yang lainnya kamu udah hidup enak selama ini jangan lupa dari siapa ? Ujar kakeknya angkuh " Harusnya pemikiran kamu bisa lebih tinggi lagi dari mereka ? ujarnya kakeknya tak pernah cukup dengan prestasi yang di miliki Sagara


Rasanya kepala Sagara mau meledak di setiap mendengar bahwa ia masih belum Cukup pantas di mata kakeknya. Padahal Sagara Tidak Pernah ingin di Posisi tersebut Padahal Sagara Tidak mau kedudukan yang diimpikan saudara-saudaranya yang lain Sagara tidak gila jabatan ia masih ingin hidup biasa saja tapi kakeknya selalu memaksa Sagara untuk jadi yang paling luar Biasa di antara yang lainnya jauh dari lubuk hatinya Sagara tidak pernah mau


" apa yang di katakan kakek kamu benar Sagara ? ujarnya neneknya membuat Sagara menoleh sejak tadi Sagara hanya duduk kaku sambil menatap meja Namun kali ini pandangannya berubah " Semua ini demi kebaikan kamu Sagara


Untuk kebaikan Sagara apa kebaikan kalian ? batin Sagara berseru marah


" kamu baru Pacaran sama Aluna aja udah di minta beli tas , apalagi nanti nenek nggak mau dia memoroti kamu atau dia sukanya bukan karena diri kamu tapi uang kamu ? ujar neneknya Sagara


...Sungguh Sagara sudah muak mendengarnya...


" Aluna nggak kayak gitu Nek ? bela Sagara


" Iya sekarang karena Kalian masih pacaran Coba lihat aja nanti Dia pasti manfaatin kamu lebih banyak dari ini " malah kakeknya yang membalas " jangan munafik kamu Sagara hidup itu selalu butuh uang


" kakek sama Nenek udah lihat sendiri,kan gimana Aluna waktu itu ? tanya Sagara tetap berusaha menahan Emosinya di depan orang yang lebih tua Sagara harus tetap sopan dan berpikir banyak cara tidak salah dengar Perkataannya " Dia nggak seperti yang nenek dan kakek pikirkan dia nggak akan manfaatin Sagara


kakeknya tiba-tiba terkekeh jenis kekehan yang sangat merendahkan Hal yang tidak pernah ia suka Sagara selama ini karena kakeknya tidak senang bergaul dengan orang-orang seperti Aluna membedakan-bedakan mana yang lebih berada dan mana yang tidak punya


" kamu memang Bodoh Sagara pikiran kamu munafik Sagara Cewek itu memang kelihatan baik tapi kamu sekali nggak tahu niatnya memangnya kamu bisa jamin dia nggak bakal manfaatin kamu ? tanya kakeknya.


Sagara diam memang selama di rumah dulu sekali hanya kakeknya lah yang berkata bodoh pada Sagara padahal Sagara selalu bekerja keras dan mati-matian belajar supaya bisa mendapatkan peringkat pertama dan banyak piala lainnya tapi segala kerja kerasnya tidak pernah di hargai


" kenapa diam ? apa kamu bisa jamin bahwa dia nggak bakal menusuk kita dari belakang ? kamu itu keturunan kami keluarga ABRAHAM enggak ada hubungannya dengan orang miskin Kayak pacar kamu itu ? ujar kakeknya


" kamu lihat Mario dia selalu bisa mendapatkan Pacar yang sederajat sama kita Sementara kamu Punya Pacar miskin malu-maluin kakek aja kam, "


" Sagara bukan Mario kek ? sergah Sagara


" Harusnya kamu ngerti sampai sana bukannya bikin susah kakek dengan pacaran sama Cewek nggak jelas kayak gitu ? ujar kakeknya


Sagara menghela nafas berat " kakek dan nenek pernah muda Saling Cinta terus apa yang salah kalau Sagara merasakan hal yang sama ke Aluna ? kami sama-sama saling suka Enggak Pernah ada larangan buat Jatuh Cinta, "


" Tapi bukan dengan dia Sagara dia itu enggak Pantas buat kamu, " Neneknya ikut menegurnya


" kamu itu Kakek dan Nenek urus sampai sekarang bukan buat jadi Orang nggak becus ? tunjuk kakeknya dengan kasar Pada kepala Sagara namun Cowok itu Hanya diam saja Meski di dalam hati ada segala bentuk amarah tapi Sagara mencoba untuk tenang " Dalam keluarga kakek enggak ada yang pernah gagal Camkan itu baik-baik kamu aja nggak becus nenek kamu bakal tanggung semuanya ? ujarnya kakeknya


Sagara meneguk ludahnya Wajahnya memerah dengan kedua tangannya terkepal kakeknya selalu saja menjadikan Neneknya sebagai hal yang tidak akan Pernah bisa ia tolak kata kunci atau ancaman yang akan membuat Sagara melakukan apa saja untuk Neneknya


" kenapa Kakek selalu memperalat Nenek "


" kamu tau jawabannya ? ujar kakeknya


" tapi bukan berarti Nenek yang nanggung kalau Sagara nggak becus ? balas Sagara


" Perhatikan aja kerjaaan kamu dan jangan buat Kakek melakukan hal yang nggak harus Kakek lakukan kalau jadi anak penurut dan Pintar ? ujar kakeknya lalu pergi Mendorong kursi roda neneknya " kamu tahu siapa Kakek Sagara kakek bisa melenyapkan Orang Kalua dia menganggu Rencana yang udah kakek bangun selama bertahun-tahun, "


Sagara hanya terdiam baru kali ini Sagara merasa tidak berdaya atas hidupnya sendiri Cowok itu tahu benar siapa kakeknya Seorang pebisnis besar yang sudah menyiapkan cara apapun sebelum di ketahui orang lain. Sagara sangat kenal sifat kakeknya ia tidak segan-segan menghilangkan banyak orang untuk melindungi Sagara tapi saat ini Poin yang Sagara tangkap adalah sudah jelas untuk dirinya sendiri bukan untuk kebaikan Sagara


Dulu sekali sewaktu masih duduk di bangku SMP kelas satu Sagara tidak sengaja melakukan kesalahan yang mana menabrak seorang anak laki-laki terluka parah saat itu Sagara sedang nakal karena belajar menggunakan mobil sebelum usianya Cukup. Mobilnya menabrak seseorang salah satu tetangganya Namun begitu Sagara Pulang dari rumah sakit tiba-tiba saja anak itu pindah rumah beserta keluarganya Tidak tahu ke mana Sagara yang berdiri di depan rumahnya hanya bisa termangu dalam-dalam meski Perasaan bersalah masih menghantuinya karena belum sempat meminta maaf kepada mereka


" anak itu baik-baik aja ? suara kakeknya terdengar dari ruangan kerjanya


" .... "


" Baguslah pastikan mereka tidak menggangu Sagara dulu ? ujarnya kakeknya


Sagara mengintip dari balik pintu pun mundur jadi kakeknya buat anak itu pindah ? dari dulu Sagara ingin sekali berteman dengan dengannya namun laki-laki itu dan teman-temannya tersebut langsung pergi ketika Sagara datang ia tak tahu apa yang salah dulu namun Sagara sekarang mengerti Orang tua mereka pasti takut sama kakek dan keluarganya


" kamu ngapain di sini Sagara "


suara membuat Sagara kecil menoleh pandangan Sagara kecil menyapu seluruh wajah neneknya bekas luka pukul


" Nenek di Pukuli Kakek lagi ? tanya Sagara kecil membuat neneknya hanya terkejut dan Terdiam


" kenapa Nenek nggak hidup sendiri aja Pergi dari sini ? tanya Sagara kecil


" Suatu saat kamu bakalan ngerti Sagara," Neneknya mengelus pipi Sagara kecil


" Sagara memang masih kecil Nek bukan berarti Sagara enggak ngerti apa yang sudah terjadi " ujar Sagara kecil


" kamu memang masih kecil buat pikirin ini kepala kamu masih pusing ? tanya neneknya melihat perban yang masih melingkar di dahi Sagara kecil


" kenapa Nenek mau di Pukuli sama Kakek ? tanya Sagara kecil


" Nanti kamu pasti bakal ngerti ayo kita balik ke kamar ? ujar neneknya


" kenapa setiap Sagara melakukan kesalahan pasti Kakek selalu buat Orang itu pergi ? Pindah ? Sagara kan Cuma mau punya teman Sagara juga belum minta maaf Sagara juga ingin bergaul kayak yang lain. biarpun Sagara susah bergaul tapi Sagara pasti bisa Nek kenapa kakek pindahin dia ? apa salah dia yang salah kan Sagara , Sagara udah nabrak dia ! Harusnya Sagara yang minta maaf bukan dia yang pergi dari sini ? balas Sagara kecil matanya berapi-api kesal dan juga marah pada dirinya sendiri


" Sagara kamu kan udah Punya teman dari anak-anaknya teman kakek ada saudara-saudara kamu juga yang bakal temenin kamu ? ujar Neneknya penuh kasih sayang


" Tapi Sagara maunya main bola bareng sama mereka ! Bukan nya main sama anak-anak temennya kakek mereka nggak asyik " Sagara berontak membuat Neneknya kebingungan menjelaskannya selama ini Sagara hanya bisa mengintip mereka bermain bola dari jendela atas kamarnya kesepian begitulah Sagara kecil anak-anak tersebut Tertawa lepas sambil bermain bersama di lapangan sementara Sagara kecil ia harus belajar, ikut latihan golf bersama anak-anak dari teman kakeknya yang seumuran dengannya lalu belajar menunggangi kuda Sagara juga belajar menembak di lapangan tembak mahal memanah di salah satu Tempat usaha kakeknya di bidang olahraga lalu ikut latihan tinju hingga tangannya gemetar kelelahan Sagara hanya ingin hidup seperti anak-anak normal lainnya


" kebanyakan dari mereka Cuma pura-pura suka berteman dengan Sagara aslinya ? Mereka nggak suka pada Sagara Kenapa ? karena Sagara bisa semuanya sementara mereka nggak ? Sagara lepas kendali


Sagara yang teringat hal seperti itu beranjak naik ke kamarnya ia menatap isi kamarnya yang berisi banyak Piagam dan Piala dan Perhargaan di lemarinya ia menatap foto papa dan mamanya yang ada di pigura kecil di atas meja belajarnya ia juga menatap sekeliling kamarnya bersih dan rapi ada foto teman-temannya di dinding bercampur dengan band-band musik lama dari negeri sampai superhero kesukaannya


Sagara lalu mengunci pintu kamarnya ia merebahkan tubuhnya di atas kasur besarnya menatap langit-langit kamarnya jakunnya semakin naik karena Sagara menengadah mencoba mencari jawaban matanya terpejam dan mencoba untuk tidur meski keduanya matanya tertutup namun Sagara tidak bisa tidur


Mama papa seperti apa kalian ? apa kalian tau kehidupanku ? apa kalian peduli padaku ? apa jatuh cinta pada perempuan yang biasa saja adalah sebuah kesalahan semakin aku berpikir,aku tidak kesepian , semakin aku merasakannya apa jadi anak yang pintar dan genius bisa membuat Orang bangga padaku ? apa jadi anak yang penurut bisa membuat kalian sayang padaku