Kisah Untuk Sagara & Angkasa

Kisah Untuk Sagara & Angkasa
BAB 107 Permintaan maaf yang sia-sia


" jangan deh jackie. Nanti ribut sama Cewek-cewek kelas Lo, " Bulan menolak dengan suara halus


" Santai aja Bulan, Bazar di kelas gue udah habis bersih tanpa tersisa apapun jadi Lo Tenang aja, Lo tinggal terima Uangnya Gimana, " Ucap Bima


" Bener gak apa-apa, "


" Santai kali Bulan, jangan raguin kemampuan anak-anak Tiger buat menggaet Pelanggan kita ini jagonya, " Ucap jackie


" Ya udah deh Terserah kalian aja, " Ucap Bulan menyerah


Tawaran anak-anak Tiger Mereka akhirnya disetujui Bulan


" Hai-hai Yuk mampir ke stand kita ada teh Pucuk ada nasi goreng semuanya ada deh Pokoknya' lengkap, "


" Yang Dateng dan beli makanan kita dapet foto gratis Sama Abang Sagara lho, " Sagara menoleh karena jadi korban. Dylan berkata lagi tanpa dosa," Ayo mampir boleh foto sama kita-kita lho asal kalian beli, "dalam beberapa detik kemudian stand Bulan dan Mika ramai Pengunjung. setelah mendengar foto bersama membuat Para perempuan berebut untuk belanja hingga Bima dan Leo kewalahan menghadapi mereka.


" Ya ampun stand kita ramai banget Bulan, " Kata Mika takjub, " Gue juga mau ikut ah mau ikut foto sama Dylan, " katanya lalu berlari menuju Dylan


" Anjer kali Dylan Bener-bener kayak artis udah dapet foto Paling banyak Di antara kita-kita, " Ucap Bima di sebelah Bulan


" Makasih ya Bim, " Kata Bulan


" iya Bulan santai aja kali kita kan temen Lo, " Ujar Bima


Sementara di lapangan yang luas ini Bulan dapat melihat Angkasa sedang duduk di sebelah Kinan. Cowok itu tidak melakukan apapun padahal kedua matanya tertuju Pada Bulan. Bulan yang semula tidak akan melakukan apa yang sudah ia rencanakan sejak awal untuk menarik Perhatian Pelanggan jadi mengambil speaker besar dan menaruh di lapangan


Suara musik yang besar dan heboh membuat Dylan berseru di tempatnya


" WOWWW BULAN, "


Bulan melepaskan ikatan Rambutnya dengan gaya indah. kibasan rambutnya membuat semua Para laki-laki tercengang. Termasuk Angkasa Perempuan dengan Pakaian Putih abu-abu dengan rambut halus tergerai itu berdiri di tengah-tengah


Awalnya Bulan hanya sendiri semua gerakan membuat semua orang terpesona. akhirnya Angkasa berdiri di depan Bulan karena Perempuan itu terus menunjuknya Tak lama bantuan tiba-tiba datang dari SMA Kencana


Bulan berdiri di Paling depan Gerakannya cukup gampang di mengerti. Perempuan itu saat ini seperti ratu di antara lautan manusia di belakangnya. membuat Angkasa terpana tidak menyangka Bulan benar-benar cantik


" GILA BULAN DANCENYA BULAN BAGUS BANGET, " Bima dan Leo meninggalkan stand mereka untuk menonton Dance Bulan di tengah lapangan


hati Angkasa menghangat. Bulan memang cantik dengan caranya sendiri


...••••...


" Angkasa kamu masih marah sama aku," Tanya Bulan ketika berpasasan dengan Angkasa, " Apa aku udah gak bisa dapetin maaf dari kamu,"


" Gue mau ke kelasnya Kinan dulu, "


" Ngapain ? Tanya Bulan, " aku ngajak kamu Ngomong baik-baik tapi kamu malah Pergi. menghindar terus ngejauhin aku, aku gak bakal marah Sama kamu karena kejadian kemarin Aku tau kamu sakit hati karena kelakuan aku, "


" Hape gue lagi ada di Kinan. Gue mau ambil ke kelasnya dia dulu, " Angkasa terus menghindar, " jadi cewek jangan bawel, "


" sekarang hape kamu ya ada di Kinan Besok-besok apa Hati kamu, " Bulan mencegah Cowok itu


" jangan, sok tau, " balas Angkasa


" jadi yang Pacar kamu itu Kinan atau aku, " Tanya Bulan. Cewek itu memaksa agar Angkasa mau menatapnya


" Lo jangan buat semuanya makin rumit Bulan. Hape gue cuma ketinggalan di Kinan. Gue tadi berangkat bareng sama Kinan Gue suruh dia bawa Hape gue, " kata Angkasa. sama sekali tidak sadar bahwa Bulan hampir saja Pergi meninggalkan Cowok itu


" Kenapa kamu berangkat bareng dia Angkasa kamu kan Pacar aku bukan Kinan, " Ucap Bulan


" Kamu kenapa sih berubah banget sekarang sama aku ? aku kurang apa lagi sama kamu aku udah sering minta maaf lewat chat yang nggak pernah kamu balas jangankan bales kamu baca nggak, "


" aku sering taruh nasi di laci kamu tapi yang makan justru Dylan Bukan kamu aku sering nungguin kamu di belakang sekolah. Berharap kamu dateng pas istirahat Tapi kamu gak Pernah dateng Angkasa,aku ini kurang usaha apa lagi biar kamu mau maafin kamu, "


" Oke-oke. Lo gak asik. Puas " Ujar Angkasa Pada Bulan begitu melihat Kinan di ujung koridor


" Kamu bilang aku gak asik bisa-bisanya kamu Ngomong kayak gitu di depan aku ? KAMU INI KENAPA SIH, " Teriakan Bulan membuat semua orang menoleh Pada mereka


" Lo itu bisanya cuma marah-marah ngatur-ngatur gue, ngebohongi gue jalan sama cowok ini sama cowok itu Lo masih tanya gue kenapa, " kata Angkasa


" Lo tau ? Ayah Lo bahkan masih punya utang sama gue Bulan. Lo bisa bayar itu sama gue nanti, " kata-kata Angkasa benar-benar membuat Bulan down dan terpukul


" Lo tau Gaya lo tadi di lapangan itu norak banget dan Caper, " tutup Angkasa membuat Bulan semakin sadar Perjuangannya sama sekali tak berarti sama sekali di mata Angkasa