Kisah Untuk Sagara & Angkasa

Kisah Untuk Sagara & Angkasa
BAB 29 memaafkan masa lalu


" Semalam Lo nginap di rumahnya


" kenapa "


" Nggak ada siapa-siapa "


" loh kenapa "


" jangan ke rumah "


" kamu kenapa ? ada masalah lagi "


" lagi "


Aluna cepat-cepat mengganti Kalimatnya yang tadi sempat terucap


" maksudnya kamu ada masalah apa"


" Gue bukan sumber masalah ? tiba-tiba saja Sagara bersikap dingin membuat Aluna langsung menegang di tempatnya berpikir kata-kata yang pantas keluar dari mulutnya agar tidak menyinggung Perasaan Sagara


" Bukan gitu .... " Aluna berusaha mengelus lengan Sagara


Sagara berusaha meredam perasaannya dalam-dalam Cowok itu lalu menghela nafas berat ketika melihat wajah Aluna yang sedang takut bercampur bingung di depannya


" mau makan apa ? tanya Sagara pada Aluna


" apa aja "


" Tunggu sebentar "


Sagara lalu berdiri Cowok itu beranjak membuat Aluna ikut mengekori Sagara lewat matanya Aluna tetap duduk di tempatnya sambil melihat Sagara memesan makanan dan minuman untuknya


" Enak banget yang Punya pacar ? Celetuk Amanda di tempat duduknya


" jangan iri ya ? Ujar Aluna


" masih Adem-ademnya Namanya Juga Pacar baru Amanda ? Ujar Loli


" amal baik apa Lo sampai dapat cowok kayak Sagara ? tanya Amanda


" ish Udah sana Cari Pacar jangan ganggu ? kata Aluna


" malas banget jadi kaum Bucin ? ujar Amanda lalu makan bersama Loli


Sagara lalu datang Cowok itu membawa sebotol air mineral dan semangkuk bakso


Aluna memperhatikan Sagara yang baru saja Duduk " makasih ya Sagara,"


" Hmm " jawab Sagara singkat


" Aluna ? panggil Sagara


" iya Sagara ?


Sagara tampak diam menimang nimang apa yang ia bicarakan


" kalua nanti aku lakuin kesalahan jangan diam aja ya ? Ujar Sagara mengundang tanda tanya besar dalam kepala Aluna


Malam harinya Sagara mengajak Aluna Pergi Cowok itu menggunakan kaus navy Hoodie berwarna hitam Celana Chino bewarna putih ketika sampai Aluna mengerutkan keningnya bingung karena Sagara mengajaknya ke MRT


" Jadi kita Pacaran di MRT ? tanya Aluna


" Siapa yang bilang Pacaran " Ujar Sagara membuat Aluna semakin bingung


" Terus ini Ngapain " Aluna bingung ketika mereka sudah naik tangga


" jalan-jalan " Ujar Sagara


" Kok tumben "


" Refreshing biar nggak belajar terus ? ujar Sagara Tangan Cowok itu mengulur Pada Aluna membuat Aluna memegangnya karena Capek naik tangga


" Segitu aja Capek "


" Nggak Capek "


" kurang olahraga "


" Sering olahraga kok ?


" Mana ? nggak pernah lihat ? Ujar Sagara


" kok kamu nyebelin banget sih kayak Dylan Sama Bima ? Ujar Aluna " nggak modal banget masa Pacaran di MRT ? keluh Aluna ketika duduk di sebelah Sagara sementara Sagara tetap kaku di sampingnya


" Bersyukur " ucap Sagara


" Oh iya bersyukur ? Ujar Aluna " Bersyukur banget kan kapan lagi di ajakin jalan sama Sagara Abraham Angkasa ? Ujar Aluna menyindir sementara Sagara hanya meliriknya singkat ketika menunggu yang lain masuk ke dalam


" Eh Sagara ? Boleh ikut duduk di sini nggak ?


Suara perempuan itu membuat Sagara dan Aluna mengangkat pandangan Aluna tidak mengenalnya Dia bukan anak SMA Pelita lalu siapa Cewek ini yang tergambar di kepala Aluna sekarang adalah Perempuan Cantik sedikit blasteran dari ujung sampai kepala sampai kakinya Putih bersih kecuali warna rambutnya alis , mata dan bulu matanya Aluna Yakin mereka seumuran


" Boleh Bianca ? ujar Sagara membuat Aluna melotot karena Sagara memperbolehkannya


" Udah lama nih nggak ketemu kamu apa kabar ? tanya Bianca


" Baik "


" kamu masih sering ikut lomba ? tanya Bianca


" Masih "


" terakhir kita ketemu Pas itu ya yang tentang fisika Di SMA GANESHA Gimana kabarnya Sierra ? tanya Bianca


" Oh jadi Cewek ini kenal tuh Curut ? batin Aluna


" Baik "


" ini siapa Sagara ? tanya Bianca seolah baru sadar bahwa ada Aluna di di samping Sagara


" Aluna ? Ujar Aluna mengulurkan tangan dengan ramah


" Bianca " Ujar Bianca tak kalah Ramah Siapanya Sagara ? sepupunya


" Temannya ? ujar Aluna membuat Sagara menoleh dan menatapnya tajam namun Aluna tidak ingin mengatakan apa yang sebenarnya.


" Oh temannya Oh iya Sagara gimana keadaannya Angkasa dan Dylan udah lama gue nggak ketemu sama mereka ? Ujar Bianca


Aluna mengerutkan keningnya " lah dia kenal juga sama Arsen dan Dylan Emangnya siapa sih sebenarnya dia ? batin Aluna


" Baik tetap sama kayak dulu ? Ujar Sagara


" Titip salam ya sama mereka ? ujar Bianca membuat Sagara mengganguk


" masih ingat banget waktu SMP ada drama sekolah kamu lucu banget jadi pasangan aku kaku Banget ? Ujar Bianca membuat Sagara teringat juga Cowok itu duduk di tengah-tengah antara Aluna dan Bianca


Sementara Aluna ? hanya diam seolah Perempuan ini tidak ada sini dan mendengarkan hal tersebut


" kangen juga ya ? Ujar Bianca sambil tertawa


dia nggak sadar apa ya kalau Sagara Cowok gue


" aku Ganti nomor nih boleh minta nomor telepon kamu nggak Sagara ?


Aluna memperhatikan pergerakan keduanya Sagara menoleh pada Aluna namun perempuan itu seolah mengizinkannya


" Boleh ? Ujar Sagara lalu menyebut nomornya dara langsung menyimpannya


" aku Pulang dulu ya Sagara ? ujarnya lalu turun ketika kereta tersebut berhenti


" iya kenapa tadi juga bilang temen "


" iya biar kamu nggak kehilangan fans Kamu lagi


Sagara memilih tidak meladeninya keadaan langsung tidak enak saat itu Aluna yang sejak tadi mencerocos pun malah Terdiam tidak mengatakan apapun menambah suasana menjadi tidak baik di antara keduanya


keduanya lalu turun melewati lorong dan naik ke atas hingga sampailah di Pinggir jalan ada banyak Orang di sekeliling mereka ada pedagang makanan dan bahkan Orang-orang yang baru saja Pulang kerja


" Gimana kabar Om kamu ? tanya Aluna


" Gak gimana-gimana,"


" tapi dia kayaknya Orang baik aku sempat kenalan kamu apa gak ada niatan buat baikan sama Om kamu ? tanya Aluna


Sagara berhenti dan memusatkan Pandangannya pada Aluna " kenalan,"


" iya sama temen-temen kamu juga,"


Sagara tidak masalah teman temannya berkenalan sama Pamannya tapi Aluna ? Sagara tidak yakin perempuan ini bisa menjaga diri Aluna itu Cewek polos dan blak-blakan tidak bisa menjaga rahasia dan juga ceroboh Sagara tidak mau Aluna kenal lebih dalam tentang Orang seperti Pamannya itu ?


" kok,kamu langsung diam gitu ? kenapa ? aku salah ya, "


" Enggak, " jawab Sagara tapi firasat Aluna mengatakan yang sebenarnya


hanya Perasaan Aluna atau bagaimana tapi seperti ada yang berbeda Pada Sagara. Sagara tidak menjemputnya tadi pagi untuk ke sekolah bersama. Aluna bukannya berharap Tapi ia merasa ada yang mengganjal ketika keduanya tiba di sekolah Sagara bahkan tidak menyapanya sesuatu yang membuat Aluna terus kepikiran


" lagi sibuk ya ? tanya Aluna


" lumayan ? jawab Sagara


" Sagara aku ... " Suara ponsel Sagara membuat Aluna memperhatikan Sagara yang mengambilnya dalam saku Celana lalu memilih menjauh untuk mengangkatnya Aluna tahu Sagara adalah laki-laki sopan tapi Aluna sudah bisa menebak siapa yang meneleponnya kali ini bahkan Sagara tertawa pelan sebelum mengakhiri sambungan itu


" Segitu bahagianya ya "


" Bianca ya "


" HM " jawab Sagara dengan jujur


" Bianca Cantik ya ? Ujar Aluna membuat Sagara meliriknya Sagara tidak mungkin Salah dengar bahwa ada nada iri pada suara Aluna tadi


" iya kan dia Cewek ? sahut Sagara


Tidak salah sih tapi Aluna merasa ada yang mengganjal Entah itu apa


" kamu suka sama dia "


" Enggak "


" kalau aku Cantik nggak ? tanya Aluna membuat Cowok yang sedang mengelap Wajahnya dengan tisu itu menoleh dan menyejajarkan tubuhnya dengan tubuh Aluna yang sedang berada di sampingnya


" kalau kamu jangan Cantik-cantik nanti banyak yang naksir ? jawab Sagara


" itu ejekan Apa gombal ? tanya Aluna


Sagara tidak menjawabnya hanya tersenyum tipis sebentar lalu kembali terdiam


" Dia sering hubungin kamu ? Aluna masih Penasaran rasa penasaran Aluna itu semakin bertambah karena sikap Sagara Padanya saat ini


" Salah sendiri kemarin bilang Cuma temen ? jawab Sagara


Aluna mengerjapkan matanya pelan,lalu merunduk " iya Maaf jangan di Salahin terus Yaudah aku bete mau Pergi aja ? ucap Aluna ia berdiri membuat Sagara mendongak dan ikut berdiri juga tapi Aluna tidak mendengar ada yang mengikutinya dari belakang Aluna menelan ludahnya lalu setelah jauh ia menoleh ke belakang Sagara tidak mengikutinya Cowok itu malah menerima telepon lagi dari seseorang waktu itu Sierra, Naura dan sekarang Bianca ? lama-lama Aluna bisa makan hati kalau begini terus


" Eh Aluna "


Aluna refleks menoleh saat ada mobil di depannya Ken menurunkan kaca mobilnya lalu Aluna melihat Cowok itu sedang duduk di kursi pengemudi dengan kacamata hitam di matanya


" kok masih ada di sekolah "


" Nunggu angkot "


" Enggak sama Sagara "


" Enggak kayak dia pulang duluan tadi aku telepon nggak bisa ? Ujar Aluna


" Lo yakin dia udah pulang "


" iya kenapa memangnya "


" Tadi gue pikir dia ada di belakang sekolah ? ucap Ken


" Hah ? Gue aja dari tadi di sini ? ucap Aluna " sama temen kali Kirana "


" Enggak Tadi itu posturnya kayak Lo gue cuma lihat hanya sekilas gue pikir itu Lo ? ucap Ken


Aluna Terdiam mencoba mencerna kata-kata Ken setelah itu Aluna Teringat sesuatu


Mungkinkah Sagara dengan Bianca ? tapi apa iya Sagara melakukan hal tersebut dengan Bianca


" ayo sama gue aja pulangnya ? ucap Ken


" iya Ken "


" Aluna ? suara dingin Penuh peringatan itu membuat jantung Aluna jadi berdegup kencang saking kerasnya Aluna bisa mendengar sendiri Suara dekat jantungnya saat melihat Sagara datang


" Aluna Pulangnya sama gue Ken Lo Pulang aja "


merasa di usir Sagara membuat ken mengalihkan pandangan lalu melajukan mobilnya tanpa basa-basi Ken langsung Pergi dari Aluna dan Sagara


" aku bisa jelasin "


" Naik " Sagara mengabaikannya


Aluna langsung naik ke motor Sagara dalam hening lalu motor Sagara melaju dengan Cepat di jalan hal yang membuat Aluna tahu bahwa Sagara sedang kesal adalah dari Cowok itu membawa kendaraannya


" kamu antar Siapa tadi "


" Bianca ? jawab Sagara jujur


" Dia yang minta "


Sagara hanya bergumam " dia mau ketemu Angkasa sama Dylan ? Sagara menjelaskan " kamu tau sendiri kan di sana banyak Cowoknya dia nggak berani


" Terus sama kamunya enggak ? harusnya kamu di sana aja kan udah lama nggak ketemu sama kamu sebenarnya juga nggak apa-apa aku pulang sendiri atau di antar Ken tadi ? ucap Aluna meski berat hati


" jadi kamu lebih Pilih Pulang sama Ken tadi ? tanya Sagara dari balik helmnya membuat Aluna Sadar bahwa Sagara sedang menahan kesalnya


" Bukan Gitu maksud aku "


Sagara lalu tidak mendebatnya lagi Aluna menaruh dagunya pada Sagara gerakan membuat Sagara menoleh sebatas Pundaknya pada Aluna


Rasanya ada tidak nyaman ketika Pacarmu sendiri mengantar kam perempuan lain untuk pulang bersama terlebih perempuan itu menyukai pacarmu


...Rasanya sangat ... Entahlah Aluna bingung menjelaskannya ingin marah tapi nanti Aluna di bilang kekanak-kanakan tapi tak bisa dimungkiri dalam hati Aluna sangat gondok mengetahuinya...


" kamu langsung pulang ? tanya Aluna begitu mereka sampai di depan gerbang rumah Aluna


" mau ke warung dulu ? ucap Sagara membuat Pikiran Aluna berubah jadi macam-macam tentang Sagara dan Bianca " sekalian antar Bianca Pulang ? lanjut Sagara membuat wajah Aluna Cemberut


Perempuan itu langsung masuk ke dalam rumahnya menutup pintu gerbang tanpa mengucapkan sepatah apapun Pada Sagara


...Bianca,Bianca , Bianca siapa sih Cewek itu ? penting banget bagi Sagara harus banget Sagara yang antar pulang kan masih banyak ada Orang lain yang bisa antar Bianca Pulang ? ada Angkasa Dylan dan teman-temannya tapi kenapa harus Sagara sih...


Aluna memperhatikan ponselnya mengintip dari celah jendela bahwa Sagara belum pergi dari rumahnya mungkin Cowok itu bingung kenapa Aluna langsung masuk


...SAGARA ABRAHAM ❤️...


...jangan marah ya...