Kisah Untuk Sagara & Angkasa

Kisah Untuk Sagara & Angkasa
BAB 122 Tepi jalan


...kamu harus memilih Antara aku dan dia...


...Bulan Natasa...


" He Roni jangan digodain itu Punya bos kita, " Ucap jackie


" Tau Ron Ntar Pulang-pulang Lo babak belur gimana, " Ucap Bima di samping Roni


" Eh ya Juga iya Maaf Ampun Bos, " Ucap Roni


" Ayo Bim. mending kita Cari mangsa baru di kelas lain Gue lama-lama di sini ngeri juga" Ucap Roni sambil melirik Angkasa yang sejak tadi sedang memperhatikannya sangat tajam, " Aduh Bim kok tiba-tiba Badan gue Panas dingin ya kayak ada setan ngintai gue," Ujar Roni ngeles


" Lebay banget Lo Ron, " Ujar Sagara Pada cowok itu


" Ampun Angkasa .... Kekasih gelapmu ini gak sengaja, " Ucap Roni ketakutan ketika Angkasa sudah berdiri di depannya


" Kenapa Lo Roni Orang gue mau nyamperin Bulan, " Ucap Angkasa Pada Roni


" GR. banget Lo Ron," balas Dylan


Angkasa tidak mengatakan apapun Pada temen-temennya. Cowok itu menyingkirkan Bulan dari mereka semuanya. Sementara Para teman temannya Cukup mengerti dan tidak bertanya akan kemana mereka. itu adalah Privasi yang harus dihargai oleh mereka


" Besok Bazar konser sekolah kayaknya bakal sampe malem. Yakin bakal ikut sama gue, "tanya Angkasa Pada Bulan


" Yakin Angkasa. Nanti kalau aku ngantuk kan bisa Pulang sendiri, " ucap Bulan


" Jangan Pulang sendiri, " Angkasa berkata dengan tidak nyaman membayangkan Bulan Pulang sendirian tengah malam membuat Cowok itu tidak tenang, " Nanti Pulang sama gue. Gue Pasti anter,"


" jangan Janji. Nanti enggak tepat janji," ucap Bulan Pada Angkasa


Angkasa mengembuskan napas Pelan," Kalau Dateng sama Mika Lo gak bisa,"


" Kenapa, " Bulan bertanya kaget, " kamu dateng sama Kinan ? Atau jemput dia"


" Enggak Bulan tapi gue harus ngumpul di basement dulu sama temen-temen gue dulu Oke kalau gitu gue bakal jemput Lo besok sore jangan sampe terlambat siap-siap, " Kata-kata dari Angkasa itu membuat Bulan tersenyum


Angkasa balas membalas senyumannya dengan tangan menggenggam sebelah tangan Bulan. Dulu senyum itu sangat berarti bagi Angkasa. Dulu senyum itu sangat usah Angkasa dapatkan dari Bulan. Bisakah Angkasa tega menghancurkan senyum itu dengan air mata nanti ?


...•••••...


" Kamu janjian dateng sama Bulan kok gak bilang, " Tanya Kinan kesal Pada Angkasa. keduanya sedang berada di lantai atas ketika Kinan melihat Angkasa hendak turun tangga menuju kelas mereka


"Kenapa gue harus bilang sama Lo Emangnya Lo siapa, " Ujar Angkasa Pada Kinan


" Wajar gue dateng sama dia. Dia kan Pacar gue, " Angkasa berujar santai


" Aku gak salah denger Angkasa ? Tanya Kinan, " Kalau kamu sama dia. Kamu yang bakal diejek-ejek sama orang kamu bakal dibilang mau aja sama dia Padahal dia itu namanya udah buruk banget bahkan jelek banget di sekolah kamu yakin Angkasa, "


" Kinan, dia enggak Pernah minta buat jadi kayak gitu, " Ucap Angkasa


" Tapi Angkasa kamu kan harusnya dateng sama aku ! aku udah nyiapin bahkan beliin tiket ke anak-anak OSIS Masa kamu gak mau dateng sama aku kamu bilang kamu suka sama aku kan kamu beneran gak bakal dateng sama aku besok malem, " Tanya Kinan


" Gue harus sama Bulan, Kinan. Bakal aneh kalau gue dateng sama Lo, " Ucap Angkasa


" Kalau gitu kamu bilang ajalah sama dia Bilang kalau kamu bakal dateng sama aku, " Ucap Kinan


" Gue enggak mau, " Angkasa bersikeras


" Ada aku Angkasa di sini butuh kamu Aku usahain banyak hal buat kamu, " Ucap Kinan


" Kinan dia mungkin Pernah bikin gue enggak bahagia. Tapi dia selalu buat gue jadi orang yang lebih baik, " Ucap Angkasa, " Gue bisa jadi kaya sekarang karena dia, "


" Angkasa aku gak main-main. kamu harus bilang sama dia kalau kamu bakal dateng sama aku. kalau enggak aku bakal bilang sama Kakek kamu kalau kamu masih sama Bulan, " Ucap Kinan mengancam Angkasa membuat cowok itu mengepalkan kedua tangannya dijarit saku celana. Perempuan ini sangat berbahaya


" Bilang aja. Lo Pikir gue Takut Gue udah muak sama Lo Kinan, " Ucap Angkasa


Entah sedang baik atau bagaimana tapi hari ini Bulan merasa bahwa Angkasa telah kembali. Cowok itu sedang menghampiri Bulan yang dengan sengaja menunggu jauh di dekat SMA Pelita. perempuan itu tidak mau kalua sampai anak-anak SMA Arwana melihat Bulan dengan Angkasa. itu akan berdampak buruk bagi Angkasa nantinya. Tapi hari ini di tepi jalan Bulan seolah melihat Angkasa sedang menatapnya hangat


" Nunggu lama ya ? Tanya Angkasa Pada Bulan yang tersenyum


Bulan menggeleng lucu hingga kuncir satunya bergoyang, " Enggak kok Angkasa, " Ucap Bulan


" Kalau isi kok nya Pasti bener Nunggu lama. Sorry Bulan nunggu lama tadi gue ngurusin Kinan dulu. Nganter dia Pulang dulu baru gue bisa ke sini, " Ucap Angkasa


" Kok Cemburut sih, " Tanya Angkasa Pada Bulan


" Enggaklah Cemburut gimana, Senyum gini. Nih liat, " Ucap Bulan Pada Angkasa Bulan memang Tersenyum lebar Padanya. Tapi Angkasa tidak bisa ditipu


" iya Senyum tapi mata Lo enggak bisa bohong, " Ucap Angkasa pada Bulan


" Gue bukan tukang ramal apalagi punya Indera keenam yang bisa nebak isi hati Lo. Apa yang Lo rasain kalau Lo lagi ngerasa aneh apalagi itu tentang gue Lo harus bilang secepatnya sama gue Bulan, " Ucap Angkasa


Bulan diam. Perempuan itu menatap Angkasa. senyumnya pun memudar


" Kamu nganterin Kinan Dia Penting banget ya buat kamu, " Tanya Bulan


" Penting. Tapi enggak sepenting Lo," Ucap Angkasa Pada Bulan


" Angkasa .... kalau misalnya aku milih Berhenti sama kamu gimana, " tanya Bulan Pada Angkasa


" aku juga cewek Angkasa. aku punya perasaan Yang Pasti aku enggak suka berbagi sama orang lain. Aku enggak marah kalau kamu nganterin Kinan Pulang dulu habis itu baru aku. Tapi kamu enggak bisa seterusnya kaya gini. suatu saat kamu harus Pilih salah satu di antara aku sama dia, " Ujar Bulan


" Kenapa, " tanya Angkasa


" karena kalau kamu enggak Pilih antara aku sama dia. kita berdua bakal terus bertengkar kita berdua yang awalnya enggak kenal jadi saling berantem kalau kamu enggak Pilih dan tegas sama isi hati kamu. Aku sama kinan bakal sama-sama sakit hati. aku tau dia Juga Cinta sama kamu Angkasa Tadi di kantin dia bawain kamu makan kan, " Ucap Bulan


" Gue enggak mau Lo berhenti gitu aja Bulan, " Ucap Angkasa


" Dia Cantik Angkasa Dia Punya banyak temen. Dia orang kaya dan dia sangat Pintar dance Sementara aku Enggak ada yang bisa kamu banggain dari aku Angkasa Enggak Cantik, aku enggak Punya banyak temen kayak dia. enggak asik kaya dia, " Ucap Bulan


" Gue udah bilang Bulan, Gue Pilih Lo jadi jangan berhenti sama gue, " ucap Bulan


Bulan Tersenyum rikuh, " Dulu kamu bilang kalau kamu itu mimpi buruk aku. kamu salah Nyatanya aku yang mimpi buruk kamu, " Ucap Bulan


" Jadi Pulang, " Ujar Angkasa mengabaikan Perkataan Bulan Cowok itu tidak mau berdebat kali ini


" jadi kok,"


" Ya udah naik, "


ketika perempuan itu naik ke motor Angkasa. Angkasa segera menghidupkan mesin motornya kembali. membuat Bulan jadi ragu-ragu untuk memeluk tubuh cowok itu dari belakang tapi entah kenapa rasanya sakit sekali kita menyadari bahwa setengah hati laki-laki itu bukan miliknya Tapi milik Perempuan lain


" kamu harus Pilih Angkasa Antara aku sama dia. kalau kamu bakal milih dia aku bakal berhenti buat kamu, " Ucap Bulan