Kisah Untuk Sagara & Angkasa

Kisah Untuk Sagara & Angkasa
BAB 30 PESTA


Mulanya Sagara tidak ingin mengajak Aluna ke Pesta yang adakan oleh keluarga besarnya. Namun saat Aluna mengetahui lewat telepon Sagara jadi tidak tega untuk tidak mengajaknya karena Aluna ingin bertemu dengan Neneknya


Sagara tidak mengatakan apa-apa masih memandang Aluna di sebelahnya Sagara masih tetap sama akan bicara ketika di rasa Pembicaraan mereka penting


" Boleh ? ya,ya ? ayolah ? Aluna masih membujuknya


" Nanti kamu Bosan ? ujar Sagara penuh Pengertian Pada Aluna


" Enggak kok ayolah ajak aku ? Sagara memandangnya sambil berpikir karena Aluna terlihat sangat ingin datang


" Oke, Oke ? Ujar Sagara membuat wajah Aluna langsung girang seketika Tapi janji jangan terlalu dekat sama yang lain


" iya janji ? jawab Aluna Pada Sagara


Sagara tahu bahwa Cepat atau lambat Pasti akan begini sementara Aluna sibuk memikirkan pakaian apa yang akan ia kenakan nanti dari warna sampai aksesorisnya Aluna tidak boleh mempermalukan Sagara minimal membuat Sagara Bangga karena memilihnya sebagai Pacar


" Sagara "


" Hmm "


Aluna seketika lupa ingin mengatakan apa saat melihat kedua mata Sagara kelemahan Aluna ketika mengobrol dengan Sagara adalah sepasang mata tajam miliknya. warnanya hitam tapi ketika sinar matahari bisa berwarna Cokelat


Astaga sebenarnya warna mata Sagara itu apa ? Aluna langsung terpesona membuat Sagara terus memandangnya


" Udah Puas lihatin nya "


" Ah ? Aluna seolah tersadar karenanya lihatin apa ? tanya Aluna pura-pura tidak tahu


" tadi mau ngomong apa "


" Enggak jadi lupa ..." bahkan Aluna lupa akan mengatakan apa saking terpesona dengan kedua mata Sagara Astaga Aluna tidak bisa berhenti memandangnya keduanya sudah berhenti sejak tadi Bukan hanya terpesona Aluna juga tak bisa menahan keinginannya untuk memuji Sagara apalagi ketika Cowok itu menaikkan sebelah alisnya menunggu Aluna mengatakan sesuatu


" mata kamu bagus Sagara ? ujar Aluna masih terlena " Rambut kamu juga bagus aku Cewek aja iri kamu Punya rambut bagus dan halus alis kamu juga Tuhan memang benar-benar nggak main-main ciptain kamu ? Aluna masih terus memuji Padahal Cowok itu diam aja


Sagara memajukan tubuhnya lalu wajahnya setengah memeluk Aluna. Aluna menahan nafas berusaha bersikap setenang mungkin tapi kalah ketika Cowok itu merapikan rambut Aluna yang terbang karena angin Aluna kini dapat merasakan deru nafas Sagara di kulit wajahnya ketika mendadak hilang


" Ih Sagara ngapain ? Aluna mendorong dada Sagara Aluna Terkejut karena bisa merasakan detak jantung Sagara di tangannya Detak jantungnya normal Hanya saja ... hanya saja .... Astaga Aluna yakin Cowok itu juga deg-degan buru-buru Aluna menjauhkan tangannya dari dada Sagara


" Rapiin Rambut kamu,kan ? jawab Sagara


" Sagara ini sekolah tau kan Aku malu,"


" iya aku minta maaf tapi Aluna ... itu, "


Belum selesai Sagara berbicara tiba-tiba Aluna mencium pipinya Sagara kejadian yang sangat Cepat membuat Sagara memandang Aluna


" Udah ah jangan di lihatin kayak gitu malu ? ujar Aluna Pada Sagara yang terus menatapnya intens


" Bisa malu juga ? tanya Sagara


" Ihhh nyebelin "


" Sekarang udah mulai berani ya ? Sagara membuat Aluna mendongak menatapnya dengan terkejut


" Udah sana ke kelas ? Ujar Aluna


" iya "


Sagara mengusap kepala Aluna dengan wajah datar dan berbalik menuju ke kelasnya.


Di tempat gym Angkasa Dylan melirik Sagara yang sejak tadi duduk sambil mengangkat barbel keduanya mengerutkan kening karena Sagara dari tadi Senyum-senyum sendiri Senyumnya tidak berlebihan tapi terlihat creepy di mata Dylan dan Arsen karena baru masuk Pintu gym tadi Sagara menghadiahkan keduanya senyuman yang bukan Sagara banget


" Horor Banget tuh senyum ? Dylan meletakkan barbel " dia Kenapa sih "


" kumaha kuring terang kuring nembé sumping ngan ukur naroskeun ka anjeunna ? Jackie baru saja datang


" makanya mikir, mikir dong ? balas Dylan


" Suruh-suruh mulu memangnya siapa ? Ujar Dylan


" teu terang ? jawab Dylan dan Jackie


" kok berdua mendadak bisa bahasa Sunda gitu ? Angkasa bertanya


" Belajarlah kami ? sahut Dylan


" Udah lama gue nggak lihat Sagara Senyum-senyum Kayak gitu terakhir kapan ya ? gumam Angkasa


" Pas Neneknya datang ke sekolah kelas sepuluh ? ujar Dylan


" Oh iya waktu itu "


" Eh Sagara Lo nanti ajak Aluna "


Sagara yang baru saja duduk di sebelahnya mengelap keringat dan menatap Dylan


" iya dia minta ikut "


" Agresif ya dia " Dylan membuat Sagara meliriknya namun tidak merespons


" Yakin dia bakal di terima ? kan Lo tau sendiri gimana saudara-saudara Lo


Angkasa ikut duduk di sebelahnya


" Harus positif thinking lah ? Dylan menepuk bahu Sagara


" itu juga yang gue pikirin Cepat atau lambat dia bakal tau gimana situasi keluarga gue biar nggak setengah setengah biar dia lihat sendiri, "


" Nggak Perlu Lo Pikirin Aluna itu kan pandai bergaul nanti dia bisa Akrab Sama sepupu-sepupu Lo di sana ? Dylan berusaha menghibur namum Sagara tidak yakin karena ia sendiri pun tidak bisa membuat saudara saudaranya suka padanya


Bukan keputusan yang salah ternyata mengajak Aluna datang malam ini Benar kata Dylan Aluna Cepat bergaul perempuan itu memakai dress cantik berwarna merah maroon Sagara lupa kalau Aluna adalah tipe Perempuan yang mudah mendapatkan teman-teman yang Cuek padanya sampai Akhirnya salah satu sepupu perempuan Sagara mengajaknya ngobrol


" kamu semangat banget ya tiap Cerita ? ujar Tiara


" iya "


" Siapanya Bang Sagara ? tanyanya lagi


" Pacarnya " ujar Aluna pada Tiara


" Besok juga Putus ? Ujar Brandon pada Aluna ini kakak laki-laki Tiara yang seumuran dengan Aluna memang sejak tadi ia tidak suka pada Aluna


" Bang Brandon kok gitu sih ? ujar Tiara


" Cuma menebak ? katanya tidak perasaan " Lagian aku yakin mana mungkin dia di terima di keluarga ini Paling di buat main aja sama Sagara


kata-kata pedas itu jelas membuat Aluna semakin tidak nyaman mau mencari Sagara,namun Cowok itu sedang sibuk dengan Dylan dan Angkasa yang juga datang ke sini


" Bang Sagara nggak kayak gitu ? ujar Tiara Brandon mengerdik , lalu minum mereka sedang berada di meja bundar Putih yang sama


" Maafin Abangku ya dia memang suka gitu ? Ujar Tiara lembut


" iya ... "


" Tiara Panggil aja Tiara ?


" iya sebenarnya udah tau dari Sagara Tadi


" Oh iya Bang Sagara memangnya Cerita apa aja ? tanya Tiara


" Banyak kasih tau nama kamu terus kamu masih kelas sepuluh ya ?


" iya Coba lihat deh, Abangku yang satu ini Ganteng ya ? ujar Tiara tiba-tiba membuat Aluna menatap Sagara yang sedang menggunakan tuksedo hitam laki-laki itu sedang memegang minuman dalam gelas kaca sambil mengobrol serius dengan Angkasa dan Dylan


" Banget ? ujar Aluna seketika terpukau lagi dengan penampilan Sagara


" Di antara sepupu-sepupu Aku yang lain bang Sagara itu Paling ganteng udah gitu dewasa, Pintar cari uang, Pintar lagi kak Aluna aku minta tolong jaga bang Sagara ya karena dia udah nggak punya siapa-siapa lagi


Tiara membuat Aluna merasa sedih seketika memandang Sagara


" Pasti Tiara kak Aluna Pasti kan jagain dia,"


" Makasih iya kak yaudah aku pamit dulu mau cari Mama ku ? Pamit Tiara Aluna Pun mengangguk


Aluna lalu sendirian di meja tiba-tiba dari arah samping duduklah Brandon kembali dengan saudara-saudaranya yang lain mereka laki-laki semua membuat Aluna duduk di depannya kikuk


" Itu siapa Brandon ? kok duduk sendiri ? tanya salah satu mereka


" Pacarnya Sagara ? ucap Brandon dengan nada Sumbang


" Cantik sih ? komentar yang satunya matanya jelatan menatap Aluna


"Enggak mau samperin Sagara ? tanya Brandon


" Nanti aja ? Aluna mencoba untuk seramah mungkin pada Brandon


" Udah diapain aja sama Sagara ? tanya Mario


Aluna terkejut mendengarnya sementara saudara-saudara Sagara tertawa mereka pikir itu lucu


" Dilihat dari mukanya sih kayaknya belum apain-apain sama sagara ? kata Brandon


" maaf ya Sagara bukan Cowok kayak gitu ? Ujar Aluna pada Cowok-cowok yang duduk di depan nya


" iya sih Gue Percaya Dia kan antisosial Nggak bisa bergaul kalau nggak ada duanya temannya itu dia Pasti diaam aja di acara Kayak gini benar-benar kayak Orang mati ? ujar Brandon


" Ngapain ? Nggak ada yang pengin dia di sini ? balas Brandon


" Dari kecil Kakek sama Neneknya Cuma sayang sama dia tuh apa-apa di beliin langsung tanpa dia minta udah gitu nenek-kakek kami ikut-ikutan makin dobel lah kesayangan banget ? ucap Brandon " kalau nggak ada dia juga pasti mobil yang kemarin gue mau itu punya gue bukan punya dia Coba aja dia nggak ada, "


Aluna terpaku mendengarnya Seketika ingin menampar mulut Cowok yang ada di depannya ini


" kalau bukan karena dia Pasti motor yang baru kakek beli buat gue Eh malah buat dia karena menang lomba basket doang ? ucap Brandon


" Bener banget yang harusnya bagian uang gue juga malah dia yang ambil Lo tanya aja Harusnya kita dapat penuh tapi malah dikasih semuanya ke Sagara ? ucap Mario duduk bersandar pada kursi di depan Aluna


" Memang dapat apa ? tanya Aluna


" Warisan lah memangnya apa lagi ? jawab Brandon


" kalian nggak bisa Dong Salahin Sagara gitu aja dia,kan nggak minta untuk ambil semua bagian kalian. kok malah nggak suka sama dia ? kan Wajar kakek nenek kalian sayang sama dia, Dia kan ngga punya orang tua Sejak kecil sementara kalian kan punya kalian seharusnya dukung dia pun,ya saudara itu harusnya saling dukung ? tanya Aluna


" Eh siapa nama Lo tadi ? tanya Brandon


" Aluna "


" Eh Aluna gue kasih tau ya si Bangsat itu tau kalau dia dapat semuanya dari kami Cuma dia diam aja. Mentang-mentang dia Rajin, pintar, berprestasi jadi bisa seenaknya ambil bagian dari kami gitu ? Bukan Cuma kami yang nggak suka sama dia rata-rata anaknya kakek nggak suka sama dia gara-gara itu ? ucap Brandon


" Dari mana kalian tau dia diam aja ?


" kami lihat sendiri kok semuanya buat dia semua harta warisan keluarga ini dia atasnya kami ? jadi bawahnya dia ? ucap Brandon


" kenapa kalian nggak Coba pikir Memangnya kalua jadi atasannya apa kalian bakal sanggup ? kenapa kalian selalu berpikir buruk tentang Sagara ? tanya Aluna


Brandon Terkekeh culas membuat Aluna bergidik ngeri " kami di sini di ajari untuk jadi yang paling di antara lain Cuma dia aja pura-pura nggak mau pura-Pura nggak pengin Posisi tinggi padahal aslinya sih pengin Rancangan masa depan dia udah atur ? ucap Brandon


" susah ya ngobrol sama kalian Nggak Pernah Pikir dari sudut pandang berbeda dan apa tadi ? Di ajarin untuk jadi yang paling di antara yang lain ? Orang tua Kalian Pasti salah mendidik dong ? ujar Aluna membuat ketiganya tercengang yang namanya saudara itu saling mendukung bukan saling menjatuhkan


Brandon yang sedang menyesap minumannya tersenyum miring " l Like this girl, "


" Tapi sayangnya Gue nggak ? balas Aluna jutek membuat Brandon Terkekeh dan memainkan gelasnya yang masih berisi minuman menggoyang goyangkan sambil menatap wajah Aluna


Aluna tersentak lalu menoleh saat merasakan tangan hangat Sagara menyentuh pipinya. ia lalu Duduk di samping Aluna membuat gadis itu Panas atmosfer yang sempat menegang sebentar tapi akhirnya Brandon, Mario dan gio memandang Sagara


" jadi kerjaan Lo Brandon ? godain Pacar gue ? tanya Sagara tenang


" ya elah gue yakin dia nggak cinta sama Lo ? balas Brandon " kan Cintanya sama duit Lo ? ketiganya tertawa di depan Sagara dan Aluna


" jangan sok tau ya ? Aluna bereaksi marah


" Marah berarti benar dong ? goda Mario


" benar apaan ? Dasar bule-bule Sinting ? ucap Aluna


" Gue asli sini Nona ? balas Brandon pada Aluna


" Nama doang bule tapi mukanya kampungan ? Ujar Aluna


" ingat Lo bertiga belum selesaikan proposal yang gue Suruh tanggalnya di majuin besok ? ucap Sagara dingin membuat ketiganya sama-sama melotot


" apa di majuin ? Brandon tidak Terima


" Sagara Lo bercanda kan gue belum kerjain PR gue masa harus bikin proposal gituan ? ujar Mario


" Lo Gila bisa habis gue sama kakek Lo ? gio ikutan panik


" Gue nggak Peduli ? Sagara membalas tanpa harus berdebat banyak


" kalau udah Putus kabarin gue ya Gue suka sama dia ? ucap Brandon terang-terangan " Bikin gue gemas Mukanya ya ... not bad lah buat gue dia cantik lebih Cocok sama gue ketimbang Lo Sagara ? ucap Brandon pada Sagara


Sagara mengepalkan kedua tangannya di atas paha kalau saja tidak ingat ini mana Sagara Pasti sudah menghajar wajah-wajah yang ada di depannya ini Tidak Peduli bahwa mereka ada ikatan saudara


" Ayo kita ketemu sama nenek ? Cetus Aluna menyadari situasi kembali menegang


" Wah mau ketemu nenek ? udahlah Pasti berharap jadi mantu di sini kan lihat Sagara dia sukanya sama uang Lo Bukan elonya buktinya dia mau ketemu sama nenek Lo tau aja kalau neneknya Sagara yang punya semuanya ? ucap Brandon


" Udah jangan di masukin hati ayo ? bisik Aluna Pada Sagara, Sagara tetap bergeming di tempatnya membuat Aluna meraih sebelah tangan Sagara yang terkepal dan menggenggamnya hingga Sagara berhasil menoleh padanya tanpa basa-basi keduanya berdiri menuju ke depan mencari neneknya Sagara


" hallo Nek ? sapa Aluna riang lalu mencium punggung tangannya Nenek Sagara kemudian beralih ke kakeknya Sagara


" ini siapa Sagara ? tanya kakeknya


" ini Pacarnya Sagara kek ? balas Sagara


" siapa Namanya ?


" matahari Aluna Aurora kek ? kata Aluna memperkenalkan diri


" Sagara ajak dia ke sini Nek ?


" Nenek gimana ? Sekarang udah sehat kan Nek kalau Aluna ketemu Nenek lagi Aluna bawah buah-buahan deh ? Aluna berusaha sekuat yang ia bisa untuk merebut hati neneknya Sagara Tapi lagi-lagi di mata neneknya Sagara seolah tidak suka kepadanya membuat Aluna di Landa Gelisah karena sekarang Pandangannya berubah pada Sagara Secepat itu menghancurkan hati seorang Aluna tidak boleh menyerah ia tidak boleh terbawah perasaan hanya karena Neneknya Sagara tidak suka kepadanya


" Enggak Perlu Nak Aluna Cucu nenek yang lain masih bisa, "


balasan tersebut membuat Aluna sadar diri Meski suaranya pelan namun Aluna sadar bahwa ia sudah di tolak oleh neneknya Sagara


Sagara memilih mundur untuk menyendiri perempuan tersebut berdiri di samping meja sambil melamun


melihat Sagara sedang berbicara entah dengan siapa membahas tentang bisnis keluarganya membuat menoleh ke kanan dan kiri Di kanan Aluna melihat Brandon sedang memperhatikan Brandon yang sedang memperhatikannya sambil minum membuat Aluna merinding


" Kenapa enggak betah ya ?


Astaga Aluna menoleh kaget karena Sagara berbicara tepat di samping telinganya Cowok itu berdiri di belakang tubuhnya yang dengan posisi sedikit merunduk


" mau Pulang aja ? bisiknya lembut


Aluna takut mengatakannya namun Sagara lebih dulu tahu maksudnya Sagara mengambil sebelah tangan Aluna janjinya pada Aluna Hanya lewat mata Aluna takut namun ia pada akhirnya mengikuti Sagara


" Enggak apa-apa Pamit dulu "


" Enggak apa-apa "


ketika berjalan Brandon sengaja berdiri dan menggerakkan bahunya saat menabrak bahu Sagara, Sagara tidak membalasnya Cowok itu tetap tenang-tenang saja sementara Brandon menyapa teman-temannya


Di dalam mobil Aluna melirik Sagara, Sagara habis beli air mineral di sebuah supermarket Aluna meliriknya sambil berpikir ia bergerak Bergeser menggeser tubuhnya agar lebih dekat dengan Sagara kedua lengannya menelusup untuk memeluk Sagara yang sedang minum membuat Sagara meliriknya


" ada apa "


Aluna menggeleng lucu " Mau peluk " Aluna memperhatikan Sagara yang sedang menaruh botol minuman mineral tadi tidak di sukai oleh sepupu-sepupunya sendiri kakek dan nenek terlalu mengekangnya dan Pasangan orangtua yang seharusnya di sebut bibi atau pamannya yang sama-sama berpikir tentang warisan bahkan otak Orang-orang di keluarganya hanya tentang Warisan dan Posisi Bagaimana bisa Sagara hidup dalam lingkungan seperti itu


" Udah lihat sendiri kan "


Aluna menggaguk memeluk Sagara makin erat ? " mereka memang sering begitu ya sama kamu


" Nggak Sering Mereka Sering baik sama aku, "


" Baiknya apanya ? aku bahkan nggak suka sama Brandon Gio dan Mario tadi


Sagara Terkekeh samar begitu Aluna menunjukkan dengan jujur apa yang ia tidak Sukai


" Nggak boleh gitu Mereka juga saudara-saudara aku, "


" Terus kamu kok tahan di sih gituin kalua aku di gituin mendingan aku pulang aja atau nggak datang sama sekali ? tanya Aluna


Gurat sedih muncul di wajah Sagara, Sagara sebenarnya Juga nggak mau datang di acara itu apalagi bertemu dengan orang-orang seperti mereka Namun Sagara harus datang kewajiban mengharuskannya untuk hadir


" tadi aku lihat Kakek kamu bangga banget pas kamu sambut tamu-tamu aku kalau jadi kakek kamu juga pasti bangga kamu kan multitalenta , berpretasi pintar dan bisa segalanya deh bagi aku ?


" Oh ya "


" iya Bahkan banyak Cewek yang kelihatannya mau minta nomor kamu tadi


" kamu berlebihan " ucap Sagara


" Enggak aku nggak berlebihan memang nyatanya kayak gitu kok ? ucap Aluna Tapi sebelum minta nomor kamu mereka harus hadapi aku dulu Pokoknya Enak aja aku juga susah deketin kamu


" Mmmm Sagara ? panggilannya " Senang nggak punya pacar kayak aku


Sagara menatap sebentar " Biasa aja Balasnya datar membuat Aluna mengerutkan keningnya


" Kok biasa aja sih ? Aluna merenggut kesal ia mengurai pelukannya lalu duduk dengan benar ia melirik Sagara Sebentar lagi namun yang dilakukannya hanya diam menatap jalanan yang sedang hujan


Aluna mengambil Ponselnya dengan wajah kesal ia juga membalas Pesan dari teman-temannya Lalu ada pesan dari Kevin juga yang tiba-tiba muncul begitu aja di notifikasinya


" Chat dari siapa " tanya Sagara


" Kevin ? balas Aluna


Sagara meliriknya Suasana mendadak hening hanya terdengar suara ketikkan Aluna pada Ponselnya lalu sebelum mengirim pesan balik untuk Kevin. Sagara sudah lebih dulu mengambil ponsel Aluna Tidak kasar Cukup membuat Aluna terkejut tiba-tiba saja Sagara mendekat sebelah tangannya memegang pipi Aluna lalu mengecup perempuan itu Aluna kaget jantung berdebar sangat kencang


" Sagara ? Aluna berhasil mendorong dada Sagara pelan sambil mengambil oksigen banyak-banyak


" Hmm ? Sagara membalas kedua Pandangannya sayu


" jangan ya "


" memangnya aku bakal Ngapain ? tanya Sagara merapikan rambut Aluna Sagara tidak mungkin mengatakan Sayang Cinta atau apa pun yang romantis untuknya. Namun perlakuan menunjukkan segala hal termasuk dengan bagaimana cara Sagara memandang Aluna dengan tatapan memuja tadi tapi mau Bagaimanapun Aluna ingin mendengar Sagara mengatakannya tanpa Aluna minta