Kisah Untuk Sagara & Angkasa

Kisah Untuk Sagara & Angkasa
BAB 127 Hancur


" Acara Udah mau selesai kan Gue Pulang duluan ya, " Bulan berdiri. Tidak mau menunjukkan wajahnya yang sudah mera Gue anter ya, " tawar Dylan Namun Perempuan itu menggeleng Enggak Dylan Perlu Mika bakal jemput gue," jawab Bulan dengan nada suara Pelan sudah tidak kuat untuk berlama-lama di sana. Bulan lalu Pergi dari sana Meninggalkan keenam laki-laki yang menatapnya kasihan itu. Mau berbuat sesuatu tapi Bulan selalu menolaknya Bulan, " Panggil Leo. Cowok itu menghampiri Bulan di ujung pintu gedung lalu disusul teman-temannya


angan sedih Angkasa gak Kaya gitu Dia Pacar Lo Gue Percaya dia gak bakal kaya gitu, " katanya lalu Bulan tersenyum. Keenamnya mendekat mengerumuni Bulan. memeluknya dengan melingkar agar perempuan itu kuat


" Thanks, gue Pergi dulu, " Kata Bulan


Acara Udah mau selesai kan Gue Pulang duluan ya, " Bulan berdiri. Tidak mau menunjukkan wajahnya yang sudah mera Gue anter ya, " tawar Dylan Namun Perempuan itu menggeleng Enggak Dylan Perlu Mika bakal jemput gue," jawab Bulan dengan nada suara Pelan sudah tidak kuat untuk berlama-lama di sana. Bulan lalu Pergi dari sana Meninggalkan keenam laki-laki yang menatapnya kasihan itu. Mau berbuat sesuatu tapi Bulan selalu menolaknya Bulan, " Panggil Leo. Cowok itu menghampiri Bulan di ujung pintu gedung lalu disusul teman-temannya


angan sedih Angkasa gak Kaya gitu Dia Pacar Lo Gue Percaya dia gak bakal kaya gitu, " katanya lalu Bulan tersenyum. Keenamnya mendekat mengerumuni Bulan. memeluknya dengan melingkar agar perempuan itu kuat


" Thanks, gue Pergi dulu, " Kata Bulan


Acara Udah mau selesai kan Gue Pulang duluan ya, " Bulan berdiri. Tidak mau menunjukkan wajahnya yang sudah mera Gue anter ya, " tawar Dylan Namun Perempuan itu menggeleng Enggak Dylan Perlu Mika bakal jemput gue," jawab Bulan dengan nada suara Pelan sudah tidak kuat untuk berlama-lama di sana. Bulan lalu Pergi dari sana Meninggalkan keenam laki-laki yang menatapnya kasihan itu. Mau berbuat sesuatu tapi Bulan selalu menolaknya Bulan, " Panggil Leo. Cowok itu menghampiri Bulan di ujung pintu gedung lalu disusul teman-temannya


angan sedih Angkasa gak Kaya gitu Dia Pacar Lo Gue Percaya dia gak bakal kaya gitu, " katanya lalu Bulan tersenyum. Keenamnya mendekat mengerumuni Bulan. memeluknya dengan melingkar agar perempuan itu kuat


" Thanks, gue Pergi dulu, " Kata Bulan


Acara Udah mau selesai kan Gue Pulang duluan ya, " Bulan berdiri. Tidak mau menunjukkan wajahnya yang sudah mera Gue anter ya, " tawar Dylan Namun Perempuan itu menggeleng Enggak Dylan Perlu Mika bakal jemput gue," jawab Bulan dengan nada suara Pelan sudah tidak kuat untuk berlama-lama di sana. Bulan lalu Pergi dari sana Meninggalkan keenam laki-laki yang menatapnya kasihan itu. Mau berbuat sesuatu tapi Bulan selalu menolaknya Bulan, " Panggil Leo. Cowok itu menghampiri Bulan di ujung pintu gedung lalu disusul teman-temannya


Acara Udah mau selesai kan Gue Pulang duluan ya, " Bulan berdiri. Tidak mau menunjukkan wajahnya yang sudah mera Gue anter ya, " tawar Dylan Namun Perempuan itu menggeleng Enggak Dylan Perlu Mika bakal jemput gue," jawab Bulan dengan nada suara Pelan sudah tidak kuat untuk berlama-lama di sana. Bulan lalu Pergi dari sana Meninggalkan keenam laki-laki yang menatapnya kasihan itu. Mau berbuat sesuatu tapi Bulan selalu menolaknya Bulan, " Panggil Leo. Cowok itu menghampiri Bulan di ujung pintu gedung lalu disusul teman-temannya


angan sedih Angkasa gak Kaya gitu Dia Pacar Lo Gue Percaya dia gak bakal kaya gitu, " katanya lalu Bulan tersenyum. Keenamnya mendekat mengerumuni Bulan. memeluknya dengan melingkar agar perempuan itu kuat


" Thanks, gue Pergi dulu, " Kata Bulan


Acara Udah mau selesai kan Gue Pulang duluan ya, " Bulan berdiri. Tidak mau menunjukkan wajahnya yang sudah mera Gue anter ya, " tawar Dylan Namun Perempuan itu menggeleng Enggak Dylan Perlu Mika bakal jemput gue," jawab Bulan dengan nada suara Pelan sudah tidak kuat untuk berlama-lama di sana. Bulan lalu Pergi dari sana Meninggalkan keenam laki-laki yang menatapnya kasihan itu. Mau berbuat sesuatu tapi Bulan selalu menolaknya Bulan, " Panggil Leo. Cowok itu menghampiri Bulan di ujung pintu gedung lalu disusul teman-temannya


angan sedih Angkasa gak Kaya gitu Dia Pacar Lo Gue Percaya dia gak bakal kaya gitu, " katanya lalu Bulan tersenyum. Keenamnya mendekat mengerumuni Bulan. memeluknya dengan melingkar agar perempuan itu kuat" Thanks, gue Pergi dulu, " Kata Bulan