
Tak ada yang lebih enak selain duduk di depan kelas sambil melihat siswa-siswi yang berlalu-lalang di koridor. Angkasa dan temen-temennya duduk di depan kelas menghalangi jalan teman-teman sekelasnya yang mau masuk kelas. Tak lupa sambil menggoda mereka. Cowok itu ditemani oleh Dylan, Jackie, Bima, Sagara, Leo dan Roni karena mereka terlalu malas di kelas yang diisi oleh anak-anak perempuan. Akhirnya mereka memilih duduk di depan menghalangin jalan teman-teman sekelasnya yang mau masuk ke dalam kelas. Tak lupa sambil menggoda mereka Hal itu jelas tidak disia-siakan oleh jackie untuk menghadang Della teman sekelasnya yang sudah ia incar sejak lama. Namun sayangnya Della tidak pernah membalas cintanya.
" Duh Pagi-pagi Udah Cantik aja nih Della Wangi banget Pake Parfum apa Del, " Jackie menggoda Della saat mau masuk kelas.
" Bukan urusan Lo ! jawab Della ketus Della memang begitu tetapi jackie masih aja betah mengejarnya sampai sekarang ini " Minggir, Kenapa sih ! Gue mau lewat,"
" Enggak, ah Cium dulu dong baru gue mau minggir, "
Della melotot Pada laki-laki yang ada dihadapannya ini. Dengan tidak tahu dirinya jackie memajukan Pipinya sehingga membuat Della mundur.
" Apaan, sih jackie Pagi-Pagi Lo udah mesum aja Minggir Lo gue mau lewat,"
" Ntar dulu Della, gue mau ngelihatin Lo bentar aja, "
" Ehhh Pak Jackie Udahlah kasih lewat aja Awas Lo Ntar ditimpuk Pake sapu lagi," Celetukan Leo membuat teman temannya tertawa sementara jackie mengalah dan membiarkan Della masuk kelas
Leo bersiul melihat Aluna, " Aluna ! Mau dibantuin enggak, "
Aluna hanya berjalan diam tanpa mau menoleh. Aluna sedang membawa tas dan bahan-bahan prakarya
" Yaahhh gue ngomong dikacangin Tega deh Neng Aluna, "
" ya, iyalah dikacangin kalau Sagara yang nyapa baru dibales, Ya enggak Aluna, " Dylan berteriak di sebelahnya, Aluna masih tidak peduli
" Sagara jangan Lo Cuekin Udah tanda-tanda tuh Aluna udah kode, "
" Cieee Aluna mukanya merah cieee, "
Gelak tawa yang menyebalkan bagi Aluna mulai terdengar. ia langsung berjalan dengan cepat-cepat meninggalkan mereka
" Eh Bulan !" Leo menyapa Bulan dari jauh. perempuan itu sedang menatap kertas ulangan yang dititipkan Bu Rani kepadanya untuk dikerjakan karena guru itu tidak bisa mengajar dikelasnya hari ini
" Bulan ! Dapet salam sayang dari Angkasa tuh, "
" kalau diajakin jalan sama gue atau Angkasa Lo milih siapa, " tanya Bima membuat jackie menyenggolnya
" Mana mau Bulan sama Lo Dompet Lo kan kemarau sadar diri woy, " Ujar Leo
" Ya kan siapa tahu Bulan milih gue, gue bakalan ajakin Bulan ke warteg, yang paling bagus, "
Leo tertawa mendengarnya, " Warteg mana, "
" Ada di Deket rumah gue, Di sana makanannya enak-enak banget tahu murah meriah lagi, "
" Emang enggak modal banget Lo bim," Jackie menggeleng
" Dasar enggak ngaca Lo Pikir Lo modal Lo ngajakin Della jalan-jalan aja cuma ke Time Zone, Pantes sampe sekarang masih friendzone, "
" Mulut Lo belum Pernah di sumpel sesuatu nggak, Bim,"
Bulan memilih tidak menanggapi dan berjalan menuju kelasnya Angkasa yang juga melihatnya juga diam meski tatapannya tetap tertuju Pada Bulan. Ingatannya Kembali melayang Pada kejadian kemarin matanya melihat kaki Bulan. Luka dikakinya sudah lumayan kering.
Bulan memilih Cepat-cepat Pergi dari sana. Tidak ingin berlama-lama menjadi bahan ledekan Teman-teman Angkasa
...•••••...
Keadaan kelas XII Bahasa 3 benar-benar ribut. Lutfi sudah sejak tadi menyuruh Teman-temannya untuk diam dan mengerjakan soal yang ada di papan tulis, tetapi tetap saja ada satu dua temannya yang masih bermain dan menimbulkan percakapan-percakapan yang membuat seisi kelas semakin gaduh.
Kelas semakin ramai dengan ikut-ikutannya Pengurus kelas berteriak untuk menenangkan kelas mereka. Namun Lainnya dengan Bulan dan Aluna, mereka lebih memilih diam Lebih tepatnya malas. karena berapa kali pun teman-temannya diberi tahu, mereka akan tetap ribut
" Lo Ngapain sih ? Amanda bertanya Pada Doni yang sedang memegang Handphonenya
" Eh Doni ! Lo ngefoto gue, ya, " kata Loli sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan
" Di suruh Dylan nih ! katanya dia takut ngeliat ceweknya di ganggu,"
" Over protective, banget sih, " Kata Amanda
" katanya dia lihat Loli sama Cowok tadi. Over protective itu artinya dia itu Sayang banget sama Lo Gue tahu Dylan Playboy Tapi di dalam lubuk hatinya Paling dalam dia itu Sayang banget sama Loli, "
" Lo lagi Ceramah, " Ujar Amanda
" Nggak tuh,"
" Nggak jelas banget sih Lo berdua, "
Doni yang tengah asyik mengutak-atik Ponselnya di sebelah Loli langsung meletakkan Ponselnya saat ia melihat sosok Firman lari masuk ke dalam kelas.
" DION ITU, " Teriak Firman
" Kenapa Lo Teriak-teriak, " tanya Dion" Udah kayak kemalingan sendal di masjid aja, "
" Anu itu Anu, "
" Anu-anu apa, " tanya Dion
" ANU, "
" Anu apaan sih Lo kagak jelas banget, kalau ngomong, "
" Anjer ! Noh si Angkasa sama yang lainnya mau berantem di kelas sebelas, semua anak Tiger udah di sana, "
" Berantem kenapa, " tanya Dion
" Sumpah Lo, " Dion berdiri, " Adiknya si Rio tuh kan, "
" iyalah adeknya Rio masa Adek gue, " sewot Firman, " Begok Lo, "
" OTW-OTW, " Dion dan Firman langsung menuju ke tempat firman berdiri dan mereka langsung ke luar kelas.
" Angkasa, Tiger, Berarti Dylan, dong, " Loli mulai sadar dengan apa yang telah terjadi. Perempuan itu lalu menaruh Pulpennya di atas meja dengan asal lalu kabur dari kelas meninggalkan Teman-temannya
" EH LOLI, " Teriak Bulan
" Eh ikut yuk, Bulan "tiba-tiba Amanda menarik tangan Bulan
Akhirnya mereka berdua berjalan menuju kelas XII IPA 5 dan benar saja. kelas itu sudah ramai.Ramai anak-anak Tiger. Aldi benar-benar cari mati namanya Mereka berada di belakang dan melihat Angkasa sedang mencengkram kerah seragam sekolah Aldi yang tersudut di papan tulis. Tangan kiri Angkasa masuk ke dalam saku celana. Bulan mengedarkan Pandangan dan melihat Loli berada di dekat mereka
" Eh-eh Della ini kenapa kok bisa pada ribut, " tanya Bulan pada Della yang kebetulan ada di sebelahnya
" Oooh ... biasa si Aldi Mulutnya enggak bisa di jaga gara-gara dia Udah ngehina-hina Tiger makannya didatengin Gitu sih setau gue, "
" Segitu banget sih, "
" Lo kaya kagak tau Angkasa aja, " mata Della mengamati Angkasa, " Siapapun yang udah ngehina Tiger dia bakalan marah besar, "
" iya juga sih, "
" Pasti ini Pak Handoko sama Bu Maya ke sini gue Yakin, "
" Ya iyalah bakalan ke sini tuh kan udah tugas mereka sebagai guru BK, " Ujar Amanda Pada Aluna
" Maksud Lo apa ngehina Tiger, " tanya Angkasa lalu jeda akhirnya cowok itu berdecih, " Beraninya Cuma di belakang, gue," katanya lagi saat Aldi tertunduk di depannya. kelihatannya cowok itu sudah mengaku kalah sebelum Angkasa melakukan sesuatu Padanya. Mungkin karena Angkasa datang secara rombongan
" Kalau Lo berani ngomong di depan gue sekarang jangan cuma berani ngomong di belakang, " Angkasa memajukan wajahnya sedikit, " Nih, di muka gue ngomong, "
Aldi tetap diam, tidak berani mengeluarkan sepatah kata pun
" Beraninya dibelakang, tapi baru didatangi diem Lo itu sebenernya Cowok apa Banci sih, " bentak Angkasa
" Banci, dia mah, " Teriak Roni
" Gimana nih ? Mau caruk sama gue, ayo gue ladenin, " Ujar Angkasa dengan Pandangan remeh, " Lo itu masih adik kelas aja sok, "
" Udah Angkasa hajar aja Yang kayak gini harus dikasih Pelajaran sekali-kali biar dia Kapok Tuh Orang, " Suruh Jackie memanas-manasi keadaan
lalu terdengar suara penyemangat menggema dari segala arah
" AYO ! AYO ! AYO, "
" AYO ANGKASA HAJAR, "
" ANGKASA ! ANGKASA ! ANGKASA, "
" GUE DUKUNG LO BOS HAJAR AJA, "
" HABISIN AJA ANGKASA KAGAK USAH DI KASIH AMPUN, YANG KAYAK GINI, "
" Dih beraninya, mah keroyokan, " bisik Bulan Pada Aluna
" Hussh Awas didenger ntar Lo kena masalah lagi sama Angkasa,"
" APAAN NIH WOI KOK RAME-RAME, BANGET "tiba-tiba Bagas datang secara rusuh menyeruak kerumunan. Namun ia langsung diam di tempat ketika melihat Angkasa menoleh kearahnya Bagas si ketua kelas 7 jelas terperangah dengan keadaan kelasnya yang berubah menjadi tempat ramai seperti ini terlebih lagi ada ketua Tiger berserta anak buahnya di sini.
" Eh Curut mendingan lo diem aja nggak usah ikut-ikutan, " Bima berkata Pada Bagas yang akhirnya mundur ke belakang Dia juga tidak mau ikut Campur kalau ia ikut campur itu sama artinya dia cari mati
Mereka sampai membuat meja guru langsung bergeser menabrak dinding dan vas bungan otomatis jatuh dan pecah ke lantai. Namun tidak membuat keduanya berhenti. Tidak ada yang menolong dan juga melerai Mereka semua hanya menonton sambil terus menyemangati Angkasa, jagoan yang diunggulkan mereka
" ASTAGA ANGKASA, ALDI, " Teriak Bu Maya suara cemprengnya di Pintu kelas. Bu Maya dibiarkan menuju ke arah mereka yang tidak juga Berhenti bergulat. Angkasa duduk di atas Aldi dan memukul cowok itu dengan membabi buta sementara Aldi sudah lelah dibawahnya sehingga cowok itu tidak melawan
" Angkasa berhenti, " Bu Maya menghentikannya
Dylan akhirnya mendekat dan membantu Bu Maya untuk mengamankan Angkasa Pak Handoko datang ia melihat keributan itu langsung menampilkan wajah marah besarnya
" Udah-Udah Nak ! Ya ampuunn Gak Berhenti-berhenti, " Bu Maya kewalahan ketika Angkasa hendak menghajar Angkasa lagi namun Dylan menahannya
" Udah, Angkasa, Udah, " Dylan mengunci tangan Angkasa dan menjauhkannya
" Ada apa nih, " Tanya Pak Handoko ia membantu Aldi berdiri bersama Bu Maya
" Kamu lagi Angkasa bikin ulah ini bukan tempat adu bakat bertarung, "
" Pak, dia yang mulai duluan, "
" Tetep saja kamu yang salah karena mukul dia, " Pak Handoko balik membentaknya, " Kamu kira kamu bisa seenaknya main Pukul anak orang kalau dia Kenapa-kenapa kamu mau tanggung jawab, "
Angkasa berdecak
" Kalian semua Ngapain di. sini kenapa nggak masuk kelas, "Ujar Pak Handoko membuat mereka yang menonton langsung bubar dari tempat itu
" Kamu, kamu ikut saya ke ruang BK sekarang juga, " suruh Pak Handoko pada Angkasa dan Aldi
" Tapi, Pak"
" JANGAN NGELAWAN, "