Kisah Untuk Sagara & Angkasa

Kisah Untuk Sagara & Angkasa
BAB 100 ANGKASA


" Badak-Badak apa yang bisa lompat ? Tanya Roni


Roni serta teman-temannya sedang bermain di meja depan sementara Angkasa baru saja masuk kelas. Cowok itu lalu duduk di kursi belakang dan Pojok kelas sambil menyenderkan Punggungnya ke dinding. Keringat menetes dari leher depan hingga kemejanya membuat Cowok itu mengangkat sebelah kaki memperlihatkan sepatu Converse Putihnya


" Memangnya badak bisa lompat Roni," Tanya Jackie Polos, " Gue baru tahu,"


" Bisa dong ! Badak kesayangan gue tuh Super best seller, " Kata Roni, belagu


" Badak aja bisa best seller ye heran gue sama Lo, " jawab Dylan sambil terkekeh, " Memangnya Lo jualan badak di mana Roni ? Gak di Pantun Lo, gak ditebak-tebakan Lo, ini gue Curiga Lo titisan Siluman badak Roni," Katanya sambil tertawa


" SEMBARANGAN, " seru Roni lalu tertawa


" Udah-Udah ganting. Garing bener ah Lo Pada masa segitu aja gak bisa jawab Pantes aja nilainya do re mi semuanya nggak ada yang bener, " Kata Roni la'gi


" He ngaca ! Perlu gue bawain Lo kaca besar ke sini hah, " Ucap Bima tidak terima dikatain, " Nyontek massal sama Sagara aja lu belagu lu Roni,"


...SAGARA ABRAHAM...



...Biasa di Panggil Sinyo oleh teman-temannya. Dia adalah kunci jawaban Angkasa serta Teman-temannya Emang dasar Roni kurang ajar. Nama orang ganteng-ganteng diubah Sinyo. Kampungan bener ?...


" Udah-Udah nih gue Punya lagi, " Kata Roni


" Siluman-Siluman apa yang kalau lihat Cowok langsung terbwang, "


" YA ALLAH KENAPA ENGKAU MENGIHIBAHKANKU TEMAN-TEMAN SEPERTI MEREKA, " Dylan menengadahkan tangannya mengadu. " Capek Dylan Ya Allah, "


" Nauzubillah Min Dzalik Roni, " sambung Leo yang duduk di sebelah Roni


" Itu Siluman Pasti kabur gara-gara liat muka Lo, "


Angkasa Tertawa mendengar Penuturan Leo Begitupula Dylan. Makin kencang Pula tawanya. Bahkan kedua bahu lebar Dylan berguncang makin hebat.


" Itu Siluman Pasti lebih Takut sama muka lu ketimbang mukanya sendiri, " Tambah Jackie tertawa Pada Roni, " Makanya Langsung terbang Roni, "


" KURANGG AJARR ! tawa Roni yang berderai, " Emangnya gue ini siluman apa,"


" Yaelah gak asyik banget Lu Pada ah segitu aja gak bisa jawab. Pundung Adek bwang, " Roni lalu berdiri dari tengah-tengah kursi yang diapit oleh Leo dan Bima lalu bergerak Pergi menuju ke kursi Angkasa yang duduk sendirian Niatnya Juga mengadu


" Segitu aja Ngambek Sini-sini dek Duduk di samping Abang. Ntar Abang sayang-sayangin deh, " rayu Dylan menepuk-nepuk Pahanya, " ada Pijet Plus-plusnya loh. Yakin Lo nggak mau,"


" ANJING JIJIK KALUA PLUS-PLUSNYA SAMA LU LAN, " seru Roni membuat Teman-temannya tertawa terbahak-bahak.


" Dylan sayangggg ..... nanti malem Pasti jadi kan, ya " suara centil Marissa Cewek XII IPS 5 masuk ke dalam kelas.


" Jadi dong Cantik, " Ucap Dylan manis Pada Marissa. Cewek itu berdiri di depannya, " Nanti izin Dulu ya sama Mama gue, "


Angkasa tertawa, " Dasar anak mama Begitu Bri Playboy-Playboy Badan aja gede kayak Buto ijo, Palingan kalau ketemu sama maknya langsung kabur,"


" Berengsek Lo Angkasa, " Ucap Dylan sambil tertawa


" iya udah aku ke sini cuma mau Bilangin itu.Dadah Dylan, " lambaian manis tangan Marissa Pada Dylan Pun membuat Dylan memejamkan matanya karena tangan Perempuan itu sempat menyentuh hidungnya sampai membuat mabuk Dylan


" WOI senyum-senyum udah kaya orang Gila aja Lo itu Marissa anak SMA Kencana Pacar lu Lan, " Tanya Leo, " Buset lu Dylan Bener-bener ini kayanya Lo Gila banget macarin tuh Cewek, "


" Ntar malem juga gue Putusin. Aelah santai aja Gue Pacaran sama dia Cuma sehari. Ajak jalan dululah baru gue Putusin tuh Cewek, " jelek Dylan


" Gue gak sejahat itu sama dia. Gue juga gak ada rasa tuh sama dia. Dia aja yang nyari-nyari gue. Bukan salah gue kan ? Gue kan cuma meladeni dia. Urusan hati gue atau gaknya kan gak bisa dipaksain Cewek-Cewek boleh ngapain aja sama gue asal masih batas wajar, "


" Marissa itu bukannya Primadonanya SMA kencana kalau gak salah tuh Cewek maskot anak-anaknya Geng KIGER Bukan " Tanya Bima


" Yoi, Bim Maka dari itu gue macarin tuh Cewek Baru Juga jadian semalem Anaknya sih Baik Gue nggak tega nyakitin dia," Dylan mengerdikkan bahunya


" Dia Kata sih sukanya sama Lo Angkasa Cuma Susah dapetin Lo Angkasa. Lah dalem hati gue Pas dia ngomong begitu. Ya iyalah susah dapetin Angkasa. Kirana aja gak dapet-dapet apalagi lu, " Tambah Dylan.


...Kirana Larasati...



Kirana Larasati adalah Cewek Paling Cantik di SMA Arwana. Cewek itu mendapat Piala bergilir di Tiger karena saking seringnya menggonta-ganti Pacar . sama seperti Dylan cuma Kirana Versi Perempuannya. Dulu Pernah berdebat sengit dengan Angkasa karena cewek itu terlalu terobsesi Pada ketua mereka. Bahkan Kirana sering tuh mencari Peluang agar bisa deket sama Angkasa Tapi tetep aja gak Bisa-bisa. Malahan Cewek seperti Bulan yang berhasil menaklukkan hati Angkasa


...••••...


" Angkasa Lo kenapa sih ? Tangan Mona tiba-tiba menyentuh sebelah Pipi Angkasa membuat Angkasa yang tengah melamun memandang ke arah depan menoleh kepadanya


Mona. Cewek yang masuk Dalam jajaran cewek-cewek Paling cantik di sekolah Dulu adalah sindikat Cewek mengejar Angkasa saat MOS. Angkasa Fanatik lover,s Padahal Pernah dibuat malu oleh Angkasa tapi tetep saja Mona tidak ada kapok-kapoknya buat deket-deket sama Angkasa. Bahkan nih cewek sampai ke rumah Angkasa


Serem kan ? Mona Hiperbola banget sama Angkasa


" Loh kok diem Terus sih Angkasa Ada apa, " suara lembutnya memang membuat Cowok-cowok terbuai bahkan klepek-klepek tapi tidak begitu dengan Angkasa. Tadi Angkasa mengajaknya ke sini saat tak sengaja berpapasan dengan Bulan untuk menunjukkan pada Cewek itu bahwa Angkasa berengsek


" Angkasa, "


Angkasa hanya diam tak menjawab. Cowok itu memilih melihat seorang perempuan yang baru saja masuk ke dalam lorong sekolah. Bulan Cewek itu sedang ngobrol dengan salah seorang murid lelaki. kelihatan dekat bahkan sejak tadi tertawa entah menertawakan hal apa. Yang membuat Angkasa ingin segera menyusul ke sana untuk menarik Bulan mengajaknya menjauh dari laki-laki itu namun yang dilakukan Angkasa adalah tetap diam di tempatnya. Perasaan cemburu ini membakar habis Angkasa benar-benar membuatnya tak nyaman saat seorang lelaki bisa membuat Bulan senang dan bahagia. sementara yang dilakukan Angkasa pada Bulan justru membuat Perempuan itu sakit hati dan terpuruk


Bahkan waktu ini Angkasa tega meninggalkan Perempuan itu di tengah jalan sendiri. Saat itu mereka sedang bertengkar hebat. Meski Bulan sampai dirumahnya dengan selamat. Tapi tetap saja Angkasa masih merasa bersalah


Pasti hati Perempuan itu sudah babak belur karena sikap Angkasa Padanya


" Hellow Angkasa Awan Aldinata ? Earth to Angkasa," suara Mona yang menganggu itu membuat Angkasa berdecak


" Lo bisa diem gak, " bentak Angkasa tiba-tiba, " Kalau Lo gak bisa Diem sana ke kelas Lo aja. jangan gangguin gue di sini, " desis Angkasa


Mona akhirnya Pergi meninggalkan Angkasa seorang diri karena kesal sementara Angkasa kembali Pada apa yang dilihatnya tadi. Cowok itu dengan berani menyentuh Puncak kepala Bulan. Mengusapnya sambil tersenyum membuat kedua tangan Angkasa mengepal di atas Celana abu-abunya kalau sudah cemburu begini. Angkasa tak bisa mengontrol dirinya sendiri


...••••...


..." DASAR ANAK TUKANG KORUPSI, "...


" Bulan Lo gak apa-apa kan, " Mika menatap Bulan simpati. di kelas Bulan duduk sendiri Bahkan Aluna memilih duduk ke depan bersama temannya yang lain. Sementara Amanda dan Lala di belakang hanya menatapi Bulan dalam diam. mereka adalah sahabat-sahabatnya


Di dalam kelas bahasa XII IPA 3. segala macam umpatan tertulis di mejanya. Bulan melirik ke belakang tepat di Pojokan kelas. siapa lagi di kelas ini yang berani tega melakukan itu kalau bukan Dion dan Teman-temannya itu


" Eh Mika Hati-hati Lo Temenan sama Bulan Ntar duit Lo kecolongan Bapak dia kan Tukang Maling duit Korupsi lagi Ha, Ha, Ha, " suara tawa raksasa Dion terdengar


" Eh Dion ! Mulut Lo tuh yang perlu gue sumpelin Deterjen ? Cowok juga, jaga tuh mulut, " Mika membela


" Lo itu udah tiga tahun kan sekelas sama Bulan Kenapa Lo tega giniiin dia Memangnya dia salah apa sama Lo Gak ada kan, " di saat sahabat Bulan memilih diam. Hanya Mika yang berani menyuarakan isi kepalanya untuk membela Bulan


" Gimana-gimana Temenan sama Bulan Awalnya sih Tapi sih semuanya pada alergi tuh temanan sama dia. Pantes aja Angkasa buang dia ! Udah jatuh miskin sih Ha,Ha, Ha, " tawa jahat Dion Kembali terdengar


" Lagian ketua Gue itu gak cocok sama Bulan ! Gak sepadanlah kalau kata gue sih Angkasa tuh lebih cocok sama Mona,"


Bulan melayangkan tatapan geram namun tetap tertahan di tempat duduknya.


" Eh Dion tuh mulut kayak Perempuan aja sih, "


" Udah Mika, Tenang aja gue enggak apa-apa kok, " Bulan memberi senyum tipis lalu mengambil buku dan menaruhnya ke atas meja


" Siang anak-anak," Suara Bu Maya mengawali Pelajaran mereka Pada siang hari ini, " ibu Mau Cari Bulan Natasha Ada, " Lalu. suara Bu Maya terdengar lagi." Oh ini dia. Bulan kamu bisa ikut kan kelas XII IPA 5 Sekarang, "


Bulan mengerutkan keningnya. Itu kan kelas Angkasa Ngapain


Bulan berjalan di lorong kelas Angkasa bersama Bu Maya. Cewek itu dapat melihat Angkasa yang masih berdiri di depan kelas lalu bergerak ke bangku guru dan duduk di sana sambil mengipasi dirinya sendiri


" Segar Bener dah, " Cetus cowok itu sambil menikmati Kipasannya sendiri, " Udah kayak di surga aja. semoga ibu tiri lama keluarnya. Kalau Perlu enggak usah balik-balik deh, "


" Siapa yang suruh kamu duduk di bangku saya Angkasa sambil leha-leha lagi, " Suara Penuh ancaman Bu Maya kontan membuat membuat kelas yang tadi ribut seketika sepi. Teman-teman Angkasa sedang menertawakan Angkasa tadi langsung saja mencari tempat.


" Gak ada Bu, " jawab ketus Angkasa


" Cepat Bangun, "


" Siap Kapten, " balas Angkasa sambil hormat membuat Teman-temannya tertawa mendengarnya


Bu Maya mengerutkan kening, marah, " Kenapa jadi kamu yang lebih galak daripada saya, "


" Ibu baru tahu saya ini lebih galak daripada Bu Maya. Angkasa Awan Aldinata ini kan murid kesayangannya Bu Maya yang Cantik dan jelita, "


" Duh Gusti dapet karma buruk apa saya ini ngajar murid Paling nakal seperti kamu, " Bu Maya mengusap keningnya yang Penuh keringat karena menghadapi Angkasa


" ibu nih kebanyakan nonton TV makannya Ngomongnya karma buruk. Curiga saya ibu nih Penggemar sinetron yang tujuh episode gak kelar-kelar itu Bu Nih ya Bu kalua saya saranin. ibu tuh cocoknya nonton berita daripada yang begitu-begituan Bu. Biar sekalian dapet jodoh, "


" DIAM, "


" Iya Bu Maya yang Cantik dan jelita, "


" DIAM ANGKASA, "


Angkasa terdiam mendengar Bu Maya berteriak begitu kencang, " Ya udah iya guru selalu benar dan murid selalu salah," sahut Bu Maya


" Bulan kamu duduk di samping Angkasa," Perintah Bu Maya membuat Bulan melotot


Tapi Bu saya kan masih ada jam Pelajaran di kelas saya, "


" Cepetan Bulan sekarang kamu duduk di samping Angkasa, "


Ancaman itu sontak membuat keduanya langsung bergerak untuk duduk di depan. membuat suasana kelas berubah jadi canggung. Bahkan Angkasa pun enggan menoleh ke samping membuat senyum terselubung Bu Maya


" Nahkan kalau ada Pawangnya jadi diem, Bu nggak usah Capek-capek marahin kamu dari tadi, " Kata Bu Maya


" Ho, Ho, Ho Bu Maya Paling bisa membuat Angkasa diam, " Celetuk Dylan


" Diam kamu Dylan apa kamu mau saya hukum kayak Angkasa, " ancaman Bu Maya membuat Dylan terkekeh lalu diam


Sementara Bulan hanya diam. Menatap jam dinding dengan Pasrah Bagaimana bisa dia akan melewati hal ini sementara Angkasa bahkan tak mau berbicara Padanya. bahkan untuk menoleh saja Cowok itu tak mau.


Sebenci itukah Angkasa kepadanya


...••••...


" Cakra nyari Cewek Lo tadi. Angkasa di dalam kelas " Kata-kata Jackie membuat Angkasa menoleh


" Ngapain, "


" Ya lu Pikir aja sendiri, " sahut Jackie gemas


" Udah ngambil ancang-ancang tuh kayaknya dianya tau Bulan tuh cewek Lo, Angkasa, " Bima menaruh minuman bersoda di atas meja


" Memang ini kayanya Cakra gak suka sama kita. anak-anak Geng KIGER juga Pasti begitu kejadian dulu Pasti bakal keulang kembali, " Ujar Sagara


" ANGKASA, "


" Apa, " Tanya Angkasa kaget pada Bima Cowok itu baru saja masuk ke dalam kelas dengan muka Pias


" Bulan lo lagi di cegat Cakra, Angkasa " jawabnya