Kisah Untuk Sagara & Angkasa

Kisah Untuk Sagara & Angkasa
BAB 104 Berubah


" CK gue mau nganter adik gue Pulang Dia harus belajar. Besok kan masih sekolah, "


" Kak Angkasa jawab dong apa bener Kak Sagara itu benci sama Chika, "


Angkasa langsung melirik Sagara yang sedang melamun


" Enggak Chika Kak Sagara itu enggak benci sama kamu, " Ujar Angkasa, " Kak Sagara itu memang gitu orangnya Cuek tapi dia itu sebenarnya baik' lho, "


" Bener Kak Angkasa, "


" iya Chika, "


" Ayo Chika kita Pulang, Angkasa Lo enggak mau Pulang, "


" Enggak jackie, Ntar aja gue Pulang,"


" Ah bohong Lo Karena apa sih apa karena Bulan lagi, "


" Enggak Bima, "


" Bohong Lo. Lagian Lo sama Bulan gak baikan ? Gue tau dia salah dan kesalahannya bagi Lo gak bisa dimaafin tapi coba kasih dia kesempatan. Dia juga kan sering nyari-nyari Lo Dia gak Pernah bilang alasannya ke lo, "


" Enggak tuh jackie. Takut Paling, "


" Ya gimana gak takut tuh Cewek. Dia datengin Lo aja muka Lo kayak udah mau ngajakin dia Perang. Dia manggil Lo aja Lo langsung Pergi Dia ngomong sama Lo balesnya sambil bentak bentak atau marah-marahin dia Man Cewek mana sih yang gak takut Lo gituin, " Bima bertanya


" Gue ikutin Prinsipnya Sagara. Gak suka campur-campurin Urusan orang Tapi Lo, " Bima menunjuk Angkasa, " Sebagai manusia gak boleh lari dari masalah. Masalah itu bakal terus ada ngejar Lo. Masalah itu akan selalu mengintai sebagai bayang-bayang atau diselesaikan, "


" Gue belum bisa maafin dia Bima, Lo kan tahu sendiri gue kayak apa, "


" iya gue tahu. Lo Angkasa Awan Aldinata yang gak suka dikhianatin, "


" Dia cuma jalan sama Cowok Man Lo itu terhasut omongan eman-teman kalua dia Cewek gak bener sempet ke tempat Penginapan, kost, rumah Cowok itu bahkan ke tempat tongkrongan Dirga tanpa sepengetahuan Lo. kita semua tahu orangtua Bulan bangkrut karena Korupsi, "


" Gue Pulang dulu Bos. semoga otak Lo bisa jalan, "


...•••••...


" Bang Satya, " Bulan masuk ke dalam rumah barunya


" Lo kenapa Pulang Bulan, "


" Bang Satya mabuk lagi, " Ujar Bulan berteriak melihat Satya duduk di sofa sambil memegang botol minuman keras di tangannya


" KENAPA BANG SATYA MABUK LAGI,"


" Hahaha adik abang baru Pulang Mana Mama, " Tanya Satya dengan suara mabuk membuat Bulan menepis tangannya yang hendak mengusap Pipinya


" Abang Satya harus sadar Mama udah Pergi nikah sama orang lain karena Papa di Penjara, " suara Bulan semakin tinggi


Satya hanya diam. Mukanya merah Laki-laki itu lalu mengambil botol alkohol berwarna merah yang ada di genggamannya dan memecahkannya dilantai membuat Pecahan itu berserakan di lantai. Hal itu membuat Bulan menatapnya dengan tatapan kosong. Perbuatan-perbuatan kasar ini sudah biasa di rumahnya. Bulan tak perlu Takut untuk menghadapinya


" Kamu mau Abang Pukul "


" Pukul aja, "


" PUKUL AJA KALAU ABANG BERANI, "


Satya setengah mabuk berdiri matanya merah. sebelah tangannya menjambak rambut Bulan kuat-kuat lalu tangannya memukul tepat di wajah Bulan.


" Mana uang kamu, " Satya merebut Tas Bulan


" Gak mau Bang itu uang SPP Sekolah Bulan," Bulan merebut tasnya dari tangan Satya


" Mana sini uang mau gue Pake judi, " Satya membentak dengan suara kasar. Mengambil tas Bulan Lalu membawa kabur uang yang ada di dompet Bulan, Bulan tertunduk di lantai menahan dengan mati-matian air matanya. Sakit di tukang dekat matanya membuat Bulan meringis kesakitan. Dahinya Pun berdarah


Semuanya telah hilang. Bahkan Abangnya sekalipun Pergi


...•••...


Malam ini sepertinya akan hujan Seorang gadis dengan Pakaian Putih abu-abu tengah duduk di halte dengan ekspresi Putus asa. Dulu Satya Tak pernah bersikap kasar padanya semenjak ayahnya masuk Penjara Satya jadi suka marah-marah Pulang-Pergi malam, minum- minum bahkan berteman dengan Dirga


Bulan Tidak Peduli dengan suara itu


" gak baik lo Cewek sendirian malem-malem gini di halte, Apalagi masih Baju SMA, "


" kayaknya lagi sedih boleh gue hibur gak, " Tanya Cakra. Bulan Tersentak saat ada tangan yang membuka rambut yang menutupi wajah dan Pipinya. saat Bulan menoleh. Cakra ada di depannya Duduk di sebelahnya. Menatap Bulan yang baru saja menangis


" Makannya kalua diajak jalan malem itu mau. jadi nangis kayak gini kan, "


" Lo ngapain masih ada di sini, " Tanya Bulan


" Kebetulan gue lewat Terus liat Lo. itu motor gue, "


" Mana, "


" itu, "


Cakra menunjuk motornya yang terpakkir di dekat halte


" Terus kenapa Lo duduk di samping gue,"


" Nungguin Lo dong. nanti kalau Lo diapa-apain sama orang gimana Tadi ada yang hampir mampir ke sini tapi gak jadi karena gue suruh Pergi, "


" Masa sih, "


" iya, " Cakra berusaha menyakinkan. Lalu Cakra menerawang


" Katanya bahagia dan sedih itu satu Paket. Kalua lagi sedih harus inget hal-hal yang membuat Lo bahagia. kalau lagi bahagia harus inget sama hal-hal yang pernah buat Lo sedih. karena sedih itu adalah anugerah,"


" Oh ya, "


" iya. kayak kata gue karena bahagia dan sedih itu satu Paket. Gak ada sedih Lo gak bisa bahagia Gue yakin kok orang-orang Sayang sama Lo gak suka lihat Lo sedih, "


" Kenapa Lo bisa Seyakin itu, "


Cakra mengangkat bahunya, " Mungkin karena Lo Bulan, "


" Kalua ada disekolah sama di luar beda banget ya Cakra ? Kalau di luar baik banget Tapi kalua ada di sekolah idih amit-amit, "


Cakra tertawa, " Hahahaha Lo bisa aja sih Bulan, "


" Gue mau cerita sama Lo Bulan, " Bulan menoleh kepada Cakra


" Kenapa kalua daun itu jatuh ke bawah Bukan ke atas, "


" kenapa ? Kan emang daun itu jatuh ke bawah bukan ke atas. Gaya Gravitasi Bumi, "


" Salah Bulan, Masa segitu aja gak bisa jawab sih ? katanya Lo juara umum SMA Arwana, "


" ih apa sih maksud Lo, "


" Masa mikirnya gaya gravitasi Ya salah lah Bulan, "


" Terus yang bener itu apa, "


" Pohon itu emang sengaja buat daun-daunnya Jatuh ke bawah. supaya apa ? supaya bisa tumbuh yang lagi. Jatuh untuk bangkit kalau Lo lagi ngerasa jatuh. Lo harus bisa bangkit Lo gak boleh sedih-sedih terus. sedih itu gak baik buat Pikiran Lo, "


" Nih ambil daun mangga. Anggep aja nih hadiah dari gue supaya Lo gak sedih lagi, " Cakra memberi Bulan daun mangga yang ada di kursi halte.


" Gue bukan teman yang baik, Bulan jangan berpikir kayak gitu, "


Cakra seolah tahu apa yang ada di pikiran Bulan, " Gue ini musuh Lo karena Lo Pacar ketua geng Tiger. Tapi kadang musuh adalah teman baik buat diajak curhat, "


" Bulan, " suara berat itu membuat Bulan menoleh saat tadi sempat menatap kedua mata Cakra lekat-lekat seorang murid laki-laki sedang duduk di atas motornya. menatap Bulan. Bulan yang ditatap seperti itu salah tingkah bergerak menuju ke arah Angkasa. Tapi Angkasa tak mengatakan apapun kedua mata lelaki itu menatapnya tajam. Angkasa marah. Bulan tahu betul dengan hal itu. Cowok itu menatap ke arah depan tanpa mau menatapnya lagi


" Angkasa ini ... "


" Naik , " bentak Angkasa membuat Bulan tahu bahwa Angkasa juga Cemburu


...•••...