
" Lo Pacaran sama Devia ? Tanya Ricky di depan wajah Leo mereka terhalang oleh meja
" Lo keberatan, " Tanya Leo. ia tidak mau mengalah karena Posisinya memang tidak salah.
" Dia Udah jadi mantan Lo. Sekarang, dia itu Cewek gue, "
Ricky menahan dirinya Untuk tidak memukul Leo, " Tapi Lo tahu kan gue baru Putus sama Devia dua hari yang lalu, "
" Gue udah bilang sama Lo. Devia udah jadi Pacar gue. Bukan lagi Pacar Lo. Dia cuma mantan Lo sejak dua hari yang lalu,"
Tanpa aba-aba, satu tonjokan keras mengenai wajah Leo. Cowok itu jatuh ke belakang dengan Punggung membentur meja hingga meja itu mundur dan menyebabkan Leo jatuh ke lantai. Suara seruan agar Ricky berbuat lebih kepada Leo Pun berdengung mengisi ruangan kelas itu.
" HABISIN AJA RICKY NGGAK USAH DIKASIH AMPUN,"
" MUMPUNG NGGAK ADA TEMAN-TEMANNYA RICKY HAJAR,"
" KEROYOK AJA KASIH PELAJARAN RICKY BIAR DIA KAPOK,"
" RICKY ! RICKY ! RICKY,"
Suara yang menyemangati Ricky itu semakin tinggi seperti histeria. Ricky merasa kuat karena cowok itu mendapat banyak dukungan. ia merasa berada di atas karena Leo tampak tak berdaya tanpa Pendukung. Teman teman sekelasnya sudah kabur terlebih dahulu untuk menyelamatkan diri dari keributan itu. Hanya ada Bima di sana. Cowok itu membantu Leo berdiri Mereka sudah dikepung
Leo dan Ricky masih terlibat adu gulat. Tidak ada yang mau mengalah. Bima sudah berkali-kali melerai, tetapi kekuatan Cowok itu kalah oleh mereka berdua yang terus ingin membalas Pukulan satu sama lain
Angkasa dan teman-temannya yang sedang duduk-duduk di Parkiran sekolah karena baru datang menuju kelas secara beramai-ramai setelah tahu bahwa Leo dikeroyok. Cowok itu datang membawa Pasukan hingga kelas semakin terasa sesak bahkan oksigen terasa sesak bahkan oksigen terasa hilang di sana banyaknya murid yang datang
" MINGGIR ! Angkasa berteriak. Perintah yang tidak mau dibantah itu langsung dituruti oleh semua murid yang menghalangi jalan Cowok-cowok itu. Angkasa langsung menarik Ricky yang sedang memukul Leo di lantai agar mereka berhenti aksi baku hantam itu
" Ricky, " Katanya lagi sambil menarik Ricky lebih keras. Dylan langsung mengamankan Ricky ke dekat Papan tulis Kedua mata Ricky tampak Puas karena Leo babak belur dengan nafas ngos-ngosan, tetapi amarahnya belum Pandam
" Kenapa nih ? Kenapa ? Tanya Angkasa kepada mereka berdua, " Pagi-pagi udah ribut, "
" Ricky enggak terima. Kalau Devia jadi Pacarnya Leo, " Bima memberi tahu Angkasa
" Urusan gue sama Leo Minggir Lo semua, " Ricky ditahan Dylan agar tidak bisa mendekati Leo yang duduk di kursi karena merasa sakit di wajah serta Perutnya
" Lo sama yang lainnya enggak usah ikut Campur, " Ricky menunjuk berang kepada Angkasa dan Teman-temannya. ia masih mencoba lepas dari Pegangan Dylan yang kini sudah di bantu Dion dan jackie
" Dasar kayak anak kecil, " kata Angkasa kepada mereka berdua. " Lo juga Dateng ke sini main keroyokan aja OSIS Apaan Lo, " Angkasa menyindir Ricky
" Lo juga keroyokan Minggir Lo semua Temen Lo tuh udah ngerebut Cewek gue,"
" Sadaaaar Woyyy Devia itu udah jadi mantan Lo apa Perlu gue suruh Devia ke sini biar Lo sadar ? kata Roni
" Enggak usah, Orangnya udah ada disini, " Sagara menyela sambil melihat Devia berdiri takut di luar kelas di depan Jendela yang sedikit tertutup golden
" Lo semua juga mainnya keroyokan Dateng-dateng rame ! kata Ricky tidak mau disalahkan
" Kenapa emangnya Kalau kami keroyokan juga Lo duluan ya, mulai kan,"
" Temen kami bermasalah. Semuanya dateng buat ngebela dia Bukan karena kami berani main keroyokan, Tapi kami nunjukin kalau tugas saudara itu menjaga, " Ujar Angkasa karena ia tidak terima Leo didatangi ramai-ramai begini tanpa backing
" Siapa yang takut dikeroyok sama Lo semua, " Ricky menantang dan memandang satu persatu anak-anak Tiger yang berdiri didepannya, " maju Lo semua, "
" Lo nantangi, " Kata Leo terbawa emosi
Angkasa menahan Leo yang maju untuk memukul Ricky
" Lo mau duel di mana ? Di sini sekarang, " tanya Angkasa, " Apa ntar di belakang sekolah ? di lapangan Banteng, " Angkasa memberi Pilihan kepada cowok itu, " Kalua Lo milih ntar Lo bisa bawa temen-temen Lo semua,"
" Di sini aja sekarang Gue enggak takut," Kata Ricky
Leo sudah tidak bisa menahan dirinya. Cowok itu maju lalu memukul Ricky, Adegan saling Pukul itu terjadi lagi. kali ini lebih sengit, Mereka bahkan sampai membuat bangku-bangku di depan jatuh ke lantai.
" ASTAGA ADA APA INI ? ADA APA, KOK RAME-RAME GINI " Teriakkan itu datang menganggu. Bu Maya serta Pak Handoko datang dan disusul Pak Fery dan Pak Beni yang melerai mereka berdua, " UDAH-UDAH RICKY, LEO PAGI-PAGI UDAH RIBUT, "
Mereka memang banyak di beri Ceramah di ruang BK karena mereka berandalan dan Pasti Bu Maya akan lebih membela Ricky dan David. Buktinya guru-guru menyuruh mereka langsung masuk kelas
Bulan menatap Angkasa cemas karena sudah tahu masalah apa yang menimpa Leo.
" Gue mau nyamperin Bulan dulu Bentar ya " Ujar Cowok itu lalu mendatangi Bulan yang berjalan ke arahnya. Hubungan mereka telah membaik sejauh ini
" Angkasa Lo mau berantem sama Ricky sama David dibelakang sekolah," Tanyanya, " Lo Serius Angkasa, " tanyanya lagi. Keenam Cowok yang diam di belakang Angkasa memperhatikan mereka berdua. Loli menghampiri Dylan bertanya hal yang serupa
" Ya, emangnya kenapa, "
" ja - jangan Angkasa Orangtua Lo kan ntar ke sekolah mereka bisa tambah marah sama lo. Lo enggak Kasihan sama mereka, "
" Mereka enggak bisa dateng sekarang," Angkasa menjawab
" Pokoknya jangan, " Bulan melarang," Kapan Lo berubahnya kalau kayak gini terus, " tanyanya
" Gue enggak bisa, Bulan kasihan Leo gue enggak bisa diem aja temen gue digituin, "
" Please Angkasa jangan berantem lagi Demi gue, " Bulan memohon kepada Angkasa membuat cowok itu terkejut dalam diam, " jangan ikut-ikutan inget orangtua Lo. kasihan mereka. kasihan mereka nyari uang susah buat Lo sementara Lo berantem terus di sekolah,"
Sagara mendekati Angkasa. Cowok itu menepuk Pundak Angkasa. ia mengingatkan Angkasa kalau Teman-temannya butuh cowok itu sebagai ketua Tiger.
Angkasa Paham apa yang diisyaratkan Sagara
" Gue enggak bisa Bulan, " Angkasa bersuara karena Teman-temannya mulai menunjukkan wajah yang tidak suka kepada Bulan. apalagi Dylan dan Leo
" Kenapa Lo enggak bisa, " tanya Bulan terdengar Berbisik Angkasa juga tidak bersuara Cowok itu kebingungan semua orang memperhatikan mereka, berdua " Lo bisa kalau Lo mau Inget Angkasa kita Bentar lagi kita lulus Jangan sampe Lo kena DO di sekolah kalau gitu sekarang Lo Pilih temen-temen Lo atau gue,"
" Maaf Bulan gue enggak bisa jawab itu, itu Pilihan yang sulit bagi gue, di satu sisi gue Sayang sama Lo Tapi di sisi lain temen-temen gue lebih membutuhkan gue, " Ujar Angkasa
Tidak seharusnya Bulan memberi dua Pilihan seperti itu kepada Angkasa. Lagi Pula Bulan bukan siapa-siapa. seharusnya Bulan bisa mengontrol diri untuk tidak sepeduli ini kepada Angkasa
...•••••...
" Bulan, bukan maksud Gue ikut campur ya Tapi menurut gue Lo kertelaluan tadi," Kata Loli ketika mereka berjalan menuju kelas. Aluna mengangguk setuju sementara Amanda tidak mau ikut-ikutan dengan masalah temannya
" Gue juga tahu, " Kata Bulan
" Aneh banget kan gue sekarang, Gue enggak ngerti sama diri gue sendiri. Gue kayak lansung bisa bilang gitu Padahal gue enggak Pernah sebelumnya kayak gini,"
" Bulan, Lo Tuh suka sama Angkasa sampe kapan Lo bakalan gantungin dia ,"
Pertanyaan Aluna itu membuat Bulan hanya memandangi lorong Panjang yang sudah sepi di depan mereka.
...••••...
" Kapan kita bakalan ke Panti jompo buat nyumbangin uang hasil Bazar, " Ujar Leo
" Udah nentuin di mana, "
" Udah. kayak angkatan tahun lalu Panti jompo yang lama, " kata Sagara
" Bel beberapa menit lagi, "
" sepuluh menit lagi Angkasa, " jawab Dylan, " Kenapa emangnya, "
" Nanti Lo juga tahu, " Ujar Angkasa
" Angkasa Lo mau ke mana, " tanya jackie saat Angkasa berdiri
Angkasa meliriknya sambil berkata, " Mau nyari cewek gue kelas bahasa Lo ikut, "
...•••...
Bulan Berpisah dengan teman temannya yang Pergi ke kantin perempuan itu sendirian tidak tahu mau ke mana. ia membawa buku di tangannya dan melangkah menyusuri jalan dekat kelasnya. Di saat yang sama Angkasa baru saja tampak di lorong kelasnya yang membuat Bulan memelotot karena cowok itu ada di daerah kelas bahasa. Bulan berputar balik, tetapi sia-sia karena Angkasa sudah mengejarnya lalu ikut berjalan di sampingnya
" Kenapa muter balik. ? Angkasa bertanya. Bulan tidak menoleh, " Lo Takut sama gue,"
" Enggaklah. Kok Lo disini, "
" Kenapa emangnya ? ini, kan sekolah gue juga, "
" Maksud gue bukan itu Lo ngerti apa yang gue bilang, "
" Ngerti, " Angkasa berjalan dengan kedua tangan berada di saku celana abu-abunya
Bulan tidak berhenti berjalan. ia menoleh kepada Angkasa yang mengikutinya Kenapa Angkasa tidak marah kepadanya atas kejadian tadi Cowok itu kelihatan biasa-biasa saja sekarang
" Oh iya gue minta maaf Soal tadi Sorry kalau gue kelewatan nyuruh Lo milih gue atau Tiger, Gue sama sekali enggak ... "
" Gue ngerti kok Bulan, " Angkasa memotong Ucapannya. Mata cowok itu tidak pernah lepas Pada wajah Bulan, " Harusnya gue lebih ngeyakinin Lo lagi. soal Perasaan gue Soal gue suka sama Lo Gue tahu Lo enggak mau gue Kenapa-napa itu artinya Lo udah mulai peduli sama gue, kan,"
Bulan tidak bisa membalas perempuan itu berjalan seperti robot di samping laki-laki itu. Sekali lirik saja perempuan itu mendadak malu
" selama ini, enggak ada cewek yang Pernah sepeduli itu ke gue. Cuma Lo Bulan. Cuma Lo, " Angkasa berhenti di tengah jalan ia menatap lurus kepada Bulan yang sekarang ada di depannya sekarang, " Bahkan orangtua gue aja enggak segitunya. Bulan gue serius gue sayang sama Lo Kalau enggak mana mungkin gue disini,"
Bulan menatap Angkasa, mencari kesungguhan di mata hitam gelap cowok itu
" Kenapa Lo bisa yakin serius sama gue,"
" Lo enggak percaya kalau gue serius sama Lo, Bulan ? Oke kalau gitu, Lo Tunggu di sini jangan kemana-mana, Oke, " Kata Angkasa
Bulan baru ingin mengatakan sesuatu, tetapi tertahan Akhirnya ia menjadi diam Laki-laki itu masuk ke sembarang kelas yang ada di dekatnya. ia kembali membawa sebuah kursi dan menaruhnya di tengah-tengah lorong. Bulan masih memperhatikannya
Angkasa mau apa sih ?
Angkasa berdiri di atas kursi itu. Cowok itu menatap Bulan, " WOI Perhatian bentar Enggak lama, " Ujarnya dengan suara keras mengumpulkan massa. Dalam beberapa detik, orang-orang sudah berkumpul di sekelilingnya. Cowok itu masih menatap Bukan teman-teman Angkasa yang baru saja mau ke kantin lewat lorong ini Pun memperhatikan Angkasa dari jauh. Mereka menunggu apa yang dilakukan cowok itu.
" Bulan Gue serius Lo mau enggak jadi Pacar gue, " Angkasa berteriak jauh di depannya
Bulan jadi shock. Cewek itu deg-degan selama beberapa detik, mulutnya sedikit terbuka. GILA ! Angkasa memang sudah Putus urat mulutnya. Wajah Bulan memerah sampai ke leher. Bulan tak juga berbicara. ia tidak bisa melakukan apa-apa Bulan masih kaget karena Angkasa melakukan ini untuknya Angkasa masih diam menunggu Bulan menjawab Perasaannya
" Ya atau Enggak, " Bulan berteriak
Angkasa takut Bulan menolaknya, Tetapi senyuman Bulan menjawab semuanya
" Ya atau enggak Bulan Lo mau kan jadi Pacar gue, " Tanya Angkasa ingin mematiskan dan mendengar Bulan berbicara lewat mulutnya
" iya Gue mau " Bulan merundukan kepalanya malu-malu
" Waduuhhh ! Waduuhhh Roni ditikung Bulan tuh, " Teriak Bima
" Akhirnya kekasih Gelap gue Pacar Coy,"