
" Benalu enggak akan Pernah sejajar sama Bungan, " ucap Bulan di depan wajah Kinan
Kinan murka. Perempuan itu ngamuk membanting Pintu loker Bulan membuat Bulan menjauh darinya Menatap Perempuan itu tanpa kedip. sedetik kemudian Kinan menarik kemeja sekolah Bulan dengan kasar. Menyudutkan Perempuan itu hingga membuat Punggung Bulan membenturnya loker.
" Lo gila Kinan, " desis Bulan
" Takut Lo sama gue ? Tanya Kinan Pada Bulan
" Lo nyakitin gue di sini. Lo bakal tau akibatnya, Kinan, " ancam Bulan
" Siapa yang bakal nolongin Lo Temen-temennya Angkasa berasa banget Lo bakal dibela sama mereka terus Terlalu PD banget Lo jadi cewek Enggak bakal ada siapa-siapa di sini yang berani sama gue, " Ucap Kinan
" Gue yang berani Lo mau apa Kinan, " suara Cakra membuat Bulan menoleh lalu mengeram kesal
" UDAH DEH CAKRA Lo juga suka kan sama Bulan kan Diem jangan ikut-ikutan ini Urusan gue sama Bulan Ngerti, " hentak Kinan. Perempuan itu kembali menatap Bulan
" Lo ya Bulan, Gue sedih liat Lo. Minta belas Kasian teman-temannya Angkasa terus. Kalau mereka tau Lo gak sebaik yang mereka Pikir. Mereka bakal bela lagi emangnya, " Ujar kinan
" Gue selalu jadi diri gue sendiri. Gue tau Lo itu orang baik yang berubah jadi jahat. Tapi intinya gue bukan Lo Kinan," Ucap Bulan mengecam perempuan itu
" Tau apa Lo tentang gue Bulan ? Gue gak suka sama Lo ! ucap Kinan di depan Bulan
" Kalau gitu gue juga enggak Peduli kalau Lo enggak suka sama gue, " Ucap Bulan masih berhasil membalasnya biasa aja
" APA LO BILANG, "
" Bodo amat, " balas Bulan membuat Kinan makin terpancing. perempuan itu memukul loker lalu menarik Bulan dengan kasar hingga Perempuan itu hampir Jatuh namun di saat bersamaan Bulan mendorong Kinan membuat Perempuan itu jatuh di lantai
" LO KENAPA DORONG DIA BULAN, " Ucap Angkasa ketika tiba di antara Bulan dan Kinan
" Dia duluan, " Ucap Bulan, membela diri.
" Tapi bukan berarti Lo ngedorong dia kan Bulan ? Bisa baik-baik, " Ucap Angkasa membuat Bulan menatap Cowok itu terkejut. Ekspresi marah dan Khawatir cowok itu membuat Bulan terus mengamatinya
" Kamu belain dia, " Ujar Bulan Pada Angkasa.
" Lo maunya gue belain siapa yang salah kan Lo, " Ucap Angkasa
" Eh Angkasa Lo kalau marah Pikir-pikir dulu Orang Kinan duluan yang mulai Dia yang nyari Bulan ke sini Lo pikir ini lokernya siapa ? Kinan, ? ini kan lokernya Bulan. Lo mikirlah mana mungkin Bulan yang duluan yang mulai duluan, " Ucap Mika berapi-api
" Bener yang katain Mika ? Tanya Angkasa Pada Kinan, " Lo ngapain nyari-nyari Bulan ke sini Gue udah sering Peringatin lo buat enggak macem-macem sama dia. Gue udah turutin semua apa kata Lo Kinan, jadi jangan ganggu Bulan lagi, " suara Angkasa Penuh ancaman
Kinan berdiri. Ada banyak murid di sini Termasuk Angkasa , Cakra dan Temen-temennya Angkasa. Kinan tidak mau di amuk massa
" Bulan Tunggu Gue, " Teriak Mika
...•••••...
mungkin terlambat bagi Angkasa untuk menyatakan maaf Pada Bulan Tapi laki-laki itu tetap mencari keberadaan Bulan. Perempuan itu berkata sedang jalan sendirian di dekat sekolah
" Mau dianterin gak Neng ?" suara berat khasnya membuat Bulan menoleh Pada Angkasa yang sudah berada di sampingnya
Di tengah kemacetan dan Padatnya arus lalu lintas. Angkasa menemukan Bulan. Lebih tepatnya cowok itu selalu jeli ketika menyakut tentang Bulan. Bahkan dari jarak jauh Pun Angkasa bisa tahu itu Bulan.
" Enggak Pulang sama Kinan ?" Tanya Bulan
" Enggak ngapain juga, " Ucap Angkasa
" Yakin nih mau nganterin aku Pulang Ntar malu lagi kalau nganterin aku Pulang, " Tanya Bulan
" Udah enggak usah aja nanti kamu diomongin sama orang-orang kalau nganterin aku Pulang. Takut Juga nanti kamu malah dijauhin Temen-temen kamu, " Ucap Bulan
" Siapa Bilang,"
" Aku kan yang bilang tadi ? Nanti ada yang ngomongin tentang kamu yang jelek-jelek. Aku gak mau ikut-ikutan kena Angkasa Banyak anak SMA Arwana di sini liat dari tempat tongkrongan mereka kamu mendingan pulang aja daripada sama aku, " Ujar Bulan
" kayaknya lo ngerasa gue bakal takut banget diomongin orang ya Angkasa Gue gak Peduli apa kata orang, " Kata Angkasa
" Tapi aku Peduli Angkasa. Aku bakal ngerasa sedih kalau kamu juga digituin kayak aku. Cukup aku aja yang kena omong-omongan jelek, " Kata Bulan
" Bulan, " Panggil Angkasa, " di luar sana banyak orang-orang akan terus mengomentari hidup kita. kita gak Perlu takut mendengarkan atau mengabaikan apa kata orang. kita hidup bukan untuk mereka, " Ucap Angkasa
" Kamu Pernah gak sih mikir kalau kita itu gak cocok Angkasa ? Kalau aku cuman berat-beratin hidup kamu, " Ucap Bulan
" Enggak Pernah, "
" beberapa kali aku sering nyakitin kamu secara sengaja ataupun enggak kamu yakin masih mau sama orang yang gak punya temen-temen kayak aku Yang dijauhin orang-orang kayak aku, " Tanya Bulan.
" Yakin. kalau gak buat apa gue di sini," Tanya Angkasa
" Tadi aku liat kamu marah banget Pas tau aku ngedorong Kinan. aku Padahal enggak sengaja Aku Refleks aku enggak tau kenapa dia ngelakuin itu sama aku. Aku liat kamu khawatir banget sama dia kamu benar-benar ngebela dia di depan aku padahal ada temen-temen kamu di situ Angkasa, " Ucap Bulan menatap cowok itu dengan helm hitam Retro itu.
" Angkasa ... kamu cinta sama kinan ?
Angkasa terkejut. cowok itu diam Tidak menjawab apa-apa juga tidak bisa memilih antara Bulan dan Kinan