
Jam istirahat adalah waktu yang Paling di tunggu-tunggu semua murid. jam-jam yang Paling membahagiakan di tengah kebosanan materi Pelajaran tidak tidak mengerti Para murid. Bulan berserta Teman-temannya langsung menuju ke kantin. Meja kantin sering jadi rebutan murid-murid, Kalau sedikit saja mereka datang telat pasti tidak akan kebagian tempat
" Eh, itu ada meja kosong ! Aluna menunjuk meja yang belum di tempati. Meja itu letaknya dekat dengan anak-anak Tiger berkumpul
" Ih, gak mau Deket banget sama tempat anak-anak Tiger, Aluna "
" Ayolah, Bulan enggak apa-apa, "
" iya Bulan, yuk ke sana, nanti keburu diambil orang, " Loli menarik Bulan menuju ke meja kantin. Aluna dan Amanda mengikutinya dari belakang
" Lo berdua di sini aja jaga Tempat, Gue aja yang Pesenin. Kalian mau makan apa, aja " tanya Amanda setelah mencapai meja kantin teman-temannya pun menyebutkan pesanan mereka masing-masing serta memberikan uang
Amanda dan Aluna akhirnya berjalan untuk memesan ke pedagang Bulan dan Loli duduk menunggu keduanya. Pedagang itu sudah masuk dikerumuni. anak-anak yang tidak sabaran pun terdengar sudah berteriak-teriak
" DUH MAS CEPET DONG ! lama banget sih,"
" MASS ! CEPET DONG SAYA DARI KEMARIN BELUM MAKAN INI CEPET dari sebulan yang lalu malah, " katanya melebih-lebihkan sambil menggoyang-goyangkan gerobak Tukang bakso, kantin, MAS KAN SAYA DULUAN YANG BAYAR KOK JADI DIA YANG DULUAN,"
Teriakan nyolot-menyolot itu terus terdengar, Namun mas pedagang bakso, menjawab dengan tenang, " iya sabar tangan saya kan cuma dua, "
Sekarang di Pintu kantin, anak-anak Tiger datang beramai-ramai Ada Angkasa Juga diantaranya. itu artinya Cowok itu sudah bebas lolos dari BK.
Dylan tersenyum saat melihat Loli. ia menyapa sambil melambaikan tangan membuat Bima yang ada disebelahnya menyenggol Dylan Loli dan Bulan menoleh kepadanya
" Lan, Lo kalau Punya Rahasia bagi-bagi sama gue, "
" Rahasia ? Rahasia apa, " Dylan kebingungan
" Tuh batu akik Dylan rahasianya, " Angkasa menunjuk cincin batu akik yang di pakai Dylan
Bima langsung mengambil tangan Dylan dan berdecak sambil geleng-geleng kepala
" Ternyata Lo Pake jimat, Pantes aja Loli mau sama Lo, "
" Apaan dan Lo, " Dylan menoyor kepala Bima, " Nih Cincin biasa kali, "
" Oh, ini Cincin hadiah yang di chiki-chiki Tah, ? tanya Leo
" Bukan elah Goblok, "Dylan menuju ke Loli Cowok itu duduk di samping Pacarnya. sementara anak-anak Tiger duduk di meja belakang mereka. karena Bulan duduk menghadap ke Loli Otomatis ia bisa melihat Angkasa yang juga sedang menatapnya. Cowok itu duduk sambil bersandar di dinding Kantin
" Enggak bawa beka, " tanya Dylan
" Enggak, tadi aku buru-buru, "
" Aku Pesenin makanan ya, "
"Enggak usah, Udah di Pesenin sama Amanda tuh dia, "
Dylan melihat arah Pandang Loli
" Ya udah Pesen lagi, Biar gendut,"
" Apa sih, Lan "
Dylan hanya cengengesan mendengarnya
Bulan mengalihkan pandangannya. ia menopang dagunya dengan tangan, berharap Aluna dan Amanda Cepet datang. Loli yang melihat itu merasa tidak enak dengan Bulan
" Eh Bulan, Lo udah Pesen, " tanya Dylan kepadanya
" Udah, "
" Lan, kamu ke temen-temen kamu aja Enggak enak sama mereka, " Loli melepas tangan Dylan dari tangannya dengan pelan wajahnya jadi berubah malu
Dylan menaikkan sebelah alisnya mendengar ucapan Loli. Dylan tahu kalau Loli mengusirnya secara halus, Namun, ia mengerti kenapa Loli begitu, " Yakin nih aku sana, "
" iya Yakin, "
" jangan, kangen ya, "
" Apa sih, Geli tahu, "
Dylan lalu berdiri lalu tersenyum dan mengusap Puncak kepala Loli ia pergi ke meja Tiger dan duduk di sebelah Sagara
Beberapa menit kemudian Amanda dan Aluna datang, " Nih gue udah beliin minum. sekalian, Baikan gue, "
" Bukannya gue yang nyuruh, " kata Aluna Amanda tidak mau membahas Lebih lanjut karena perutnya tidak bisa diajak kompromi
" Kak Angkasa, " suara itu membuat semuanya menoleh. Marissa Cewek yang paling cantik di kelas XI itu mendekati meja Tiger, " Boleh ikutan duduk di sini enggak, " tanyanya
" Enggak ! cari tempat yang lain aja sana, " Kirana yang duduk di sebelah Angkasa
" Kak Angkasa aja enggak protes. kenapa elo jadi sewot, "
" Pokonya enggak, Tuh di sana masih kosong lebih Lo duduk di sana aja, "
" Gue kan anggota Tiger juga, Boleh dong duduk di sini, "
" Gak boleh, "
Kedua Cewek itu terus berdebat. Angkasa menghela nafas Bosan mendengar perdebatan antara Kirana dan Marissa, " Ribet banget Lo berdua, Marissa Lo duduk di sini aja, Gue yang Pindah, "
Kirana berteriak sambil memegang tangan Angkasa Ketika ia bangkit, " Ko Lo, Pergi sih, "
" Berisik tahu enggak, " Angkasa menukikkan alisnya, " Marissa itu Cuma mau duduk di sini Kirana, "
Kirana Cemburut dan berdecak tak setuju, " Ya udah, Ya Udah Tapi Lo jangan Pindah,"
" Marissa duduk di sini, " kata Angkasa
" Tapi gue di sebelah Lo, ya kak, " tanya Marissa membuat Kirana memelotot Kepadanya
" Enggak enak banget sih Lo Nih duduk di sebelah Jackie, "
" Yee suka-suka gue dong Kak Angkasa aja enggak marah sama gue, "
" Leo Lo Pindah, Leo " Angkasa menyuruh Leo Pindah dari duduk di sebelah kirinya
Tangan Leo langsung memberi hormat kepada Angkasa, " Aye, aye ,aye captain Angkasa " Ujarnya lalu berdiri dan Pindah ke dekat Jackie.
" Nasib Cowok Ganteng sih, " Roni memainkan sendok yang ada di atas meja, " makanya direbutin, ".
" Lo mau duduk aja ribut kayak mau ke Pasar Marissa, " kata Dylan heran Begitu Marissa melewatinya dan duduk di sebelah Angkasa.
" Eh, Lo mau cari ribut nih ceritanya sama gue, " Perkataan yang lumayan keras itu membuat semuanya menatap ke arah Erick salah satu anggota Tiger, "GUE KAN NYURUH LO BELIIN GUE MINUM KENAPA MALAH DUDUK, "
Cowok yang digertak di hadapan banyak orang itu hanya diam. selang beberapa detik kemudian, ia mengangkat wajahnya dan menatap Erick, ' Lo kan punya kaki jangan mentang-mentang kakak kelas jadi Lo bisa senaknya, "
" LO NGOMONG APA TADI ? tanya Erick dengan suara keras
" Buat apa Lo punya kaki kalau enggak di Pake, "
saat mendengar itu, Angkasa berang, " TONJOK BEGO NTAR MALAH NGELUNJAK, " Angkasa berseru dari tempat duduknya
sekarang, fokus semua Orang terbelah
Erick menarik kerah seragam orang yang melawannya itu sehingga adik kelasnya berdiri. Lalu satu Pukulan melayang di perutnya keadaan kantin menjadi gawat. Hal represif itu langsung membuat adegan Aduh jotos di mulai
" Angkasa, Dylan, Cuma Lo berdua yang bisa ngelerai Ntar kalau guru Bk ke sini. Mereka bisa masuk ruang BK, " kata Sagara
Dylan berdiri bersama Angkasa lalu mendekati kedua cowok tersebut
" WOI BERHENTI, " Dylan memerintah. ia menarik adik kelasnya sementara Angkasa menarik Erick dengan mudah. kedua adik kelas mereka pun sama-sama dijauhkan
" Udah sana Pergi Lo, " Dylan mengusir adik kelasnya, " kalau di suruh kakak kelas itu jangan ngelunjak ! adik kelas itu akhirnya pergi dari kantin. Angkasa sempat melihat badge nama Cowok itu Devan Saputra
Erick juga pergi dari kantin, Angkasa dan Dylan Kembali ke tempat duduk mereka semula setelah keadaan mereda. semua yang duduk di sebelah Angkasa kaget mendengar ucapan ketuanya yang datang secara tiba-tiba
" Devan Saputra gue mau secepatnya tuh cowok jadi bagian Tiger
...°°°°°...
Angkasa di tengah-tengah koridor dekat kelasnya begitu melihat Bulan berjalan menuju ke arahnya. ketika Pandangan mereka bertemu Bulan merunduk dan sengaja menatap lantai putih lorong. Angkasa tahu kalau Bulan malas bertegur sapa dengannya
" Lo kenapa lihat ke bawah terus Enggak ada uang di bawah, " kata Angkasa, Bulan memandangnya, tetapi ia tetap berjalan melewati Angkasa
Angkasa mengerutkan keningnya lalu mengejar cewek itu. Menarik seragam sekolah Bulan, " Lo, kenapa sih, "
" Apa, "
" Ya Elo yang kenapa,"
" Enggak kenapa, "
" Eh, Ntar dulu, " Angkasa mencegah perempuan itu pergi. ada sedikit rasa tak rela yang tengah dirasakan Angkasa, " kaki Lo masih Sakit, " tanyanya melihat kaki Bulan
" Lumayan, "
"Lumayan gimana, "
" Ya lumayan Gimana deh gue Jawabnnya,"
" Tapi, enggak kayak kemarin, "
" Oh gitu, " Angkasa manggut-manggut
" Udah ya gue mau kelas, " Bulan takut ketahuan mengobrol di lorong oleh guru-guru
" Hati-hati, "
Bulan Terdiam sebentar lalu menoleh. ia mengangguk meninggalkan Angkasa yang masih memperhatikan Bulan. Untuk sekarang, Angkasa tidak paham kenapa ia merasa ada yang berbeda untuk berinteraksi dengan Bulan
...•••...
" Bulan, " Bulan yang sedang memasukkan buku ke dalam tas mengangkat Pandangannya agar bersitatap dengan Aluna yang memanggilnya.
" Bulan, "
" Apa sih ,"
" Lo suka sama Angkasa, " Bulan berhenti menutup tas kedua tangannya berada pada tali tasnya. ia mengerutkan keningnya
Bulan mengangkat bahunya, " Hah, ? Enggak Tuh, "
" Oh, ya, "
" Apa ,sih Aluna, " kata Bulan, " emangnya iya gue itu nggak suka sama Angkasa,"
" Sagara bilang ke gue, katanya Lo ditunggu Angkasa di depan kelasnya, sekarang, "
" HAH serius Lo, ! Lo bilang apa Angkasa nunggu gue dikelasnya, "
" iya nunggu Lo, "
" Ngapain tuh cowok nyuruh gue ke kelasnya, " tanya Bulan. Tiba-tiba ia teringat kejadian waktu Angkasa memukul dinding kelasnya kejadian yang tak pernah ia lupakan
" mana gue tahu, Gue Pengin Nanya sama Sagara cuma enggak enak, "
Bulan tidak yakin apakah ia memenuhi permintaan Angkasa ia memilih untuk langsung Pulang karena membawa mobil hari ini, Aluna terus membujuknya untuk menemui Angkasa
Bulan Terdiam, berpikir banyak hal, " Tapi Lo Temenin gue,ya "
" katanya Lo disuruh sendiri, "
Bukan pun menyerah. mata Bulan memicing menatap Aluna, " Lo ada apa sama Sagara, " Tanyanya membuat Aluna diam. ia sudah menduga Bulan akan bertanya seperti ini
" Enggak ada apa-apa kok, "
" Serius, "
" yaudah deh gue anterin Lo, "
...••••...
Bulan melihat Angkasa sedang duduk di dalam kelasnya. satu kakinya naik ke atas Paha. kepalanya pun sedang menunduk sedikit dengan tangan yang sedang menggulir layar ponselnya. Badannya bersandar di meja belakang. Dia sendirian sekarang Bulan kehilangan keberaniannya untuk menemui Angkasa.
" Gue anterin sampai sini aja, Gue Pulang ya Bulan, " Bulan membalikkan badannya.
" EHH ALUNA, " Bulan memanggilnya ketika Aluna meninggalkannya begitu saja. Aluna hanya berbalik badan dan melambaikan tangannya lalu secepatnya pergi. Bulan menoleh ke kelas, melihat Angkasa masih sama seperti tadi sekarang Bulan berdiri dengan bingung di depan kelas Angkasa
" Masuk aja , Gue mau ngomong, "
" Gue, " Bulan mendadak serak. Angkasa menatapnya
" Menurut Lo siapa lagi, " setelah mendengarkan kata menyebalkan itu, rasa takutnya hilang digantikan rasa kesal
" Masuk aja. Gue enggak makan manusia,"
" Mau ngomong apa, " kata Bulan menghampiri Angkasa
Angkasa memasukkan Ponselnya ke dalam saku jaketnya. cowok yang sedang memakai jaket hitam itu mendekat kepadanya hingga membuat Bulan mundur
" Cepetan deh Lo mau ngomong apa,"
" Gue minta nomor Hp Lo, " kata Angkasa. Perkataan itu membuat Bulan Terkejut
" Nomor telepon gue Buat apa Lo minta nomor telepon gue, " kata Bulan
" Menurut Lo buat apa, "
" Tenang aja gue enggak bakalan teror Lo," Angkasa melihat Bulan memandangnya penuh curiga
" Buat apa sih ? Gue enggak bakalan kasih kalau Lo enggak bilang, "
Angkasa berdecak, " jadi intinya Lo ngasih atau enggak, "
" Emang buat apa, "
Angkasa hanya diam
" Buat apa, " Bulan mengulangi pertanyaannya
" Ya buat chat Lo emang buat apa lagi,"
sejenak Bulan terdiam, " Gue nggak salah denger kan Nge-chat gue, "
Angkasa bergumam, " Nih ketik nomor telepon Lo, " Angkasa memberikan Ponselnya
Bulan awalnya ragu. berkali-kali ia bolak-balik memandangi Ponsel lalu wajah Angkasa. Cowok ini sepertinya tidak main-main Bulan akhirnya mengambil Ponsel cowok itu dan menulis nomor teleponnya
Bulan mengembalikan benda itu ke Pemiliknya Angkasa mengambil dan mengeceknya
" Gue Pulang duluan, " Bulan terdengar terburu-buru. Angkasa hanya menatapnya lalu menanggapi dengan anggukan Pelan. wajahnya pun biasa saja. Bulan akhirnya keluar dari kelas Angkasa. Cepat-Cepat cewek itu melangkah melewati lorong panjang sekolah agar sampai di mobilnya. Sekarang Bulan jadi bingung. Banyak sekali dugaan yang ada di otaknya. Mungkin yang tadi itu bukan Angkasa melainkan sesuatu.Mungkin hantu Mungkin otak Angkasa sedang eror Mungkin Angkasa .... "
Bulan menggeleng dengan mata terpejam ia tidak mau memikirkannya ia masuk ke dalam mobilnya lalu menyenderkan tubuhnya di kursinya
" Tuh Cowok, kenapa sih, " gumamnya sambil menghidupkan mesin mobilnya
Bulan mengeluarkan Ponsel yang ada di dalam tas dan melihat nama Angkasa
...Angkasa Awan Aldinata...
...save nomor gue...
" OMG Bulan nih seriusan, "
" Duh, Amanda Lo jangan teriak-teriak dong, "
" ini seriusan Angkasa minta nomor telepon Lo, kok bisa sih, "
" Gue juga nggak tau, Gue nggak ngerti sama tuh Cowok, "
Amanda nyengir aneh Pada Bulan, " Bulan Jangan-jangan dia itu suka sama elo,"
" suka sama gue ? Enggak mungkin, "
" Loh kenapa enggak mungkin, Bulan, " tanya Amanda begitu duduk di karpet kamar Bulan, " Bisa, aja kan, "
" Enggak mungkin ! idiw enggak deh,"
" Kenapa Lo idiw-idiw, "
" Ya kali Angkasa suka sama gue,"
" Tapi bisa jadi, kan ? Cieee, "
" Ah elah males gue sama Lo ! harusnya gue enggak cerita ya, "
" Ya elah segitu doang Lo marah, Bulan,"
" Tapi tuh cowok aneh banget, "
" aneh gimananya ? Biasa kali Cowok minta nomor telepon atau minta Pin BBM itu artinya dia mau Deket atau semacem PDKT-AN, "
" PDKT ? Bulan berdiri di dekat jendela, lalu menyibak gorden kamarnya
" Lo sih enggak Pernah PDKT-an makannya enggak tau, "
" jangan ngejek, "
" iya deh, Galak banget sih Neng, "
Bulan diam melipat tangan di Dada sambil memandang keluar rumah. Amanda ke sini karena dia malas berdiam di rumah ketiga teman Bulan memang sudah sangat sering main ke sini, jadi seluruh anggota keluarganya sudah tahu dan kenal, bahkan Pembantu di rumahnya pun sampai hafal
" Gue mau numpang tidur, nih Boleh enggak nih, "
" iya terserah Lo, "
Amanda langsung tiduran di kasur Bulan sambil memainkan Ponselnya
Bulan mengambil Ponsel di atas meja belajar lalu lagi-lagi ia melihat chat dari Angkasa tadi. Bulan bukannya menunggu cowok itu mengiriminya lagi sama sekali bukan. Namun perlakuan Angkasa masih berbekas di ingatannya. Bulan tidak pernah merasa seperti sekarang dengan Cowok bagaimana bisa Bulan tidak kepikiran ?
satu pesan masuk
...Angkasa Awan Aldinata...
...Kenapa cuma di baca...
Bulan terburu-buru Keluar dari Pesan tersebut. Dia merasa Bodoh karena sejak tadi ia sedang membuka pesan tersebut. jadi Bulan harus balas apa ?
...••••...
Angkasa sedang memegang botol minumannya dan melihat pesan yang ia kirim kepada Bulan. peluh membasahi badannya ia hanya memakai kaus hitam Polos. Sagara baru saja selesai berolahraga memandang Angkasa dari kaca besar yang ada di ruangan Gym ini Angkasa sedang fokus dengan ponselnya. sudut bibirnya tertarik membuatnya terlihat sedang tersenyum kecil.
" Kenapa Lo Senyum-senyum sendiri, " Sagara duduk di sampingnya sambil mengelap keringat dengan handuknya kecil, " Tadi, gimana sama Bulan, "
" Enggak gimana, " Angkasa mematikan layar ponselnya lalu meletakkannya di dekat botol Sagara.
" Lo suka sama dia, Angkasa, " Pertanyaan Sagara membuat Angkasa menoleh
" Enggak tahu, " Nada suara Angkasa terdengar ragu
" Yakin, "
" Mungkin, "
" Ya itu terserah Lo aja sih, "
" Gue mau pulang, Lo enggak Pulang, " tanya Angkasa sambil berdiri
" Ntar aja gue mau nunggu Bima, sama jackie, tuh sama ada di sana, " Tunjuk Sagara
Angkasa Pun tidak bertanya lagi
" Bim, jackie gue duluan, " Teriak Angkasa
" Ok Bos hati-hati, " Bima mengacuhkan jempolnya. sementara jackie masih mengangkat barbel dan mengacungkan sebelah tangannya
...••••...
" Bulan ada tamu di bawah ! Tungguin dulu ya sekalian buatin minuman, "
" Kenapa enggak Kak Satria aja, sih "
" Kamu aja Kak Satria lagi Pake baju, " Teriak kakaknya
Bulan menghela nafas, " iya, deh, "
Dengan malas cewek itu, menuruni tangga menuju ke ruang tamu. ia menbuka Pintu rumahnya dan melihat dua orang laki-laki
" Rio, " Ucap Bulan tanpa suara. Mungkin pria tua yang bersamanya itu Ayahnya
Rio Pun sama terkejutnya dengan Bulan. ia tidak menyangka rumah tangga yang ia kunjungi adalah rumah Bulan. Namun laki-laki itu tersenyum riang Padanya seperti tidak ada masalah di antara mereka berdua
" Masuk dulu, " Bulan membiarkan kedua orang itu masuk di rumahnya
" Bulan ,ya, "
Bulan mengangguk kepada orang yang lebih tua di sebelah Rio. ia berusaha bersikap sewajarnya
setelah meminta duduk dan menawari minuman, Bulan Pamit meninggalkan keduanya untuk menuju ke dapur. ia melihat Rio Terus memandangnya sejak tadi hingga Bulan jadi kepikiran terus. ia sedang menutup lemari kecil di atas Setelah mengambil toples kecil yang berisi gula.
" itu tamu Kak Satria ? tanya Bulan Begitu Satria menuju ke dapur dan minum
" iya Pak Tora sama anaknya, Rio bukannya kamu kenal sama Rio,"
" Ah Kenal ? Enggak, "
" Loh bukannya kalian satu sekolah,"
" Enggak. Dia SMA Ganesha, "
Satria mengangguk, " Oh, Tapi kok kamu tahu dia sekolah di SMA Ganesha berarti Udah kenal, dong, "
Siapa yang enggak kenal Rio kan Ketua The Calm
" Enggak kenal cuma tahu doang, "
" itu minuman udah selesai biar Kak Satria. yang bawah ke sana, "
" Dikit lagi Kak, " Bulan mengaduk teh yang ia buat, " Emangnya ada urusan Apa, "
" mereka mau beli tanah Punya Papa, "
Bulan lalu memberikan dua teh dengan nampan kayu. setelah berterima kasih. lalu menuju ruang tamu. saat Bulan hendak menaiki tangga. ia melihat Rio yang lagi-lagi memandangnya mata cowok itu menyiratkan sesuatu kepadanya. Bulan akhirnya Menuju kamarnya.