Kisah Untuk Sagara & Angkasa

Kisah Untuk Sagara & Angkasa
BAB 128 Derap luka


Angkasa menghela nafas. Meski tidak mau diantar Pulang tapi Angkasa tetap mematiskan Perempuan itu Pulang dengan selamat. Angkasa dan Bulan bahkan di Pandang aneh karena menggunakan baju pesta tapi Pulang naik angkot. berhari-hari Angkasa menghampiri Bulan, berusaha mengajaknya ngobrol dan Ke kantin Tapi perempuan itu menghindar Pergi begitu saja tanpa kata-kata


Angkasa uring-uringan. Tidak tahan diperlakukan seperti itu oleh Bulan


" Kan udah gue bilang dari awal Seharusnya Lo Pikir-pikir dulu. Lo dikasih tau malah bandel, " Ucap Dylan


" Sekarang gimana ? Nyesel kan," Kata Dylan lagi


" Lo sih Goblok, " Dylan malah menyalahkan Angkasa


" Bisa enggak sih Lo gak nyalain gue Terus, " Ujar Angkasa


Dylan Terkekeh, " Lo emang ketua Tiger Angkasa Tapi untuk Urusan hati Lo harus banyak-banyak belajar. kalau cewek Lo lagi marah gini terus Lo harus terus datengin dia. Bujuk, kalau Lo diem Hubungan Lo bakal jalan di tengah-tengah terus,"


" Dia gak minta Putus kan sama Lo, " Tanya Leo


" Syukurnya enggak, " jawab Angkasa


" Kok malah enggak ya ? Gue kalau dapet pacar kayak Lo juga udah gue putusin malem itu. Bikin sakit hati doang mungkin juga gue hapus dari hidup gue, " Ucap jackie sadis


Jackie Tertawa renyah, "sebenernya temen gue gak sih, "


Jackie tertawa renyah, " Peace Bro,"


" Udahlah Angkasa masih banyak cewek lain di dunia ini Enggak Bulan doang Carilah cewek lain Cewek itu memang biang masalah doang di hidup Lo " ujar Dion


" jaga omongan Lo, " Ujar Angkasa menahan emosinya


" Gue bener kan kalau dia itu cuma biang masalah Coba aja Lo Putusin Bulan Pasti gak bakal ada masalah di kehidupan Lo kalau Putus sama Bulan Gue yakin mana ada cowok yang mau sama anak Tukang korupsi Kayak dia," Ucap Dion


" Udah Angkasa Tahan emosi Lo, "Dylan menahan tubuh Angkasa yang hampir maju pada Dion, " Nanti kalau Lo ribut sama teman sekelasnya Bulan. Bulan makin marah sama Lo Emangnya Lo mau keadaan makin Panas, " Ujar Dylan


" Hei Dion lebih baik Lo balik sana ke kelas Lo, " usir Bima


" Gue ngomong apa adanya. itu Pendapat gue aja Terserah mau terima atau enggak, " Ucap Dion cowok itu lalu Pergi


" Tumben Dion kayak gitu Dia kan Teman baiknya Bulan, " Ucap Leo


" Emang tuh anak aneh, " timpal jackie


" Yaelah aneh dari dulu Tuh bocah emang aneh, " kata Roni


" Anehan Juga lu Roni, " balas Bima


" Yeee enak aja Lu, "


" Tapi kenapa ya kok Dion kayak gitu Pasti ada sebabnya, " kata Dylan


" Emang ada. Lo Cari dulu biangnya Pasti ada orang yang ngehasut teman-temannya Bulan buat ngebenci Bulan, " Ujar Sagara


" Gak bakal ada asap kalau gak ada api," imbuh Sagara


" Eh bener juga tuh apa kata Sagara Pasti ada orang yang ngehasut teman-temannya buat gak berteman lagi sama Bulan, " Kata Dylan


Angkasa menerawang. Siapa ?


...•••••...


" Apa sih Angkasa,"


" iya Lo cantik kalau marah-marah kayak gini, " kata Angkasa


" Lo Gila, " balas Bulan


" Makan yuk Bulan, "


Bulan tetap diam


" atau duduk yuk,"


" Belajar bareng gimana,"


Bulan tetap sama. Diam


" Baikan yuk, " Pinta Angkasa. Nada suaranya terdengar sangat Frustasi namun Bulan tidak bisa melupakan kejadian malam itu. Bulan tetap diam Mengambil suka cuek Angkasa


Bulan memutar tubuhnya untuk Pergi. Tidak mau menatap Angkasa lama-lama sementara Angkasa masih mengikutinya. Perempuan itu berjalan di belakang sekolah sepi hanya mereka berdua membuat Bulan melirik ke kanan. Angkasa masih mengikutinya kapan cowok itu akan Pergi


Apa yang bisa membuat Angkasa Pergi ?


" Cakra, " Panggil Bulan Pada Cakra di ujung sana. Hal itu membuat Angkasa menghentikan langkahnya Cakra menoleh Tadi cowok itu sedang mengobrol bersama teman-temannya


" Ngapain kamu manggil Cakra,"


...•••••...


Bulan mengambil buku SPP-nya Perempuan itu menghela nafas karena belum bisa bayar uang SPP untuk bulan ini


" Kalau bisa di bayar secepatnya Bulan karena kamu sudah nunggak tiga Bulan, " Kata Bu Maya Padanya


Bulan mengangguk perempuan itu Pamit dan Pergi dari sana dengan langkah lesu


Tidak mungkin minta bantuan Tantenya lagi. Bulan takut memberatkan sementara dari kejauhan Angkasa tau apa yang sedang dihadapi Perempuan itu sering sekali di Panggil karena belum bayar SPP


Angkasa ingin membantunya. Tapi bagaimana caranya jika Bulan saja terus menghindar darinya ?


" Kenapa Bulan, " Tanya Cakra


" Nggak apa-apa, "


" jadi Ke Perpus,"


" Boleh, "


" Tadi temen-temen gue Pada minta kenalan sama Lo Bulan. sampe mau nomor telepon Lo Tapi gak gue kasih," Kata Cakra


" Kenapa, "


" Ntar malah suka sama Lo," Kata Cakra membuat Bulan tertawa


" Apa banget sih Lo Cakra, " Ucap Bulan Terkekeh


" Loh emang benar kan ? Ntar mereka Naksir Lo lagi Gue bilang. Lo Pada kalau mau naksir Bulan Pikir-pikir dululah Ada Penjaganya dia, " Ucap Cakra membuat Bulan tersenyum


" Penjaga apa sih, "


" Yaaa Penjaga itu .... gue kan, " ucap Cakra membuat Bulan menoleh kaget


Angkasa masih menahan diri untuk menghampirinya. Bulan memang anak yang ramah bahkan dengan orang yang menyakitinya siapa yang tidak Suka dengan perempuan seperti dia


bagaimana Cakra bisa membuat Bulan tertawa membuat Angkasa mengurungkan niatnya untuk tidak menghampiri Keduanya


Apa kini Angkasa harus melepaskan Bulan


...••••...


" Bulan, " Panggilan perempuan itu membuat Bulan mengangkat wajahnya. melihat Kinan baru saja masuk kamar mandi sekolah Bulan langsung was-was


" Gue suka sama Angkasa. Emangnya salah Bulan, " tanyanya


" Gue juga sayang sama dia, " kata Kinan


" Kalau seandainya Angkasa milih gue Lo ngalah ya, " ucap Kinan Pada Bulan


" Kenapa gitu, "


" kita sama-sama sayang dia Bulan, gue Gak mau dia Kenapa-napa Dia musuhin keluarganya karena ngebela Lo terus," kata Kinan


Benarkah ? Sampai dimusuhin


" Lo gak kasian sama dia Bulan Apa aja udah dia lakuin buat Lo Bulan. Ngebela ngelindungin Lo. Biar kali ini itu bukan jadi tanggung jawab dia Bulan, " kata Kinan


" Gue gak Pernah maksa dia Kinan, " balas Bulan


" iya enggak Tapi apa Lo tau ? Dia tertekan banget Bulan Dia gak bisa sama Lo terus. Lo sama dia emang saling suka Tapi suka Lo berdua itu buat kalian sama-sama menderita kan," tanya Kinan


menderita


" Gue bakal terus minta ke Bulan buat biarin Angkasa milih, " Ucap Kinan, " permintaan gue. kalau dia milih gue. Lo Pergi ya Bulan,"


...•••••...


" Masih inget rumah kamu," suara kakeknya tidak menghentikan langkah kaki Angkasa Untuk apa juga kakeknya kemari lagi ?


sementara Bara menatap Angkasa dengan Pandangan cemas. Cowok itu juga tidak bisa apa-apa Hanya bisa menjadi Pendengar Bara merutuki diri karena tidak bisa membela adik satu-satunya


Dilihat dari sudut mana pun bukan Angkasa dan Bulan yang salah. Bagi Bara kakeknya lah yang terlalu ikut campur


" Cewek kamu itu lagi butuh uang buat sekolah kakek bakal nanggung biaya sekolah dia, " kata Kakeknya the Point membuat Angkasa terhenti


Dari mana kakeknya tahu


" Asal kita buat kesepakatan Bagaimana Angkasa, " Tanya kakeknya