Kisah Untuk Sagara & Angkasa

Kisah Untuk Sagara & Angkasa
BAB 83 PUTUS


" Tapi kan Angkasa ini kan masih Jam Pelajaran Nanti Lo dimarahi Bu Maya sama Pak Handoko kalau ketahuan di Cafe, Gue enggak Peduli, ngkasa, " Bulan menyentuh tangan Angkasa, tetapi cowok itu menghindarinya. Bulan semakin kaget karena laki-laki menanggapinya dengan respons kasaGue mau jelasin Tapi Lo harus denger dulu, Angkasa Gue bohong karena gue takut Lo marah, sumpah, Gue enggak jalan-jalan sama David. Gue cuma beli baju anak-anak Paskib Udah itu aja. Tolong jangan Percaya omongan orang lain, Angkasa gue sama dia enggak ada apa-apa, "dah ? Udah jelasinnya, " tanya Angkasa dengan nada dingin yang membuat Bulan semakin tidak tahu harus dengan cara apalagi membujuk laki-laki ini. Angkasa begitu sulit untuk Bulan luluhkan kembali. laki-laki ini begitu jauenapa sih Lo jadi kayak gini ke gue Angkasa Gue tahu gue salah, Tapi tolong jangan ngehukum gue kayak gini, "


" Enggak ada yang ngehukum Lo. Lo aja ngerasa kayak gitu, "


" iya. Terusin aja marahnya, Terusin aja sampe Lo Puas. Lo emang udah maafin gue, Angkasa tapi Lo masih marah enggak apa-apa. Gue ngerti, "


" Lo mau apa, " Tanya Angkasa kepada Bulan


Perempuan itu memandang Angkasa dengan tatapan Putus asa, " Gue minta Lo Jangan keluar sekolah. Gue mau Lo enggak ke Cafe sekarang, "


..." Emangnya Lo siapa ngatur-ngatur gue,alau Lo lupa. Gue ini masih Pacar lo Angkasa , " Kata Bulan sanggup membuat Angkasa terdiam. ia tidak lagi mendebat Bulan. laki-laki itu lalu kembali memalingkan wajahnya, tetapi Bulan sudah memilih meninggalkan Anggak duduk di sana lagi ? suara berat itu mengejutkan Bulan. Bulan yang tadinya tadinya memutar-mutar sedotan dengan bosan jadi memandang David langsung duduk di depannya tanpa minta izin. laki-laki itu membawa makanannya dan tanpa rasa bersalah langsung mengambil sendok dan garpu yang sudah tersedia di atas meja...


" Enggak mau duduk di sana lagi emangnya, Bulan, " David mengulang Pertanyaannya. Bulan meringis Pelan saat melihat tempat duduk anak-anak Tiger. Di sekolah ini, bagi Bulan tempat itu adalah tempat yang Paling horor yang tidak akan Pernah ia coba


" Enggak, Makasih, "


" Lo masih marahan sama Angkasa, Nanti biar gue yang nangahin si Angkasa deh, Gue bakalan jelasin ke dia, "


" JangaNtar Lo berantem lagi sama Angkasa, Mending jangan udah enggak apa-apa kok sekarang, Gue bisa ngatasin sendiri


" Yang bener bisa ngatasin sendiri Angkasa lagi deket sama Marissa Temen-temen gue ngomongin mereka terus sampe telingan gue Panas, Lo sama Aasa enggak Putus kan, "


nggak kok, agus deh seenggaknya gue bukan Penghancur hubungan orang. Lo jaga apa yang Lo Punya. jangan kasih lepas," kata Davi Masalahnya gue udah bohong sama dia, Dia udah maafin gue, tapi tetep aja keliatannya masih marah. Dia udah enggak percaya sama gue lagi, " kata Bulan sedih, saat ini David tahu kalau Bulan juga menyukai Angkasa


" Gue suka sama Lo Bulan. Tapi bukan berarti karena itu gue bakalan ngerebut Lo dari Angkasa. Gue cuma enggak mau Lo ikut Pergaulan dia, Gue suka sama Lo, Tapi Lo bukan takdir gue, Gue enggak bakalan bisa maksa, " Kata. David


" kalau Lo bahagia sama dia gue bakalan seneng. kalau Lo enggak bahagia sama dia, Lo bisa cari gue, " kata David sekali lagi


Bulan memejamkan matanya sebentar m sedikit Pusing saat David menyatakan perasaannya lagi. Bulan takut kalau hatinya ikut terbelah. Namun saat melihat Angkasa dengan teman temannya Bulan merasa meskipun sedikit tidak yakin hati laki-laki itulah yang sekarang terbelah karena ada Marissa


Mata Bulan mencuri Pandangan. ia berharap laki-laki itu menoleh sedikit kepadanya, tetapi Angkasa tidak juga melakukan itu sampai akhirnya Bima dan Dylan melihatnya, tetapi Bulan keburu menundukkan kepala.


Bulan memang sempat bertanya kesukaan Angkasa Kepada Dylan kemarin dan Bulan selalu suka selera Angkasa yang sederhana


" Gue bingung, " Kata Bulan membuat David menatapnya, " Kayaknya Percuma aja gue berusaha buat dia enggak marah lagi ke gue. sekarang kayaknya udah ada yang lain. Gue minder, Gue enggak secantik temen-temennya. apa yang bisa dia banggain tentang gue ? Tanya Bulan sambil menerawang, " Enggak ada sama sekali enggak ada, "


" Kenapa Lo ngomong kayak gitu Lo cantik kok, jangan merendah Lo cuma sibuk dengerin apa yang orang lain omongin tentang Lo, "


" Lo enggak Perlu minder, Gue tahu Angkasa. Temen-temennya emang Pada berduit semua. Gue tahu Lo minder karena itu, kan Lo Tenang aja Bulan, Gue lihat Angkasa baik-baik aja tuh. Dia enggak pernah mandang orang dari status sosialnya, "


" kenyataannya emang kayak gitu Dia bisa aja milih orang-orang lain lebih dia suka nantinya. Benar kata Angkasa Dia cuma buang-buang waktu suka sama orang kayak gue, "


" Lo Sayang sama dia, " Kata David, " Kalau Lo sayang sama dia Lo harus lebih berusaha. jangan nyerah, "


" Harusnya berusaha kayak gimana lagi Gue selalu berusaha nerima kekurangan dia, Tapi kenapa sampe sekarang dia enggak pernah bisa nerima kekurangan gue, "


...••••...


Lorong kelas sebelas ramai. semuanya bermula karena Angkasa mengantar Marissa sampai kelasnya. Bulan hanya bisa menontonnya dari jauh. setelah Angkasa keluar dan menuju kelasnya, Angkasa tidak sengaja melihat Bulan berdiri di dekatnya. kedua mata perempuan itu membuat Angkasa terdiam sebentar karena ada luka dalam Tatapannya Bulan malah tersenyum kepadanya, jantung Bulan berpacu cepat memompa darah hingga Bulan kesulitan bernafangkasa, " Bulan terkejut karena Angkasa malah melewatinya begitu saja tanpa menyapa. ia bahkan tidak menganggap Bulan ada di sana. seolah Bulan seseorang tak kasat matngkasa, " Bulan mengejar Angkasa sampai ke tangga sekolah perempuan itu tepaksa menarik tangan Angkasa agar Angkasa mau menatapnyaa harus bicara, Angkasa, " Bulan berhasil membuat Angkasa berhentiau ngomong apa lagi, "Angkasa Lo lihat gue dulu, Buruan Udah mau bel masuk, "Sebentar aja, Angkasa "


" Gue mau ulangan. Buruan, "suka sama Marissa, Angkasa ? Tanya Bulan tanpa berbasi-basi, " Lo suka sama dia, "o mau jawaban apa dari gue, " Angkasa berbalik bertanya. Bulan diam-diam berdoa dalam hati agar Ucapan yang tidak ia inginkan nantinya tidak keluar dari mulut Angkasa


nggal jawab aja, Lo mau gue jawab apa, " Angkasa mengulang Perkataannya kembali sambil memandang kedua mata BulanLo enggak mungkin kan suka sama Marissa Lo kan Pacar gue, "acar ? Baru Lo nganggep gue ini Pacar Lo, ngkasa kenapa Lo ngomong kayak gitu,"Kenapa emangnya, ? Tanya Angkasainggal aja Pertanyaan gue, " Gue emang suka sama Marissa, ngkasa berhasil membuat hati Bulan mencelus. Perempuan itu menahan dirinya karena laki-laki itu mungkin masih marah hingga Perkataan yang keluar dari mulutnya menyakiti hati Bulan. Bulan harus sabar. Cowok ini Pasti melampiaskan perasaan kesalnya Pada Bulan" Terus yang lo ucapin ke gue itu apa Angkasa, " Tanya Bulan mengingat Angkasa yang selalu menyatakan perasaannya kepada Bulan, " Lo enggak bisa suka sama dua cewek sekaligus,". jadi, Lo minta gue milih antara Lo sama Marissa, "" Oke kalau gitu, Gue bakal bilang kalau gue lebih memilih Marissa ketimbang Lo Gue lebih suka sama Marissa daripada sama Lo, " Kata-kata Angkasa semakin membuat Bulan tidak tahan. Debaran yang sangat menyakitkan itu makin membuat Bulan mengontrol napas," Apa lagi yang mau Lo denger, hah "Lo Cinta sama Marissa, Angkasa, " tanya Bulan dengan sendir" Lo bisa lihat sendiri kan, " Ucapan Angkasa itu semakin membuat Bulan takut kehilanganny" Enggak lucu, Angkasa Lo Pasti bercanda," Ngapain juga gue bercanda, " kalau gitu, Lo bilang ke gue kalau Lo lebih sayang sama dia daripada gue, " Enggak Perlu Lo Udah lihat semuanya kan, " kata Angkasa" Lo sayang sama dia, "kedua rahang Angkasa mengeras, Cowok itu menatap Bulan lekat-lekat. ia menampakkan wajahnya dengan sangat serius, " Ya gue sayang sama dia Lebih sayang daripada sama Lo. Gue lebih nyaman sama dia daripada sama Lo. Dia juga enggak Pernah ngatur-ngatur gue Bulan kayak apa yang Lo lakuin ke gue, Gue Bosen Bulan Lo selalu ngatur ngatur gue " Angkasa mampu membuat Bulan menunduk di hadapannya, " Apa lagi yang mau Lo denger hah, "alau gitu kenapa kita masih Pacaran Angkasa " Tanya Bulan menghapus air matanya yang mendadak keluar, " Lo Bohong kan sama gue Angkasa, Ngapain gue Bohong sama Lo, "


Kalua Lo marah masih marah sama gue jangan kayak gini, "ue bilang gue enggak marah,olong jangan siksa gue kayak gini, Gue enggak tahan Angkasa Harus beberapa kali gue minta maaf ke Lo ? Bulan semakin ingin menyerah untuk laki-laki i Enggak Perlu minta maaf, Dari awal kita itu enggak Pernah cocok" Lo kenapa sih Angkasa Gue ada salah lagi sama Lo , Lebih baik Lo ke kelas" Gue sayang sama Lo, Angkasa, " Kata Bulan. Angkasa bungkam seharusnya kata sayang dari Bulan membuatnya sena" Udah terlambat, " Kata Angkasa sangat kaku, " Gue udah suka sama orang lain, "Lo tuh kenapa sih Angkasa Gue udah minta maaf, Gue udah jelasin ke Lo Gue udah berusaha buat Lo enggak marah lagi sama gue kalau emang Lo mau bales perbuatan gue Tolong jangan kayak gini Angkasa, " Teriak Bula" kita enggak Pernah cocok beberapa kali harus gue bilang itu Lo lebih baik sama David ketimbang sama gue, " kata kata AngkasaAngkasa Please Jangan ngomong kayak gitu, " Harusnya udah dari lama gue tinggalin lo. Lo itu cuma angan-angan gue yang enggak pernah kesampaian lagi pula apa yang gue harapin kalau gue terus sama Lo, " tanya Angkas" Marissa lebih ngerti gue daripada Lo, Marissa lebih baik daripada Lo. Dia lebih bisa buat gue seneng daripada Lo, sekarang Lo puas kan sekarang, " kata Angkasa. Bulan semakin tidak bisa menyembunyikan perasaan sakit hatinya


" Angkasa jangan bercanda ini enggucu, " Kata Bulan semakin frustasisiapa yang bilang ini bercanda Gue serius. Lo ngomong Lo sayang sama gue Udah terlambat semuanya udah terlambat Lo yang udah buat semua kayak gini, " Kata Angkasa menyalahkanny" Gue tahu Lo udah bohong Angkasa lo boleh ngomong apa aja ke gue Lo bisa diemin gue berhari-hari karena gue udah bohong sama Lo, Tapi jangan bikin gue hancur kayak gini, "Gue enggak bohong Bulan, Bangun Bulan Gue udah enggak cinta lagi sama Lo, "Angkasa aku ..." Aku tahu sifat kita beda Bulan, Aku dingin kamu hangat, aku cuek, kamu periang, Aku ketus, kamu cerewet, seharusnya perbedaan kita satuin kita, bukannya malah Pisahin kita. aku mau ngerti dengan apa yang aku Pilih, apa yang aku jalanin Begitupun juga dengan aku yang belajar untuk ngertiin kamu. kita Pacaran Saling memahami satu sama lain, bukan Belajar saling nunjukin ego masing-masing, "