Kisah Untuk Sagara & Angkasa

Kisah Untuk Sagara & Angkasa
BAB 75 Kemelut Baru


" Bu kalau ibu baik-baik, saya bakalan berhenti, Tapi kalau ibu kayak gitu, saya enggak bakalan berhenti, Bu sekarang Udah nggak boleh mukul murid jangan disama-samain saya dulu Ntar kalau ini mukul saya terus bermasalah emangnya ibu mau, " Angkasa Masih berada di atas meja kosong berdebu yang ada di Pojok ruangan


Bu Maya makin naik darah Karenanya, " KAMU ITU NGGAK USAH NGANCEM-NGANCEM SAYA, " Bu Maya masih berada di ruangan, " sini kamu kalau kamu enggak mau turun juga, ibu lapor ke kepala sekolah, mau,"


Angkasa mendengus, " ibu nih mainnya lapor-lapor terus, "


" Turun kamu ! Bu Maya berjalan mendekat. kedua matanya menyala menyala garang, " ibu Tuh capek ngejar-ngejar kamu, Angkasa,"


" Ya siapa juga yang mau di kejar sama ibu, " Angkasa menjawab dengan santai tanpa dosa, " Gerr banget, "


" TURUN, " Perintah Bu Maya membuat Angkasa berdecak dan turun dari meja dengan sekali lompat ke bawah. Bu Maya mendekatinya, Guru itu langsung menarik seragam Angkasa agar laki-laki itu tidak bisa kabur. sudah cukup anak muridnya yang satu ini berulah terus di hari yang sama. sudah cukup


" Tadi kamu pasti bolos lagi, kan ? Tanya Bu Maya masih mencengkeram kuat seragam Angkasa


" Angkasa ! Angkasa kamu itu bangor sih bolos terus, " Bu Maya memarahinya sementara Angkasa hanya diam, kepalanya sedikit merunduk, bukan karena malu karena tidak ingin mendengar apa yang dibicarakan gurunya.


" Tadi, saya ketoilet Bu, "


" Ngeles aja kamu kalau kamu masuk ketoilet, kenapa ada dibelakang sekolah,"


" kan sekalian saya mampir Bu,"


karena kesal, Bu Maya ingin memukulnya tetapi guru itu menahan emosinya karena sadar ia tidak boleh melakukan itu pada muridnya meski perbuatannya sudah kelewat batas. Bu Maya menghela nafas keras, susah sekali mengatur Angkasa


" Mampir-Mampir kamu kira mau ke warung, "


" Ntar Bu Pulang sekolah saya mampir ke sana, " Angkasa terus membalas membuat Bu Maya memijat alisnya karena Pusing. kalau boleh, ia lebih baik angkat tangan daripada mengurusi Angkasa


" Kamu itu ya ! Ngaku kamu, kamu bolos kan, " Tanya Bu Maya lagi Angkasa tidak menjawab yang berarti jawabannya adalah iya yang membuat Bu Maya menggelengkan kepalanya


" Kamu itu kapan berubahnya ribut terus ! Bolos terus ! Terlambat terus Mau sampe kapan kamu kayak gini ibu udah sering bantu kamu tapi kamu enggak pernah berubah ibu sudah sering kasih tahu kamu, tapi kamu sendiri enggak mau bantu diri kamu sendiri Enggak kasihan apa sama orangtua kamu,"


ayahnya sibuk bekerja. kerja, kerja Dan kerja, seakan hidupnya adalah tentang Pekerjaan Sedangkan ibunya selalu sibuk berselingkuh Mereka berdua tidak pernah ada waktu untuk Angkasa dari kecil hingga sekarang


" Kalau kepala sekolah manggil kamu Buat DO kamu harus siap ibu sama guru-guru lainnnya udah enggak Tahan dan enggak kan bantu kamu lagi. kami akan lepas tangan, "


...•••••...


Bulan memanggil Angkasa Ketika cowok itu baru ingin masuk kelas sehabis dari ruang guru. Wajah cowok itu tidak seperti saat Bulan melihatnya di tembok belakang sekolah. Laki-laki itu sudah ada di hadapannya ini memandang Bulan dengan wajah datar. Tidak ada sahutan juga sapaan. Laki-laki ini juga tidak mengatakan apapun seperti menunggu Bulan berbicara lebih dahulu setelah memanggilnya


" Angkasa Lo enggak apa-apa, " Untuk Pertama kalinya, Angkasa mendengar nada khawatir itu keluar dari mulut Bulan. Angkasa bahkan tidak menyangka Bulan bertanya keadaannya


" Bu Maya marahin Lo lagi, " Tanya Bulan


" Angkasa, "


" Lo kenapa masih ada disini, " tanya Angkasa mengalihkan pembicaraan


" Ee, itu .... " Bulan kehilangan kata-kata


" Nyariin Gue, " Tanya Angkasa


" Enggak sih gue tadi habis dari .... "


" Dari mana ? Angkasa memotong Pembicaraan Bulan, " Lab ? Meja Piket ? kamar mandi, " Angkasa bertanya tidak sabar, " Mending Lo balik ke kelas aja, Ntar ketinggalan Pelajaran, Enggak mikirin Gue,".


" Angkasa gue cuma Pengin, " Bulan Terdiam tidak tahu harus mengatakan apa. ia masih malu, " Lo enggak ke kelas Angkasa " tanya Bulan dengan hati-hati


" Lo aja ke kelas, Lo Enggak usah ngurusin gue. Gue bisa ngurus diri gue sendiri, " Angkasa mengucapkannya dengan nada biasa-biasa aja bagi Bulan tidak biasa-biasa saja. Laki-laki itu sudah Pergi meninggalkannya dengan seragam yang berantakan.