
" Enggak bisa ya Lo Pura-pura seneng buat nyenengin gue, " Tanya Kinan Ngapain juga, " balas Angkasa malas Seneng di depan gue gak bisa Angkasa," Gue gak bisa Pura-pura Kinan," jawab Angkasa Kinan gini ya. Gue emang jalan sama Lo tapi gue gak ada Perasaan apa-apa sama Lo, " Ucap AngkasKinan memandangnya sedih, " Masih kepikiran Bulan, "" Gue baru Putus sama dia. Gimana gue gak kepikiran, " Ucapan Angkasa membuat Kinan merenun" Kinan dengerin gue, " Angkasa memegang Pundak Kinan mencoba membujuk dengan halus, " Gue gak mau nyakitin Lo juga. Gue tau Lo kaya gini Lo Pantes dapetin yang bisa ngehargain Lo Dan orang itu bukan gue,"ngkasa ingin Perempuan yang ada di depannya ini mengerti namun sepertinya Kinan tidak mengerti-mengerti juga. Tampaknya ia masih mengharap lebih dan itu membuat Angkasa kewalahan
" Jadi kita apa ? Temen deket,"" Kalau Lo mau tau. kita bahkan gak Pernah jadi apa-apa Kinan," Ucap Angkasa Lo aja yang terlalu berharap, " lanjut Angkasa. Angkasa mulai terdengar kasar tapi cowok itu tampak gerah ingin lepas selepas-lepasnya dari Kinan. Angkasa ingin kinan sadar bahwa Angkasa tidak akan Punya perasaan lebih padany" Tapi Lo Pernah bilang sayang sama gue Angkasa, " Ucap Kinan masih saja mencari alasan Gue ngomong kaya gitu biar Bulan denger Gue mau dia ngerasain apa yang gue rasain juga waktu dia jalan sama Cowok lain tanpa gue tau awalnya apa yang gue mau berhasil tapi semakin ke sini gue gak bisa Kinan, Gue malah nyakitin diri gue sendiri," Ngeliat dia sakit gue juga sama ngeliat dia repot, Perhatian dan dijauhin sama Temen-temennya buat gue ikut ngerasa apa yang di rasain semakin lama semakin nyakitin gue juga, " Ucap Angkas" Tapi kesalahan Lo malah selingkuh sama gue Angkasa, " Ucap Kina" Gue selingkuh ? Gue gak Pernah Ngerasa seneng di deket Lo Kinan," Ucap Angkas
" Dylan bilang sama gue. kalau gue Punya Pacar dan gue godain Cewek lain,. Entah itu chat, telepon ataupun da gue merasa seneng sekaligus tertantang sama cewek ini itu artinya gue emang tukang selingkuh Tapi buktinya Gue gak seneng Kinan ngelakuinnya Gue gak ngerasa apa-apa. Tiap kita Pergi atau chat - an gue selalu kepikiran Bulan, " Ucap Angkas
..." jadi gue ini alat Lo biar Bulan sakit hatiGitu, " Tanya Kina" Kenapa Lo baru sadar Kinan Gue udah bilang berkali-kali bilang waktu itu kebetulan ada Lo jadi gue Pake Lo biar Bulan marah, " Ucap Angkasa Oh ya ? Terus kita ini lagi ngapain sekarang, " Lo sendiri kan yang maksa-maksa kakek biar gue mau Pergi sama Lo," Ujar Angkas" Angkasa Please sedikit aja Lo kan udah Putus sama Bulan Gimana kalau Lo kasih kesempatan Minimal waktu supaya Lo bisa suka sama gue Angkasa kalau nanti akhirnya Lo gak Suka sama gue. Gue gak akan ganggu Lo lagi," Ucap KinAngkasa memijat keningnya, " Cari orang lain aja Kinan. Gue gak minat sama sekali, " Ucapnya mentah-mentah tawaran KinanKenapa Lo dateng-dateng misuh-misuh gitu, " Tanya Dylan Pada Angkasa yang baru saja mengganti pakaiannya dengan kaus milik Sagara...
Rumah Sagara sedang ramai. Cowok itu Pakai kemeja Rapi habis bertemu dengan rekan kerjanya.
Angkasa menghempaskan diri di sofa sambil duduk dengan benar lalu menghabiskan jus Orange milik Bima. Tangannya mengambil Ponsel mengecek balasan dari Bulan namun perempuan tersebut tidak membalas apa-apa. Hanya ada dua centang biru di Ponselnya. Pupus sudah harapan Angkasa
" Ditanyain malah gak nyaut, " Ucap Dylan lagi
Roni melirik Angkasa yang mengambil Posisi rebahan di sofa. Cowok itu sedang menggeser layar Ponselnya ada banyak fotonya dan Bulan yang dilihat Cowok itu terselip foto Bulan juga yang sedang Angkasa ambil diam-diam sewaktu mereka masih Pacaran.
" Geser terus," Celetuk Roni membuat Angkasa tertawa
" Diliatin aja foto-fotonya Di telepon langsunglah orangnya, " ide Bima
" Gak bakal diangkat, " Ucap Angkasa," Udah sering Gak Pernah diangkat,"
" Untung banget Lo Angkasa. Gue kalau kaya gitu Pasti diblock," Ucap Bima
" Emang Kirana kaya gitu, " tanya Leo
" Udah-Udah daripada kalian Pusing gimana kita nongkrong di cafe Batavia," ujar Dylan
" boleh juga Tuh, " Ucap Angkasa
..." Hai Bulan udah lama nunggu ? sapa Cakra Pada Bulan yang sedang duduk termangguadi sebelum berangkat Cakra mengirim Pesan Pada Bulan. Cowok itu lupa mengambil kunci lokernya yang tidak sengaja ia titip Pada Bulan. Akhirnya Bulan memintanya untuk bertemu di tempat ini karena Bulan juga sedang menikmati waktu untuk sendirinya...
" Mikirin Angkasa ya, " Tebak Cakra membuat Bulan tersenyum kecil
" Enggaklah, " Jawabnya
" Boong banget, " Ucap Cakra
" Nih, " Bulan memberikan kuncinya, " Besok-besok jangan lupa lagi,"
Cakra mengambilnya. Cowok itu dengan sengaja menjabat tangan Bulan agar bersentuhan Pada tangannya Perbuatan yang membuat Bulan memandang Cakra. sementara Cakra Tersenyum. Bulan buru-buru melepaskan tangannya dari Cakra
enak sama dia. Gue takut dia mikir kalau gue mutusin dia karena Lo kenapa sih Cakra Lo Pura-pura keliatan jahat di depan mereka Padahal aslinya Lo sebaik ini sama gue," tanya Bulan Pada Cakra
" Emang itu maksud dan Tujuan gue Kok," Ujar Cakra membuat Bulan mengerutkan kenin Gue emang sengaja. Biarin aja mau dia mikir apa. Gue emang mau Lo Putus sama Angkasa kan dari dulu, " Cakra memasukan kuncinya ke saku celana
" Emang Lo ngomong apa aja ke dia," tanya Bula" Banyak, " balas Cakra, " Gue gak sebaik yang Lo kira,Tapi gue yakin Lo orang baik kok Cakra, " Ucap Bulan Pada Cakra membuat Cakra sedikit menegang Cakra bahkan tidak Pernah dinilai seperti itu oleh orang lain. Bulan adalah orang yang pertama kali mengatakan kata-kata seperti itu padanya
Cakra Terkekeh kosong, " Tau dari mana,"
" kita kan Temenan Cakra. Lo Bilang mau jadi temen gue Lo emang nyebelin banget Cakra tapi gue Percaya Lo Orang baik. Lo Pernah ngasih daun ke gue. katanya kalua gue lagi sedih gue harus inget daun yang Lo kasih, " Bulan menatap C Tau apa soal gue, " Bulan semparkejut mendengarnya
" Gue itu Udah berbuat yang gak Pantes ke Lo dulu Bulan ngajak Lo kenalan waktu di gudang itu Lo enggak inget Gue hampir Ngelakuinnya. Gue ngaku ke Angkasa kalau gue deketin Lo karena Lo Pacarnya dia. Dan emang gue deketin Lo karena itu. Tapi sialnya gue malah Jatuh Cinta sama Lo, " Ucap Cakra membuat Bulan Terkejut
" Tapi gue gak suka sama Lo Cakra, "
" iya itu terus alasan LoBulan sedikit Menjauh Karenanyaenggak bisa maksa orang buat suka sama Lo Cakra, " Gak semua keinginan Lo bisa Lo Paksa, " lanjut BulaCakra menarik tangan Bulan membuat Bulan lalu mencium tangannya jantung Bulan jadi berdegup kencang namun bukan karena senang melainkan takut
" Cakra jangan kayak gini, "
" Lo gak bisa ngerasain apa yang gue rasain ? tanya Cakra, " Lo gak bisa ngerasain kalau gue cinta sama Lo,"
Angkasa yang berdiri di depan Cafe hanya menatapnya dan terpaku di tempat. ia tidak melakukan apa-apa Bulan memang Pantas untuk dicintai Angkasa membuat Teman-temannya menunggu di dalam cafe. Mereka juga menyaksikan sendiri bagaimana Angkasa memperhatikan Cakra dan Bulan
" Cakra, "
" Enggak bakal gue lepas sebelum Lo ngerasain apa yang gue rasain, "
" Cakra ! Gue gak mau lepasin,"
seseorang mendorong Cakra mengunakan tangannya membuat Cakra yang tanpa aba-aba langsung menyingkir. Bulan menoleh, sangat terkejut karena Angkasa berdiri di sampingnya. Cowok itu menyela dan berdiri di antara Bulan dan Cakra jantung Bulan rasanya semakin berdebar melihat Angkasa
Kenapa cowok itu ada di sini juga ?
" Gak gitu caranya kaiau sama Cewek bro," Ucap Angkasa gentle
" Lo ngikutin kita, " Tanya Cakra
" Ngapain juga gue ngikutin Lo, " balas Angkasa
" Terus Lo ngikutin Bulan, " balas Cakra Mereka berhasil mengundang orang-orang yang sedang duduk gelap-gelapan di kotu memandang mereka
" Gue di sini nemenin temen-temen gue ke sini, " Ucap Angkasa
" Gue bukan cowok Psikopat yang ngikutin diem-diem ke mana Cewek yang gue suka, " Ucap Angkasa, " Lagipula ngapain Lo maksa-maksa dia kaya gitu, "
" Lo kan Udah jadi mantannya. Udah gak ada urusannya lagi sama Lo lagi Ayo Bulan, "ajak Cakra mengambil sebelah tangan Bulan membuat Bulan semakin terkejut karena Cakra berani melakukan hal seperti ini Padanya. Genggaman tangan Cakra semakin kuat membuat Bulan takut sekaligus meringis sakit karenanya
" Lo jangan cari ribut Di tempat Umum Cakra " Angkasa melepaskan tangan Cakra Pada Bulan. Cowok itu sekuat tenaga melepaskannya karena Cakra terlihat tidak mau melepaskan Bulan membuat Bulan semakin mengernyit perempuan itu meringis karena sakit saat Cakra semakin kuat dan kasar Pada tangannya. Namun cepat-cepat Angkasa melerainya membuat Bulan agar berdiri di tubuhnya
" Awas Lo Angkasa, " desis Cakra lalu Cowok itu melirik Bulan dan memilih Pergi karena semakin ramai orang memperhatikan mereka bahkan yang tadi bernyanyi terus mencuri Pandang ke arah mereka
Biasanya Kalau Bulan Pergi jauh sendirian saat malam hari dulu. Angkasa akan menegurnya karena tak mengajaknya ikut serta untuk menjaganya. Namun kali ini Bukan melihat Angkasa hanya dia saja di sampingnya. sekarang Perut Bulan rasanya semakin tertekan ke dalam ketika angkasa ada di dekatnya
Apa karena status mereka sudah yang sudah Putus Angkasa jadi seperti ini ?
jelaslah. Angkasa cowok humoris memiliki segalanya, wangi disukai banyak orang dan juga memiliki wajah tampan Mudah baginya mendapatkan perempuan yang ia mau. Apalagi kini statusnya single Pasti semakin mudah mendapatkan perempuan. Sekarang mungkin Angkasa mempunyai Gebetan baru
" Jangan suka keluar malem sendirian bahaya kalau bisa Lo bisa ajak mika Nanti kalau Kaya tadi lagi dan gak ada aku gimana ? Aku udah gak ada hak buat jaga kamu lagi, " Ucap Angkasa Pada Bulan
Seketika itu Bulan merasa hatinya di remas kuat. seolah Angkasa mengatakan hal yang tidak ingin Bulan dengar saat ini
" Makasih ya Angkasa, " Ucap Bulan
Angkasa meliriknya. Astaga Angkasa bahkan sangat kangen mendengar suara perempuan
Tadi sama Cakra ke sini,Bulan menggeleng Pada Angka" Sendiri. Tadi ngasih kunci ke Cakra. Terus dia kaya gitu, " Ke sini sama siapa, "" Sendiri, " Bulan memainkan kedua tangannya dengan gelisah
" Ngapain rumah Gimana Bulan, " Angkasa masih tetap berusah" Lebih baik jangan Angkasa" Cuma anterin doang kok Bulan. janji gak masuk ke rumah kamu, " Angkasa terlihat tulus membuat Bulan tidak enak menolaknya
" iya Angkasa boleh,
...••••...