
Bulan baru saja ingingu Selena Gomez mau gue remix Apa sih judulnya syaki-syaki rumba, " Ucap Roni.
" Taki-taki Rumba, Roni syaki-syaki Rumba mulutmu, " Ucapmentara Bima sedang loncat sana loncat sini. seperti monyet kepanasan Cowok itu godain cewek dari ujung kanan sampe ujung kiri dan berakhir melihat Bulan sedang di kejar-kejar A kayaknya, " Ujar Bima ketika melihat Bulan di cegat Angnapa gue gregetan sama Angkasa. Harusnya dia lebih tegas sama cewek. kalau emang dia suka sama kinan iyaudah lepasin Bulan dia Maruk banget mau kedua-duanya, " Ucap Mika tiba-tiba ketika melihat Angkasa dan Bulan Perempuan itu baru saja tiba di sana hendak mencari ya Maruk. Dia lagi berpikir bakal milih yang mana mika, " Ucap Dylan, membela Angkasangomongin temen. itu urusan pribadi dia, " ucap Sagara membuat Cowok-cowok itu diam memperhatikan dan memperhatikan dari lorong sekolah keenamnya sedang bersender di tiap-tiap Pilar sekolah memperhatikan Angkasa dan Bulan
" Gue yakin kalau di suruh Pilih. Angkasa lebih milih Bulan daripada kinan karena Kinan itu Pasti cuma cadangan kayak Pilihan kalau Angkasa bosen, " Ucap Dylan
" Kasian banget dicari kalau lagi
" Biarin aja tugas kita sebagai teman cuma harus ingiten Angkasa bukan maksa-maksa dia, " Ujar Sagadi tempat yang sama Angkasa sedang menatBulan. Menunggu agar perempuan itu mau berhenti menghindar. ketika Bulan menolak dan memilih jalan ke kanan Angkasa mengikuti langkah kakinya namun ketika Bulan ke kiri Cowok itu Juga ikut ke kiri agar Bulan melihat mata cowok itu. karena Angkasa tidak Pernah suka diabaikan seperti iniBulan, " sapa Angkasa lembut namun Bulan tak menyahut, " Loh kenapa,u adalah Pertanyaan Paling bodoh dan tidak masuk akal yang Pernah Angkantarkan Pada Bulan. Tapi anehnya Pmpuan di depannya ini tidak menangis atau pun terlihat sedih Dia hanya diam dan mencoba bersikap semuanya baik-baik saja. Mungkin kalau Angkasa bisa baca hati orang Cowok itu pasti akan enemukan Bulan sedang duduk di sudut dan menangis. Tapi ini tidak. Laki-laki itu hanya melihat kekosongan di mata BulanKenapa nyamperin aku ? Kangen ? Tanya Bulan namun anehnya Angkasa hanya merasa itu Pertanyaan spontan Tidak ada rasa cinta apalagi Perhatian sebelum-sebelumnya yang diberikan Bulan Pada Angkasdah beberapa hari ini Lo enggak naruh nasi sama nyariin gue lagi. Lo kenapa, " tanya Angkasanggak pa-pa Lagi enggak ada uang buat beli. Buat makan sendiri aja aku enggak sanggup, " Ucap Bulan apa adanyLo marah ?" tanya AngkasMarah Buat apa ?" Bulan bertanya balik. " Aku enggak marah aku sadar diri. aku enggak bisa bikin kamu bahagia, " ucap Bulan membuat Angkasa Terkejut bukan mai" Lo denger apa yang gue bilang sama Kinan, " tanya Angkasa kage Maaf karena enggak sopan dengerin kamu ngomong sama dia waktu itu. aku maunya nyari kamu tapi waktu itu kamu enggak ada di kelas. aku tebak kamu pasti di sana Dan memang bener kamu lagi di sana. sama dia, " Ujar Bulan tidak mau menyebut nama Kinan Kamu ngajarin aku arti setia. Tapi malah kamu yang enggak setia Lucu ya Angkasa, " Ujar Bulan membuat Angkasa meneguk ludulan gue bisa jelasin ... " Bulan menggeleng memotong suara Angkaslease, jangan. jangan cerita apa pun. Aku enggak mau denger. Aku juga enggak mau tau apa yang udah kamu lakuin sama dia di belakang aku, Entah kamu Pergi, jalan, serumah atau bahkan ngomongin aku sama dia. aku tau Angkasa aku enggak bisa bikin kamu bahagia. ue .... aku, " Angkasa tidak mengucapkannya terbata, " Bulan Tolong jangan minta Putus, " ucap Angkasa Aku enggak minta itu Angkasa. Aku udah besar aku bukan anak kecil yang milih jalan itu buat kita, " ucap Angkasa," Kadang ada banyak hal yang pengin banget aku bicarain sama aku kaya dulu Tapi aku tau untuk Sekarang itu susah banget. Kamu Pasti enggak Pernah bisa kan kalau sama aku, Gue bisa Bulan. Tapi waktu itu enggak bisa, " jawab Angkaulan Tersenyum, " Mana Angkasa yang tegas itu ? Udah hilang ya ? Apa aku yang ngerubah kamu jadi kayak gini aku minta maaf Angkasa, aku enggak bermaksud bikin kamu kayak gini, " Ucap kenapa Lo minta maaf terus, " Ucapgkasa. Terdengar marah. Cowok itu merasa tidak berguna sekarang sebagai laki-laki egonya tergores terlalu dalam melihat Bulan Pasrah seperti inkarena ucapan terima kasih, maaf dan tolong itu penting. Bisa berarti besar buat orang lain. Orang-orang zaman sekarang suka lupa Pake kata-kata itu padahal kata-kata itu gampang diucapin dan bisa digunain kapan aja, " Ujar Bulangkasa terpaku di depan Bulan tidak menyangka malah kata-kata itu yang keluar dari mulut Bulan. Bulan bisa saja mencaci maki Angkasa sekarang juga tapi perempuan itu tidak melakukannya. Bulan malah berusaha menjawabnya dengan baik bagaimana bisa Angkasa menyakiti hatinya lebih dalam lagipa Lo selalu sesabar ini ngadepin gue Bulan, " Angkasa bertanya dengan nada sedikit tinggi
u kenal kamu udah lama Angkasa. kita kan bisa jadi temen, pacar dan apapun itu aku cuma enggak mau kamu merasa ditinggalin lagi. Aku enggak mau kamu ngerasain seperti apa yang aku rasain, " Ujar Bulan
" Gimana keadaan Lo Bulan ? Lo enggak Sakit hati kalau gue sama Kinan, " Tanya Angkasakit hati ? Munafik kalau aku bilang enggak sakit hati. Aku merasa ada yang ngerebut kamu dari aku setelah aku gak Punya apa-apa, Aku tau sekarang Bulan yang enggak punya apa-apa. Dijauhin orang-orang Dijauhin temen-temen. Bahkan kamu sendiri pun ngejauhin aku itu sebabnya aku enggak mau ninggalin kamu karena aku tau rasanya ditinggalin, " Ujar Bulaluar dugaan Bulan. Angkasa malah tertawa tapi Cowok itu merasa sesak tak tertahan di dalam hatinya setelah mendengar kata-kata BulanGue udah nyakitin Lo, bahkan ngebales Lo dengan jalan sama banyak cewek Padahal gue udah tau alasan kenapa Lo jalan sama Dirga di belakang gue kenapa Lo selalu baik sama gue Bulan, " tanya Ankarena kamu pernah bilang untuk nungguin di surat itu kamu bilang buat nungguin kamu aku tau Angkasa, aku bakal nungguin kamu tapi jangan lama-lama Nanti aku bisa pergi kalau kamu kayak gini terus, " ucap Bulan membuat Angkasa mendekat. Melerai jarak di antara merekEnggak sia-sia gue suka sama Lo cewek pintar Nanti sepulang sekolah harus bisa ke mana aja sama gue. Gue gak mau tau, " ucap Angkasa
...••••• ngikutin apa yang dia anggep bener. Yang gue tahu Angkasa temen gue itu selalu bertindak sesuai apa yang dia mau Bukan apa yang orang lain mau apalagi sampe takut, " Ucap Sagara...
Gue harus Gimana Sagara Lo kan tau gue ke Kinan itu cuma Pura-pura biar Cewek itu enggak ngincer Bulan semua temen-temen gue bahkan ngehakimin gue karena gue selalu ngebela Kinan. cuman Lo doang yang bisa gue Percaya Lo kan gak mungkin Ngomong sama orang lain apalagi sama Bulan, " Ucap Angkasa
" Lepasin dia, Biar dia hidup bahagia, " Ujar Sagara membuat Angkasa menol Angkasa membeku antara sedih, terpukul dan marah menjadi satu
pulang sekolah. Dengan Cepat-cepat Bulan menghampiri Angkasa. Mereka langsung Pergi dari Parkiran sekolah Meninggalkan teman-teman Angkasa yang bahkan belum keluar dari kelas karena biasanya Cowok-cowok itu selalu menyuruh Angkasa untuk nongkrong dulu di basement merekau ke mana, " tan. Muter-muter Jakarta mau, " Tanya Angkasa membuat Bulan mengangguk di balik Punggungnyelah berkeliling. Kurang lebih setengah jam dengan obrolan-obrolan ringan hingga malam menjemput Motor besar KLX biru Angkasa sampai di sebuah tempat. Cowok ini Pasti gila karena mengajak Bulan Pergi ke Dufan di jam seperti ini dengan Pakaian sekolah. ini bukan yang pertama kali bagi Bulan tapi hari ini akan jadi hari yang sangat berkesan bagi Buita bakal ke Dufan jam segini ini Udah malem Angkasa. kita masih Pake seragam sekolah, " Ujar Bulaa melepaskan Jaketnya Cowok itu lalu memberikannya pada Bulan, " Lepas Jaket Lo. Pake jaket gue aja Jaket gue lebih besar jadi baju sekolah Lo gak bakal kelihatan, " Ujar Angue kan Pake baju, " Cengir Angkasa lalu Cowok itu melepas kemeja sekolahnya dan menaruhnya ke tas Bulan membuat Perempuan itu melipat kemeja sekolah cowok itu dengan sabalama nanti antri tambah Panjang, " ajak Angkasa. Cowok itu menarik tangan Bulan ada rasa hangat ketika cowok dengan kaus hitam itu mengajaknya Pergi dengan tangan saling mengenggam seperti ini. sesuatu yang selalu Bulan rasakan tiap kali bersama Angkasa
" iya suka enggak, " Tanya Angkasa
" suka banget bagus yaaa Lampunya hidup semua, " Ujar Bulan Polos. ada binar matanya ketika menatap semua lampu yang menyala di depannya. seolah semua orang sedang menyoroti mereka
" Ayo nyobain Komedi Putar, " tawar Angkasa
" BOLEHHH, " Ujar Bulan
Angkasa dan Bulan mencoba wahana itu Cowok itu Terus menatap wajah Bulan seandainya waktu bisa terhenti Angkasa ingin terus bersama Bulan
" Kamu seneng kan, ".
" Seneng banget, " Ujar Bulan membalas Angkasa antusias dari samping ketika wahana itu berputaau Gak sih Angkasa ini tuh jalan-jalan yang enggak bakal pernah aku lupain Soalnya kita kan jarang kayak gini Rasanya kaya Mimpi bisa jalan sama kamu, " Celoteh Bulan lucu dari samping Angkaskasa jangan tinggalin aku lagi ya," Pinta Bulnggak akan, " Ujar Angkasa
angan janji terus tapi harus ditepatin," Ujar Bulan. Ada selaput bening seperti air mata menyelimuti mata Bulan Binar-binar lampu berpendar di matanya Begitu indah, Begitu cantik, Begitu Jujur, Begitu baik Angkasa bahkan kehabisan kata-kata untuk memuji Bulan di keadaan seperti in Tanpa banyak kata laki-laki itu menyingkirkan Bulan jauh dari sana mengajaknya menepi lalu sekali lagi mendekapnya erat Tidak mau kehilangan Angkasa sangat ingin menjadi persai Perempuan ini ketika Perempuan itu sedih atau ralau gue berulah lagi Tolong ingiten gue Bulan jangan Pergi ninggalin gue apalagi sampe gak Peduli lagi sama gue, " Ujar Angkasa menatap Bulan.
" Bisa janji itu sama gue,SA BOS, " balas Bulapi ketika waktunya tiba sanggupkah Angkasa merusak Binar-binar kebahagiaan dari mata Bulan ?