Kisah Untuk Sagara & Angkasa

Kisah Untuk Sagara & Angkasa
BAB 39 LUKA


...Memangnya salah ya suka sama cowok kayak kamu...


...Matahari Aluna...


SAGARA tidak melihat ada suatu perubahan yang signifikan pada Aluna perempuan itu tidak marah bersikap kekanak-kanakan atau yang lainnya Dia tetap menjadi Aluna yang Sagara kenal. Sekarang perempuan itu sedang duduk di sampingnya sambil menyisihkan beberapa makanan dari kotak bekal untuk Sagara. Sagara diam-diam Memperhatikannya mungkin Aluna hanya lebih banyak diam sekarang itu Pasti karena Sagara


Setelah kejadian kemarin. Meskipun dalam diam. keadaan mereka tentu sedang tidak baik-baik saja.


" ini buat siapa ? tanya Sagara mencoba memulai


" Buat kamu, " ujar Aluna " Nggak mungkin buat Orang lain


" Aku kira ada apa kamu suruh aku ke sini ? balas Sagara


" Nggak Penting ya buat kamu " balas Aluna " apa yang selalu Tentang aku memang nggak Penting buat kamu, " tanya Aluna


Sagara terdiam sebentar " Penting maksudnya aku kira ada hal yang mau kamu bicarain,"


" Enggak ada " balas Aluna masih bersikap dingin


" Yang kemarin .... "


" lupain aja ? sergah Aluna perempuan itu baru mau menatap Sagara


" Tapi masalahnya belum selesai Aluna ? Ujar Sagara


" aku nggak Peduli " balas Aluna


Aluna memberikan kotak bekal itu untuk Sagara. setelah membuat Sagara sadar Aluna menghindari topik pembahasan tentang kemarin. Perempuan itu tidak mau mengungkit-ungkitnya


" Tiga tahun yang lalu aku suka sama kamu Sagara selama itu aku kejar kamu Masa karena masalah kayak kemarin kita jadi berantem ? Tiga tahun bukan waktu yang sebentar Waktu aku lihat kamu pertama kali di sekolah aku jadi suka sama kamu Diam-diam aku jadi kagum sama kamu pas kamu main basket, jalan sama Teman-teman sengaja lewat depan kelas kamu Cuma buat lihat kamu sengaja ikut teman biar bisa lewat belakang sekolah supaya bisa lihat kamu di sana selama itu aku terus berusaha biar bisa lihat kamu lihat Masa sekarang setelah aku dapat,aku sia-siakan kesempatan yang aku punya ? tanya Aluna


" kita nggak tau kan apa kesempatan itu masih jadi milik aku atau enggak nantinya ? Ujar Aluna


" kamu ngomong apa sih ? ujar Sagara agak tergganggu dan kesal karena Aluna berbicara dengan suara seperti itu


" aku Cuma ngomong fakta "


" Tapi nggak usah kayak gitu juga aku nggak suka ? Ujar Sagara marah


" Gimana lomba kamu sama Sierra "


" Masih lama ? jawab Sagara ketus


" Pasti kamu menang ? balas Aluna membuat Sagara menoleh " kamu kan Pintar kamu enggak mungkin mengecewakan teman-teman kamu, keluarga kamu apalagi aku "


" kenapa kamu yakin "


" Harus Yakin " ujar Aluna " aku yakin pasti kamu menang ? kata Aluna pada Sagara


Namun Sagara tidak mengatakan apa Pun pada Aluna, yang membuat Aluna yang menghela nafas secara diam-diam karenanya


...••••...


" itu kan Aluna Pacarnya kak Sagara ? Seseorang mengobrol di saat Aluna makan sendirian di Kantin pagi ini " kok bisa ya kak Sagara suka sama perempuan Kayak dia ? ujarnya


" iya ya ? Padahal nggak cocok banget sama Kak Sagara Harusnya Kak Sagara itu sama Kak Sierra kan Cocok banget ? ujarnya lagi


" Di Pelet kali sama si Aluna makanya kak Sagara mau sama dia ? ujar Temanya Satu lagi


" Pasti Aluna Pacaran sama kak Sagara Pasti Incar sesuatu kan kan kak Sagara itu kan kaya banget Nggak mungkinlah Aluna nggak manfaatin kak Sagara ? ujarnya lagi


Aluna yang mendengar hal tersebut mengeratkan tangannya pada sendok dan garpu yang ia pegang perempuan itu tidak menegurnya tapi jauh dari lubuk hatinya Aluna sangat kesal. Aluna tidak pernah memanfaatkan Sagara Apalagi mengincar sesuatu dari Sagara Aluna Suka sama Sagara Karena dia memang tulus sayang pada Sagara


" iyalah kalau gue jadi Aluna gue bakal manfaatin itu Sagara kan anak donatur sekolah punya ini-itu Nggak bakal gue lepasin begitu aja pasti gue manfaatin dia ? ujar Temanya satu lagi


" Dengar-dengar sih mereka lagi Berantem baguslah mereka berantem Biar mereka Cepat Putus deh "


" Ih kapan ya gue bisa punya pacar kayak kak Sagara "


" Tuh Cewek Cuma numpang Sagara benalu Nggak suka gue kalau dia yang sama Sagara nggak ada Cocok-cocoknya kasihan ya Sagara Punya Cewek kayak gitu ? ujarnya lagi


" Gosip aja Lo semua ? tegur seseorang Aluna yang tadi mendengarkan dan sibuk makan menoleh mendengar suara Cowok itu


" Gitu kerjaan Lo kalau di sekolah ? Gosip mending nggak usah sekolah kalau omongin orang aneh-aneh ? ujar Kevin lagi


ketiganya tampak ketakutan Mereka langsung Panas-dingin " Sorry kak kami nggak bermaksud kayak gitu tadi kok ? ujar salah satu Temanya


" iya kak Nggak kayak gitu maksud kami"


" Aluna itu kakak kelas Lo di sini dia duluan yang sekolah di sini kalau dia Pacaran sama Sagara memang apa urusannya sama Lo ? Ujar kevin pada ketiga perempuan tersebut " Memang Rugiin Lo semua kalua dia Pacaran sama Sagara ? Nggak kan ? Makanya diam jangan omongin orang Nggak usah sok tau jadi Cewek ? ujar kevin tajam


ketiganya langsung saling memberi kode untuk pergi dari kantin " Sorry Kak kami nggak bermaksud apa-apa kok kalau gitu kami masuk ke kelas dulu ya kak ?


" iya sana Lo semua kelas Jangan pernah ganggu Aluna lagi mulutnya kayak nggak pernah disekolahi aja ? sindir kevin


Begitu ketiganya pergi Aluna melihat Kevin bersuil sambil mengambil minuman di kulkas kantin Cowok itu membayar minumannya lalu menoleh pada Aluna. Aluna yang masih duduk di tempatnya menarik simpul untuk Cowok itu


" Makasih ya Kevin " Ujar Aluna pada Kevin


Namun ada yang lain dari sorot mata kevin saat melihat Aluna saat ini ada sesuatu dalam dirinya yang ingin memiliki MATAHARI ALUNA pacar dari SAGARA Abraham yang merupakan musuh terbesarnya KEVIN ALEXANDER


" kalua kamu makan sendirian kontak gue aja Biar nggak sendirian gitu Gue siap sedih buat Lo kapan pun di mana pun tenang aja gue jomblo kok Aluna buat Lo gue selalu ada ? itulah yang di ucapkan kevin pagi itu


...••••...


" Pacarnya sama Lo tapi seringnya sama gue Habisnya sih Lo jadi Cewek nggak guna banget Nggak Pernah buat Tenang tapi malah malu-maluin dia Mending nggak usah pacaran sama dia,kan ? Ujar Sierra Pada Aluna


" Lo nggak bakalan menang lawan gue Aluna Udahlah berhenti aja ? kata Sierra pada Aluna kedua perempuan itu sedang berbicara di dalam kelas yang tampak kosong, Sunyi " Gimana Rasanya di Cuekin Sama Sagara "


" iya Sierra Lo Menang ? ujar Aluna mengalah pada Sierra biasanya Aluna akan membalasnya dengan rasa kesal dan marah-marah namun kali ini Tenaga Aluna sudah terkuras habis melihat Sagara memperlakukannya seperti itu Belum lagi semalam Aluna belajar mati-matian sampai ketiduran dan terlambat ke sekolah karena Aluna ingin Sagara melihat kerja kerasnya lewat nilai-nilainya yang harus berubah drastis


Sierra mendekati Aluna " Lo Ngerti Kan gue itu nggak suka sama Lo ? ujarnya Sierra di depan wajah Aluna " jadi Cewek jangan sok polos deh di depan Sagara Pasti Lo jelek-jelekin gue di depan dia kan, "


" Gue nggak Pernah jelek-jelekin Lo di depan dia Gue cuma bilang gue gak suka dia berhubungan sama Lo ? ujar Aluna jujur


" Ngapain Lo Nggak suka ? Duluan gue yang kenal Sagara ketimbang Lo "


" Sierra ini buka Lo " ujar Aluna dengan Suara lembut mencoba menyentuh lengan Sierra namun Sierra menyentaknya dengan kasar


" Bukan gue ? Lo aja yang nggak tau gue ? ujar Sierra " Sierra yang suka manis-manis di depan Orang-orang itu bukan gue Ngerti Lo ? ujar Sierra terlihat sangat serius tidak suka pada Aluna kebencian itu sangat nyata di kedua pelupuk matanya menatap Aluna


Aluna yang berdiri di depannya dengan takut. Perempuan di depannya ini bukan seperti Sierra yang kerap kali ia lihat bersama Clara teman sekelas Sagara Sierra di depannya ini bukan seperti Sierra Cewek pintar yang sering jadi Partner Sagara saat lomba Tentang segi kepintaran. Perempuan di depannya seperti sedang menunjukkan sifat aslinya kepada Aluna


" ingat Aluna Sadar diri Lo itu siapa Sagara itu nggak pernah Cocok sama Cewek kayak Lo kenapa ? karena di Kelas dia jauh di atas Lo ? Ujar Sierra pada Aluna " Lo lihat aja Penampilan Lo sekarang dekil berantakan, aneh Buat bareng sama Sagara Lo nggak ada apa-apanya Bukannya dianggap Pacar Cocoknya Lo di anggap sampingan kali sama dia ? ujar Sierra


" tanpa Perlu gue bilang pun harusnya Lo udah sadar kan ? Bukan Cuma gue yang menilai Lo kayak gitu Di sekolah ini ada banyak yang nilai ada banyak yang nilai kalua Sagara nggak pantas sama Cewek kayak Lo ? ujar Sierra Pada Aluna


" Terus Salahnya di mana Sierra ? Gue Memang kayak gini gue nggak bisa berubah Tapi dia selalu anggap gue pacarnya itu hal yang nggak akan pernah Lo dapat dari Sagara ? ujar Aluna membuat kedua matanya Sierra menajam


" Iya memang sekarang enggak tapi Lihat aja nanti nanti ? ujar Sierra Orang-orang bakal lebih dukung gue sama Sagara ketimbang dia sama Lo


Aluna tidak buta. Memang semua orang lebih senang melihat Sierra dengan Sagara ketimbang Sagara bersamanya. bukan hanya di sekolah ini, beberapa keluarga Sagara juga sama tidak ada yang memihak Aluna. selama ini Aluna hanya diam saja tidak menuntut lebih tidak juga mengeluh terlalu banyak tapi Minggu ini terlalu banyak hal yang di hadapi Aluna seorang diri


" Cantik doang nggak Pernah Cukup kalau Otaknya kosong ? ujar Sierra


" Gue memang nggak sepintar Lo Sierra bukan berarti gue nggak punya harga diri Lo gituin gue terus ? ujar Aluna


" Harga diri apa sih yang Lo maksud ? Lo itu nggak pernah Cocok sama Sagara, "


" Siapa Lo bisa menilai gue kayak gitu ? siapa Lo berani-beraninya bilang kalau gue sama Sagara nggak Cocok ? Gue udah mengalah Sierra demi Sagara gue kasih dia buat Lo buat belajar bareng buat lomba bareng buat interaksi berdua bareng tapi bukan buat merayu dia dengan cara kayak gini kalo Lo jadi gue gimana perasaan Lo ? tanya Aluna pada Sierra


" Ngapain juga gue jadi Cewek nggak guna kayak Lo ? Ngapain juga gue jadi Cewek bego kayak Lo ? Nggak penting banget bagi gue gue nggak pernah mau jadi kayak Lo Aluna kenapa ? karena Lo itu bego ? ujar Sierra " Lo itu Cewek terbodoh yang pernah gue lihat gue yakin Lo nggak bisa kali-kalian aja Lo nggak bisa ? ujar Sierra membuat Aluna terdiam


" Udah deh mending Lo aja yang mundur lebih cepat lebih baik Bilang sama Sagara kalau Lo udah nggak kuat Lo bisa pergi dari sekarang dari hidupnya Sagara Lo itu cuma jadi beban Sagara doang ? ujar Sierra


" Gue nggak pernah jadi beban buat Sagara ? ujar Aluna marah


Sierra tersenyum Culas " kalau Lo marah berarti benar kan ?


...apakah Sagara memang Cuma menganggapnya beban...


" Lo tau Dia bilang Lo itu childish ? tambah Sierra lagi yang membuat Aluna mengepalkan kedua tangannya


" Gue Tetap nggak mau nyerah ? balas Aluna " Sagara itu pacar gue buka Lo ! Lo itu cuma orang lain di antara gue sama Sagara


" Terus aja Lo berharap ? ujar Sierra " Memang susah ngomong sama Orang yang nggak ngerti apa-apa kayak Lo ? ujar Sierra


" Lo itu kenapa sih Sierra Cowok di dunia ini banyak bukan Cuma Sagara


" Tapi kalau gue maunya Sagara gimana dong ? tanya Sierra


" Nggak Waras Lo ya Sierra ? ujar Aluna Rebut Pacar Orang sebutan apa yang Pantas buat Lo ? Cewek nggak tahu diri perebut pacar Orang ? ujar Aluna


tak di sangka-sangka detik itu juga Sierra mendekat dan langsung menampar wajah Aluna, Aluna yang terkejut menatap Sierra


" Lo yang rebut Sagara dari gue ? Gue Peringatin ya kalau Lo nggak jauhi Sagara gue Pastiin Lo bakal putus sama dia Gue udah muak lihat muka Lo yang polos itu Lo itu nggak cocok sama Sagara nggak ada cocok-Cocoknya sama dia gue Pastiin Lo bakalan putus sama Sagara Lo lihat aja nanti ? ujar Sierra lalu perempuan itu berjalan pergi meninggalkan Aluna sendirian


...••••...


Aluna termenung perempuan itu masih terpaku di tempatnya kepalanya lalu merunduk dalam kesunyian Tidak di bela Sagara di benci oleh Sierra lalu diperlakukan seperti ini membuat Aluna terpukul semakin jauh Aluna tidak tahu harus berbuat apa Dia terlalu sendirian menghadapi Sierra yang sangat bebas, leluasa dan juga kasar terhadapnya


...Memang kenapa kalau Aluna suka sama Sagara tiga tahun Aluna memperjuangkannya dulu dengan susah payah memangnya salah Aluna menyukai laki-laki seperti Sagara...


Aluna Mengusap pipinya yang masih berdenyut perempuan itu mengusap wajahnya dengan kedua tangan untuk menghalau rasa sedihnya rambut panjangnya yang menutupi sedikit wajahnya Sementara itu Sagara ada di sana di luar sudut kelas ia sudah melihat dan mendengar dari awal sampai akhir apa yang dilakukan Sierra Pada Aluna


" apa selama ini aku sama Sagara memang nggak cocok ya ? gumam Aluna mulai ragu


Dengan keadaan wajah yang basah oleh berkeringat, Aluna duduk di sebelah Sagara, Sagara yang habis Latihan bakset Memperhatikan Aluna Cowok itu meneliti banyak hal dari mulai wajah Ekspresi, dan juga dahi, dahi perempuan itu berdarah ada beberapa goresan di sana membuat Sagara langsung mendekat untuk melihatnya lebih jelas. Mungkin sejak tadi Aluna hanya diam saja tidak mengatakan apapun yang membuat Sagara Sangat frustasi karena tidak pernah ia lihat Aluna menjadi Pendiam seperti ini.


" ini kenapa ? tanya Sagara. Cowok itu menyibak rambut Aluna yang sedikit menutupi dahinya Aluna tetap diam tidak mau membuka mulutnya untuk bersuara perempuan itu menurunkan tangan Sagara sambil mengabaikan dan memperhatikan buku- buku yang sedang ia bawa untuk ia kembalikan ke perpustakaan sekolah hari ini Sagara tertegun Aluna benar-benar mendiamkannya


" Aluna ? Panggil Sagara " kenapa "


Aluna tetap diam. hal yang baru Sagara sadari bahwa perempuan ini diam sejak tadi Pandangan Sagara Turun Cowok itu mengambil sebelah tangan Aluna kembali Terkejut karena Aluna Tampak berbeda dari sebelumnya di lengan kanannya juga ada goresan Bekasnya masih terlihat di buku-buku jarinya pun tampak berdarah bekas lukanya Masih tampak


" Aluna ? Panggil Sagara mencoba memastikan " kamu ... "


" aku mau ke perpustakaan ? ujar Aluna menghindar namun begitu Aluna berdiri Sagara menarik tangannya agar kembali duduk di sebelah Cowok itu


" aku tanya kamu kenapa jawab ? ujar Sagara mendesak tegas


" Nggak kenapa-kenapa ? jawab Aluna masih dengan sikap yang berbeda


" kalua nggak kenapa-kenapa ini kenapa sampai berdarah ? ini luka kenapa nggak kamu obatin ? tanya Sagara pada Aluna


Aluna menatap Sagara " apa Peduli kamu ? tanya Aluna kasarnya membuat Sagara terdiam


" aku Peduli sama kamu siapa yang bilang aku nggak Peduli ? tanya Sagara


Aluna menatapnya sangsi " Sekarang baru kamu peduli kan ? kemarin kemarin kamu peduli ? tanya Aluna " sekarang baru kamu lihat karena aku kayak gini kemarin waktu aku butuh kamu chat kamu, kasih kamu makanan sama surat kayak gini ? tanya Aluna " Bukannya di puji yang ada aku di marah-marahi dihina-hina ? ujar Aluna memalingkan wajahnya


" Di Chat juga nggak pernah di balas Cuma di read-aja di telepon juga nggak pernah kamu angkat, padahal udah Cari jam kamu nggak sibuk Ditanyain ini nggak di jawab, Ditanyain itu juga diam aja dari kemarin, Terus aku Kayak gimana sesibuk-sesibuknya Orang pasti ada waktu untuk istirahatnya. Waktu istirahat bisa di gunain buat balas kalua nggak balas berarti memang aku ini bukan Orang penting kan buat kamu ? tanya Aluna


" jangan bahas itu dulu ini kenapa ? tanya Sagara dengan Paksa


" Memangnya setelah aku kasih tau kamu bakal berbuat apa ? Memangnya setelah kamu tau kamu mau ngapain "


" Aku Pacar kamu Aluna ! ujar Sagara dengan nada marah Pada Aluna


" Aku Pengin tau kamu kenapa ! ini kamu kenapa ? tanya Sagara pada Aluna


Aluna menatapnya " Memang Cewek kayak aku nggak boleh ya berharap sama kamu Sagara ? tanya Aluna menelan, " memangnya salah ya kalau aku sama kamu dekat dan jadi pacar kayak gini ? Tanya Aluna lagi


" kamu ngomong apa sih ? Dari tadi Pagi kayak gitu terus ? ujar Sagara benar-benar kesal Karenanya


" Cuma Berharap tapi setelah jadi,kok rasanya sakit banget ya Sagara ? tanya Aluna


Sagara terdiam. Cowok itu harus bisa menahan dirinya agar tidak sampai marah pada perempuan di depannya ini. Sagara sangat menyayanginya Sagara tidak ingin perempuan ini Takut padanya apalagi sampai seperti ini


" Memangnya Cowok kayak kamu yang genius, berprestasi di sayang semua Orang enggak boleh ya, buat Cewek yang nggak pintar kayak aku ? tanya Aluna


" Siapa yang bilang nggak boleh ? tanya Sagara pada Aluna


" aku udah berusaha sebisa aku Sagara tapi kalau ternyata bukan untuk aku,aku harus gimana ? tanya Aluna


Di saat itulah Sagara melihat Aluna di depannya sedang merunduk Air matanya jatuh secara Perlahan. Sagara terkejut laki-laki itu tersentak karena mendengar Aluna sedang menahan dirinya Ada suara isak tangis yang Sedang sengaja Aluna mati-matian agar tidak sampai keluar atau terdengar namun Aluna gagal melakukannya Tanggul itu jebol. Sagara mendengarnya


" Aku Pengin sama kamu Terus. Tapi kalua ternyata aku cuma jadi penghambat kamu gimana ? kalau ternyata aku dan kamu enggak bakal Pernah sama-sama gimana ? Harapan itu memang nggak pernah sesuai,kan apa yang aku inginkan ? tanya Aluna


" Apa ternyata selama ini, di hubungan ini Cuma aku yang berjuang berusaha dan berharap sementara kamu enggak ? tanya Aluna