
Lapangan SMA ARWANA sedang Panas-panasnya. Teriakan itu menyedot semua perhatian banyak murid. Angkasa sengaja mengumpulkan adik-adik kelas yang suka berontak di belakangnya. Ternyata mereka tak lebih Percundang bermulut besar. Mereka hanya terdiam setelah Angkasa menyeretnya kemari. Hilang sudah suara-suara besar yang menentangnya. Atau suara yang kerap kali berkoar menyebut namanya sebagai seorang yang tidak Punya hati.
Angkasa berdiri di Paling depan dengan tangan kirinya masuk ke dalam saku celana abu-abunya dan satu tangannya lagi mengetuk-ngetuk Permukaan beton lapangan dengan tongkat kayu cokelat yang besar ia mengedarkan pandang pada murid-murid yang menonton di depan kelas dan tidak berniat ikut campur
" Eh baris Lo yang benar, !" Angkasa menunjuk salah satu adik kelas laki-laki yang berbaris tidak rapi dengan tongkat yang ia bawa
" Kalau sampe ada yang kabur dan berontak lagi. Gue nggak akan segan-segan nyeret Lo ke sini lagi dalam keadaan Pingsan, "
Murid-murid laki-laki di depan Angkasa langsung memucat. mereka menatap ngeri tongkat kayu yang dibawa Angkasa. Angkasa memikul tongkat kayu di Pundaknya. sementara keenam temannya sibuk di belakang menikmati Pemandangan adik-adik kelas lelaki mereka yang sedang Kepanasan
Seorang melakukan kesalahan fatal. ia malah keluar dari barisan yang membuat Angkasa murka. Angkasa langsung menghadapinya. Tidak ada yang berani membela. Tidak ada yang berani menoleh Mereka yang berbaris hanya bisa melirik-lirik takut
" Lo denger gak apa yang gue bilang tadi,Hah " kata Angkasa, kepadanya
" Ampun, Kak, ! Ampun, "
" Kak, ! Kak, ! Emangnya gue ini Kakak Lo,"
Angkasa menarik kerah seragam sekolahnya dan menyeretnya agar masuk kembali ke barisan. Angkasa tahu cowok itu sudah kepanasan karena wajahnya sudah merah terkena sinar matahari
Angkasa kembali berdiri di depan mereka, " siapa yang suka jelek-jelekin Tiger ? tanya Angkasa dengan nada membentak, " jawab sebelum gue cari Orangnya ke barisan, "
Semuanya diam. Tak ada yang menjawab
" Udahlah, Angkasa ! seret aja orangnya ke sini, " Bima jadi tidak sabar
" Enggak, seru Bim ! Biar aja orangnya ngaku sendiri, " Dylan ikut berseru membuat Angkasa sependapat dengannya. Memang itulah yang ditunggu Angkasa sejak tadi
" Enggak ada yang mau ngaku nih, " tanya Angkasa
" Angkasa, Lo cari aja Orangnya Bentar guru-guru selesai rapatnya, " Sagara yang sejak tadi Diam-diam saja, memberi saran. Guru-guru memang sedang mengadakan rapat besar yang memakan waktu cukup lama sehingga Angkasa bisa lebih leluasa melakukan hal seperti ini
Angkasa terdiam sebentar. Lalu tanpa banyak Pikir, cowok itu menerobos ke tengah barisan dan menyeret salah satu murid laki-laki yang hanya menundukkan kepalanya sejak tadi
" Kenapa Lo nunduk ? Lo Pikir lagi mengheningkan cipta !" ucap Angkasa kepadanya, " Angkat, Kepala Lo lihat gue,"
setelah Angkasa mencengkram kencang Pundaknya barulah ia menatap wajah menatap Angkasa. Angkasa langsung membawanya keluar dari barisan yang menutup tubuh tinggi besarnya
" Nama Lo Jaka, kan ? Tanya Angkasa, " Yang suka ngomongin anak-anak Tiger Pake narkoba, Wah Calon Ketua OSIS SMA Arwana Lo Jangan-jangan Lo antek-anteknya The Calm, "
The Clam. Nama Perkumpulan yang menjadi musuh bebuyutan Tiger sejak dahulu. Mereka beranggotakan murid-murid dari SMA Arwana yang merupakan tetangga sekolahnya
" Emangnya Lo tahu dari mana kalua Pake narkoba, " tanya Angkasa, " Anak-anak Tiger gak ada satu pun yang Pake narkoba, "
" Maaf, Kak ! Maaf ! Gue nggak pernah ngomong kayak gitu, " Jaka tahu dia sedang berada di masalah besar
" Gue denger Lo ngomong ke temen-temen Lo ! Lo juga yang suka bilang kalau Tiger itu sering mukul Cewek, " Ucap Leo
" Ampun, Kak ! Ampun Gue ngaku gue pernah ngehasut temen-temen gue buat gak suka sama anak-anak Tiger, tapi nggak lebih dari itu, Ampunin gue Kak, gue nggak sengaja, "
Angkasa mengerutkan keningnya. ia tidak suka ketika Jaka berlutut kepadanya, " Apa yang udah terjadi enggak bakalan bisa terulang. Sama kayak apa yang keluar dari mulut Lo harus pertanggungjawabkan,"
" Ampun ! Gue, janji enggak bakalan ngelakuin hal itu lagi, "
" Enggak ada kata ampun buat orang yang udah ngehina dan ngefitnah, keluarga gue, "
" Ampun, Kak, ! Ampun, "
Angkasa menunjuk lalu menempelkan kayu yang ia pegang ke kepala Jaka, yang membuat Jaka Tambah panas dingin. saat Angkasa menarik kayu itu ke belakang dan seperti ingin melakukan sebuah Pukulan, teriakan seorang perempuan menghentikan segalanya.
" Berhenti, Lo Udah Gila ya ? Lo mau bikin mati anak orang, " Bulan berteriak kepada Angkasa. Cewek itu merebut kayu yang dipegang Angkasa lalu membuangnya dengan sembarang ke lapangan, jauh dari barisan yang masih tetap berdiri teguh di lapangan. Lalu Bulan membantu Jaka berdiri sementara Cowok itu sudah takut bukan kepalang
Bulan yang tidak sadar lalu dikejutkan dengan tangan Angkasa yang dengan kasar menarik tangannya, " Lo bisa enggak usah ikut Campur? ini masalah gue sama dia, " kata Angkasa
" Gue juga bagian dari sekolah ini ! Gue kakak kelasnya Enggak ada yang boleh berlaku semena-mena di sini. termasuk Lo sekalipun, " Bulan memelotot. ia menunjuk wajah Angkasa
" Rupanya Lo enggak kapok sama yang tadi Pagi, "
Bulan mulai Takut mendengar suara Angkasa
" Tapi Lo Udah kertelaluan, "
" Emangnya Lo Pikir gue bakalan apain nih, bocah Gue cuma nyuruh dia berdiri bukan mukulin dia, "
Gelak tawa teman-teman Angkasa Pecah ? Tawa itu begitu menggelegar mengejek Bulan. Bulan diam, belum mengerti maksudnya. setelah ia Paham Barulah wajah gadis itu merah Padam
" Jad ... Jadi Lo tadi enggak mau mukul dia, "
" Menurut Lo, " Angkasa bergerak mendekat. Otomatis Bulan mundur karenanya, " Gue Peringatin sama Lo. Wilayah ini gue yang Pegang. Enggak usah berani ngelawan apalagi ikut campur dalam urusan gue, " Angkasa mengintimidasi Cewek itu
Napas Bulan tersekat. ia tidak mampu membalas apa pun.
" Woi ayo Cabut ke kelas, ! Biarin para Pecundang ini di sini sampe kejadian ini bocor ke telinga guru-guru, Gue bakal habisin Lo ngerti, "
Angkasa dan teman-temannya Pergi. Mereka menuju ke lorong sekolah lalu ke tangga dan naik ke atas, meninggalkan mereka. mereka yang berada di barisan menghela nafas lega karena Angkasa pergi, tetapi tidak begitu dengan Jaka
" Gue lebih baik di bikin babak belur sama mereka daripada diejek Percundang kayak tadi, " Jaka menyorot benci terhadap Bulan lalu Pergi meninggalkannya melewati lapangan sambil menendang jauh-jauh tongkat kayu yang dibawa Angkasa tadi
Bulan, terdiam memandang Jaka yang mulai menjauh Bagaimana bisa Jaka berpikir seperti itu ?
...••••...
Ketika Bulan berjalan di lorong dengan Pikiran kacau, dan mata kosong, tiba-tiba seorang menarik tangannya dan menyudutkannya di loker sekolah. Bulan mendelik karena hampir saja kepalanya terbentur besi loker kalau saja Angkasa tidak menyangga kepala perempuan itu dengan tangannya. Keadaan Cowok di depannya ini sedang penuh-peluh Bajunya bahkan basah karena keringat
" Apa-apaan sih, "
Bukannya menjawab Angkasa malah menoleh ke samping dan menyeringai kepada Melody, Setelah Melody lewat Cowok itu bersiul melihat jalannya yang melenggak-lenggok seolah cewek itu sedang mengikuti Kontes putri kecantikan. Tak lama kemudian, Dylan lewat yang membuat Angkasa Terkekeh-kekeh memang sekali Playboy tetep Playboy
" Widiiih Angkasa ! Di tempat yang sepi dong jangan buka-bukaan gitu, " Dylan menggoda Angkasa sambil melirik Bulan
" Habis Ngapain Lo sama Angkasa, Lan,"
Dylan tertawa mesum, " Enggak ngapa-ngapain, "
" Ah enggak Percaya gue sama Lo, "
Bulan menatap Dylan dengan Pandangan melongo. Kenapa Cowok itu tidak menolongnya dari jeratan Angkasa ? Bulan tampak jengah tidak suka dengan sikap Angkasa yang terus semena-mena kepadanya
" Minggir ! Gue mau kelas, "
Angkasa mulai menaikkan sebelah alisnya dengan seringai di bibir, " Urusan Lo sama gue belum selesai Nona manis,"
" Lo mau apa sih ? Tanpa bisa dicegah, nada suara Bulan naik beberapa oktaf
" Gue Cuma mau ngobrol sama Lo Nona manis Dan ... " Angkasa mendekatkan wajahnya membuat Bulan memundurkan kepalanya, Angkasa sengaja menggoda Bulan, sampai
sampai Perempuan itu menahan nafasnya, " Gue Cuma mau bilang sekali Lo bermasalah sama gue Lo nggak bakalan bisa lari,"
" Emangnya Gue Takut sama Lo,"
Angkasa terkekeh kemudian mundur, " Yakin ini Lo nahan nafas tadi kaki Lo juga gemetar. itu udah nunjukin kalau Lo takut sama gue, "
Bulan mengepalkan kedua tangannya. kesal bertubi-tubi terhadap Angkasa
Angkasa Lantas menjauhi Bulan. Sudut bibirnya terangkat menyatakan bahwa kali ini dia telah menang terhadap Bulan. Bulan akan mendapatkan balasan dari Angkasa secara pelan-pelan.Untuk perempuan yang satu ini Angkasa bisa bermain sedikit dengannya Atau bahkan lebih
...••••...
" WOI, ANGKASA, "
Angkasa yang duduk termenung di Pojok belakang masih termenung. Panggilan Dylan tidak ditanggapinya membuat Dylan mengerutkan kening Kirana yang duduk tak jauh dari keduanya sudah sejak tadi curi-curi Pandang kepada Angkasa yang tampak sibuk dengan pikirannya Tampak Cowok itu sedang melamunkan suatu hal. Saat guru keluar kelas dan jam pelajaran di ganti Angkasa tetap sama
" Angkasa, " Dylan kembali memanggil tetapi Angkasa masih tetap menatap golden hijau yang ada di kelasnya. Angkasa sedang memikirkan kejadian-kejadian hari ini yang berhubungan dengan Bulan sekarang aja, Angkasa susah untuk fokus Pada Pelajaran. Meski nakal begini Angkasa bukan murid Bodoh
" Woi Angkasa !" Bima dan Roni memukul meja hingga ia terkejut Angkasa mengumpat Pelan ketika Roni duduk di sebelahnya
" melamun aja lo hati-hati nanti Lo beneran Kesambet Lo setan mana yang berani dah,"
" Sini, biar gue aja yang usir setanya, "
" Diem Lo, ! Angkasa melepas rangkulan Roni di Pundaknya
Roni cengengesan, " Sorry Angkasa, Ya kali Lo kerasukan setan sekolah, " kata Roni di sebelah Bima, Pada kursi yang berbeda. Cowok itu mengangkat kursi dan membawanya mendekat pada Angkasa. Sagara dan Jackie ikutan duduk di sebelah Bima
" Eh Awas Lo manggil-manggil setan sekolah, Ntar Lo beneran di cari, " ucap Leo
" Diem Lo Leo, Ntar yang ada Lo yang dicari, " kata Bima, " Mending Lo Pijetin gue Pegel banget ini soalnya gue habis jedag-jedug, semalem, "
" Lo kalau main ke diskotik emang nggak pernah ngajak-ngajak gue ya, Bim, " kata Jackie
" Udah gitu mabuknya ke rumah gue lagi sih Bima " kata Sagara
" Pantesan Lo berangkatnya sama Bima ke rumah gue Sagara, " Ujar Angkasa
Tiba-tiba Handphone Angkasa berbunyi membuat cowok itu merogoh saku celananya. ia mengambil benda berwarna hitam berlogo Apple itu. Ada satu Pesan masuk. Ketika ia membuka aplikasi LINE. Cowok itu mengerutkan keningnya
...RIO Alexander...
...The Clam nantang Tiger nanti Pas pulang sekolah di lapangan Banteng kalau Lo semua nggak dateng. Berarti Lo semua perkumpulan Cemen...
saat melihat ekspresi wajah Angkasa yang berubah drastis. Bima bertanya kepadanya " kenapa, Lo Angkasa, "
Angkasa menunjuk Ponselnya, membuat Keenam cowok itu langsung mendekati benda mahal yang di Pegang Angkasa
" Wah, si Rio suka banget cari masalah Terima aja, Angkasa, " kata Leo, menggebu-gebu
" kita tunjukin kalau kita bukan perkumpulan yang Cemen, "
" Padahal kita nggak cari masalah lagi Sama mereka, " ujar Sagara
" Dia dendam sama gue, " kata Angkasa
" karena mantan pacarnya suka sama Lo Angkasa Yang rela nunggu Lo Pas latihan karate sampe malam, siapa namanya gue lupa, " Roni mencerocos
" Citra kan Cuma temen gue, " kata Angkasa
Angkasa mengetuk-ngetuk Pelan Ponselnya di atas meja selama empat detik. sedetik kemudian ia mulai mengetik Pesan balasan Tidak ada keraguan di wajahnya. ia mengirim Pesan balik untuk sang pengirim dan Angkasa tahu, Sebentar saat mereka sudah tahu tempat yang sudah ditentukan, tidak ada namanya ikatan saudara Musuh tetep musuh
" kita harus dateng, Apa pun situasinya,"
...••••...
Perkenalkan ini Geng Tiger
...INI SAGARA...
...INI BIMA...
...INI DYLAN...
...ini LEO...
...INI Roni...
...INI JACKIE...