
beberapa hari gue sadar apa gue salah ya Comblangin sama dia ? tanyanya seperti sedang menyalahkan diri
" Enggak Lo nggak salah Lan gue yang mulai Gue yang salah lan kita nggak tau kedepannya bakal seperti apa ? ujar Bima
kkmmm
" Man kali kata-katamu Bang Bima ? Ujamkmr Roni
" Duyung bukan manusia wajar aja mereka nggak bakalan ngerti ? ujar Leo
" Hina banget gue kayaknya " Utidak Sengaja melihat sesuatu di mejanya Novel-novel yang di berikan seseorang padanya Di tasnya pun sama Aluna melihat banyak sekali hal-hal yang ia sukai termasuk hal yang mengingatkannya kepada Sagara Aluna tersentak mungkinkah seseorang yang menaruh ini untuknya adalah Sagara
" Tadi Gue lihat Sagara masuk ke sini Aluna " ujar Amanda pada Alunaapain ? tanya Aluna binguak tau Ngapain ujar Amanda Tapi dia taruh Sesuatu kayaidak sengaja melihat Kevin dan Aluna sedang berdua di lorong sekolah keduanya sedang bercanda, membuat Sagara jadi ingat masa-masa di mana dia bisa bercanda dengan Aluna juga. Sagara tidak pernah melupakannya Sagara sangat mengingatnya waluapun memang perempuan itu yang lebih aktif untuknya sekarang Sagara melihat Kevin sedang mengambil sesuatu di wajah Aluna tangannya menghalau sesuatu di sana hal yang membuat Sagara sangat kesal namun ia hanya bisa diam saja agar Aluna tak makin marah padanya
" masih sakit hati Berdamai kalua nggak Berdamai kapan masalahnya bakal selesai iya ra memilih Pergi ia tidak mau menganggu Aluna di Jam-jam seperti ini
...•••ihan basket Sagara melihat Kevin menepuk Pundaknya lalu duduk di sebelahnya...
"
" Lo Suka sama Aluna " tanya Sagara ingin benaa lebih itu dulu Tapi gue rasa dia lebih suka sama Lo itu kenapa gue mengalah terus ? ujar Kevin " Dia masih di sekolahnya katanya lagi nungguin Lo habis selesai bak sore langkahnya menyulusuri lorong sekolah Aluna sedang berada di lantai atas tempat di mana perempuan itu sering melihatnya secara diam-diam tepat di depan kelas kosong Sagara naik ke atas tangga Cowok itu menemukan Aluna yang sedang sendirian sambil memainkan daun pada pohon yang tingginya segedung lantai dua SMA Amenoleh dan menatapnya keduanya langsung seperti merasakan sesuatu yang berbeda jantung Sagara jadi berdebar Karenanya Tidak pernah sekali pun Sagara merasa seperti ini kecuali kepadah nungguin aku di sini ? tanya Sagara pada Aluna. peluh masih membasahi tubuh dan wajah Cowok itu baju baskenya Pun basah semua Cowok dengan nomor punggung 10 itu tampak sanat menarik Aluna yakin Cewek-cewek di SMA Arwana Pasti akan langsung siap sedia jika Sagara menyukai salah satu dari merek
" Ada apa " tanya Sagara
" kamu apa kabar " tanya Aluna membuat Sagara Terkekeh
" kenapa tanya kabar " kita,kan selalu ketemu ? ujar Sagara
" kok udah keluar bukannya masih latihan " tanya Aluna
" Bisa Entar " Ujar Sagara Cowok itu mendekati Aluna lorong yang panjang itu mendadak sangat membuat Keduanya jadi saling berdebar karena dalam tiap langkah ada harapan-harapan baru yang sedang Sagara siapkan Baru kali ini Sagara tidak tahu harus mengatakan apa di depan seorang Perempuan
Sagara mengganguk " iya dia "
Rasanya bernapas Pun sulit keduanya seperti sudah lama tidak berinteraksi dengan baik seperti ini. hal yang membuat keduanya sama-sama tahu kalau mereka tidak bisa berpisah Bagaimanapun Sagara yang dingin,dia tetap butuh Aluna yang Ceria Bagaimanapun Aluna yang aktif dia tetap butuh Sagara yang bisa menjaganya dari banyak hal yang mungkin tidak pernah Aluna duga
Sagara menatap kelas kosong yang ada jauh di seberangnya Cowok itu berdiri tepat di sebelah Aluna yang juga sama menatap ke arah depan
" kamu ya yang sering taruh botol minuman di loker sama meja aku "
" iya aku "
" Makasih ya " ujar Aluna
" kamu kan masih Pacar aku Aluna Enggak Perlu makasih " ujar Sagara Padanya membuat Aluna meliriknya
" Sagara " ujar Aluna membuat Sagsung menole
" kamu mau nggak ajari aku lagi " Pinta Aluna membuat Sagara terdiam Cowok itu senang, tapi tak urung juga kecewa hal yang sedang Sagara inginkan Aluna dari Aluna saat ini
" Ajarin apa " Nanti biar aku jemput ? ujar Sagara
Aluna bersemu mendengarnya Sagara seolah tidak mau tertinggal apalagi sampai melewati hal tersebut dia benar-benar tidak mau menyiakan nyiakan kesempatan yang ada waluapun itu hanya sedikit
" Memangnya mau di ajarin apa " tanya Sagara dengan wajah yang dekat dengan wajah Aluna
" mau di ajarin apa aja " jawab Aluna kakinya mendadak lemas di tempatnya hanya karena mendengar suara berat Sagara
" Bisa " jawab Sagara penuh keyakinan " Aluna " Panggil Sagara membuat Aluna mengerjapkan matanya aku minta maaf ? ujar Sagara lagi pada Aluna " aku juga orang biasa bukan Cenayang apalagi manusia yang sempurna aku pernah lakuin kesalahan " ujar Sagara Cowok itu mengambil tangan Aluna " kamu mau maafin aku ? tanya Sagara pada Aluna yang sedang menatapnya sementara Sagara balik memandangnya dengan pandangan dalam Berharap dalam hati Aluna kau memanfaatkanny
" Dulu aku Pandangi kamu dari sini selama tiga tahun Cuma jadi pengagum rahasia kamu senang banget Cuma karena lihatin kamu aja aku jadi semangat Nggak tahu kenapa suka aja lihatnya kamu nggak pernah nakal,kamu nggak pernah neko-neko kalau di sekolah belajar terus, Baca buku terus, pintar rajin dan di Sayang banyak orang kagum banget kalua udah lihat kamu maju menang lomba basket atau karate sekarang malah bisa ada di sebelah kamu sekarang ? ujar Aluna