
Lo taulah Sagara kayak apa. Mana mau dia ikut ke tempat seperti ini, Dia selalu gitu. Paling beda dari Lo semua, " Adit Tersenyum tipis lalu memesan satu minuman, " Beruntung Lo Punya temen-temen seperti dia Angkasa" Yoi Bang, " kata Angkasa, Angkasa rasa ada Panggilan masuk di Ponselnya. Tangannya mengambil Ponsel yang ada di saku celananya dan melihat nama yang tertera di sana
Bulan
" Siapa ? Cewek Lo, " tanya Adit
" Bukan, Bang Temen, "
" Temen tapi telepon-teleponan, "
Angkasa tidak menjawabnya, Dia rasa tidak Perlu, " Gue keluar dulu, Bang, "
" Gue nyari Dylan sama jackie dulu deh," Ujar Adit
Angkasa keluar dari tempat itu sambil menerima Panggilan dari Bulan. Cowok itu masih berjalan untuk menjauhi sumber suara yang ada di belakang
" Halo, "
" Halo, Lo belum Pulang ya, kok bising banget sih lo lagi di mana, "
" Gue lagi di klub Malam kenapa emangnya, "
" Ya ampun ribut banget sih di sana,"
Angkasa berjalan menjauh mencari tempat yang lebih tenang, " Kenapa, "
" jadi, habis di rumah gue lo belum pulang, "
" Belum, "
" Lo di mana, "
" Di klub Malam, Bulan. "
" Mama Lo nanyain Lo Angkasa, "
" Mama ? Tahu dari mana Mama nomor telepon Lo, "
" Mama Lo bilang dapet kontak gue dari HP Lo, "
" Dari gue Kapan, "
" Liat kontak Lo katanya, "
Angkasa lalu ingat ia menaruh Ponselnya di atas meja kemarin
" Udah biarin aja, "
" Tapi Angkasa, "
...••••...
Angkasa mematikan sambungannya lalu memasukkan kembali Ponselnya ke dalam saku celana. seharusnya Setelah berkumpul dengan Teman-temannya tadi, ia nggak usah bilang ke Saphira kalau ia akan ke rumah Bulan. Laki-laki berperawak tinggi itu kembali masuk ke klub Malam dan menghabiskan sisa-sisa malam hari di sana bersama teman-temannya.
Bara keluar kamar lalu menutup Pintu dengan hati-hati. Di saat bersamaan Pintu depan terbuka dan Angkasa masuk rumah Sementara Bara masih di tempatnya, Keduanya saling Pandang karena dulu Bara selalu memergoki Angkasa kalua Cowok itu Pulang jam segini
Angkasa memilih berpikir untuk tidak menganggap Bara ada sana. Cowok itu berjalan lalu Bara mendekatinya dan menarik tangannya ke luar dari rumah
" Apa ? Mau duel sama gue, " Angkasa malah menantangnya Beruntung Angkasa sudah mengenal alkohol jadinya ia tidak mabuk kalau menco
" Mama nungguin Lo dari tadi. sampe ketiduran, "
" Terus gue Peduli, "
Bara langsung menghajarnya yang membuat Angkasa tersungkur Suara Pukulan dari Bara seperti Bom mendadak. Benar-benar keras Membuat Pipi Angkasa berdenyut nyeri serangan datang secara tiba-tiba
" BANGUN LO, ! Lawan gue Mana Angkasa Tukang cari ribut Di SMA Arwana, "
Angkasa berdiri, membalas Bara. keributan di antara mereka tidak dapat di cegah keduanya sama-sama kuat setelah mereka sama-sama lelah, barulah mereka berhenti sendiri.
...••••...
" Mama enggak nyangka kalian bertengkar lagi. kamu juga Angkasa selalu berulah, Bisa tidak Kalian menyelesaikan masalah tanpa berkelahi, " tanya Saphira lagi, tetapi tidak ada yang mau angkat bicara, Padahal bukan Angkasa yang memulai
" Kalian udah besar sudah bukan anak kecil lagi, Enggak semuanya bisa kalian atasi dengan cara berkelahi, "
Bara merunduk masih menyimaknya
" Mama kecewa sama kalian berdua,"
Angkasa memilih berdiri dari kursinya membuat derit kursinya terdengar. ia memilih Pergi tanpa Pamit
" Angkasa Tunggu Mama belum selesai ngomong, "
Saphira memilih mengejarnya. badan ketika berada di tangga depan
" Tunggu, Angkasa Mama belum selesai ngomong, "
"
" Cukup Ma, ! Cukup, " Angkasa memotong, " Udahlah Angkasa malas dengernya, Mama enggak belain anak rajin kayak Bara. Mama bahkan milih biar dia tinggal bersama Mama Sementara Angkasa harus tinggal bersama Papa ? kalau Angkasa tinggal bersama Mama, Mama Pasti enggak bakalan Punya kesempatan lagi buat selingkuh. iyakan Ma, semakin besar, kamu semakin enggak bisa diatur Saphira terlihat masih emosi. Bahkan Bara tidak bisa melakukan apa-apa
" Kenapa emang ? Mama keberatan awalnya Angkasa Pengin Mama rujuk sama Papa. awalnya Angkasa Pengin tinggal sama Mama, Bukan sama Papa yang selalu sibuk kerja seminggu yang lalu Angkasa melihat Mama di taman kota sama Pria lain, Tapi Angkasa nganggep apa yang Angkasa lihat enggak pernah terjadi, " kata Angkasa
,"
Angkasa menggendong tasnya lalu memilih Pergi, menuruni tangga dan menuju sepeda motornya, ia melihat wajah Saphira dari kaca spion. Wajahnya berubah sendu merah, Angkasa memilih untuk segera meluncur keluar dari rumahnya dan menuju ke sekolah dengan Pikiran yang sangat kacau
...••••...
bertanya-tanya tentang luka di wajah Angkasa, tetapi tidak ada satu pun yang tahu ada apa dengan Angkasa
Bulan turun dari tangga sekolah dengan kertas di tangannya. ia berhenti saat melihat Angkasa. sebenarnya ia masih marah dengan apa yang kemarin saat Angkasa mematikan secara sepihak Panggilannya Namun rasa keingintahuannya muncul saat melihat wajah Angkasa yang biru-biru