
terusss, Leooo sampai dapet " Cetus Dylan, " Tembak aja langsung Leo biar gas jadian Sini gue jadi saksinya, "
" Lo kenapa Bulan ? Sakit, " tanya Bima khawatir, " Pucet banget muka Lo Bulan, "
" Enggak Kenapa-kenapa kok Bim, "
" Lo mau liat Angkasa kayak gitu terus Bulan sebaiknya saran gue selesaiin masalah Lo baik-baik sama dia. Biar Cepet selesai. Enggak lagi kucing kucingan gini. Biar enggak lagi gengsian. Tuh cowok cuma gengsi Deket ke Lo lagi Gue yakin dia bakal maafin Lo butuh Proses Panjang, " Ujar Dylan
" Angkasa masih sayang banget sama Lo Gue yakin, " Ujar Dylan menyakinkan Bulan
Tapi Bulan tidak yakin
" Tapi kalau misalnya Udah kepincut banget sama kinan gimana, " malah mika yang menyahut, " Buktinya tadi dia enggak nyapa Bulan. Nanya keadaannya Pun enggak itu yang Lo bilang sayang, " Mika benar-benar ngegas
" Kita enggak tau isi hati Orang Mika," Ujar Dylan, " Semalem Angkasa tidur di rumah gue. Dia minta dianterin ke diskotik. Dia jadi sering mabuk terus gue bawa ke rumah gue. Dan dia ngigauin Bulan. Bukan cuma sekali. Tapi berkali-kali, " Ujar Dylan
" Terus gue Harus Peduli gitu Lan Sama temen Lo itu ? inget ya yang dia sakitin itu hatinya Bulan Temen gue, " Ujar Mika menarik Bulan Pergi dari sana
" Galak Juga ya si Mika, " gumam Dylan Pada Leo
...••••...
" Gue enggak ngerti kenapa Lo lebih milih Kinan daripada sama Bulan Angkasa" Ujar Dylan Cowok itu duduk di samping Angkasa, " Untuk kategori Cewek Kinan memang Cantik banget sih Man Tapi untuk kategori Cewek baik Bulan lebih unggul daripada sama sih Kinan, " Ujar Dylan
" iyalah, " Ujar jackie tertawa sambil kacang, " jangan bandingin Kinan sama Bulan itu jelas beda banget Lan Bulan sama kinan gak bakal Pernah sama jauh. Bulan ke mana-manalah, " bela jackie
" Lo Pada di sini mau Nyindir gue terus Gitu," Kata Angkasa Cuek sambil mengaduk es tehnya
" Baguslah kalau nyadar Angkasa, Enek juga ngeliat Lo kayak gini, " Ujar Bima
" Lo kalau mau ngedrama jangan gitu Angkasa. ketahuan sama kita-kita, " Ujar Leo
" Gue tau Lo semua suka sama sifat Cewek gue Tapi bukan berarti dia bener, " Ujar Angkasa, " Bukan berarti juga Lo semua bebas ngomongin yang jelek-jelek Tentang Kinan, "
Dylan Terkekeh aneh, " Ngomongin jelek-jelek gimana Angkasa, itu fakta kalau selamanya ngeliat rupa Enggak bakal Pernah tau mana yang bener bener tulus sama Lo mana yang enggak, " kata Dylan
" Pada sibuk ngapain nih ngomongin gue ya, " Tanya Kinan, datang Perempuan itu memegang sebelah Pundak Angkasa lalu duduk di samping cowok itu. Cowok-cowok yang tadi sedang berdebat itu langsung diam Beberapanya ada yang memandang Kinan Beberapanya lagi ada yang sibuk dengan makanannya
" Kok Pada ngeliatin gue kayak gitu sih," Tanya Kinan risih, " gak suka ya gue duduk di sini, "
" Tuh nyadar Emang gak ada yang suka sama Lo kecuali Angkasa yang suka, " Ujar Bima
" Salah gue apa sih ? Gue kan cuman Deket sama Angkasa, " Ujar Kinan
" Lo masih tanya salah Lo apa Lo kan cewek. Harusnya Lo tau gimana Perasaannya Pacar Angkasa kalau Lo kayak gini. sama cewek-cewek Lo Pasti ngerti gimana sedihnya Bulan tau kalau Lo lebih sering jalan sama Angkasa ketimbang dia. sebutan apa yang Pantas buat Lo Kinan Perebut atau Penghancur, " Ujar Dylan membuat Kinan terdiam
" Lo bukannya malu di cap perebut pacar orang tapi Lo justru bangga karena itu. Otak Lo ketinggalan di mana sih Kinan, " Ujar Dylan menatap tajam mata Kinan
" Udah Lan Dari Pada di sini lebih baik gue traktir lo makan, " Ucap Sagara menarik kemeja sekolah Dylan agar Pergi dari meja
" Angkasa nanti jadi kan, " Tanya Kinan
" jadi, " jawab Angkasa menatap mata kedua perempuan itu namun entah kenapa malah Bulan yang ada dipikiran Angkasa. Bulan dan Kinan Yang mana harus Angkasa Pilih ?
...••••...
" Angkasa nanti kamu sibuk, " Tanya Bulan memulai basa-basinya. Bulan benci Perasaan ini Bulan benci ketika dia lemah ditatap seperti itu oleh Angkasa mereka berdua janjian di sudut sekolah berdua
" Mau anterin aku gak ? Aku Perlu beli banyak barang nih buat tugas. Habisnya kalau sendiri enggak bisa, " Ujar Bulan
" Minta yang lainlah jangan sama gue, " Ujar Angkasa warna mukanya masih sama kaku.
" Udahlah Bulan. Gue tau Lo cuma cari-cari alasan biar bisa sama gue. Lo pergi sendiri aja. Biasa juga sendiri. Gue enggak bisa anter-anter Lo, " Ujar Angkasa menolaknya mentah-mentah
" Sebentar aja enggak bisa, " Tanya Bulan, " Janji deh enggak bakal minta lagi, " Ujar Perempuan itu menunjukkan kedua jarinya membentuk tanda Peace Pada Angkasa namun Angkasa masih tetap sama.
" Waktu kita camping kayaknya kamu baik-baik aja ke aku. kamu kenapa sih Angkasa, " Tanya Bulan Pada Angkasa. Cewek itu mulai memegang lengan Angkasa
" Gak Kenapa-kenapa Udah selesai kan Gue mau ke kantin lagi, " Ujar Angkasa terkesan buru-buru. Tidak mau berlama-lama
" Nemenin Kinan, ? tebak Bulan membuat Angkasa terdiam
" Kalau dibilang temen bukan. kalau dibilang Pacar juga bukan. Terus sebenernya Kinan itu Siapa kamu, " Tanya Bulan
" jangan buat aku bingung Angkasa kita bisa baik-baik aja kaya dulu kalau enggak marah. aku yakin kalau kamu udah enggak marah sama aku Tapi kenapa kamu jadi kayak gini lagi Aku kan udah bilang kalau aku enggak dekat sama Dirga aku udah jujur sama kamu dan mau cerita tentang Cakra Terus apa lagi Angkasa, " Ujar Bulan. Perempuan itu lelah Sungguh
" Baik-baik aja kayak dulu ?" Ujar Angkasa nada suaranya sumbang," Lo lupa siapa yang mulai duluan, " Angkasa mulai tersulut
" iya aku yang mulai duluan. Aku udah minta maaf. Terus apalagi mau kamu Angkasa ?" tanya Bulan " kalau aku minta kamu berhenti sama kinan bisa,"
" Lo apa-apaan sih Bulan kayak anak kecil, " Angkasa Menjauh, " Gue gak suka Lo atur-atur, !" sentak cowok itu
" Terus kenapa kamu ngatur-ngatur aku ? Aku enggak boleh dekat sama Cakra lah Aku enggak boleh ginilah. aku enggak boleh gitulah. sementara kamu boleh. kamu bener-bener Egois, "
" GUE EGOIS LO BILANG, GUE NGELAKUIN ITU BIAR LO GAK KENAPA-KENAPA, " Ujar Angkasa membentak Bulan Hari Angkasa meledak, " Kalua Lo Kenapa napa gue juga yang repot Gue juga kan yang susah,"
" Lo Pikirlah ! Siapa yang bakal lindungin dan jagain Lo selain gue, " Tanya Angkasa
" Lo ngira Cakra itu beneran suka sama Lo ? Lo pikir dia bener-bener nembak Lo sementara dia tau Lo Pacar gue Enggak Bulan, " Ujar Angkasa terkekeh," Kalau Lo bukan Pacar gue Mana mau dia temenan sama Lo jangankan temen. Gue yakin kalau Lo bukan Pacar gue dia gak bakal mau liat cewek kayak Lo, " Ujar Angkasa semakin memojokan Bulan
" Udahlah ketemu sama Lo bikin gue naik darah terus, " Hardik Angkasa lalu Cowok itu Pergi meninggalkannya lagi
...••••...
Angkasa dan Kinan sedang ada di lorong sekolah dekat dengan kelas Kinan. Langit sekolah sedang sangat mendung Pertanda sebentar lagi akan hujan. Bulan baru saja mengecek buku di lokernya Pun melihat mereka. Dari sini Bulan bisa melihat Angkasa dengan jelas Punggung Angkasa memunggunginya
" Gue mau tanya sesuatu deh Angkasa Lo kenapa sih masih Pacaran sama Bulan, " Tanya Kinan Pada Angkasa
" Karena gue suka sama dia, " Ujar Angkasa tanpa perlu berpikir
" Tapi Kok Lo keliatannya enggak mau Deket-deket sama dia, " Tanya Kinan Perempuan itu melihat Bulan berdiri di dekat Angkasa
" Gue enggak bahagia sama dia. Dia sering ngekang gue, " Ungkap Angkasa membuat Bulan tertegun. Perempuan itu meremas buku yang ada di dalam dekapnya
" Gue Hutang Budi sama Bulan banyak hal. Dia baik banget sama gue, Dia cerewet, lembut , Polos, suka bikin gue ketawa, dia sering nyuruh gue buat belajar daripada kelayapan. Dia yang bikin gue semangat buat lanjutin sekolah setelah orangtua gue meninggal Tapi entah kenapa gue ngerasa kalau gue enggak bisa bebas sama dia Akhir-akhir ini gue tau kalau gue enggak bisa bahagia sama dia, " Ucap Angkasa
" jadi Lo bakal Putusin dia ?" tanya Kinan kembali
" Gue enggak tau, " jawab Angkasa
" Gue suka sama Lo Kinan , " Ungkap Angkasa
" Lo baik ke gue, Lo selalu ada sama gue Lo enggak Pergi Dan Lo juga setia Padahal Lo bisa cari cowok lain. Gue enggak tau kenapa gue ngerasain ini sebenernya gue .... gue juga enggak konteks apa ke Lo, Lo sama Bulan itu enggak bisa gue lepasin. Lo juga berarti dalam hidup gue Kinan, " ungkap Angkasa
" Terus gimana Pacar Lo ? Bulan ? " Ucap Angkasa
" Dia sering sedih Gue tau itu Gue memang sering bikin dia sedih mungkin juga nangis Dia sering banget murung gara-gara gue Gue enggak bisa bikin dia bahagia kita sama-sama enggak bahagia, " Ucap Angkasa.
Bulan berbalik arah. Tidak lagi mau mendengarkan apa yang diucapkan Angkasa. jadi selama ini Angkasa tidak bahagia dengannya jadi selama ini cowok itu menjauhinya karena ini Tidak ada air mata. Bulan tidak akan menangis karena hal itu tapi hatinya benar-benar hancur. seperti ada yang luruh setelah mendengarnya Bulan memukul Pelan dadanya yang sesak. Hatinya benar-benar hancur mendengar apa yang dikatakan Cowok itu Bulan sangat Percaya Pada Angkasa tapi kenapa laki-laki itu melakukan ini ?
" Gue sayang Bulan. Dia Cinta Pertama gue Tapi gue juga gak mau kehilangan Lo Kinan, " ucap Angkasa menatap Kinan Dan Bulan masih mendengarkannya