
" Hai, Cewek Cantik, " Rio menyapa genit
" jangan ganggu Gue, ! Bulan menyentak tangan Rio dari tangannya, tetapi Rio tersenyum miring kepadanya. ia masih duduk di atas motornya. Bulan tahu laki-laki itu ketua the Clam.
" Cantik, Cantik kok jual mahal, sih "
" JANGAN NGANGGU, GUE, "
setelah berteriak melengking, Bulan tidak menghiraukannya lagi dan memilih berjalan dengan langkah Cepat-cepat agar tidak tertangkap atau di Pegang-pegang seperti tadi. ia pun mulai berlari, tetapi belum sempat Bulan menjauh seragamnya sudah ditarik ke belakang dengan sekali tarikan
...••••...
" Baru ada beberapa Orang, "
Angkasa bertanya Kepada Roni yang masih menghitung para lelaki anggota Tiger yang ada di basement Tiger.
" Ada Tujuh Puluh Angkasa. Padahal kita ada 100 anggota bareng adik kelas, "
" segitu aja Cukup. sendirian Pun gue sanggup, " Angkasa berkata mantap
Dylan menepuk bahunya, Menyadarkan Angkasa, " Bukan Lo sendiri. Tapi kita semua, "
" Lo bakal kalah jumlah kalau sendirian. Lo tahu kan mereka itu suka main curang, " Bima mengingatkan Angkasa
" jadi kita tinggal nunggu mereka, " tanya Jackie
Angkasa sudah melihat gerombolan para lelaki tampak mengendarai motor mereka ke arah lapangan sepi yang ada di belakang sekolahnya Lapangan Benteng yang terletak di sebuah gang
" Mereka sudah dateng, "
" Berangkat, " Angkasa memberi komando
Angkasa naik ke atas sepeda motor Dylan, duduk di belakang Mereka beramai-ramai menuju Lapangan Benteng. ketika sampai kening Angkasa mengerut drastis melihat johan dan Diki menjaga seorang Perempuan yang sudah Angkasa hafal wajahnya
Angkasa menepuk bahu Dylan. Raut wajahnya berubah sangar Angkasa langsung turun. Teman-temannya pun ikut turun dan menjaganya semua motor mereka lalu ditaruh dengan acak-acakan
Angkasa berdiri di Paling depan. Dia sama sekali tidak takut dengan apa yang sedang ia hadapi, Dengan gagah, Angkasa memimpin ke tujuh puluh orang itu
Angkasa menatap Bulan. Bukan hanya saja tapi seluruh anggota Tiger yang terkejut dan heran Melihat kehadiran Bulan di sana. Wajah cewek itu pucat. Angkasa sendiri pun tidak bisa mengartikan ekspresi wajahnya. ia masih bingung kenapa Bulan bisa sampai ikut
sedetik kemudian, otaknya sudah mencerna apa yang terjadi dan cowok itu langsung mengumpat kesal
" Keparat Lo ! Main curang terus, "
Dylan kalah cepat menenangkan Angkasa yang sudah bertindak Laki-laki itu maju menarik kerah seragam Rio dan menatap matanya
" jangan bawa-bawa Cewek Lo, ! kata Angkasa Penuh ketegasan, " Suruh mereka lepasin, Bulan. jangan jadi Cowok Pengecut Karena Pake cewek, sebagai Teneng, "
" Selow, Bro santai bentar, " Rio mendorong bahu Angkasa
Dylan mendekat. ia menarik Angkasa yang sudah tersulut emosi. Laki-laki itu akhirnya mundur dan menggerakkan badannya secara kasar karena Dylan mengekang batas kemarahannya
Dylan tahu bahwa Angkasa tidak akan pernah mengalah pada emosinya. Tidak ada yang bisa menghentikan Angkasa kecuali diri cowok itu sendiri. Ada kobaran api di matanya. selama mengenal Angkasa, Dylan tahu Cowok ini pemarah dan brutal, bisa-bisa mereka yang berdiri di depannya ini tumbang oleh ulah Angkasa kalau tidak dihentikan
" Gue bakalan kasih Penawaran, "
" Gak usah basa-basi, !" sindir Angkasa penuh nada tak suka, " Buruan lepasin tuh cewek ! Dia enggak ada hubungannya sama urusan The Calm, Tiger, "
Rio menatap seluruh teman Angkasa yang menampakkan wajah yang sama. Marah, Pandangannya lalu Jatuh Pada Angkasa yang ada di hadapannya. Wajahnya memerah dengan sorot mata tidak suka, Rio tidak pernah suka orang perebut dan sok jagoan seperti Angkasa
" Buruan ngomong sebelum gue Pukul rata Lo semua, "
" Oke, oke, Tenang Buru-buru banget, sih" Rio mengulur waktu yang semakin membuat Angkasa tak sabar, " Kalau gitu Lo, Angkasa atas nama Tiger harus ngalah kalah sama The Calm, Baru gue kasih cewek itu ke Lo,"
" BANGSAT, " seru kubu Angkasa secara bersamaan, menciptakan amarah yang mulai menggelegak. Aura menakutkan dan tatapan yang menusuk tercipta yang ada dihadapan Bulan. Cewek itu hanya bisa diam ketakutan. Sempat terlintas kata kabur di kepala Bulan
Kabur ? Bulan sudah di jaga Johan dan Diki. Dua anak the Clam yang badannya besar-besar. Mustahil untuknya bisa kabur dari mereka
Tatapannya jatuh Pada Angkasa. ia terlihat berkali-kali lipat lebih menyeramkan dari tadi. Bulan tidak menyangka bahwa ia terjebak dalam situasi seperti ini. Pandangan mereka bertemu, tetapi keduanya hanya diam. seolah-olah Bulan Bisa menyampaikan apa yang ia rasa kepada Angkasa lewat sorot matanya
" Cih ! sampai kapanpun Angkasa enggak bakalan ngelakuin apa yang Lo bilang Rio, " Ujar Jackie menahan tangannya agar tidak menonjok Rio Sekarang juga
" Sampai kapanpun Tiger enggak bakalan pernah ngaku kalah apalagi ke The Calm, " Dylan berdiri di samping Jackie. mereka lalu saling merapat membentuk sebuah kesatuan yang tak bisa ditembus siapapun. Membuat perisai untuk Tiger
" Lo Salah kalau cari gara-gara sama kita ! Beraninya ngancem Pake perempuan pula, " kata Roni, " CE-MEN ! ibu jari Roni turun di depan muka Rio yang membuat Rio langsung menyentak tangan Rio dari wajahnya.
Angkasa tidak bisa menahan dirinya lagi. Hal ini harus selesai sekarang. Cowok itu mendekat Maju
" Minggir Lo berdua, "
" kalau Lo nggak mau minggir dari jalan gue. Gue hancurin basement The Calm kayak dulu, " Angkasa mengancam Johan dan Diki akhirnya melemah setelah mengingat kejadian setahun yang lalu Angkasa pernah membakar basement The Calm. setelah memberi ruang untuk maju. Angkasa langsung melesak masuk gerombolan mereka dan menarik Bulan sehingga cewek itu menabrak dirinya
Diki dan Johan hendak merebut Bulan kembali, tetapi Rio menggeleng untuk mencegahnya. ia merasa terhina dengan ucapan Roni
" Lo Aman, " bisik Angkasa, Laki-laki itu merangkul Bulan memeluk setengah badan cewek itu dengan erat. Bulan seperti Patung Angkasa memakluminya karena mungkin ia masih syok
" Sagara, Lo bawah Bulan di basement Tiger, jagain dia sampe gue ke sana nanti,"
Sagara mengangguk, Dengan senang hati ia akan melakukannya.
Cowok itu mengajak Bulan ke sepeda motornya. Tubuh Bulan gemetar karena takut.
Angkasa menoleh, Cowok itu mendekati Rio
" Kita selesai secara jantan, "
...••••...
" Gue Pengin Pulang, " Bulan mengeluh dengan Kepala Pusing sambil menutup wajahnya. Sudah sejam berlalu dan langit sebentar lagi akan gelap. Sagara hanya bisa diam Terus terang ia tidak tahu harus melakukan apa. ia harap Teman-temannya cepat datang
" Gue Pulang aja, ya Sagara, " Bulan akhirnya berdiri sejak tadi, ia mengatakan hal yang sama, tetapi Bulan tidak berani untuk pulang kalau ujung-ujungnya kembali duduk di tempatnya semula
" Kalua mau Pulang ya Pulang aja, Tapi gue nggak mau tanggung jawab kalua ada apa-apa sama Lo Pas di jalan, " Sagara merespons cuek. Bulan kembali duduk dan mengusap wajahnya. ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan. ia sama sekali tidak menyangka hal ini terjadi kepadanya
Sagara melihat cewek itu sedang dilanda ketakutan. Bulan sudah bercerita kepadanya kenapa bisa bersama anak-anak The Calm Sagara menyimpulkan Bulan tidak sengaja bertemu mereka.
Suara-suara derum kendaraan bermotor yang hampir mengisi satu jalan. Bulan melihat Angkasa dan seluruh Temannya kembali dengan keadaan selamat, Tetapi Angkasa dari mereka babak belur Tatapan Angkasa yang dibonceng Dylan langsung tertuju pada Bulan
" Gimana, Angkasa, " tanya Sagara
" Mereka kalah, kayak biasa, " jawab Angkasa
" Gue nggak bisa bayangin seberapa malunya Rio dengan keadaan kalah, kalahnya di tempat kita lagi, "
" Bukannya biasanya gitu, Bim, " Leo membalas Bima, " Mereka itu mana tahu malu Yang Penting nyerah duluan Urusan kalah menang ada di urutan belakang, "
" Lo semua yang luka-luka harus segera diobatin, jangan dibiarin nanti tambah sakit, " Jackie memberi saran, " Lo juga Angkasa Di sudut mata Lo ada luka. kepala Lo juga di Pukulin Rio tadi kan,"
" Udah santai aja, Jackie "
" Ka- kalau gitu gu-gue Pulang aja, ya, " Bulan berdiri sambil tergagap-gagap
wajah Pucat, tetapi tidak sepucat saat mereka ada di lapangan Banteng. Mungkin Bulan Sudah mulai tenang sekarang seluruh lelaki yang ada di sana memandang Bulan yang berjalan melewati Angkasa dengan langkah Cepat-cepat. Kentara sekali tidak mau ikut campur dan tak ingin bermasalah lebih jauh
Angkasa menarik tangannya. laki-laki itu hanya memandang Bulan tidak memandanginya balik sebelum satu kalimat meluncur dari mulutnya
" Lo Pulang sama gue, "
" Hah ? Nggak usah ! Gu-gue udah ... "
" Udah apa, "
Bulan menggeleng Polos membuat Angkasa mendekatinya
" Lo tenang aja. Mana mungkin gue ngebuat Lo celaka, kalau gue berniat buat Lo celaka, udah dari tadi gue ngelakuin di sekolah, "
Benar juga, tapi kan tetep aja Angkasa ! Bisa aja dia Bohong
" Enggak apa-apa Pulang sama Angkasa biar Lo enggak diikutin anak-anak the Clam. Mereka bisa lebih buas dari kita-kita. jangan sampe Lo nyesel karena enggak mau dianterin Angkasa Pulang, " Kata Leo
" jadi enggak ? kalau nggak mau ya udah Pulang aja sendiri, "
Bulan menampilkan muka bingung. Angkasa malah duduk kembali di sebelah Roni
" Gue Pulang sendiri aja, "
Tolakan Bulan tentu membuat anak-anak Tiger mengerutkan keningnya terutama Angkasa. Cewek lain Pasti bersuka cita diajak pulang bersama Angkasa. Cewek itu malah seakan menghindar darinya mungkin karena kejadian tadi di sekolah.
" Yakin Lo Pulang sendiri ? tanya Angkasa dengan wajah tersinggung Karena ajakannya ditolak begitu saja, oleh Bulan " Kalau Lo jadi tawanan anak-anak the Clam atau kenapa-kenapa di jalan, gue sama lainnya nggak mau tanggung jawab, "
" Angkasa, " Sagara menegur sahabatnya itu kertelaluan
" Apa ? Gue nggak salah, "
" Perkataan itu doa loh Angkasa,"
Bulan menutup wajahnya dengan kedua tangan. kedua matanya terpejam dengan kepala merunduk ia menarik nafas. sebenarnya perempuan takut hanya saja ia terlalu malu mengatakannya
Jackie yang ada di belakang menggerakkan bahunya hingga menabrak bahu Angkasa, " Angkasa, Kasihan anterin gih, "
" Dia enggak mau, Ngapain gue maksa,"
" Lo Tuh Gimana sih, Angkasa ! Cewek biasanya ngomong enggak Padahal dalam hati mau. " kata Roni, " Gini, nih kalau nggak Pernah Punya cewek, Dasar enggak Peka, "
Leo merangkul Roni, " Pinter Lo, Roni "
" Gue tanya sekali Lagi, lo mau pulang apa enggak, " tanya Angkasa sekali lagi kepada Bulan.
" Gue mau Pulang sendiri aja, "
" Bisa enggak sih Lo enggak keras kepala Bikin susah orang aja. Silahkan kalau mau Pulang sendiri gue nggak Peduli,"
keadaan masih tetep sama setelah tiga Puluh detik berlalu bahkan satu persatu ada yang pulang setelah berpamitan kepada Angkasa
Angkasa berdecak lalu bergerak mengambil kunci motornya dan berdiri
" Gue anterin Lo Pulang, " kata Angkasa Tegas, " kalau Lo masih keras kepala juga, terpaksa Lo gue gendong Lo lagi"
" jadi enggak, "
" i-iya deh, "
" Nah gitu dong dari tadi, kan tambah manis, "
Pujian Angkasa sontak menimbulkan siulan-siulan Nakal dari teman temannya. Bulan merunduk tidak membalas dan mengekori Angkasa dari belakang yang sedang menghidupkan mesin motornya
" Inget Bos ! Anterin Pulang ke rumahnya jangan sampe nyasar ke rumah Lo Apalagi kamar Lo, " tawa Jackie di basement membuat Angkasa ikut tertawa
" Lo Pikir gue mau balap motor, Ron,"
Roni tertawa Puas mendengar Angkasa yang berbicara di balik helm
Bulan naik dan duduk di jok belakang. Angkasa memegang erat jaket Angkasa, bahkan hampir menariknya karena merasa terlalu tinggi dari tempatnya berpijak
Nyebeli, banget sih
Samar Terdengar Angkasa mengatakan sesuatu kepadanya setelah mereka Pergi, " jangan di bawa serius apa kata temen-temen gue mereka cuma bercanda, "
...••••...
" Abang Cari tadi di sekolah kamu malah enggak ada Kamu ke mana aja Bulan, " tanya Satya Abang Bulan setelah Bulan membuka Pintu gerbang rumahnya dan masuk. Satya mendengar suara motor berdengung lalu sengaja dimatikan. kedua matanya memicing memperhatikan Cowok Berhelm hitam yang ada di depan rumahnya dan beralih ke Bulan
" Siapa yang nganter kamu ? itu Cowok kamu, " Satya mulai protektif dengan adiknya sendiri
" Bukan, dia itu cuma temen, " Bulan menjawab lesu
" Kok, lesu banget Kamu diapain sama dia, "
" Enggak diapa-apain. Udah Bang Bulan Capek mau istirahat, "
"Yaudah sana kamu istirahat, Bang mau ngomong sama dia,"
Bulan tidak menanggapi banyak. ia hanya mengganguk Patuh dan masuk ke rumah. ia berharap Angkasa sudah pergi tetapi Angkasa sama sekali belum pergi, Angkasa Cowok itu malah berkenalan dengan Abangnya. Bulan yang sudah sampai di kamarnya memperhatikan Angkasa dan Abangnya, Bulan menutup golden Pintu jendela kamarnya
Angkasa
Bulan tidak akan dekat-dekat lagi dengan Angkasa. Cukup hari ini aja
Angkasa, Sagara, Jackie, Leo, Dylan, Bima dan Roni sedang dihukum. Mereka disuruh berdiri di lorong sekolah tepat di pintu masuk kelas karena ketahuan bolos di lantai atas, Yang dilakukan ketujuh Cowok itu adalah bercanda, sambil cekikikan membuat Bu Maya menoleh. Mulanya guru itu tidak melakukan sesuatu tetapi setelah mendengar suara tawa tertahan Bima. Bu Maya langsung meletakkan Penghapus papan di meja dengan keras membuat ketujuh Cowok itu terkesiap karena bunyinya dan langsung diam seperti anak ayam yang baru saja dimarahi induknya
Bu Maya menghampiri mereka membuat Jackie bergumam
" Mampus Bu Maya malah ke sini, Lo sih Lan, " Jackie menyenggol tangannya sambil menunduk
Dylan yang tidak tidak salahkan menoleh, " loh kok gue yang disalahin Lo duluan sih, Jackie, "
" Yang duluan sih Dylan Pake cerita Kirana Pake yang item renda-renda !" Leo ikut menyenggol, menyalahkannya
" Apa yang renda-renda !" Bu Maya bertanya galak setelah menghampiri mereka. kedua matanya nyaris keluar melihat ketujuh murid lelaki yang ada di depannya, " Kalian itu nggak bisa diem Udah besar masih aja suka bercanda saya ini lagi ngajar tau nggak"
iya tau Bu lagi ngajar, Masa lagi joged keliling, " Celetuk Angkasa, membuat Bu Maya tambah melotot garang padanya Sementara teman-temannya yang berada di dalam kelas tertawa diikuti oleh keenam temannya yang berdiri di samping Bu Maya melotot pada mereka membuat keenam temannya tertawa tertahan karenanya
" Apa yang lucu ? Gak ada yang lucu, !!! Bu Maya memarahi keenamnya. Lalu meredalah tawa mereka.
" Kalian juga !! Gak ada yang lucu !! Bu Maya memarahi seisi kelas.
" Kalian itu ya !!! kerjaan kalian itu bikin saya pusinggg aja Hobi banget bikin saya naik dara !! Gak bisa apa bikin hidup saya tenang sehari aja, "
" Bisa Kok, Bu. Bisa itu mah, genci, Kan tiap Minggu hidup Bu tenang karena nggak ada kita-kita. Ya gak, Bray, " tanya Angkasa Pada teman-temannya yang dibalas serempak
" Yoai, Bray, "
" Nih, ya Bu, Nanti kalau kita lulus. ibu malah kangen lagi sama kita. jadi sekarang puas-puasin aja Bu ngeliatin kita biar nanti ibu kangen, " Perkataan Angkasa dan kekompakan mereka membuat guru bersanggul dan beralis buatan dari Pensil alis itu memijat kepalanya yang bertambah Pusing
" Siapa juga yang bakal kangen murid-murid bengor kayak kalian, " Bu Maya, geleng-geleng kepala, heran, " Emangnya kalian bakal lulus nanti, "
" Luluslah Bu ! Kan udah ada kunci jawaban bersama di sebelah saya, " Arsen melirik Sagara sementara itu temanya hanya diam dan berdiri dengan sikap misteriusnya, Sagara memang sering sahabatnya jawaban secara cuma-cuma, " jangan lupain Sagara, Bu kan Teman satu ini Bintang kelas, Pokoknya anak emas deh Bu,"
" YA AMPUNN !!!! ANGKASA !!! BU TUH PUSING KAMUU TAU, "
" Oh nggak perlu repot-repot ngurusin saya, Bu Orangtua saya aja nggak pernah ngurusin saya, "
" KAMU ITU KALAU DIKASIH TAHU NGGAK USAH NYAUT, "
Angkasa akhirnya memilih diam setelah Bu Maya kembali berteriak di depannya. Bertepatan dengan itu Bulan dan Loli yang ingin lewat kelas Angkasa jadi menatap ketujuhnya dengan bingung
" Pokoknya kalian ibu tambah hukumannya lari dua Puluh kali di lapangan, " ketujuh lelaki itu membeo karena Bu Maya menambah hukuman mereka
" Lah Bu ? Kok, hukumannya ditambah sih kan kita udah dihukum dari tadi Bu, " Protes Jackie mendapatkan kerutan di dahi dari Bu Maya yang membuat dia diam
" Nggak boleh protes ! kalau Protes ibu tambah lagi hukumannya, "
" Nah kebetulan ada Bulan sama loli lewat. kalian kemari dulu, " Bu Maya memanggilnya membuat ketujuh lelaki itu menoleh ke belakang dan menemukan Bulan serta Loli
" Ada apa Bu ? tanya Bulan pada Bu Maya Sementara Dylan meringis melihat wajah jutek Loli yang terarah Kepadanya
" kalian jagain mereka di lapangan, ibu mau ngasih ulangan dulu di kelas baru nyusul kalian, "
" Tapi, Bu ntar kalau di lihat sama Pak Maman gimana, " tanya Loli
" Oh di kelas kalian lagi di ajar sama Pak Maman ? Nggak apa-apa nanti biar Bu kasih tahu. sekarang kalian anter mereka ke lapangan, Pastiin mereka nggak belanja ke kantin,"
" iya, Bu siap, "
Bu Maya masuk setelah Bulan menyanggupinya. Loli masih memperhatikan Dylan dari sini. Loli hanya diam sementara Dylan nyengir tak bersalah Padanya
ketujuh laki-laki itu berjalan ke lapangan Sementara Bulan dan Loli mengikuti dari belakang agar mereka tidak bisa kabur
" Lo kenapa Lan, " Angkasa berjalan di samping Dylan
" mampus gue Angkasa, Loli Pasti ngambek lagi deh kalau ceritanya kayak gini, "
" Yeee Dasar suami-suami takut istri Lo," Roni tiba-tiba bersuara, " Percuma, punya badan gede kayak bodyguard tapi masih aja takut sama Pacar sendiri
...••••...
" Angkasa, kok duduk sih ! Lagi dua Putaran aja, !" Bulan berteriak pada Angkasa yang duduk di tengah-tengah lapangan yang tandus. Bulan bisa melihat fatamorgana di lapangan
" Capek gue ! Sini Lo aja yang gantiin kalau Lo mau, " Angkasa membalas dengan nafas terputus-putus
" Ih kok gue, "
" Angkasa Bangun ! Ntar kalau Bu Maya ngelihat Lo duduk hukuman kita bisa ditambah, " Jackie mencari Angkasa di tengah lapangan dan menarik tangan Angkasa agar bangun. Namun ketuanya malah menariknya agar Jackie ikut duduk bergabung dengannya
" ANGKASA !!! BU LIAT KAMU Di SINI JANGAN PIKIR IBU NGGAK LIAT, "
Angkasa dan Jackie langsung berdiri seketika. keduanya menuju ke garis lapangan dan kembali berlari
" Buset dah tuh guru lihat kita dari mana Perasaan nggak ada orangnya tapi kenapa ada suaranya, " tanya Jackie bingung sambil berlari di sebelah Angkasa
" Tuh ! Bu Maya di atas !" Angkasa menunjuk ke atas dengan dagunya membuat Jackie mengikuti arah tunjukkannya
" Cepat amat diatasnya ! Kapan tuh guru naik tangga, "
Angkasa mengusap peluhnya, Angkasa dan Jackie berlari di belakang Roni dan Bima yang sudah kewalahan sementara temannya yang lain masih melanjutkan lari di depan. Di sekolah ini memang hanya guru ini yang bisa menghukum mereka. Bukannya Kapok mereka malah mengulangi kesalahan yang sama.
Dari sini Bu Maya sudah menunjukkan wajah yang tak bisa menahan diri saat Angkasa dan kawan-kawannya malah bernyanyi lagu anak-anak
" Potong bebek angsaa, angsa dikuali nona minta dansa, Dansa empat kali, "
" Sorong ke kiri !!! Sorong ke kanan, Laaaaa, laa, laaa, "
Lalu Semuanya bernyanyi bersama dengan suara keras-kerasnya dan mulai berlari kencang sambil menekankan kata orang utan saat Bu Maya mengejar mereka, " Masuk ke hutan Ambil rambutan di kejar-kejar sama ORANG HUTAN, "
" ANGKASA !!!! AWAS AJA KAMU YAA KAMU NGATAIN SAYA ORANG HUTAN, "
Tawa ketujuh Cowok itu menggema di lapangan sekolah. Bulan dan Loli saling berpandang dengan wajah kaget. Tidak perlu merasa heran karena perangai Cowok-cowok yang di tengah lari itu memang begitu sejak dulu
...••••...
Kantin sekolah terasa sesak. Bulan, Loli dan Amanda tampak duduk di kursi kantin dengan makanan mereka masing-masing. Aluna yang baru saja datang langsung duduk di sebelah Loli, tepat di depan Bulan
" Angkasa sampe di Peringati Lo Kayak gitu, " tanya Amanda saat mereka membicarakan kejadian di lapangan tadi
" iya, Dia kertelaluan banget ! Gue nggak suka sama Cowok kayak gitu, " Ujar Bulan
Angkasa Awan Aldinata. Cowok Petarung SMA Arwana. Pemilik ketua jabatan Tiger jabatan itulah yang membuat ia semakin dihormati dikalangan siswa-siswi. Bahkan nama Angkasa sampai terkenal ke sekolah-sekolah lain Dia Angkasa, Cowok yang mempunyai sejuta masalah, tapi jutsru menjadikannya idola para murid bahkan banyak siswi rela berebut demi jadi Pacarnya
" Lo bilang Angkasa Peringatin Lo kalau wilayah ini Punya dia, " Tanya Loli kepada Bulan
" iya, Emangnya kenapa, "
Loli mengerjapkan matanya, Badannya sedikit merendah dengan suara serius. seperti orang berdiskusi agar tidak di dengar orang lain
" Lo dalam masalah besar ! kalau Angkasa Udah bawa-bawa wilayah itu artinya dia enggak main-main. Orang yang udah cari gara-gara sama dia enggak akan dia lepas. Inget adik kelas yang dulu Pindah karena Angkasa ? Dia bahkan masih dicari Angkasa di sekolah barunya sampe diajak duel. Sumpah niat banget tuh orang kalau dendam, "
" Bagi dia. Wilayah dan Tiger itu aset ! Aset Penting yang dia Punya. Prioritas yang Enggak bakalan keganti. Kalua ada yang ganggu, Udah Pasti orang ini enggak bakalan tenang, Diburu atau dihancurkan, " Loli menambahkan
" Cerita Lo bikin gue merinding aja, " Aluna mengusap lengannya
" Mau gimana lagi ? Emang kenyataannya begitu Motto Angkasa itu, hancurkan, bakar, dan ratakan ! Makanya gue nggak heran dia jadi ketua Tiger, karena cuma dia yang tahan mimpin ratusan orang di geng Tiger, ?
" Lo tahu semua dari Dylan, Loli , ".
" iya Bulan, Dylan kan temen baiknya Angkasa Di antara temen-temennya. Angkasa lebih milih Cerita ke Dylan kalau ada apa-apa ke mana-mana juga Angkasa selalu ajak Cowok gue daripada sama Sahabatnya yang lain sampe-sampe Dylan rela ngebatalin janji ke gue Karena Angkasa, " Loli menerangkan apa yang ia alami, " Dylan itu sohib dia banget, "
" Angkasa itu anak broken home. Orangtuanya cerai. Cerainya nggak tahu karena apa. Tapi sejak Orangtuanya Cerai, Angkasa jadi orang yang pemarah Pemberontak sama jadi sering bolos. Dia sering banget keluar BK karena selalu bikin masalah, bisa sampe empat kali sehari. Gue kesalnya dia sering banget ajak Dylan bolos. Dia juga suka nginep di rumah temen temennya, Gosipnya sih dia kayak gitu karena didikan keras ayahnya, "
" Maksud Lo , .... kasar, enggak tahu aturan dan sombong, " tanya Bulan
" Dia orang Paling ramah di Tiger. Ada orang senyum aja disenyumin balik sama dia karena elo nggak kenal makanya bilang sombong. Dia emang kasardam enggak tahu aturan, tapi dia orang yang paling bisa diandalkan di Tiger, "
" Geng Tiger itu udah kayak keluarga dia, ya, " Tanya Amanda
" iya, Nda Tiger itu udah dia anggep keluarganya sendiri. Kalua ada yang berani macem-macem ke Tiger pasti langsung disikat habis sama Angkasa Enggak Peduli cowok atau Cewek, "
Bulan termenung mendengarnya. Enggak Peduli Cowok atau Cewek. kata-kata Loli Terus terulang di kepalanya yang membuat Bulan membisu
" Namanya, Angkasa Awan Aldinata, kan ya, " tanya Bulan
" iya, Aldinata itu nama keluarga dia, Abangnya Angkasa kan alumi SMA Arwana, "
" Oh dia Punya Abang, " Bulan semakin Penasaran
" kata Dylan sih Punya, tapi gue belum Pernah lihat, "
" Udah deh jangan ngomongin Angkasa atau Tiger ntar ada Cepu terus bilang ke mereka bahaya kan ,"
Bertepatan dengan Usainya Cerita dari Loli. Angkasa dan temen-temennya datang. Cowok itu berjalan Paling depan, memimpin kelompoknya, saat rombongan itu melewati meja Bulan dan temen-temennya keempat cewek itu tidak bicara apa-apa
Fokus semua Orang langsung berpindah Pada para anggota Tiger Anggota laki-laki berjalan diikuti anggota Perempuan dibelakangnya, Angkasa Duduk di meja khusus Tiger, meja yang mereka tandai sebagai tempat Tiger berkumpul. Tidak yang berani duduk di sana karena sudah tahu bahwa meja di pojok Paling Belakang itu milik Angkasa. Pojokan itu tampak mengerikan bagi Bulan
Angkasa melirik Bulan. Bertepatan itu Bulan juga sedang menatapnya. Hal itu tidak terjadi lama karena Bulan langsung membuang muka dan menatap makanan di atas meja