Kisah Untuk Sagara & Angkasa

Kisah Untuk Sagara & Angkasa
BAB 101 kesalahPahaman



BS ( Belakang sekolah )



" Mana Bulan, " suara berat Angkasa saat masuk ke dalam kelas XII IPA 3 membuat seisi kelas menoleh Padanya namun tak ada satu pun yang menjawab, " Gagu Lo semua, "


" Tenang Angkasa, Lo gak Perlu marah-marah kayak gini, " kata Dylan tapi Angkasa tak menghiraukannya


" Tau lu Angkasa. Cewek Lo itu gak mungkin ilang digondol maling apalagi diumpetin sama Pak Handoko. Gak mungkin itu Gak mungkin jadi Lo tenang aja, " Ucap Leo mendapatkan delikan dari jackie agar tak ikut campur


" Ngapa jadi nyalur Pak Handoko, " Tanya Bima bingung


" Eh Lo Tahu gosipnya Pak Handoko sama Bu Maya Wah Gila bakal heboh ini sekolah sama mereka berdua," kata Bima berdua


" Apa sih ? Bu Maya sama Pak Handoko mau kawin, "


" Nikah bego Leo Bukan kawin, " sungut Bima, " Kawin Mulu Otak Lo, "


" Woi Dion. Mana Bulan, " Tanya Angkasa dengan nada galak membuat seluruh kelas bertambah diam. Dion yang ditatap Angkasa menghampiri


" Eeee .... gue liat dia tadi keluar tuh Katanya mau nyapu kelas. Gak tahu deh ke mana, " Kata Dion


" Kan ? Gue bilang juga apa Angkasa Bulan itu gak mungkin ilang di gon ....," mmph, " jackie Terpaksa membekap mulut Leo dengan tangannya agar berhenti secepatnya bisa-bisa Leo jadi samsak amukan Angkasa


" Udah maafin Temen Lo ini Angkasa. Kadang mulutnya emang cerewet bener kaya emak-emak kompleks yang kemalingan jemuran, " Kata Jackie Pada Angkasa membuat Leo melotot


" Lo Pada ngapain ngikutin gue, " Tanya Angkasa Pada teman-temannya


" Jaga-jaga. Siapa tau Lo butuh bantuan kami, " Sagara mengendihkan bahunya Cuek


" Gue bisa sendiri, " Jawab Angkasa. selalu begitu


" Gak ada yang ngeraguin kemampuan Lo, " Sagara menjawab dengan muka datar


" Angkasa Lo lagi nyariin Bulan, " suara Mika yang baru masuk ke kelas membuat Keenamnya menoleh, " Gue liat dia tadi masuk ke gudang sekolah, "


" Sama Cakra, " Angkasa bertanya balik kepada Mika," Trus Kenapa Gak Lo ikutin Bulan " Angkasa bertanya marah


Mika tampak grogi sekaligus gelagapan," soalnya gue takut sama Cakra, "


Angkasa tak lagi mau mendengarkan Penjelasan Mika dan Pergi dari dalam kelas itu. keenam temannya memperhatikan Cowok itu lewat melewati lorong dengan raut muka tegang sampai-sampai orang-orang yang ada di lorong di Paksa minggir agar tidak menghalangi langkah lebar Angkasa


Biar Angkasa katanya benci tetap saja Cinta itu masih ada


...••••...


" Jadi Pacar Lo Angkasa si ketua geng Tiger yang songong itu, " Tanya Cakra Pada Bulan


Bulan mundur. Alarm bawah sadarnya menyerukan tanda bahaya. Perempuan itu tadi sempat lepas dari cegatan dari Cakra Tapi kali ini Cakra masuk ke dalam gudang sekolah. Membuat muka Bulan berubah Panik Penuh antipati saat Cakra menutup Pintu dan maju Pada Bulan yang sedang memegang sapu erat-erat. Mereka berdua sedang ada di dalam ruangan yang sama itu membuat Bulan ingin Cepat-cepat Pergi


" Lo mau apa, " Bulan bertanya tapi tubuhnya mundur perlahan. Cakra Tersenyum begitu menyadari bahwa Perempuan ini terintimidasi Padanya


" Gue Cakra Salam kenal, " Tanpa diduga Cakra mengulurkan tangannya Pada Bulan membuat Bulan tertegun, " Lo gak mau jabat tangan gue, "


" Pacar Lo enggak bakalan marah kalau Lo kenalan sama gue, " Tanya Cakra membuat Bulan mengamatinya lalu mengerjap


" Gue denger banyak berita tentang Lo Sampe bikin gue kesel sendiri dengarnya. itu bener, "


" Berita yang mana, " Bulan menatap Cakra was-was. Dipegangnya Tongkat sapu yang ada di depan dadanya. menunjukkan bahwa itu satu-satunya Perlindungan Bulan. Atau alat yang akan ia gunakan jika Cakra macam-macam


" Gue mau ke kelas gue. Gue harus Piket," Kata Bulan Tapi Cakra tak memberinya jalan


" Gue kan mau kenalan sama Lo. Masa ada orang kenalan gak diladenin, " Lalu Cakra tertawa. " Reaksi Lo sekarang kaya mau nonjok gue tau gak sih, "


" Apa sih mau Lo, " Bulan mulai jengah


" Gue Bulan Puas Lo sekarang minggir Nggak , " Bulan hendak Pergi Tapi Cakra tiba-tiba merengkuh tubuhnya. Bulan yang kaget berusaha Pergi namun Cakra merapatkan jari-jari di Punggung Bulan


" MINGGIR, " Bulan mendorong tubuh Cakra, " Apa sih Lo, "


Cakra melonggarkan dekapannya. Tidak begitu besar agar Bulan tidak bisa kabur Perempuan itu masih memukul Badannya agar menjauh dari Cakra.


" Lepas, " Bulan menghindar. " Cakra lepasin gue, " Bulan mendorong tubuh Cakra. Membuat Punggung cowok itu mengebrak Pintu Bahkan suaranya terdengar di dalam ruang gedung sepi ini. Bulan tak mau menyia-nyiakan kesempatan itu Pun bergerak maju untuk meraih Pintu dekat Cakra berdiri namun Cakra menahannya


" Gimana kalau satu Ciuman dan gue bakalan kasih Lo Pergi, " tanya Cakra


Bulan melotot lalu menampar pipi Cakra benar-benar keras. kedua matanya memerah menahan amarah yang siap meledak sekali lagi. Sudah cukup Penghinaan yang Bulan terima hari ini kali ini Bulan sudah tidak tahan lagi


sementara Cakra bukannya marah. Cowok itu malah Terkekeh


" SINTING, "


" Eh tunggu dulu, " Cakra menahan lengan Bulan yang hendak kabur darinya, " kenapa sih Lo itu ngeliat gue itu sebagai musuh Lo. ? Kan kita baru kenal Bulan memangnya muka gue kaya orang jahat banget ya, "


" Gue enggak suka sama Lo Cakra, "


" Wo baru kali ini gue di tolak sama Cewek, "


" Minggir, "


" Cium dulu baru gue minggir, "


" Lo tuh gila tau gak sih Cakra Cari cewek lain sana jangan ganggu gue, " Bulan mengambil ancang-ancang untuk keluar


Namun saat membuka Pintu. Bulan melihat Angkasa yang berdiri di depannya dengan muka datar. membuat Bulan merinding karena Cakra tiba-tiba muncul di belakangnya. Cowok itu bahkan sengaja menengok lalu merangkul Bulan


" Lo apain Cewek gue, " tanya Angkasa Dari nada bicaranya saja Bulan tahu Cowok itu sedang menahan diri untuk tidak menonjok Cakra. kedua matanya terus tertuju Pada Bulan yang merasa tak nyaman di sebelah Cakra


" Tenang gue enggak bakalan apa-apain aset Pribadi Lo, " Cakra menoleh lagi Pada Bulan


" Thanks ya Bulan. Lo jago juga, Tadi hebat juga gue Makin suka sama Lo Bulan " Katanya lagi lalu Angkasa maju. Mencengkram kerah seragam sekolah Cakra mensejajarkan wajah Cowok itu Pada wajahnya yang kini sudah mulai serius.


" Kurang ajar Lo, " Angkasa menonjok Pipi Cakra. membuat Cowok itu Jatuh namun cowok itu malah Terkekeh Usahanya membuat Angkasa tersulut emosi berhasil juga


" ANGKASA UDAH, " Bulan berusaha melerai


" Lo masih inget ini tempat siapa kan jadi jangan macem-macem kalau masih ma belajar dengan tenang di sini, " Angkasa sengaja membungkuk dan berkata di depan wajah Cakra. Cowok itu sengaja menepuk Bahu Cakra


" Gue gak mau ribut lagi sama Lo. Tapi kalau lo mancing gue. Lo pasti tau apa yang bisa gue lakuin sebagai ketua geng,"


Angkasa menjauhkan Cakra dari tangannya lalu meraih tangan Bulan. Menggenggam tangan Dingin itu. mengajaknya Pergi dari sana. Bulan menatap Angkasa. Cowok itu tidak mengatakan Apa Pun sejak Pergi dari gudang sekolah


" apa Lo mau bela diri Lo kayak gimana lagi " Angkasa berkata marah Pada Bulan


" Lo harus sadar Posisi. Di sini Lo Pacar gue Ada banyak orang yang enggak suka sama gue. atau jangan-jangan Lo termasuk dari mereka, " Angkasa melirik Bulan. Bulan berjalan kaku di sebelahnya hanya bisa menghela nafas


" Terus aja Lo berpikir yang aneh-aneh tentang gue, " Kata Bulan


" Gimana gue gak mikir yang aneh-aneh kalua Lo selalu Cari masalah Bulan di kehidupan gue " Angkasa membentak membuat Bulan terkejut


Selama mengenal Angkasa. Baru kali ini Angkasa menatapnya marah seperti ada yang berbeda yang membuat Bulan takut. Padahal cowok itu adalah Pacarnya sendiri. kini Bulan Benar-benar merasa bahwa ada jarak yang membentang antara dia dan Angkasa


"Nyesel gue Udah nolongin Lo dari Cakra Tadi, " Angkasa lalu Pergi meninggalkan Bulan begitu saja