Kisah Untuk Sagara & Angkasa

Kisah Untuk Sagara & Angkasa
BAB 109 kesedihan


" Masih banyak belanjaannya, " Tanya Angkasa Pada Kinan. sementara Bulan berjalan di belakang Keduanya membawakan barang-barang yang di beli Kinan. Demi apapun rasanya Bulan ingin waktu berjalan cepat hari ini. Pulang sekolah mereka langsung Pergi ke mall


" Masih banyak Angkasa. kalau Capek duduk aja di sini, " Ujar Kinan, " Lo duduk aja dulu sana, " suruh Kinan Pada Bulan juga Nada suaranya saat berbicara Pada Angkasa dan Bulan sangat berbeda


" Gue ikut aja, " Ujar Angkasa Pada Kinan, " Biar Bulan jagain belanjaan Lo. Dia gak bakal keberatan, " Ujar Angkasa melirik Bulan yang ingin membantah


" Okedeh kalau gitu, " Ujar Kinan


Bulan lalu duduk di tempat duduk yang kosong. Dia duduk sendirian sementara Angkasa memilih ikut dengan Kinan Meninggalkannya begitu saja. Bulan berharap ada orang atau siapapun yang bisa menolongnya saat ini agar bisa Pergi dari sini


" Lama banget sih Gak tau orang lagi Capek, apa " Ujar Bulan. Perempuan dengan Pakaian Putih abu-abu itu meregangkan kedua tangannya. Tangannya memerah terasa Panas karena belanjaan Kinan berat-berat Dari buah-buahan, kue-kue sampai Baju semua Bulan yang Pegang


Bulan memandang jam yang terpajang jauh di depannya. Perempuan itu bergerak ke sana untuk menanyakan berapa harganya. kalau dulu Bulan bisa membelinya sesuka hati tapi untuk sekarang. Makan pun dia susah Berpikir untuk membeli sesuatu aja menurutnya berat


" berapa harga jamnya Pak,"


" Harganya 200 ribu, " Ujarnya membuat Bulan mengangguk lalu Pergi kembali duduk. menghela nafas berat


Hari ini sangat melelahkan. Bulan sangat ingin Pulang dan berharap semua ini hanya mimpi. Bulan ingin Angkasa kembali seperti Pertama kali laki-laki itu menjalin hubungan dengannya. Baik selalu ada dan sabar. Namun sepertinya Kalimat itu terdengar sangat mustahil untuk sekarang


Dari sini Bulan bisa melihat Angkasa dan Kinan sedang membayar sesuatu di kasir. keduanya tampak sangat serasi Ganteng dan Cantik. Gagah dan manis seharusnya Bulan tahu bahwa akhirnya Angkasa memilih Perempuan lain. Perempuan yang lebih baik darinya. Perempuan yang bisa ia ajak ke mana-mana tanpa merasa terbebani seharusnya Bulan tahu bahwa Angkasa melakukan ini agar Bulan sadar bahwa laki-laki itu memilih dengan Kinan bukan dia.


...Seharusnya aku tau. Yang sempurna sepertimu tak pernah bisa ku Peluk. seharusnya aku tau laki-laki seperti kamu tidak akan Pernah berakhir denganku...


" Bulan ? Lo di sini juga, " sapaan itu membuat Bulan Terkejut. Perempuan itu menoleh. itu Cakra Dengan segenap wajah lembutnya Dan sekarang Bulan rasanya ingin menangis dan Pergi sejauh-jauhnya


" Kenapa Pergi, " itu suara Angkasa saat hanya ada dia dan Bulan di dalam mobil


" Aku gak bisa Angkasa, " Ujar Bulan. matanya merah seperti ingin menangis setelah kejadian tadi. Bulan menitipkan semua barang belanjaannya Pada Cakra Perempuan itu Pergi begitu saja Tapi Angkasa menemukan Perempuan itu sedang duduk di Pinggir jalan setelah mengantar Kinan Pulang


" Gak bisa apa ? Tinggal duduk. Nungguin gue sama Kinan sampai selesai, " Ujar Angkasa. emosi


" segitu doang Lo gak bisa, " tanya Angkasa


" aku minta maaf Angkasa, " Ujar Bulan


" aku mau Pulang hari ini aku Capek banget Angkasa, " Ujar Bulan, " aku bakal lunasi utang ayahku tapi gak hari ini aku gak sanggup berantem sama kamu lagi gara-gara masalah ini,"


" Lo cemburu sama Kinan, " tanya Angkasa, " kayak gimana rasanya, "


" Maaf Angkasa, " Ujar Bulan merunduk


" Bisa Lo cuma minta maaf, " Tanya Angkasa


" sekali lagi aku Minta maaf, " Ujar Bulan Wajahnya semakin merah menahan tangis


" Dasar gak tau balas Budi, " kata-kata kasar Angkasa membuat Bulan terdiam