Kisah Untuk Sagara & Angkasa

Kisah Untuk Sagara & Angkasa
BAB 61 Momentum


"


" Tadi Lo marah-marah sama Roni. Terus Lo ngericuh di kelas David sama Austin terakhir Lo berkelahi sama Aldi, " Ucap Sagara


" Lo yang bilang sendiri kalua acara bazar Tiger udah deket Udah di depan mata dan kita semua enggak ada yang boleh bikin keributan. Tapi Lo ? Sikap Lo gimana, " tanya Sagara seakan menyentak Angkasa.


" Jadi Lo bilang gue enggak becus jadi ketua Tiger, "


" Bukan gue yang bilang. Tapi Lo sendiri,"


" iya Angkasa Sikap Lo buat kita semua bingung, " Bima ikut mengutarakan apa yang ia rasakan


" sampe Roni enggak berani jalan di deket Lo Tadi, "


Angkasa mengganguk, Tetapi maksud anggukannya bukan menerima protes teman-temannya, " Oke, Gue Cabut, Dari Tempat ini " Angkasa menerobos Dylan dan Sagara. ia menyuruh yang lainnya menyingkir dari depannya lalu membuka Pintu kelas untuk keluar


...••••...


" Wita, Eni, Dani .... " Bulan sedang mendata anak-anak Paskibra yang belum mendapatkan baju untuk upacara Senin nanti Saat ia menulis nama lagi, seseorang duduk di sebelahnya. Bulan menoleh dan melihat Angkasa. Dari sekian banyaknya bangku yang kosong di belakang sekolah Dia memilih duduk di sebelah Bulan


Tetapi karena masih malas menghadapi Cowok itu. Bulan memilih untuk tidak memerdulikannya dan terus menulis ulang nama-nama yang ada di kertas yang sedang ia Pegang. Di kelas, tidak ada kesempatan untuknya menulis. Ada saja gangguan dari Dion dan Lutfi berserta temannya yang lain


" Lagi sibuk, "


" Banget, " Bulan menjawab ketus


" Banget,"


" jangan, ribut deh,"


" Enggak, gue enggak ribut, "


" Lo ribut banget tahu. "


" Enggak tuh. Gue diem aja, "


" Diem, "


" iya gue Diem, "


" Diem" Oke, gue diem, "" Lo ngomong sekali lagi, Gue Pergi nih,"


" Ngancem,"


Bulan menghela nafas, " Sabar, Bulan, Sabar " katanya Pada dirinya sendiri


" Gue butuh bantuan Lo. Lo enggak mau nolongin gue apa. "


Begitu melihat Angkasa sedang membawa obat merah dan kapas di tangannya membuat Bulan memandang wajahnya. Kepala Bulan geleng-geleng melihat keadaan Wajah Angkasa. Bulan menyisihkan beberapa helai rambutnya ke belakang daun telingan dan mulai mengernyit. Bukan Angkasa namanya kalau kerjaannya tidak berkelahi cari Perkara dan membuat onar. Mungkin banyak yang tidak suka kepada Angkasa Tidak dijelaskan tentang beberapa banyak Pasukan Angkasa kan ?


" Jadi gue harus nolongin Lo apa. "


" Obatin gue mau ? Angkasa memandang obat merahnya, " Kalau Lo enggak mau enggak apa-apa gue bisa sendiri. "


" Yakin Lo bisa sendiri. "


Bener, juga sih, batin Bula" Masa jelek, " Angkasa membumatanya, " Lo kali yang jelek, jelek kok teriak jelek, "


Bulan menekan dengan keras sengaja luka Angkasa, " Aduh sakit, "


" Sekolah tuh tempat belajar Bukan tempat buat berantem, "


" Ya gue tahu, " Angkasa menyisir rambutnya ke belakang dengan tangannya, " Tapi kalau enggak ada yang nakal di sekolah Guru BK enggak bakalan ada tugas, "


Bulan mengerutkan keningnya, " Lo salah besar kalau ngomong gitu. kerjaan guru BK buat ngurus anak-anak nakal aja. Guru BK juga Punya tugas lain kayak ngasih tahu siswa supaya enggak melanggar Peraturan sekolah. Guru BK juga ngebantu guru yang lain Emang sih tugasnya lebih sering ngurusin anak-anak yang bandel Tapi bukan berarti dengan itu Lo harus jadi bandel terus guru BK ada tugasnya. Guru BK itu bisa jadi tempat curhat Lo kalau ada masalah juga suka bantu siswa yang bingung dengan Pilihan kuliahnya nanti."


Gue memang tahu. Pak Handoko sendiri yang cerita. " Ujar Bulan


Gue tahu kita Masih SMA. Masih mudaMasih remaja. kita labil dan Perasaan egoisnya tinggi. Enggak mau mengalah itu memang udah hukum alamnya jadi, wajar, " Kepala Angkasa mengangguk Pandangannya tak lepas dari cewek yang ada di sebelah ini


Bagaimana mungkin perempuan ini bisa membuatnya betah berduaan ?


" Kurang-kurangin berantem. Enggak kasihan apa sama orang tua Lo. "


Angkasa diam. perempuan ini tidak seburuk yang dia Pikir dahulu selain ramah, otaknya juga sinkron dengan keadaan. Pintar. Angkasa akhirnya malah memutar Pembicaraan ke topik yang berbeda, " Ntar ke warung belakang sekolah sama gue gimana, "


" Ngapain. "


" Duduk-duduk aja. Ntar ada pergumpulan buat bayar uang bazar, "


" Enggak deh. Enggak enak sama temen-temen Lo Lagian gue enggak Penting juga gue di sana, kan, "


" Penting. siapa bilang Lo enggak Penting" Maksud Lo, " Lo enggak enak karena ada Kirana sama Marissa.Bulan menghentikan gerakan Tangannya," iya .... mereka juga." Gue enggak mau tahu Lo harus ikut, Ntar Pulang sekolah Lo ikut gue," Maksa banget sih, " Bulan yang sud akhirnya menenteng tasnya dengan lesu. Bulan berjalan-jalan di lorong Dia melewati kelas Angkasa yang sudah kosong. Bulan menghela napasnya Cowok itu lupa Pada janjinya. Bulan seakan terlempar jauh ke bawah Sadar kalau ia bukan siapa-siapa Angkasa.


Ponsel Bulan berbunyi. Bulan sempat kaget karena ada nomor telepon yang tidak di kenal yang menghubunginy" Siapa, " Bulan menoleh Terkejut. Angkasa berdiri di sebelahnya, " Sorry gue Tadi ada Urusan bentar Lo. lama nunggu ? Bulan tidak menjawab Pertanyaan Angkasa. ia melihat Ponselnya. Panggilan itu sudah mati, tetapi Panggilan muncul lagi


Angkasa melihat benda elektronik yang di Pegang Bulan. " Siapa, Bulan. "


" Gak tahu dari tadi nelepon terus. "


" Angkat aja. "


Bulan mengikuti anjuran Angkasa. " Assalamualaikum ... hallo. " ini Bulan, kan ini gue Rio Yang waktu itu datang ke rumah Lo,Bulan meneguk ludah. Cowok ini tahu dari mana nomor teleponnya ?


" Lo lagi di mana sekarang boleh ketemu."


" Siapa, Bulan. " Angkasa masih ingin tahu siapa yang menghubungi Bulan.


" Rio. " Bulan berbisik setelah menjauhkan Ponselnya


" Rio, " Angkasa pun Terkejut ia langsung mengambil alih Ponsel Bulan


" Bulan lagi sibuk sama gue Lo dilarang ganggu. Lo Siapa. "


"


" Apaan sih,


" jadi, Lo keberatan.Bulan menggeleng dengan Cepat-cepat. Angkasa mendecak dan memiting leher Bulan. Tidak terlalu kencang, tetapi Cukup bisa membuorang yang melihat mereka bertanya-tanya seperti apa hubungan Angkasa dan Bulan sekarang. Angkasa bertekad tidak akan memberikan Perempuan ini kepada orang lain