Kisah Untuk Sagara & Angkasa

Kisah Untuk Sagara & Angkasa
BAB 31 PROBLEM


Sagara menatap Sierra begitu Perempuan itu masuk kelas dan menyerahkan apa yang sudah ia kerjakan semalam Padanya


" Gimana ? ada yang salah sama jawaban yang gue kerjain ? Sierra Duduk di depan Sagara. sengaja agar Cowok itu menatapnya lebih lekat, namun Sagara sangat menjaga matanya Semenjak Pacaran dengan Aluna


" Enggak ada ? Sagara memberikan kembali Pada Sierra


" Sagara "


Sagara menaikkan sebelah alisnya menatap Sierra


" Lo nggak lihat yang beda dari gue ? tanya Sierra kemarin sore Sierra Potong rambut di salon, "


" Gue rasa nggak yang beda dari Lo ? tanya Sagara Entah pura-pura tidak tahu atau tidak benar tidak tahu Sierra berharap Sagara akan memujinya penampilannya


" Memangnya nggak ada beda gitu dari gue ? tanya Sierra lagi


" Nggak ada ? jawab Sagara datar


" Lo nyaman ... Nggak sama Aluna " Tanya Sierra


" Hubungan Gue bukan Urusan Lo ? Aluna menyahut Dingin


Sierra terkejut " kenapa ? kenapa Lo Pacaran sama Aluna gue yang menyatakan perasaan pertama kali ke Lo Dia yang kedua kenapa Lo harus pilih Aluna Sagara ? tanya Sierra


" memangnya kurang gue apa ? tanya Sierra ketika kelas masih sangat sepi Saat Lo tau pacaran sama Aluna Lo tau gue gimana ? Gue merasa hancur Gue pikir Lo bakal pilih gue Enggak taunya Lo lebih memilih Aluna kenapa ? kenapa Lo tega lakuin ini ke gue


" Gue nggak punya rasa apa-apa Sama Lo Sierra selain Teman ? ucap Sagara tenang membuat Sierra terpaku " jangan salah artikan kebaikan gue Sierra,"


" Terus kenapa Lo jarang balas chat gue ? tanya Sierra


Sagara menutup bukunya " Gue Cuman mau jaga perasaan Cewek gue,"


" kayaknya Sagara tergila-gila banget yang sama Aluna ? ke mana-mana Aluna jalan Sagara kayaknya Patuh banget mau ikut ? ujar Naura ia duduk di meja Sierra. Bukan hanya Sierra saja yang Patah hati Naura pun merasakan Patah hati


mereka memandang Aluna dan Sagara yang sedang berjalan berdua membelakangi membuat Sierra dan Naura hanya bisa melihatnya dari belakang


" Belum Pernah gue lihat Sagara kayak gitu ? Naura menopang dagunya Sejak TK gue nggak bisa bikin dia sebahagia kayak Aluna lakuin sekarang


" Lo Ngapain di Sini ? tanya Sierra pada Naura


" mau ngobrol sama Lo ? balas Naura


" Gue nggak mau ngobrol sama Lo ? Sierra berdiri


" Sierra ? Panggil Naura " Lo nggak akan nekat kayak gitu kan,"


Sierra tersentak seperti tahu apa maksud Naura namun ia tidak bergerak sama sekali Cukup mendengar tanpa perlu menoleh


" Gue memang nggak suka mereka bareng-bareng tapi gue seneng liat Sagara yang sekarang jangan rusak kebahagiaan mereka Sierra " Pinta Naura


" Gue memang orang jahat Tapi bukan Berarti gue nggak punya hati Sagara selalu alami hal buruk sendirian Dari dulu ia dia selalu di ejek karena Orang tua nya sudah nggak ada Sierra gue mohon sama Lo Biarin mereka bahagia ? Ujar Sierra


Sierra tetap melanjutkan langkahnya Entah apa yang ada di pikiran Sierra saat ini. Hanya Sierra yang tahu dan Tuhan yang tahu


Sagara membuka starbucks begitu Aluna mengirim pesan karena perempuan itu ada di sini Mengedarkan pandangan sebentar Sagara melihat Aluna sedangkan duduk


Sementara ada seseorang Cowok yang sedang memunggunginya duduk di depan Aluna Sagara tahu itu Kevin


" Abang nggak Pesan minum ? tanya Aluna pada Kevin


" Gue belum jadi Abang Lo ? ucap Kevin


Aluna Terkekeh " iya, sih "


" lagian siapa juga yang mau jadi Abang Lo ? Kevin tertawa


" Lah kok gitu sih ? terus Lo maunya gue jadi Pembantu gue


" Gue maunya Lo jadi pacar gue ? balas Kevin membuat Aluna melotot menyedot minumannya Hampir saja terbatuk namun Aluna berusaha bersikap biasa aja dengan gombalan Kevin


Sagara berjalan untuk duduk di sebelah kursi Aluna kedua mata Aluna semakin melotot Karenanya setahu Aluna tadi Sagara belum bisa kemari karena sedang mengurus distronya Cowok itu bilang dua jam lagi baru bisa datang ke sini


Tapi ini bahkan belum ada beberapa menit Aluna dan Kevin mengobrol Sagara pun langsung duduk


kali Sagara pakai baju jaket Levis dan dilapisi baju berwarna merah dan Celana Jogger berwarna hitam sepatu sneaker berwarna abu-abu


" Nggak di lanjutin lagi ngobrolnya ? tanya Sagara


Aluna dan Kevin sama-sama bungkam karenanya


" Gue balik Dulu ? Kevin terkesan menghindari Sagara, Sagara mengganguk singkat lalu Kevin Pamit


" aku kira kamu datangnya lama Tadi kamu bilang dua jam lagi kamu bisa datang ? Aluna mengawali percakapan namun Sagara hanya diam aja " kerjaan distronya kamu gimana lancar ?


Sagara tak menjawab


" aku sama Kevin tadi nggak Sengaja bertemu di sini terus kami ngobrol deh ? Ujar Aluna berharap Sagara tidak salah Paham dengan kejadian tadi


" kamu Udah makan " tanya Sagara


" Udah tadi di Rumah "


Sagara berdiri membuat Aluna juga ikut berdiri Aluna mengikuti Sagara berjalan membuat Sagara membuka pintu kaca di depannya dan membiarkan Aluna lebih dulu keluar lalu Cowok itu mengikutinya dari belakang sambil mengambil kunci motornya di dalam Jaket Levis nya


Mereka sedang di tempat di mana Sagara memakirkan motornya Sagara mengulurkan tangannya memberikan helm pada Aluna Namun Aluna masih menunggu Sagara mengatakan sesuatu Sagara tetap diam tidak mengatakan apa-apa membuat Aluna kebingungan menghadapinya Aluna takut Cowok itu berpikir yang tidak-tidak tentangnya dan Kevin tadi


" Sagara kok diam aja dari tadi ? Nggak marah kan ? tanya Aluna " Sagara nggak minta Putus kan


Sagara naik ke motor lalu menghidupkannya Aluna jadi deg-degan menunggu jawabannya Namun ketika Sagara memutar motornya hingga ada di samping Aluna Cowok itu membuka kaca helmnya


" Sagara nggak minta Putus kan ?


" Siapa yang minta Putus ? kamu aja Pikirannya gitu ? Sagara membalas


" aku nggak mau naik ? ucap Aluna Bilang dulu kamu nggak marah kan ?


" kalau aku marah aku Pasti udah pergi Buktinya aku nggak Pergi kan ? tanya Sagara membuat Aluna tersenyum malu lalu memasangkan helmnya


" kamu jangan diam dong Kayak tadi ? kata Aluna di lampu merah Sagara melirik dari kaca spion namun Cowok itu tetap saja bungkam setelah mendengar kata-kata Aluna yang tadi " kamu dengar nggak ? tanya Aluna lalu ia mendengar Cowok itu bergumam Pelan dan lampu lalu lintas menjadi hijau


Mereka pun tiba di sebuah tempat setelah datang kembali ke distro milik Sagara untuk mengambil kamera. Aluna melihat-lihat ke sekeliling ketika Sagara mengajaknya kemari. rasa senang langsung membuncah karena bisa melihat Orang-orang sedang berinteraksi untuk membeli sesuatu dari pedagang langsung ada naik sepeda berjalan-jalan hingga makan di sana


" aku mau foto-foto sebentar kamu duduk di sini ajak ? Sagara mengeluarkan kameranya dari dalam tas yang dibawa Aluna tadi


" EH kok gitu sih aku ikut dong ? Ujar Aluna Nanti Kalau aku di godain Cowok lain gimana di sini


" Memang ada yang mau godain kamu ? Sagara merapikan posisi kameranya


Aluna merenggut " ada lah pasti aku kan Cantik, "


" Nggak semua Cowok suka Sama Cewek karena Cantik ? Sagara melirik Aluna


Aluna berdecak " Tapi kebanyakan Cowok sukanya Cewek yang cantik Pokoknya aku harus ikut,"


Sagara pun membiarkan Aluna untuk ikut Mereka melewati para pedagang pedagang lalu jalan ke tempat tempat di mana orang-orang menjual makanan


Sementara Sagara sedang sibuk dengan Pacaran dengan kameranya ia memotret banyak hal dari jalan orang berlalu lalang sampai padatnya jalan raya hasil foto yang Sagara ambil pasti selalu bagus


" kamu Nggak mau fotoin aku aja ?


" Enggak nantinya kamera nya rusak ? ujar Sagara membuat Aluna melotot lalu Cemburut melihat respons Aluna Sagara yakin Cewek itu kesal Cowok itu pun semakin senang menggodanya


" Foto doang nggak bikin kamera kamu rusak tau ? sentak Aluna


" Ya Udah ? Sagara menoleh " mau di mana, "


" Di sini aja ? Aluna menuju Pohon besar Di Pohon besar itu ada tulisan-tulisan juga lampu-lampu yang sengaja di gantung di daun juga cabangnya


Cewek itu berlari ke arah Sagara ketika Sudah selesai


" Mau lihat dong "


" Bagus banget ? Ujar Aluna Cengengesan Puas melihatnya " Nanti aku minta ya, "


keduanya lalu kembali berjalan Sagara yang saking sibuknya sampai lupa bahwa Aluna berhenti begitu saja karena ngos-ngosan merasa tidak ada yang berjalan di dekatnya Sagara menoleh ke Kana dan ke kiri mencari keberadaan Aluna


" Aluna ? Sagara membalikkan badannya lalu terpaku ketika melihat Aluna sedang jongkok di tengah orang-orang yang sedang berlalu-lalang


" Capeeeek ? Ujar Aluna Panjang


Sagara Terkekeh Cewek ini memang ada-ada saja kelakuannya ia lalu menghampiri mengajak untuk duduk sambil memesan minuman


" kamu nggak marah kan "


" Enggak "


" yang bener "


" Hmmm "


" janji ya nggak marah lagi "


" Iya Aluna ?


Aluna pun tersenyum setelah mendengar kata-kata Sagara tadi


Sagara menikmati saat bersama Aluna keluar dari zona nyamannya yang selama ini membelenggu seperti hewan Peliharaan yang hanya bisa tinggal di sangkar sekarang Sagara tidak lagi merasakannya ia merasa bebas merasa lepas bisa melakukan apa yang ia mau dan hal-hal baru yang Aluna perlihatkan padanya Sagara tidak ingin menyakitinya Sagara ingin menjaganya


kedua mata Sagara berubah lesu Dengan trauma yang ia Punya bisakah Sagara menjaganya


sepulang mengantarkan Aluna pulang Sagara mengerutkan keningnya ketika di rumahnya ramai ada dua mobil terparkir begitu Sagara menaruh motornya di Pelataran itu mobil rumah keluarga besarnya artinya bisa saja kakek atau Neneknya datang kemari dan satu lagi Sagara tidak tahu itu mobil siapa


tiba-tiba saja jantung Sagara berdegup kencang


Cowok itu masuk ke dalam melihat orang-orang yang duduk di sofa membuat keringat Dinginnya muncul Sagara sudah menduga hal ini akan terjadi Cepat atau lambat


" Duduk ada yang mau kakek dan nenek bicarakan ini tentang Aluna ? ujar kakeknya


Sagara lalu duduk di depannya menatap lurus tanpa menoleh ke arah Wilan karena pamannya juga hadir di sini


" Aluna Pacar kamu kan ? tanya kakeknya


...setelah itu apa yang akan terjadi apakah Kakeknya akan menantang hubungan Aluna dan Sagara...