Kisah Untuk Sagara & Angkasa

Kisah Untuk Sagara & Angkasa
BAB 18 CEMBURU


Sagara sedang sedang berjalan di lorong sekolah. Cowok itu baru saja keluar dari lab sekolahnya langkahnya santai namun tegap kemeja sekolahnya rapi satu tangannya sedang membawa tes dan satu tangannya lagi masuk ke dalam saku Celananya.


Hal itu Pemandangan paling di tunggu anak-anak kelas sebelah Sagara khususnya kaum Perempuan


Namun Aluna yang sudah melihatnya itu mendengus Tidak akan membiarkannya


" SAGARAAA !!!


namun Sagara tidak berhenti itu pasti Aluna, Aluna dengan mulutnya yang Cerewetnya tapi perempuan ini beda Sagara tidak bisa menjelaskan tingkahnya kadang bisa begini kadang bisa begitu kadang juga tingkahnya konyol membuat Sagara kesal


" Sagara kok di panggil-panggil nggak nyahut sih ? nggak dengar apa pura-pura nggak dengar ? tanya Aluna Curiga Sagara kok diam aja sih ? Sagara ? pilih Sierra atau Aluna ? tanya Aluna sempat-sempatnya


" katanya Udah nggak Peduli Ngapain cari gue ? Tanya Sagara


Aluna Cemberut menukik keduanya alisnya Hendak protes Karena Cowok itu mengalihkan pertanyaannya Namun tidak bisa kata-kata Sagara membuatnya malu


" Nggak bisa Cuek , " ungkap Aluna " emangnya nggak boleh ya


" Enggak ? balas Sagara jutek


" ihh kok gitu sih, "


Sagara tidak membahasnya Mulutnya tetap tertutup rapat selama berjalan


" IHHH KATANYA KAMU ITU AKU ? ungkap Aluna


Sagara berhenti dan menoleh pada Cewek itu memberi peringatan lewat mata Aluna menyengir sambil meringis Cewek itu menggaruk kepalanya salah tingkah


" jangan teriak-teriak Aluna, " tegur Sagara pelan hanya segitu saja berhasil membuat rasa kesal Aluna hilang lenyap begitu saja


" iya maaf Makanya jawab dulu, " Paksa Aluna Perempuan itu sampai berani mengamit lengan Sagara membuat Cowok itu menoleh lalu menghela nafas dan melepaskan tangan Aluna darinya


" Udah bel masuk kelas "


" Terus kenapa "


" Masuk kelas ? Suruh Sagara


" kalau nggak mau ? kamu kenapa sih jauh-jauh terus ? aku kan pengin dekat-dekat kamu terus ? ucap Aluna


" Tapi gue nggak mau dekat-dekat Lo ? jawab Sagara ketus


" Ih kok gitu sih ? kamu jauh-jauh karena takut dilihat sama Sierra ya ? tebak Aluna


" Aluna ? panggil Sagara pelan


" IYAA "


Sagara terdiam sebentar meredam emosinya. Cowok itu ingin mengatakan sesuatu yang akan menyakiti hati namun lagi-lagi berpikir Sagara tidak tegap setelah menatap kedua mata bening Aluna yang memancar Penuh antusias padanya perempuan ini tampak tulus kepadanya tipe Perempuan yang mungkin mau di ajak susah kalau saja Sagara hidup susah.


...Hal ini hanya ada bayangannya di mata Aluna dan itu membuat Sagara terus kepikiran...


" Rambut Lo berantakan, " ucap Sagara berat tidak mengatakan yang sebenarnya Cowok itu lalu merapikan rambut Aluna poni perempuan itu lebih tepatnya Aluna terkejut Sagara pun sama terkejutnya ketika dia dengan refleks mendekat ada Sengatan ketika tangan Aluna menyentuh pipinya


Sagara menatap mata Aluna dalam dalam sangat lugu, tulus, dan jujur Sagara bukan Cowok yang bisa dengan mudah menyakiti perempuan Trauma ini menyiksanya Cowok itu tidak mau Aluna terluka karenanya itu sebabnya Sagara memilih jauh-jauh memang benar Aluna adalah semangatnya, tapi Cukup dari sana, Sagara tidak bisa membayangkan hal apa yang terjadi kalau dia dan Aluna bersama Sagara Pasti akan menyakitinya


" Sorry, " Sagara memilih menjauh. mengumpat dalam hati karena sudah kertelaluan terhadap Perempuan


" iya nggak apa-apa kok, " ucap Aluna Cengengesan lalu menyengir lebar senang-senang saja di Perlakuan seperti itu


" kenapa Lo senyum-senyum kayak gitu ? tanya Sagara Curiga


" Nggak apa-apa Soalnya kamu lucu, " balas Aluna Namun senyum aneh itu membuat Sagara tergganggu. Cowok itu memilih untuk berjalan terlebih dahulu membuat Aluna mengikuti dari belakang dengan senyum dan perasaan berbunga Bunga. Matahari Aluna selain semangat ia juga Celaka bagi Sagara


...••••...


Sagara mengambil dispensasi sangat jam pelajaran. Cowok itu terpaksa karena sudah melewati jam latihan olimpiade kemarin. Kevin terus saja menunjukkan tampang kurang suka pada Cowok itu dan ketua basketnya itu terus memerintah dan menyalahkan Sagara karena tim kurang jago


" WOI BENCUS DIKIT WOI BARA LO BISA MAIN NGGAK "


" Sorry Kevin gue lagi Capek banget soalnya kita udah latihan sebulan ini buat tanding, " ucap Bara


" Bedain tegas sama maksa ? ucap Sagara membuat Kevin menoleh sengit padanya Bisa pingsan anak Orang kalua Lo paksa latihan


" kita latihan hari ini karena Lo ! kalau bukan karena Lo Juga gue ogah ? balas Kevin pada Sagara Cowok itu menunding Sagara yang saat itu menggunakan baju basket dengan nomor punggung " 10 " tubuh Sagara penuh peluh Rambutnya agak basah lapangan siang ini sangat panas Kevin memang niat menyiksa mereka


" latihan Cukup ? Perintah Kevin membuat Teman-temannya yang di lapangan langsung duduk tidak sanggup lagi untuk berlari Payah Lo semua ? maki Kevin lalu memilih duduk menjauh Raut Wajahnya sangat marah menatap Sagara padahal Cowok itu hanya memberi tahu Kevin baik-baik selalu begitu Kevin memang tidak pernah Suka pada Sagara Cowok itu selalu berpikir bahwa Sagara bisa merebut jabatan ketua basketnya


" Lo tau nggak Sagara ? kalau Lo nggak belain gue tadi pasti gue udah habis di. tangan Kevin ? ucap Bara " Gue suka banget tapi gue suka nggak dia yang jadi ketua tim basket semua berantakan kenapa sih Lo nggak terima pas pak Beni suruh Lo jadi ketua bakset, "


" Lo Udah tanya pernyataan ini berkali-kali, "


" Gue maunya Lo yang ketua basket Sagara bukan Kevin, "


" Gue udah bilang Gue sama Kevin nggak mau saingan Dari dulu dia mau jadi ketua sejak esklul gue juga nggak masalah ? Ucap Sagara


" kalau Gue jadi Lo gue nggak bakal mengalah sama Kevin gue bakal buktiin sama dia bahwa gue lebih pantas jadi ketua basket ketimbang dia Dilihat dari segi manapun Lo itu lebih keren mainnya dari pada si kampret itu ? Bara memberikan minuman pada Sagara


" Gue nggak terlalu berambisi buat jadi pemimpin, "


" Loh mah gitu Mulu jawabannya Di suruh jadi ketua OSIS nggak mau jadi ketua kelas XII IPA 2 nggak mau Lo kenapa sih Sagara ? Bukannya itu bagus kalau tunjukkin prestasi di depan orang-orang ? ucap Bara


" Memang tapi gue Udah nyaman kayak gini, "


" Sagara ? Aluna tuh ? bisik Bara


Sagara menoleh dan melihat Aluna perempuan itu dengan muka takut dan malu di seluruh berdiri di dekat lapangan


meremas tangannya dengan gelisah karena banyak anak bakset yang memperlihatkan


" Di hukum ya "


" kamu diam di sini saya mau ke kelas sepuluh saya akan menghukum kamu di sini. setelah saya kembali kamu sudah harus mengakui kesalahan kamu ? kata pak Hamid lalu guru itu meninggalkan Aluna di lapangan


" Panas ini Aluna Entar Hitam Lo Aluna mendingan gabung sama kita ? sambung Kevin mengejeknya lalu meledakkan lah tawa mereka menertawakan Aluna yang semakin merunduk, kepanasan kepalanya panas telinganya bahkan sampai kedua matanya


Sagara masih tetap duduk karena Ken datang Cowok itu menegur Aluna terus-menerus namun Aluna tetap diam semakin menundukkan kepalanya dalam-dalam


" Eh Aluna kok di sini ? sapa ken ? Aluna Lo kenapa ? ucap Ken lagi " Tunggu Bentar deh gue kelas dulu ? ucap Ken Cowok itu bergegas mengambil sesuatu di kelasnya lalu menghampiri Aluna kembali. Sagara melihat segala gerak-gerik Ken memberikan minuman pada Aluna " Minum dulu Lo pasti haus kan ? ucap Ken


" Nggak usah Ken Gue lagi di hukum pak Hamid ketauan nyontek "


" Minum dikit aja lah nggak apa-apa ? paksa Ken " Biar tenggorokan Lo Enggak seret Eh Lo Ngapain nangis " tanya Ken


Aluna hanya menggeleng tetap kukuh dengan posisinya


Ken lalu dapat melihat Sagara dari sini sedang memandangnya Mungkin ini saatnya. jika Ken tidak bisa mengalahkan Sagara dari segi Otak maka Ken akan mengambil apa yang Sagara Punya seperti Aluna Contohnya


" Lo Ngapain ? tanya Aluna ketika Ken menaruh botol minumannya jauh ke meja pinggir lapangan


" Nungguin Lo "


" Nungguin gue


" iya Nungguin Lo Aluna "


" Nggak Perlu "


" Nggak apa-apa Aluna gue mau nungguin Lo anggap aja nih Olahraga muras keringat kan, ? ucap Ken tersenyum berdiri di samping Aluna melindungi Perempuan itu dari pandangan anak-anak basket


Sekarang yang malah di cemooh adalah Ken bukannya Aluna hal itu membuat Aluna Tersenyum


" kenapa senyum-senyum gitu "


Senyum Aluna makin melebar menatap Ken " Makasih ya Ken "


Sagara mencengkeram botol minumannya membuat Bara menoleh Cowok itu tidak mau lagi menoleh Ken dan Aluna


Sagara berdiri tanpa basa-basi Sagara Pergi mengambil tasnya untuk ganti baju Dalam hati Sagara marah tapi Cowok itu tidak mengatakan apa-apa


" Dasar gede Gengsi ? gumam Bara harusnya kalau Cemburu itu bilang


...••••...


" Sagara ? sapa Aluna melongokkan kepalanya pada Pintu kelas Cowok itu Benar Sagara belum Pulang Aluna melihat Sagara Sedang belajar


Aluna duduk di samping Sagara membuat menaruh kepalanya di meja menatap Sagara dengan kepala menyamping Posisi setengah menelengkup seperti Orang tidur di meja


" Pasti kamu terganggu ya aku dekat dekati kamu kayak gitu terus ? tanya Aluna " aku selalu ke pengin dekat sama kamu nggak tau kenapa kamu baik aku pasti repotin kamu terus ya makanya kamu selalu jauhi aku ? ucap Aluna


" itu sadar ? jawab Sagara jutek


" kenapa sih kamu di sekolah dan di luar beda banget ? di sekolah kamu judes banget tapi di luar kamu baik banget Apa kamu punya dua kepribadian ? tanya Aluna ngawur


" Gue mau Pergi " kata Sagara


" Capek juga ya Suka sama Orang keras kepala seperti kamu, "


Sagara menoleh Mukannya tampak kesal membuat Aluna mengerjapkan kedua matanya di tengah kelas Sagara yang sepi


" Gue Nggak Pernah Minta di sukai Aluna ? tiba-tiba saja Aluna kesal " Gue udah bilang berkali-kali sama Lo gue nggak suka sama Lo, "


" kapan Lo suka sama aku "


" Aluna "


Aluna terdiam ketika mendengar suara Sagara yang sedikit membentak Perempuan itu lalu mendudukkan posisinya dengan benar di samping Sagara tarikan nafas dalamnya terdengar


Sagara masih menoleh pada Aluna Perempuan ini Kapan sadarnya ? Sagara hanya ingin dia selalu Ceria Bukan menyukainya Sagara ingin mereka berteman Sagara tidak Suka ketika Aluna selalu mengemis Cinta padanya


" Sorry Sagara udah gangguin kamu aku nggak bakal gangguin kamu lagi Aku Pulang aja udah mau sore Sekolah juga udah sepi Maaf juga udah maksain kehendak terus ke kamu Aku Cuma Aku suka kamu ?


" Tapi nggak dengan Cara Lo minta terus Aluna jadi Cewek jangan gampangnya, " Ujar Sagara hal itu membuat Aluna menoleh


Aluna makin merunduk lalu menggaguk iya ? katanya Lesu " aku bakal jaga harga diriku Ternyata selalu ya ? kalau di suruh pilih antara aku sama Sierra pasti kamu pilih Sierra jelas kalian Serasi Kalian itu Cocok nggak Pernah Cocok deh pokoknya sama aku ? kata Aluna " Aku, Pulang dulu ? Pamit Aluna membuat Sagara bergeming


" Aluna "


Aluna menoleh di samping Pintu


" Gue nggak bisa Suka sama Lo, " kata Sagara pada Aluna


...••••...


Sagara tidak bisa tidur. Teringat Tentang kejadian tadi Siang di lapangan antara Ken dan Aluna. Bagaimana Aluna Tersenyum Pada Cowok itu. Atau Bagaimana Aluna memandang Cowok itu Sagara membuka matanya lalu beralih Posisi untuk Duduk Sagara tidak boleh membiarkan Perasaan ini masuk dalam hatinya.


" Halo ? Sagara mengangkat ponselnya yang berbunyi


" WOI ! WOI ! WOI SAGARA ADA ALUNA NIH DI SINI ? Suara Dylan terdengar bersahutan dengan suara musik


Sagara tidak perlu menebak Dylan Pasti sedang di diskotik bersama-sama Teman-temannya yang lain hanya Sagara yang sudah pasti tidak mau ikut selain buang-buang waktu Sagara tidak suka keributan


...Tapi tunggu dulu Aluna...


" WOI SAGARA ALUNA DI SINI NIH MABUK ? Suara Dylan terdengar sahutan musik lebih keras


Sagara mengerutkan keningnya


...Aluna mabuk...


" SINI LO BURUAN DIA MERACAU NAMA LO TERUS ? tebak Dylan


Butuh Waktu Untuk Sagara berpikir tak seolah tubuhnya beraksi lebih jujur. Otaknya langsung bekerja. seperti ada alarm tanda bahaya di kepalanya Cowok itu mengambil kunci mobilnya lalu keluar Rumah Tujuannya Cuma satu Aluna


" Lo apain Aluna, " desis Sagara marah lalu melajukan mobilnya ke jalan dengan gila-gilaan