Kisah Untuk Sagara & Angkasa

Kisah Untuk Sagara & Angkasa
BAB 77 Rusak Hatinya


"


...••••...


...••••...


" Tunggu, Bulan, " Angkasa mencegah Bulan yang baru ingin masuk ke rumahnya. Cowok itu membuka jaketnya lalu mengambil sesuatu di kantung dalam jaketnya


" Kenapa, " Bulan menunggu


" Nih buat Lo kemarin gue lihat ini dari toko deket sekolah Gue beli buat Lo Siapa tahu Lo suka, " Cowok itu memberikan Penjepit rambut yang sangat lucu, " Terima jangan nolak Siapa lagi yang bakalan Pake kalau Lo nolak nih Penjepit rambut Masa gue yang Pakai kan enggak lucu seseorang ketua Tiger masa Pakai ini, " Angkasa mencoba melucu. Bulan langsung membayangkan Angkasa Pakai Penjepit rambut ini Bulan menahan tawanya


" Pake Besok iya jangan lupa, "


" iya, "


" Ya udah sana masuk Langsung istirahat,"


" Habis ini Lo mau ke Mana, "


" Gue mau ke Cafe mau kumpul sama anak-anak Tiger, "


" jangan sampe malam, "


" iya Sayang, " Angkasa berkata demikian. Bulan terkejut lama lalu tersenyum Karenanya, " Kaget banget baru gue Panggil sayang ini baru sekali lho Gimana kalau tiap hari ya bisa-bisa Lo enggak bisa tidur, "


" Angkasa, "


Angkasa tertawa melihat Bulan salah tingkah karenanya. Heran kenapa dia bisa suka sama cewek ini ? Bulan langsung masuk rumah, tetapi perempuan itu tidak ke mana-mana setelah menutup gerbang rumah. Angkasa melihat kakinya masih ada di belakang gerbang rumahnya. Angkasa menghidupkan motor dengan geli dan pergi dari sana


Setidaknya, masih ada temen-temennya dan juga Bulan sebagai Pengalih apa yang ia rasakan untuk saat ini


" Kenapa, " Bulan menunggu


" Nih buat Lo kemarin gue lihat ini dari toko deket sekolah Gue beli buat Lo Siapa tahu Lo suka, " Cowok itu memberikan Penjepit rambut yang sangat lucu, " Terima jangan nolak Siapa lagi yang bakalan Pake kalau Lo nolak nih Penjepit rambut Masa gue yang Pakai kan enggak lucu seseorang ketua Tiger masa Pakai ini, " Angkasa mencoba melucu. Bulan langsung membayangkan Angkasa Pakai Penjepit rambut ini Bulan menahan tawanya


" Pake Besok iya jangan lupa, "


" iya, "


" Ya udah sana masuk Langsung istirahat,"


" Habis ini Lo mau ke Mana, "


" Gue mau ke Cafe mau kumpul sama anak-anak Tiger, "


" jangan sampe malam, "


" iya Sayang, " Angkasa berkata demikian. Bulan terkejut lama lalu tersenyum Karenanya, " Kaget banget baru gue Panggil sayang ini baru sekali lho Gimana kalau tiap hari ya bisa-bisa Lo enggak bisa tidur, "


" Angkasa, "


Angkasa tertawa melihat Bulan salah tingkah karenanya. Heran kenapa dia bisa suka sama cewek ini ? Bulan langsung masuk rumah, tetapi perempuan itu tidak ke mana-mana setelah menutup gerbang rumah. Angkasa melihat kakinya masih ada di belakang gerbang rumahnya. Angkasa menghidupkan motor dengan geli dan pergi dari sana


Setidaknya, masih ada temen-temennya dan juga Bulan sebagai Pengalih apa yang ia rasakan untuk saat ini


Angkasa tertawa melihat Bulan salah tingkah karenanya. Heran kenapa dia bisa suka sama cewek ini ? Bulan langsung masuk rumah, tetapi perempuan itu tidak ke mana-mana setelah menutup gerbang rumah. Angkasa melihat kakinya masih ada di belakang gerbang rumahnya. Angkasa menghidupkan motor dengan geli dan pergi dari sana


Setidaknya, masih ada temen-temennya dan juga Bulan sebagai Pengalih apa yang ia rasakan untuk saat ini